<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702</id><updated>2011-08-16T14:31:22.819+07:00</updated><title type='text'>Jihad dan Dakwah</title><subtitle type='html'>Barangsiapa yang mati dan tidak berjihad, serta tidak pernah membisikkan dalam dirinya untuk berjihad, maka dia mati dalam cabang kemunafikan.
[HR. Muslim: 1910; Ahmad: 2/374; Abu Dawud: 2502; an-Nasa'i:4/8]</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>396</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-6245693994975967794</id><published>2010-08-22T05:59:00.002+07:00</published><updated>2010-08-22T06:06:22.342+07:00</updated><title type='text'>Munarman: SBY Manfaatkan Isu Terorisme Untuk Tarik Simpati Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBbv_ScGJI/AAAAAAAABHc/gRNGZdxZ6aE/s1600/munarman_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 331px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBbv_ScGJI/AAAAAAAABHc/gRNGZdxZ6aE/s400/munarman_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508003224274868370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MUNARMAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Dalam kesempatan konferensi pers di Markas FPI Jl. Petamburan III No. 5 Tanah abang Jakarta Pusat, Munarman yang merupakan ketua DPP FPI dan Komandan Laskar Umat Islam membeberkan sejumlah hasil investigasi yang berkaitan dengan rekayasa terorisme dan menjadikan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya ada kejanggalan dalam koferensi pers yang dilakukan oleh Kapolri dan Menkopolhukam beberapa bulan lalu tentang skema jaringan teroris yang diungkapkan sebab aktor sentral yang sesungguhnya seperti SUFYAN TSAURI Tsauri tidak diekspos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan: “Setelah penangkapan anggota Jama’ah Ansharut Tauhid yang di Pejaten-Pasar Minggu, pada waktu itu dibuatlah skema jaringan terorisme versi polisi, salah satu yang dijadikan sentral pada waktu itu adalah yang bernama Abdul Haris yang kebetulan Abdul Haris adalah ketua JAT wilayah Jakarta, itu yang selalu disebut oleh pihak kepolisian tetapi polisi tidak pernah mengeskpos sejak tahun 2008-2010 ada seorang DESERTIR BRIMOB yang bernama SUFYAN TSAURI”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Munarman juga menjelaskan kronologis peran Sufyan Tsauri yang merupakan tokoh sentral dalam rekayasa terorisme mulai tahun 2008 hingga tahun 2010. Tercatat bahwa Sufyan Tsauri ini adalah perekrut, pelatih bahkan donatur dan penyuplai senjata kepada relawan FPI yang pada waktu itu hendak berjihad ke Gaza dan juga dalam pelatihan militer yang disponsori olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasannya Tokoh Muda yang pernah masuk hotel prodeo lantaran menentang Ahmadiyah ini  mengatakan; “Kalau kita ingat saat penyerangan gaza pada tahun  Desember 2008-Januari 2009 FPI memberikan pengumuman untuk merekrut relawan untuk pergi ke gaza dan di Aceh serta merta pengumuman itu direspon dengan membuka pelatihan, waktu itu pelatihannya diakukan di Aceh Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada bulan Februari anak-anak yang dilatih di Aceh, pada bulan Maret anak-anak dari Aceh dipanggil sekitar 15 orang, dibiayai di Jakarta selama satu bulan. Sufyan Tsauri dalam masa satu bulan ini mengajak pelatihan militer di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, bahkan melatih menembak dengan peluru tajam antara 40-50 butir peluru setiap kali latihan. Jadi gambar-gambar sketsa itu adalah gambar ketika latihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ini selesai, mulai periode Maret 2009 sampai Januari 2010 Sufyan Tsauri ini keliling bukan saja ke Aceh  tapi ke pulau jawa. Misalnya pada waktu itu ia sempat ke Solo dan beberapa daerah lain. Yang aneh adalah ia menawarkan uang setiap pembukaan latihan sebesar 500 juta kepada ustadz-ustadz setempat kalau ustaz-ustadz ini mau membuka pelatihan militer. Untung saja ustadz-ustadz di sekitar Solo umumnya menolak. Tetapi rupanya ada beberapa orang yang berhasil direkrut dan dibawa ke pelatihan di Aceh. Nah, pelatihan di Aceh sebetulnya yang punya peran sentral soal uang dan segala macam senjata yang memasok sepenuhnya adalah Sufyan Tsauri, tapi sampai saat ini Sufyan Tsauri gelap dia tidak menjadi aktor sentral.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memang terdapat banyak konspirasi. Dari mulai Densus 88 yang ingin memuaskan juragan barat bahkan tidak lepas dari politik pencitraan SBY selama ini. Karena sebagaimana kita lihat di berbagai media beberapa hari sebelum penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Presiden SBY seolah-olah meminta dikasihani dan menarik simpati masyarakat dengan mengatakan kalau dirinya menjadi sasaran target serangan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajar saja jika Pengacara seperti Munarman mengungkapkan hasil analisanya tentang penangkapan tokoh sepuh seperti Ustadz Abu Bakar Ba’asyir begitu jelas penuh dengan kezhaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dugaan kuat kita kenapa Ustadz Abu ditangkap karena ada teman-teman kita yang dipaksa membuat pengakuan dalam BAP bahwa Ustadz Abu yang membiayai ini semua. Jadi sekali lagi ini adalah rekayasa besar karena Ustadz Abu dianggap sebagai icon bagi pemerintahan SBY bahwa ia berhasil memberantas terorisme di tanah air. Dan menurut saya ini ada dua tujuan; Satu, densusnya ingin menjalankan agenda asing. Kedua, SBY memanfaatkan ini sebagai sarana bahwa dirinya sedang menjadi target. Padahal tadi saya dengar Kadiv Humas Mabes Polri yang menyatakan bahwa tidak ada bukti-bukti yang mengarah kepada SBY. Jadi pemanfaatan isu-isu terorisme dan isu korupsi yang dilakukan SBY untuk menarik simpati dari masyarakat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi beginikah pemimpin negeri ini bersikap terhadap rakyatnya? Bahkan terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang merupakan seorang ulama dan sudah tua renta. Sudah saatnya umat Islam di negeri bangkit untuk membela saudaranya, ulamanya dan amirnya yang saat ini tengah dizhalimi. (&lt;a href="http://arrahmah.com/index.php/news/read/8669/munarman-sby-manfaatkan-isu-terorisme-untuk-tarik-simpati-masyarakat"&gt;arrahmah.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-6245693994975967794?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/6245693994975967794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/munarman-sby-manfaatkan-isu-terorisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/6245693994975967794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/6245693994975967794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/munarman-sby-manfaatkan-isu-terorisme.html' title='Munarman: SBY Manfaatkan Isu Terorisme Untuk Tarik Simpati Masyarakat'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBbv_ScGJI/AAAAAAAABHc/gRNGZdxZ6aE/s72-c/munarman_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-2905463397255085803</id><published>2010-08-22T05:54:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T05:58:56.926+07:00</updated><title type='text'>Penangkapan Ba'asyir Bisa Masuk Kategori Langgar HAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBaAivDlpI/AAAAAAAABHU/_73agpkKEWc/s1600/ifdhal+kasim_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBaAivDlpI/AAAAAAAABHU/_73agpkKEWc/s400/ifdhal+kasim_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508001309644789394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ifdhal Kasim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sleman - Komnas HAM menyayangkan bila memang Densus 88 melakukan penangkapan terhadap tokoh Islam Abu Bakar Ba'asyir dengan cara-cara yang melanggar asas criminal justice system seperti yang diatur dalam KUHAP. ''Memang sering kali kami mendapatkan laporan bahwa penangkapan yang dilakukan Densus 88 terhadap warga yang dicurigai sebagai teroris dilakukan dengang mengabaikan aturan dalam KUHAP,'' kata ketua Komas HAM, Ifdhal Kasim, Selasa (10/8) di Sleman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dengan alasan apapun penangkapan terhadap Abu Bakar Ba'asyir seharusnya dilakukan dengan mengikuti prosedur KUHAP. ''Dia juga adalah warga negara yang haknya dilindungi oleh undang-undang,'' kata Ifdal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, Komnas Ham memang sudah dihubungi oleh tim pengacara, yang akan menangani masalah penangkapan Ust Ba'asyir ini. ''Kami akan dengar dulu keterangan dari mereka, selanjutnya baru kami akan mengambil langkah-langkah terhadap permasalah ini,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, Komnas HAM memang melibat adanya masalah dalam penangkapan Ba'asyir ini karena terkesan dilakukan dengan cara yang tak sejalan dengan KUHAP, apalagi kabarnya penangkapan itu dilakukan dengan ''penyergapan''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, walaupun orang yang hendak ditangkap itu dinyatakan sebagai orang yang dianggap berbahaya -- sebagai pelaku tindak pidana teroris, tetap saja penangkapannya seharusnya dilakukan ''dengan bersandar pada aturan dalam KUHAP, tidak boleh keluar dari itu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, memang UU tindak pidana teroris memberikan beberapa fasilitas kemudahan bagi petugas untuk ''menyimpang dari aturan KUHAP.'' Tapi, lanjutnya, semuanya itu hanya berlaku dalam konteks masa penahanannya, sedang proses penangkapannya tetap harus mengacu para prosedur KUHAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kata dia, Komnas HAM telah beberapa kali menyurati Kapolri tentang penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88, yang terkesan berlebihan dan lebih memilih untuk menembak. ''Kita lihat bagaimana operasi Densus, seperti di Aceh atau di tempat lain, orang yang diduga teroris langsung ditembak, kan begitu. Cara inikah berada diluar pagar=pagar KUHAP,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dalam memberantas teroris negara Indonesia sebenarnya seharusnya mengacu kepada criminal justice system, bukan seperti AS. ''Amerika kan jelas-jelas menyatakan perang terhadap teroris. Kita kan tidak, kita menangani terorisme dengan mengacu kepada KUHAP. Jadi prosedur hukum pidana harus diterapkan. Bukan dengan cara-cara kekerasan, apalagi fun shooting dengan menembak langsung.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melanggar KUHAP, menurut dia, tindakan penangkapan seperti yang dilakukan Densus 88 tersebut bisa dikategorikan melanggar hak asasi manusia. Menurut dia, Komnas HAM akan mendalami lagi kasus penangkapan Ba'asyir ini. Bila memang ternyata melanggar HAM, Komnas HAM akan menyatakan surat keberatan kepada Kapolri. (&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/08/10/129401-penangkapan-baasyir-bisa-masuk-kategori-langgar-ham"&gt;republika.co.id&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-2905463397255085803?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/2905463397255085803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/penangkapan-baasyir-bisa-masuk-kategori.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/2905463397255085803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/2905463397255085803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/penangkapan-baasyir-bisa-masuk-kategori.html' title='Penangkapan Ba&apos;asyir Bisa Masuk Kategori Langgar HAM'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBaAivDlpI/AAAAAAAABHU/_73agpkKEWc/s72-c/ifdhal+kasim_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-4283735454788629791</id><published>2010-08-22T05:24:00.003+07:00</published><updated>2010-08-22T05:53:11.150+07:00</updated><title type='text'>Wartawan Tidak Boleh Jadi Corong Polisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBWicZEffI/AAAAAAAABHM/0-fANlS7NEI/s1600/news2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 278px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBWicZEffI/AAAAAAAABHM/0-fANlS7NEI/s400/news2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507997494011002354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Direktur LKM-MediaWatch Sirikit Syah mengatakan, peliputan berita konflik atau terorisme yang dilakukan wartawan, seharusnya tidak sekedar menggunkan teori cover both side atau bahkan one side saja. Teori klasik tersebut, menurut mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur ini, bisa mengakibatkan polarisasi atau kubu-kubuan. Tidak hanya itu, masyarakat bisa menjustifikasi pemberitaan tersebut tanpa melakukan verifikasi lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu, peliputan konflik dan terorisme tidak cukup hanya cover both side, tapi harus multi sides,” ujarnya seperti yang dilansir hidayatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan editor The Brunei Times ini menilai, pemberitaan terorisme yang dilakukan wartawan banyak yang menjadikan satu sumber, yakni dari pihak kepolisian saja. Jadi, kata Sirikit, wartawan seolah-olah seperti loudspeaker (corong) pihak kepolisian. Padahal, lanjut Sirikit, masih banyak pihak-pihak lain yang bisa diverifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Sirikit mengatakan, kasus terorisme di Aceh seharusnya diliput langsung oleh wartawan di tempat. Di sana, lanjut Sirikit, wartawan bisa melakukan verifikasi dan melihat gambar TKP yang sebenarnya. Sebab, Sirikit menilai, latihan di Aceh tersebut tak jauh beda seperti apa yang dilakukan Banser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikirit juga mempertanyakan apakah latihan militer di Aceh tersebut bisa dikategorikan tindakan terorisme. Dalam aksi itu, tepatnya siapa yang jadi korban teror? “Jangan-jangan hanya polisi yang merasa terteror,” katanya. Polisi menurut Sirikit boleh saja melakukan pre-emptive action, tapi bagaimana dengan aksi teror di tempat lain? di Papua, misalnya. Apakah polisi juga memperlakukan hal yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirikit berpesan, dalam liputan, seharusnya wartawan menggali lebih setiap berita dan tidak hanya mengambil dari satu sumber saja. Bagi masyarakat, tidak boleh mudah percaya berita yang ada di media karena belum lengkap. Masyarakat harus menunggu berita lain yang dari sumber berbeda. (&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/berita/lokal/12953-wartawan-tidak-boleh-jadi-corong-polisi"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-4283735454788629791?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/4283735454788629791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/wartawan-tidak-boleh-jadi-corong-polisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4283735454788629791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4283735454788629791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/wartawan-tidak-boleh-jadi-corong-polisi.html' title='Wartawan Tidak Boleh Jadi Corong Polisi'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBWicZEffI/AAAAAAAABHM/0-fANlS7NEI/s72-c/news2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5045067344782497883</id><published>2010-08-22T05:00:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T05:03:29.838+07:00</updated><title type='text'>Hariman Ragukan Demokrasi di Indonesia Bisa Bertahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBNBmFx08I/AAAAAAAABHE/7mkKZhL_GmA/s1600/hariman+siregar_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBNBmFx08I/AAAAAAAABHE/7mkKZhL_GmA/s400/hariman+siregar_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507987034074108866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hariman Siregar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Aktivis Politik Penggerak Malari 1974, Hariman Siregar, mengatakan demokrasi di Indonesia semakin mahal dan menjauh dari ideal sehingga ia meragukan demokrasi bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ragu demokrasi bisa bertahan. Tidak tahu kapan, tapi saya yakin kejatuhan demokrasi akan terjadi," kata Hariman, yang juga Pendiri Nextlead Indonesia dalam diskusi di Jakarta, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, hal itu dipicu oleh demokrasi di Indonesia yang semakin mahal dan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Proses-proses demokrasi tidak lagi ada hubungannya dengan rakyat. Rakyat hanya untuk mengeruk popularitas yang dilakukan melalui cara yang mahal, pemilu yang mahal, kampanye ala Amerika Serikat yang mahal, semua dengan uang dan ini jelas tidak mendorong demokratisasi sebenarnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, banyak kandidat yang tidak memiliki akar di masyarakat namun hanya mengandalkan popularitas yang dibeli melalui beragam media dan juga politik uang maju dalam pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Partai hanya menjadi fungsi legitimasi, pemberi cap, dan gagal menjalankan fungsinya sebagai pengkader para pemimpin," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini, menurut dia, cepat atau lambat akan membuat demokrasi semakin kehilangan daya dukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Anggota KPU Mulyana W Kusumah mengatakan, dirinya juga meragukan keberlanjutan demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mulyana, patologi demokrasi di Indonesia sudah tampak. Banyak proses pemilu lokal yang kemudian gagal diselesaikan dalam sistem demokrasi di tingkat daerah. Al hasil, menurut dia, Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai penjaga terakhir dari peradilan pemilu dipenuhi dengan kasus sengketa pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pada 2010 setidaknya ada 264 pemilihan kepala daerah, dan hingga saat ini sekitar 165 pemilu di daerah telah terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, menurut dia, lebih dari 130 pemilu atau lebih dari 80 persen, terjadi kasus sengketa yang dibawa ke MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana membayangkan pemilu yang telah dilaksanakan akhirnya hanya ditentukan oleh sembilan orang hakim MK, berapa juta suara rakyat hilang karenanya," katanya. (&lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/1281725158/hariman-ragukan-demokrasi-di-indonesia-bisa-bertahan"&gt;antaranews.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5045067344782497883?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5045067344782497883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/hariman-ragukan-demokrasi-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5045067344782497883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5045067344782497883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/hariman-ragukan-demokrasi-di-indonesia.html' title='Hariman Ragukan Demokrasi di Indonesia Bisa Bertahan'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBNBmFx08I/AAAAAAAABHE/7mkKZhL_GmA/s72-c/hariman+siregar_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-8870730029739700639</id><published>2010-08-22T04:56:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T04:59:27.308+07:00</updated><title type='text'>Dakwah Ba’asyir Seputar Syariat dan Jihad Melawan Kezaliman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBMBf7WdBI/AAAAAAAABG8/zoLA3lvkmPs/s1600/masjid-agung-asy-syuhada.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBMBf7WdBI/AAAAAAAABG8/zoLA3lvkmPs/s400/masjid-agung-asy-syuhada.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507985932908131346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pamekasan - Mantan Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustadz Abubakar Ba’asyir (ABB) dilaporkan sering berdakwah di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum akhirnya ditangkap tim Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri di Banjar, Jawa Barat (9/8/2010), Ustadz Abu Bakar Ba'asyir memang sering datang ke Pamekasan untuk berdakwah ke sejumlah masjid," kata Kapolres Pamekasan, AKBP Mas Gunarso, Jumat (13/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata Kapolres, selama melakukan kegiatan dakwah di Pamekasan, pimpinan Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Solo, itu tidak terpantau menyimpang, melainkan murni untuk syiar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengemukakan sebenarnya kegiatan yang dilakukan Abubakar bukan hanya diketahui Polres Pamekasan, namun juga telah terpantau Polda Jatim dan Mabes Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, meski Abubakar Ba’asyir datang ke Pamekasan, sepengetahuan kami, tidak ada hal-hal yang menyimpang yang dilakukan. Namun kami tetap melakukan pemantauan secara intensif," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa lokasi di Pamekasan yang sering didatangi Abubakar Ba’asyir dalam kurun waktu 2008 hingga 2010 yakni salah satu pondok pesantren dan masjid di wilayah Kecamatan Kota, Pamekasan dan sejumlah masjid di wilayah utara Pamekasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, dakwah yang disampaikan Abubakar ketika datang ke Pamekasan tentang pentingnya umat Islam melaksanakan aturan agama Islam (syariat) dan pentingnya berjihad guna melawan berbagai bentuk kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah aktivis Islam di kota "Gerbang Salam" Pamekasan itu menyatakan sebenarnya tidak ada hal-hal yang menyimpang dari pesan dakwah yang disampaikan ustadz Abubakar ketika datang ke Pamekasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya ketika Abubakar Ba’asyir ditangkap polisi dan disangka sebagai dalang terorisme, kami justru bertanya-tanya," kata aktivis Partai Bulan Bintang (PBB) di kota itu, Suli Faris. (&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/08/13/130130-dakwah-baasyir-seputar-syariat-dan-jihad-melawan-kezaliman"&gt;republika.co.id&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-8870730029739700639?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/8870730029739700639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/dakwah-baasyir-seputar-syariat-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8870730029739700639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8870730029739700639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/dakwah-baasyir-seputar-syariat-dan.html' title='Dakwah Ba’asyir Seputar Syariat dan Jihad Melawan Kezaliman'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBMBf7WdBI/AAAAAAAABG8/zoLA3lvkmPs/s72-c/masjid-agung-asy-syuhada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5877694787167855651</id><published>2010-08-22T04:25:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T04:28:48.825+07:00</updated><title type='text'>Syaikh Abu Bakar Ba'asyir Nasehati Pimpinan MPR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBE3nmKonI/AAAAAAAABG0/LxxhAKN8ZR8/s1600/abb+tk.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBE3nmKonI/AAAAAAAABG0/LxxhAKN8ZR8/s400/abb+tk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507978066586673778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Amir Jamaah Anshorut Tauhid Ustadz Abu Bakar Ba'asyir memberikan nasehat kepada lima pimpinan MPR tentang pengelolaan negara. Menurut Ba’asyir hendaknya negara ini dikelola berdasarkan Syariat Islam. Nasehat itu disampaikan oleh Ba'asyir di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah saat menerima rombongan pimpinan MPR yang diketuai oleh Taufik Kiemas, Kamis (29/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dialog dengan pengasuh Ponpes Al Mukmin itu, Taufiq Kiemas didampingi empat Wakil Ketua MPR yakni Melani Leimana (Partai Demokrat), Hajriyanto Y. Thohari (Partai Golkar), Ahmad Farhan Hamid (unsur DPD), dan Lukman Hakim Saifuddin (PPP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai bertemu dengan kelima pimpinan MPR itu, Ustadz Abu mengatakan dalam pertemuan yang dikatakannya hanya sebagai silaturahmi tersebut, ia memberi masukan kepada para pimpinan MPR dalam mengelola negara. Menurutnya hanya dengan cara yang sesuai dengan hukum Islam, negara ini akan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pertemuan antara pimpinan MPR dengan Ba’asyir itu, Farhan Hamid, selaku juru bicara pimpinan MPR, mengatakan para pimpinan MPR merasa sangat senang telah bertemu Ba'asyir yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat. Nasihat yang disampaikan Ba’asyir akan ditampung sebagai masukan seorang warga negara sebagai bentuk perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada beberapa buah pemikiran yang sejalan dan memang ada yang perlu dipikirkan kembali. Namun semua itu berupa masukan yang berharga. Yang pasti dari pertemuan ini terlihat bahwa Ustadz Ba'asyir sangat perhatian kepada bangsa dan negara," ujar wakil ketua dari unsur DPD tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan wakil ketua dari Partai Golkar Hajriyanto Tohari memaparkan, dalam pertemuan tersebut kelima pimpinan MPR mendapat oleh-oleh dari Ba'asyir berupa sejumlah buku. Buku-buku tersebut berupa sikap-sikap dan pandangan-pandangan keagaman dalam menyoal akidah, tauhid maupun mengelola negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sebuah perkembangan, karena sudah dibukukan. Sebelumnya kan hanya disampaikan secara lisan sehingga mungkin lupa. Kalau dalam bentuk buku seperti ini akan mudah dipelajari dengan seksama berulang-ulang, terlepas kita setuju atau tidak," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Wakil Ketua MPR dari Partai PPP Lukman Hakim Saefudin mengatakan, "Ustadz Abu Bakar Ba'asyir ini komitmennya kuat sekali untuk bagaimana bangsa dan negara ini bisa lebih baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Abu Bakar Ba’asyir juga menyatakan tidak sefaham adanya kekerasan dengan cara pengeboman yang terjadi beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ustadz Ba’asyir tidak sepaham cara-cara yang dilakukan dengan kekerasan. Ini sekaligus ini menunjukkan kehadiran kita bahwa tidak benar tuduhan sebagian kalangan bahwa pesantren Al Mukmin Ngruki dan ustadz Abu Bakar Ba'asyir adalah teroris, karena tidak mungkin lembaga seperti MPR mengunjungi tokoh kharismatik seperti ini yang dituduh teroris" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan tersebut, Ba'asyir juga menitipkan amplop berisi buku-buku untuk diserahkan kepada SBY dan istrinya. Dua amplop buku tersebut diserahkan kepada Taufiq Kiemas. Taufiq lalu menyerahkan dua amplop besar itu kepada Melani Leimena Suharli, wakil ketua MPR dari Partai Demokrat. Buku yang diberikan itu antara lain berjudul "Menghancurkan Demokrasi" dan "Nasihat Ulama Kepada Penguasa". (&lt;a href="http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/755-ustadz-abu-nasehati-pimpinan-mpr?tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page="&gt;suara-islam.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5877694787167855651?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5877694787167855651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/syaikh-abu-bakar-baasyir-nasehati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5877694787167855651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5877694787167855651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/syaikh-abu-bakar-baasyir-nasehati.html' title='Syaikh Abu Bakar Ba&apos;asyir Nasehati Pimpinan MPR'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBE3nmKonI/AAAAAAAABG0/LxxhAKN8ZR8/s72-c/abb+tk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-3094384952384767362</id><published>2010-08-22T04:19:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T04:24:28.558+07:00</updated><title type='text'>Istri Ustadz ABB Menceritakan Kronologis Penangkapan Suaminya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBD0cpuwQI/AAAAAAAABGs/40221RRA_Aw/s1600/Aisyah+Baraja.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBD0cpuwQI/AAAAAAAABGs/40221RRA_Aw/s400/Aisyah+Baraja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507976912597598466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Aisyah Baradja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Baraja (istri ustadz Abu Bakar Ba'asyir) dan ibu Muslikhah (istri ustadz Wahyudin) yang turut dibawa ke kantor polisi di Banjar pada saat penangkapan ustadz Abu Bakar Ba'asyir bersama tujuh pria lainnya saat ini sudah tiba di rumah, didalam komplek Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo. Kepada MuslimDaily keduanya menceritakan kronologis penangkapan, perlakuan Densus 88 terhadap ustadz Abu dan tujuh pria lainnya serta perlakuan Densus 88 terhadap ibu Aisyah Baraja dan ibu Muslikhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya mobil  rombongan ustadz Abu dan pengawal memasuki kota Banjar pada pukul 07.30 WIB, setelah kedua mobil yang membawa ustadz Abu (kijang Krista) dan pengawal (Nissan Terrano) dipaksa masuk ke kantor polisi Banjar, langsung kedua mobil dikepung banyak anggota Densus 88 sambil menggedor-gedor mobil. Sopir ustadz Abu bernama Sartono mengatakan kepada penumpang agar mengunci semua pintu, "Tutup pintunya umi, jangan dibuka", kata Sartono seperti ditirukan ibu Muslikhah. Kemudian Densus 88 berteriak-teriak, "buka pintu-buka pintu", karena yang didalam mobil tidak mau menyerahkan diri begitu saja maka Densus 88 mulai memecahkan kaca depan bagian kanan, juga kaca tengah bagian kanan namun kaca bagian tengah tidak sampai pecah, hanya sekedar retak-retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memecah kaca depan, kemudian pintu dibuka dan sopir ustadz Abu ditarik keluar dan langsung ditiarapkan, diinjak-injak dan ditendangi setelah itu baru diborgol tangannya. Begitu juga pengawal ustadz Abu yang duduk dibagian belakang, dia ditarik keluar dari jendela yang kacanya sudah dipecahkan, dan langsung ditiarapkan serta diborgol, seperti yang dijelaskan ibu Muslikhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang proses mengeluarkan ustadz Abu Bakar, seperti yang diceritakan ibu Muslikhah, ustadz dipegang tangannya oleh petugas dari Densus 88 dan ditarik keluar. Salah seorang petugas Densus 88 kemudian menodongkan senjata laras panjang kepada ustadz Abu sambil mengatakan "Saya tembak kamu," melihat ditodong seperti itu, ustadz Abu Bakar marah dan mengejar petugas Densus 88 yang menteror beliau tadi. "Ustadz Abu Bakar benar-benar marah pada saat itu" kata ibu Muslikhah, beliau bahkan mengejar petugas Densus 88 tersebut sambil mengatakan "Saya doakan kamu dilaknat sama Allah, saya doakan polisi dilaknat sama Allah," setelah itu petugas lain memegangi ustadz Abu Bakar yang sudah sepuh ini agar tidak mengejar petugas yang menodongkan senjatanya tadi. "Saya baru kali ini melihat ustadz Abu Bakar benar-benar marah," kata ibu Muslikhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Umi Icun (sapaan akrab Aisyah Baraja) itulah saat beliau terakhir bertemu ustadz Abu Bakar, beliau kemudian menghampiri suaminya dan bersalaman, disini ustadz Abu Bakar Ba'ayir mengatakan kepada istrinya agar bersabar. Setelah itu ustadz Abu dibawa ke mobil minibus yang berisi petugas Densus 88 dan dibawa pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umi Icun dan ibu Muslikhah dibawa ke dalam kantor polisi Banjar tersebut. Mereka dimasukkan kedalam ruang tamu dan dimintai identitas diri. Ibu Muslikhah sempat berdialog dengan polwan yang memintainya keterangan, "Mbaknya ini Muslim kan?" lalu dijawab oleh polwan tersebut, "iya saya Muslim bu," kemudian ibu Muslikhah melanjutkan "seharusnya mbak ini tahu siapa itu ustadz Abu, ustadz itu seorang mubaligh beliau bukan perampok, beliau bukan penjahat, beliau bukan koruptor, kenapa ditangkap dengan cara kasar seperti ini?" namun si polwan hanya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua akhirnya hanya duduk di ruang tamu tersebut. Menjelang siang hari, ibu Muslikhah mendengar dari ruang sebelah siaran TV One yang berisi wawancara dengan Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki, ustadz Wahyudin (suami ibu Muslikhah), kemudian ibu Muslikhah dan Umi Icun masuk ke ruang sebelah dan ikut menonton televisi. Ibu Muslikhah mengatakan "itu suami saya yang di tivi, saya mau mendengarkan dulu sebentar", setelah itu mereka berdua duduk untuk melihat tivi, namun baru beberapa saat tiba-tiba listrik dimatikan agar mereka tidak mendapat akses informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian keduanya memilih kembali ke ruang tamu sambil menunggu proses selanjutnya. Sekitar pukul 15.00 WIB, umi Icun dan ibu Muslikhah kemudian diperbolehkan pulang, lalu mereka memilih diantarkan ke sebuah pondok di Ciamis bernama Ponpes Nurus Salam. Dan dari ponpes tersebut, malamnya selepas sholat Isya', mereka berdua diantar pulang ke Solo oleh pengurus JAT Jawa Barat bernama ustadz Yoyok. Sekitar pukul 05.00 WIB selepas Subuh mereka sampai ke pondok Ngruki dan pulang ke rumah di dalam kompleks pondok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan ketabahan kepada Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan keluarganya serta ketabahan kepada para pemuda yang turut ditangkap Densus 88. (&lt;a href="http://arrahmah.com/index.php/news/read/8716/dibebaskan-istri-ustadz-abb-menceritakan-kronologis-penangkapan-suaminya"&gt;arrahmah.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-3094384952384767362?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/3094384952384767362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/istri-ustadz-abb-menceritakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3094384952384767362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3094384952384767362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/istri-ustadz-abb-menceritakan.html' title='Istri Ustadz ABB Menceritakan Kronologis Penangkapan Suaminya'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/THBD0cpuwQI/AAAAAAAABGs/40221RRA_Aw/s72-c/Aisyah+Baraja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-234859730943039139</id><published>2010-08-18T23:33:00.002+07:00</published><updated>2010-08-22T04:11:27.880+07:00</updated><title type='text'>Penangkapan Ba'asyir Jadi Komoditi Polri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwMLbkFpLI/AAAAAAAABGc/BTG1FFqZK7I/s1600/abb_9_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwMLbkFpLI/AAAAAAAABGc/BTG1FFqZK7I/s400/abb_9_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506789834884490418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jakarta - Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, Wahyudin, menuding penangkapan Abu Bakar Ba'asyir untuk kali ketiga oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri merupakan kesengajaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kayaknya Ustad Ba'asyir mau terus dikayak gitu (ditangkap terus menerus). Kayaknya kan komoditi," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/8/2010).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurutnya, orang-orang seperti Ba'asyir memang akan selalu menjadi santapan nikmat Densus yang mengklaim hanya bertugas memerangi kegiatan terorisme di Indonesia. Padahal, menurutnya, Ba'asyir bukanlah teroris. Dia hanyalah salah satu orang yang berusaha menegakkan syariah Islam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Siapapun yang berusaha untuk menegakkan syariah ya nasibnya kayak gitu. Jangankan ustad, para nabi juga begitu," tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wahyudin sendiri mengaku tak habis pikir mengapa Ba'asyir dituding terkait dengan kegiatan teroris di Aceh. Menurutnya Ustad Ba'asyir tidak pernah berhubungan dengan mereka yang disebut-sebut terlibat kegiatan teroris di Aceh. Ustad pun ditegaskannya tak pernah bertemu dengan Ubaid dan Dulmatin di Pondok Pesantren itu, pada sekitar November 2009, untuk membahas masalah pelatihan militer di Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kalaupun ada semua orang (yang bertemu Ba'asyir), Ustad menyikapinya dengan baik. Tidak pernah ada rasa curiga atau apa. Siapapun yang berkunjung sama beliau diterima dengan baik, keluhannya juga didengarkan. Siapapun itu, pejabat maupun nonpejabat," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia juga membantah tudingan Polri yang menyebut Ba'asyir mendukung kegiatan pelatihan militer di Aceh dan membantu pendanaan latihan militer itu. "Mana mungkin Ustad punya uang untuk mendanai itu. Dia cuma ulama. Cuma da'i yang mengisi ceramah ke sana kemari. Kalaupun ada pengakuan kan harus dibuktikan," lengkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ba'asyir sendiri, menurut Wahyudin, jarang berada di pondok pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo. "Lebih banyak keluar beliau, di tengah umat pengajian. Jadwalnya sudah tertata terus di luar pesantren," ucapnya menutup pembicaraan. (&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/08/17/penangkapan-baasyir-jadi-komoditi-polri"&gt;tribunnews.com&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-234859730943039139?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/234859730943039139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/penangkapan-baasyir-jadi-komoditi-polri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/234859730943039139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/234859730943039139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/penangkapan-baasyir-jadi-komoditi-polri.html' title='Penangkapan Ba&apos;asyir Jadi Komoditi Polri'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwMLbkFpLI/AAAAAAAABGc/BTG1FFqZK7I/s72-c/abb_9_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-8261253405645356973</id><published>2010-08-18T23:04:00.006+07:00</published><updated>2010-08-22T04:13:10.561+07:00</updated><title type='text'>Jelang Pidato Kenegaraan, Tank dan Helikopter Berjajar di Gedung DPR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwIMdX_4xI/AAAAAAAABF8/lmmKswDNqRE/s1600/gedung+dpr_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 290px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwIMdX_4xI/AAAAAAAABF8/lmmKswDNqRE/s400/gedung+dpr_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506785454504010514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jakarta - Pengamanan di sekitar Gedung DPR/MPR/DPD sangat ketat menjelang pidato kenegaraan Presiden SBY, Senin (16/8/2010). Tak kurang dari tiga tank dan dua helikopter dalam posisi siaga. Ada pula water canon dan mobil unit pemadam kebakaran. Tak hanya petugas keamanan dalam DPR dan pasukan pengamanan Presiden (paspampres), pengamanan juga diperkuat tentara dari kesatuan khusus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tank pertama diletakkan di gerbang utama pintu belakang. Sedangkan tank kedua diletakkan di tempat parkir mobil tamu di sisi selatan gedung parlemen. Tank ketiga diletakkan di depan ruang nusantara I. Sementara, water canon dan mobil pemadam diletakkan di pintu gerbang utama yang menghadap Jl Gatot Subroto. Di setiap lokasi, personil pengamanan nampak berwarna-warni, mulai dari keamanan dalam DPR, Paspampres, dan tentara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain peralatan dan personil, prosedur pengamanan juga lebih ketat. Pengguna motor tak diperkenankan masuk ke kompleks gedung rakyat, jika tak menggunakan ID khusus atau ID pegawai. Antrean panjang terjadi, karena tidak setiap pengguna motor sudah mengenakan ID. Sebagian wartawan juga harus menunggu ID yang dibawa rekannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan alasan pengamanan yang sama, pengguna angkutan umum dari arah Jl Gatot Subroto tak lagi bisa turun di halte di depan gedung parlemen. Mereka harus turun di halte gedung Manggala Wahana Bhakti milik Departemen Kehutanan, sekitar 300 meter dari gedung parlemen. Mereka yang menuju gedung parlemen masih harus berjalan memutar melewati gerbang belakang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba di gedung parlemen, belasan wartawan pun harus gigit jari tak bisa memasuki ruang sidang utama. Pasalnya, mereka mengenakan celana berbahan jeans. Mereka ‘lupa’ bahwa aturan kepresidenan melarang wartawan berpakaian berbahan jeans saat meliput presiden. Aturan ini berlaku di lingkungan istana, tapi kerap menjadi persoalan ketika presiden hadir di tempat lain, termasuk gedung parlemen yang tak menempatkan wartawan di satu lantai dengan presiden. (&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/08/16/130306-jelang-pidato-kenegaraan-tank-dan-helikopter-berjajar-di-gedung-dpr"&gt;republika.co.id&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwLKlHKC_I/AAAAAAAABGU/GHretasqI-o/s1600/panser1_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwLKlHKC_I/AAAAAAAABGU/GHretasqI-o/s400/panser1_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506788720756001778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwKjBUW9kI/AAAAAAAABGM/qFxePMG4CJY/s1600/helikopter+dpr_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 271px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwKjBUW9kI/AAAAAAAABGM/qFxePMG4CJY/s400/helikopter+dpr_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506788041132799554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwIdjLHPfI/AAAAAAAABGE/Zpj-hSkG-iE/s1600/pengamanan_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 321px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwIdjLHPfI/AAAAAAAABGE/Zpj-hSkG-iE/s400/pengamanan_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506785748118355442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Terlalu berlebihan, rupanya takut sama bayang-bayang dosa kezholimannya sendiri. Masih belum sakarotul maut &amp;amp; jadi mayat, sudah ketakutan ruarr biasa, kasihan sekali...&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-8261253405645356973?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/8261253405645356973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/jelang-pidato-kenegaraan-tank-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8261253405645356973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8261253405645356973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/jelang-pidato-kenegaraan-tank-dan.html' title='Jelang Pidato Kenegaraan, Tank dan Helikopter Berjajar di Gedung DPR'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwIMdX_4xI/AAAAAAAABF8/lmmKswDNqRE/s72-c/gedung+dpr_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-3083497714034328702</id><published>2010-08-18T22:41:00.002+07:00</published><updated>2010-08-18T22:47:06.804+07:00</updated><title type='text'>FUI Minta Polri Bebaskan Ba’asyir Tanpa Syarat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwAQct9OAI/AAAAAAAABF0/bo9iFBNTvsk/s1600/abb_9_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwAQct9OAI/AAAAAAAABF0/bo9iFBNTvsk/s400/abb_9_2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506776726954129410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) meminta Polri segera melepaskan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir tanpa syarat. Mereka mengecam penangkapan Ba'asyir, saat sedang bersafari dakwah di Bandung, Senin lalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Beliau sudah tua. KTP-nya saja sudah seumur hidup. Jadi janganlah lagi dibatas-batasi," kata Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath di Mabes Polri, Selasa (10/8/2010).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut FUI, tak ada bukti Ba'asyir terlibat pendanaan teroris. "Kalau dikatakan mendanai, tidak ada hitam diatas putih, tidak ada rekening, tidak ada bukti-bukti, tidak ada saksi-saksi," tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ditambahkannya, penangkapan Ba'asyir karena dugaan terlibat tindak pidana terorisme, hanya berdasarkan keterangan satu tersangka. "Itu juga yang diperiksa dibawah tekanan dan tanpa didampingi pengacara," imbuhnya enggan mengungkap tersangka teroris yang dimaksud.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;FUI menduga kuat penangkapan Ba'asyir merupakan politik rekayasa terorisme, pengalihan isu seperti rekening gendut perwira tinggi Polri, skandal Bank Century, keterlibatan Polri dalam rekayasa kasus, teror bom elpiji, kenaikan tarif daftar listrik, pencabutan subsidi BBM, serta merupakan bentuk pemberangusan gerakan Islam yang hendak memperjuangkan syariat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kami menolak segala bentuk upaya terorisasi Islam dan tokoh serta segala umatnya. Kepada seluruh aktivis Islam yang masih ada di luar, tetap berjuang memperjuangkan Islam, syariat Islam tanpa rasa takut. Rapatkan barisan dan lawan segala kezaliman. Karena beliau (Ba'asyir) di dalam (sel) baik-baik saja," tandasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu Ketua Presidium FPI Habib Rizieq Syihab mengungkapkan, FUI akan terus memperjuangkan pembelaan hukum terhadap Ba'asyir jika permintaan mereka agar Ba'asyir dibebaskan tidak direalisasikan. "Tentunya sesuai dengan syariat Islam dan UU yang berlaku," tutupnya. (&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/08/10/fui-minta-polri-bebaskan-baasyir-tanpa-syarat"&gt;tribunnews.com&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-3083497714034328702?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/3083497714034328702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/fui-minta-polri-bebaskan-baasyir-tanpa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3083497714034328702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3083497714034328702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/fui-minta-polri-bebaskan-baasyir-tanpa.html' title='FUI Minta Polri Bebaskan Ba’asyir Tanpa Syarat'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGwAQct9OAI/AAAAAAAABF0/bo9iFBNTvsk/s72-c/abb_9_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-7369754925360965379</id><published>2010-08-18T22:11:00.003+07:00</published><updated>2010-08-18T22:22:52.775+07:00</updated><title type='text'>Senjata “Teroris” Aceh Berasal dari Gudang Polri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGv6Y4_QGcI/AAAAAAAABFs/w5R3u1VDVbw/s1600/senjata+dari+polri+kembali+ke+polri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 229px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGv6Y4_QGcI/AAAAAAAABFs/w5R3u1VDVbw/s400/senjata+dari+polri+kembali+ke+polri.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506770274912049602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Senjata dari polisi kembali ke polisi ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jakarta – Sedikitnya 12 pucuk senjata yang digunakan oleh kelompok “teroris” di Aceh berasal dari gudang Deputi Logistik Mabes Polri di Jakarta. Bocornya senjata itu melibatkan dua oknum polisi aktif dari Deputi Logistik Mabes Polri. Mereka terlibat karena motivasi ekonomi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal itu dibenarkan oleh Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang kepada Kompas, Senin (12/4). ”Dua orang bintara (oknum polisi) itu sudah ditahan. Keduanya bekerja sama dengan Sofyan untuk memperoleh senjata-senjata yang sudah disposal untuk dipoles, dirakit ulang,” kata Edward.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain senjata, di antaranya jenis AK-47, kedua oknum Polri itu juga memasok sedikitnya 8.000 butir peluru kepada kelompok “teroris” melalui Sofyan, polisi desersi yang menjadi anggota kelompok “teroris” di Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Edward mengatakan, sejauh ini kedua oknum polisi itu terlibat sebatas karena motivasi ekonomi, bukan keterlibatan yang berlatar belakang ideologis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Informasi yang diperoleh di kepolisian, kedua polisi bintara itu berpangkat brigadir satu. Keduanya bernama Abdi dan Tatang. Berdasarkan keterangan salah satu tersangka “teroris”, Yudi Zulfahri, kepada Kompas, satu senjata dibeli seharga Rp 17 juta melalui Sofyan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu, lima tersangka kasus pelatihan kelompok bersenjata di kawasan Perbukitan Krueng Linteung, Jalin, Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Senin, ditangkap oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di dua tempat di Banda Aceh dan sekitarnya. Seorang “teroris” tewas tertembak karena melawan saat hendak ditangkap, kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adapun lima dari enam tersangka “teroris” yang ditangkap anggota Kepolisian Sektor Medan Kota, Minggu siang, diterbangkan ke Nanggroe Aceh Darussalam untuk pengembangan kasus. Seorang tersangka lainnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan karena menderita malaria.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Masuk DPO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NAD Komisaris Besar Farid A Solekh di Banda Aceh, Senin petang, menjelaskan, ”Yang tewas tertembak masuk dalam daftar pencarian orang karena terkait dengan kasus teror di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa tahun lalu.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Farid menjelaskan, satu tersangka yang tewas adalah Enal Tao alias Zainal alias Ridwan alias Haris (35). Jenazahnya masih di kamar pemulasaraan jenazah RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tersangka tewas ditembak saat anggota Densus 88 menggerebek rumah tersangka lainnya, Aidil Syakrisah (38), di Desa Gla Meunasah Baro, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Aidil dicurigai polisi membantu kelompok bersenjata itu selama berlatih dan mencoba melarikan diri keluar dari wilayah ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Polisi menjelaskan, setelah Aidil—pemilik CV WML—ditangkap, dia memberitahukan tempat persembunyian tiga anggota lainnya. Mereka disembunyikan oleh Aidil di sebuah ruko di Jalan Jama’a, kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu, Minggu dini hari, polisi dari Polsek Medan Baru menangkap enam buronan terorisme, dua di antaranya bekas narapidana, yakni Lutfi Haedaroh alias Ubeid dan Ibrohim. Selain itu, polisi juga menangkap Abu Yusuf yang berperan sebagai pemimpin pelatihan di Aceh, Komarudin alias Abu Musa, Pandu Wicaksono, dan Bayu Seno.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bayu merupakan buronan lama, yang diduga terlibat dalam pengeboman Hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton. Bayu merupakan salah satu perakit bom, yang disembunyikan di Jatiasih, Bekasi. Bom itu disebut Polri hendak menyasar iring-iringan Presiden dari Cikeas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Dikirim ke NAD&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lima dari enam “teroris” yang ditangkap di Medan, kemarin, terbang dengan pesawat PK VVJ tipe 208 milik maskapai Susi Air via Bandara Polonia, Medan, Senin pukul 10.00. Densus 88 membawa beberapa unit komputer, yang diduga dipakai kelompok itu untuk berhubungan dengan jaringan lainnya di luar NAD. (&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/04/13/03033710/senjata.teroris.berasal.dari.gudang..polri"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-7369754925360965379?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/7369754925360965379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/senjata-teroris-aceh-berasal-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7369754925360965379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7369754925360965379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/senjata-teroris-aceh-berasal-dari.html' title='Senjata “Teroris” Aceh Berasal dari Gudang Polri'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGv6Y4_QGcI/AAAAAAAABFs/w5R3u1VDVbw/s72-c/senjata+dari+polri+kembali+ke+polri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-4555531864732706750</id><published>2010-08-18T21:48:00.003+07:00</published><updated>2010-08-18T22:02:38.488+07:00</updated><title type='text'>Abu Jibril: Penangkapan Ba'asyir Pengalihan Isu Rekening Gendut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGv0u9ioSZI/AAAAAAAABFc/Z44maS8xCMg/s1600/ustadz+abb_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 297px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGv0u9ioSZI/AAAAAAAABFc/Z44maS8xCMg/s400/ustadz+abb_2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506764057021532562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jakarta - Setelah Front Pembela Islam (FPI) dan FUI (Forum Umat Islam), Ustad Abu Jibril juga ikut menjenguk Abu Bakar Ba'asyir. Sayangnya, Abu Jibril tidak diperkenankan masuk melihat Ba'asyir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Di suruh datang lagi Jumat. Tadi kita memang terlambat," ujar Abu Jibril usai ke luar dari Bareskrim, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (10/8/2010).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Abu Jibril mengecam tindakan penangkapan terhadap Ba'asyir. Menurut ayah dari terpidana teroris M Jibril ini, polisi sengaja memainkan isu teroris terhadap Ba'asyir untuk mengalihkan isu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ini jelas hanya pengalihan isu rekening jenderal yang selama ini tidak jelas," tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Senada dengan Abu Jibril, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath menuding pemerintah telah sengaja memainkan kasus terorisme untuk menutup borok pemerintah selama ini. Penangkapan Ba'asyir merupakan intimidasi Densus 88 kepada aktivitas dakwah Islam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ini politik pengalihan isu untuk menutupi ketidakmampuan pemerintahan pimpinan presiden lebay," tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketua FPI Rizieq Shihab menuntut agar Ba'asyir dibebaskan tanpa syarat. FPI menuding pelatihan teroris di Aceh tidak ada kaitannya dengan Ba'asyir, melainkan rekayasa desertir anggota Brimob.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kita akan melakukan pembelaan sesuai dengan aturan syariah dan aturan hukum yang berlaku. Ba'asyir tidak sama sekali terkait," tandasnya. (&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/08/10/154522/1417467/10/abu-jibril-penangkapan-baasyir-pengalihan-isu-rekening-gendut"&gt;detiknews.com&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-4555531864732706750?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/4555531864732706750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/abu-jibril-penangkapan-baasyir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4555531864732706750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4555531864732706750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/abu-jibril-penangkapan-baasyir.html' title='Abu Jibril: Penangkapan Ba&apos;asyir Pengalihan Isu Rekening Gendut'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGv0u9ioSZI/AAAAAAAABFc/Z44maS8xCMg/s72-c/ustadz+abb_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-924116066936357187</id><published>2010-08-15T02:18:00.001+07:00</published><updated>2010-08-15T04:13:25.852+07:00</updated><title type='text'>Habis Menangkap Ba'asyir</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapolri Menghilang, Kemanakah Gerangan ??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGcGdPxy42I/AAAAAAAABFU/2dK6uDOAwyY/s1600/danuri.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGcGdPxy42I/AAAAAAAABFU/2dK6uDOAwyY/s400/danuri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505376169005081442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Acara pelantikan dan serah terima jabatan perwira tinggi di jajaran institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hari ini kacau. Acara sertijab urung dilaksanakan. Kapolri tiba-tiba hilang secara misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, acara sertijab akan dimulai pukul 09.00 WIB di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (13/8/2010). Rencananya, Kapolri akan menjadi inspektur upacara sertijab. Namun, hingga siang hari, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) belum kelihatan hingga dilakukan penundaan. Kadivhumas Polri Irjen Pol Edward Aritonang menjelaskan kalau acara sertijab ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ditunda karena Kapolri dan Wakapolri ada tugas luar," ucap Edward yang saat itu harusnya menyerahkan jabatannya kepada Brigjen Iskandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan sebelumnya, Kapolri menghilang karena dipanggil atasannya, Presiden RI, SBY. Tidak ada yang bisa menghentikan aktivitas Kapolri selain Presiden SBY. Diduga, SBY sengaja memanggil Kapolri karena tidak setuju dengan mutasi yang telah ditetapkan Mabes Polri. "Logikanya, siapa yang bisa menghentikan aktivitas Kapolri. Hanya Presiden," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Jumat (13/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar itu pun diamini oleh Wakadiv Humas Mabes Polri. "Terkait penundaan sertijab memang tadi pagi Pak Kapolri berhalangan karena ada kegiatan rapat dengan Bapak Presiden," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, keterangan resmi dari Mabes Polri dibantah mentah-mentah oleh Menko Polhukam dan Jubir Istana Presiden. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto tidak melihat Kapolri dipanggi di Istana oleh Presiden. Rapat di Istana dengan Presiden hari ini cuma membahas finalisasi naskah pidato Presiden pada 16 Agustus di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya nggak tahu. Saya dipanggil dalam rangka persiapan finalisasi naskah pidato beliau (Presiden), dengan Menkeu, Bappenas, Menteri Perekonomian untuk pidato beliau besok tanggal 16," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak istana melalui Juru Bicara Presiden Julian Adrian Pasha juga membantah keterangan Edward dan Yoga Ana. Julian memastikan tidak ada pertemuan SBY dengan Kapolri. SBY hanya memanggil sejumlah menteri untuk membahas persiapan pidato kenegaraan 16 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak benar berita yang mengatakan Kapolri di panggil Presiden. Dari pagi, Presiden di kantor Presiden. Tidak ada pertemuan dengan Kapolri," kata Julian di Istana Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presidium Indonesia Police Watch (IPW) menduga menghilangnya Kapolri karena alasan mutasi 5 pati yang terindikasi memiliki rekening gendut. Namun Neta tidak menyebut siapa jenderal Polri yang memiliki rekening gendut yang mendapat promosi dalam gerbong mutasi kali ini. Yang jelas, lima perwira tinggi yang seharusnya dilantik Kapolri pagi tadi adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Irjen Soenarko  sebagai Deputi Operasi Kapolri menggantikan Irjen S Wenas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brigjen Iskandar Hasan sebagai Kadivhumas Polri menggantikan Irjen Edward Aritonang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brigjen Muji Waluyo sebagai Kadivbinkum menggantikan Irjen Badrodin Haiti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brigjen Robert Aritonang sebagai Kadivtelematika menggantikan Irjen Yudi Sus Hariyanto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Irjen Uid Sus Hariyanto sebagai Delog Mabes Polri menggantikan Irjen Joko Sardono.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapolri Belum Terlihat di Acara Buka Bersama SBY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara buka bersama Presiden SBY pun, Kapolri juga belum terlihat hadir. Nama Kapolri sempat disebut-sebut dalam acara yang digelar di Istana Negera, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (13/8/2010) sekitar pukul 16.30 WIB. "Kapolri sudah datang belum?" kata seorang anggota Paspampres kepada rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski acara sudah dimulai, Kapolri belum ada di kursi barisan undangan. Padahal, Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono telah hadir di acara tersebut. SBY mengenakan batik warna coklat dan Ibu Ani memakai kerudung warna coklat. Demikian pula dengan Wapres Boediono dan Ibu Herawati juga sudah hadir di lokasi. Boediono terbalut batik warna coklat dan Ibu Herawati memakai kerudung warna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 100 veteran yang mayoritas mengenakan batik sudah datang memenuhi meja undangan. Acara ini juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menkominfo Tifatul Sembiring, Menag Suryadharma Ali, Menko Kesra Hatta Rajasa, Menteri Kelautan Fadel Muhammad, Mensos Salim Segaf Aljufri. Dalam awal sambutannya, SBY mengucapkan hormat dan penghargaan kepada tamu yang hadir. SBY menyebut Panglima TNI dan Kapolri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entah kenapa, Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, Kapolri memang sedang beracara dengan Presiden. Namun Untung mengaku tidak mengetahui pasti apa agenda pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Hilangnya” Kapolri Pasti Ada Urusan Penting Terkait Institusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sore hari, belum juga ada kepastian di mana keberadaan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD). Istana sudah membantah keterangan Polri. Jadi di mana Kapolri saat ini? "Ini pasti ada urusan yang penting, yang besar sampai pelantikan ditunda," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar di Jakarta, Jumat (13/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu beredar, Kapolri bukan ke Istana, melainkan ke Cikeas bertemu orang kepercayaan presiden. Pertemuan salah satunya dikabarkan menyangkut suksesi di tubuh kepolisian. Namun sumber resmi membantah isu ini. Bambang juga enggan berspekulasi mengenai kabar ini. "Pastinya tentu ini ada tugas menyangkut kepentingan institusi. Kapolri menunda pelantikan tentu karena urusan institusi, wajar seorang pimpinan memilih prioritas," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya pelantikan kurang penting? "Pelantikan itu kan urusan internal, bisa dilakukan lain waktu. Nah kemudian mungkin ada urusan yang jauh lebih penting," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia meminta, mengenai keberadaan Kapolri ini sebaiknya berpegang kepada pernyataan Divisi Humas Polri. Jadi tidak menjadi polemik. "Ya Humas Polri kan corong Polri, kita pegang saja pernyataannya," papatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapolri Dipanggil SBY Terkait Rekaman Ade-Ari?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini, Kapolri memang sering dikritik keras oleh para aktivis anti korupsi dan sejumlah kelompok masyarakat. Kapolri dinilai telah membohongi publik karena menyebutkan ada rekaman percakapan Ari-Ade, meski akhirnya ditegaskan oleh Kabareskrim Komjen Ito Sumardi bahwa Polri tidak memiliki rekaman, melainkan Call Data Record (CDR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGb2AdfaDiI/AAAAAAAABFM/Q6AbB7_nQjM/s1600/bhd.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGb2AdfaDiI/AAAAAAAABFM/Q6AbB7_nQjM/s400/bhd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505358082283802146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapolri Sakit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di kalangan pergerakan Islam, hilangnya Kapolri ditanggapi gembira oleh kalangan pendukung ABB. Mereka senang dan mendoakan agar BHD hilang saja selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga hilangnya itu karena sakit atau azab yang ditimpakan kepadanya," ujar seorang pendukung ABB saat ditemui di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar tahu rasa dia jika itulah konsekuensi menzolimi seorang kyai (Ba'asyir_red). Doa orang terzolimi sifatnya mudah terijabah," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dimanakah sebenarnya Kapolri berada? Benarkah ia di azab sebagaimana doa para aktivis Islam Solo? Mengingat semua institusi menyatakan tidak melihat Kapolri. (&lt;a href="http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/6250/habis-menangkap-ba%27asyirkapolri-menghilangkemanakah-gerangan"&gt;muslimdaily.net&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah  beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang  diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thaghut&lt;/span&gt;,  padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan  bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.  Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum  yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat  orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari  (mendekati) kamu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang  munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka  sendiri&lt;/span&gt;, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah,  kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan  perdamaian yang sempurna." Mereka itu adalah orang-orang yang Allah  mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu  dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka  perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. QS. An-Nisaa': 60-63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang selalu memusuhi Nabi dan kaum Muslimin. Termasuk Thaghut juga:&lt;br /&gt;1.    Syaitan dan apa saja yang disembah selain Allah.&lt;br /&gt;2.    Orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-924116066936357187?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/924116066936357187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/habis-menangkap-baasyir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/924116066936357187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/924116066936357187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/habis-menangkap-baasyir.html' title='Habis Menangkap Ba&apos;asyir'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGcGdPxy42I/AAAAAAAABFU/2dK6uDOAwyY/s72-c/danuri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5699321357110302842</id><published>2010-08-15T02:16:00.004+07:00</published><updated>2010-08-15T03:16:14.396+07:00</updated><title type='text'>Setelah Penangkapan Ustadz Abu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Ternyata Kapolri Sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbuJx_tsQI/AAAAAAAABE8/ZntPVBh59nY/s1600/bhd.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbuJx_tsQI/AAAAAAAABE8/ZntPVBh59nY/s400/bhd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505349446313816322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Staf Khusus Kapolri, Kastorius Sinaga, membantah semua rumor yang menyebutkan bahwa Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dipanggil ke Istana, Cikeas, atau alasan-alasan yang berkembang tempo hari sehingga sertijab 9 Kapolda ditunda. Ternyata, setelah penangkapan terhadap Abu Bakar Ba'asyir, Kapolri jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak benar rumor itu. Pukul 17.40, Bapak Kapolri menelepon saya dan mengabarkan dia sedang sakit di rumah dinas," ucap Kastorius Sinaga, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Kasto, saya ini sedang di rumah dinas. Saya sakit," demikian Kapolri seperti diceritakan Kastorius. Lalu Kastorius bertanya," Sakit apa, Pak? Saat ini banyak rumor yang tak jelas menyangkut diri Pak Kapolri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolri menjawab, "Biasa, saya kecapaian. Saya merasa mual dan pusing sehingga saya tidak bisa menghadiri acara sertijab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kastorius bertanya lagi, "Ada rumor Pak Kapolri dipanggil atasan, Pak Presiden ke Istana. Bagaimana, Pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Hendarso kemudian membantah hal itu kepada Kastorius. Ia juga membantah penjelasan Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang. "Saya tidak sempat memberi tahu Kadiv Humas soal kondisi saya," ungkap Bambang kepada Kastorius. Kapolri mengajak Kastorius bertemu dengannya pada Rabu (18/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Khusus Kapolri ini menegaskan, hubungan Kapolri dan Presiden baik-baik saja. "Tolong luruskan hal ini," kata Kastorius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang membantah berita yang beredar bahwa "hilangnya" Kapolri selama satu hari ini disebabkan kelelahan dan harus beristirahat di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak. Enggak. Pak Kapolri baik-baik saja. Beliau sehat," kata Irjen (Pol) Edward Aritonang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polri juga tegas membantah bahwa Kapolri urung melantik lima pejabat baru di lingkungan Mabes Polri, salah satunya Kadiv Humas Polri, karena dia dipanggil Presiden. Adapun pemanggilan terjadi setelah seorang perwira tinggi Polri yang terseret mutasi berdasarkan keputusannya tidak dapat menerima keputusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak. Enggak ada itu. Enggak ada beliau dipanggil," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanggapan Pendukung ABB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan sakit atas Kapolri yang sehari Jumat kemarin (14/08/10) menghilang, sempat tersebar di kalangan kaum pergerakan Islam Solo. Mereka justru berharap Kapolri sakit dan menyadari bahwa sakit itu adalah peringatan kepadanya atas penangkapannya terhadap ustadz Abu Bakar Ba'asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara malam keprihatinan yang diprakarsai oleh Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Solo Kamis dan Jumat malam, acara diisi dengan tausiah dan doa yang ditujukan kepada Kapolri dan Densus 88, dilanjutkan dengan tarawih berjamaah dengan pembacaan doa Qunut Nazilah, serta doa melaknat Densus 88.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang disampaikan Humas JAT tempo hari, Endro Sudarsono Spd, maksud acara ini adalah dalam rangka pembinaan rutin anggota JAT Solo dan tak lupa mendoakan Kaporlri Jendral Bambang Hendarso Danuri dan Kadensus 88 Tito Karnavian bermuhasabah atau intropeksi atas segala yang dilakukan dengan sadar menangkap dan menahan ulama sepuh KH. Abu Bakar Ba'asyir menjelang Ramadhan 1431 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi informasi sakitnya Kapolri, umat Islam Solo merasakan sedikit kegembiraan karena doa mereka dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika ditanya perihal sakitnya Kapolri ini apakah disebabkan doa umat Islam di Indonesia yang menentang penangkapan ustadz Abu Bakar Ba'asyir ataukah faktor kebetulan belaka, Abdul Rochim Ba'asyir, bungsu Abu Bakar Ba'asyir memberikan tanggapan diplomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wallahu a'lam. Semua hal yang ghaib adalah kewenangan Allah yang tidak dapat diketahui oleh manusia," demikian tanggapan awal anak bungsu Abu Bakar Ba'asyir saat dihubungi Muslimdaily via ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, kami -umat Islam- meyakini bahwa doa seseorang yang sedang terzalimi adalah ijabah. Jarak antara doa orang yang terzalimi dengan Allah tidak terpisah oleh hijab. Sehingga doanya pasti langsung didengar Allah dan lebih cepat untuk terijabah," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apalagi, doa-doa orang yang terzalimi di negeri ini atas tindakan-tindakan Polri dan aparat pemerintah secara umum tidak hanya kami (pendukung ABB_red) yang merasakannya. Ada korban tabung gas, korban aksi berlebihan Densus 88, korban korupsi para pejabat Polri pemilik rekening gendut, dan lain-lainnya. Jika sebanyak itu jumlah orang yang terzalimi, maka potensi terijabahnya doa-doa itu sangat besar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak meyakini adanya faktor kebetulan di dunia ini. Semua terjadi atas kehendak dan qodarullah yang tidak ada faktor kebetulan di dalamnya. Dan kami meyakini bahwa doa memiliki kekuatan!", tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iim, sapaan akrab Abdul Rochim, juga menghimbau umat Islam secara keseluruhan agar meningkatkan kualitas keimanan dan kualitas doa nya selama bulan Romadhon ini karena Romadhon adalah bulan yang sangat mulia untuk berdoa. Ia menghimbau agar umat Islam yang tengah berada dalam ombang-ambing kepentingan penguasa dan kerap dikorbankan, berdoa untuk kekuatan dan kemuliaan Islam dan umat Islam. (&lt;a href="http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/6252/setelah-penangkapan-ustadz-abuternyata-kapolri-sakit"&gt;muslimdaily.net&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah  beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang  diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thaghut&lt;/span&gt;,  padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan  bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.  Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum  yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat  orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari  (mendekati) kamu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang  munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka  sendiri&lt;/span&gt;, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah,  kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan  perdamaian yang sempurna." Mereka itu adalah orang-orang yang Allah  mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu  dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka  perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. QS. An-Nisaa': 60-63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang selalu memusuhi Nabi dan kaum Muslimin. Termasuk Thaghut juga:&lt;br /&gt;1.    Syaitan dan apa saja yang disembah selain Allah.&lt;br /&gt;2.    Orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5699321357110302842?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5699321357110302842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/setelah-penangkapan-ustadz-abu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5699321357110302842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5699321357110302842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/setelah-penangkapan-ustadz-abu.html' title='Setelah Penangkapan Ustadz Abu'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbuJx_tsQI/AAAAAAAABE8/ZntPVBh59nY/s72-c/bhd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5452477073688298606</id><published>2010-08-15T01:33:00.000+07:00</published><updated>2010-08-15T03:17:55.959+07:00</updated><title type='text'>Inilah Kronologi Terorisasi Aceh</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Yang Dipakai untuk Menjerat Ba'asyir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbzHCQPdcI/AAAAAAAABFE/l6Sj8hxgED4/s1600/terorisasi+atjeh.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbzHCQPdcI/AAAAAAAABFE/l6Sj8hxgED4/s400/terorisasi+atjeh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505354896696636866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dikaitkan dengan tudingan terlibat kegiatan terorisme di Aceh. Inilah kronologi terorisasi di Aceh yang didalangi oleh seorang desertir Brimob:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DESEMBER 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel melakukan agresi terhadap Gaza untuk yang kesekian kalinya tepatnya 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009. Dalam serangan agresi ini, Israel menggunakan bom phosphor dan senjata kimia lainnya yang melanggar hukum internasional. Atas serangan agresi membabi-buta tersebut dunia merespon dengan mengeluarkan kecaman. Dunia Islam khususnya memberikan reaksi yang keras atas agresi tersebut. FPI sebagai ormas Islam yang berkedudukan di Indonesia merespon dengan mengumumkan membuka posko-posko untuk pendaftaran mujahidin guna dikirim ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JANUARI 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI Aceh sebagai salah satu ujung tombak dalam organisasi adalah salah satu yang menjadi pelaksana dari program rekruitmen mujahidin tersebut. Secara resmi, DPD FPI Aceh membuka posko pendaftaran pada tanggal 10 Januari 2009, bertempat di Mushola Nurul Muttaqin, desa Bathoh Banda Aceh dan Pondok Pesantren  Darul Mujahidin Lhokseumawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pendaftaran tersebut berhasil  menjaring sebanyak 125 orang mujahidin untuk dilatih dan kemudian bila memenuhi kriteria dan sesuai kemampuan yang dimiliki organisasi akan diberangkatkan ke Gaza. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23-27 Januari 2009 di pesantren Darul Mujahidin Lhokseumawe. Pelatihan tersebut berlangsung terbuka dan mendapat liputan dari media lokal khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instruktur dalam pelatihan tersebut adalah seorang yang menawarkan diri untuk menjadi pelatih yaitu Sofyan Tsauri, deserter Polisi yang pernah bertugas di Polda Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FEBRUARI 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta pelatihan di Aceh, yang berjumlah lebih kurang 15 orang datang ke Jakarta untuk persiapan berangkat ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Februari 2009, sebagian peserta pelatihan di Aceh yang tengah berada di Jakarta, secara individual tanpa diketahui pimpinan rombongan pergi ke Depok menemui mantan pelatih mereka yaitu Sofyan Tsauri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Februari 2009, selesai persiapan untuk keberangkatan ke Gaza yang ditunda karena berbagai alasan, salah satunya serangan Israel atas Gaza telah berhenti, para mujahidin diminta untuk pulang terlebih dahulu ke Aceh, menunggu instruksi dan perkembangan situasi di Gaza lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 15 orang mujahidin yang datang ke Jakarta, 5 orang pulang ke Aceh dan 10 orang secara diam-diam, tanpa pemberitahuan ke DPP FPI, pergi ke Depok, rumah tempat tinggal Sofyan Tsauri, mantan pelatih mereka di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 orang tersebut tinggal selama lebih kurang 1 bulan di rumah Sofyan Tsauri dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh Sofyan Tsauri, termasuk uang saku dan biaya makan serta kebutuhan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FEBRUARI-MARET 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurun waktu akhir Februari hingga akhir Maret 2009, 10 orang yang berasal dari Aceh tersebut dilatih dan diindoktrinasi oleh Sofyan Tsauri. Adapun salah satu bentuk indoktrinasi tersebut adalah membolehkan cara-cara perampokan untuk membiayai jihad, menyebarkan kebencian dan permusuhan semata-mata atas dasar orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pelatihan yang dilakukan adalah melakukan pelatihan menembak dengan menggunakan peluru tajam (peluru asli) di dalam Markas Komando Brimob Kelapa Dua. Masing-masing peserta pelatihan diberikan sekitar  30 hingga 40 peluru tajam untuk latihan menembak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta latih juga diberikan uang saku perminggu selama proses pelatihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari informasi yang didapatkan peserta latih, Sofyan Tsauri ini secara sengaja meletakkan surat pemecatan dari kepolisian untuk dibaca oleh peserta latih, yang berisi bahwa yang bersangkutan dipecat karena terlibat dalam kegiatan jihad, melakukan poligami dan jarang masuk kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JANUARI 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 orang dari 10 orang yang mengikuti pelatihan di Depok, kediaman Sofyan Tsauri, ikut serta dalam pelatihan militer di Jantho Aceh Besar. Pelatihan kali ini juga difasilitasi oleh Sofyan Tsauri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FEBRUARI 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan militer di Jantho Aceh Besar disergap oleh aparat keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEI 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan Militer di Jantho Aceh Besar dihubungkan dengan penggerebekan kelompok Dulmatin di Pamulang, dan diekspos oleh kepolisian dan media massa sebagai pelatihan untuk persiapan kegiatan terorisme. (&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/08/13/9145/inilah-kronologi-terorisasi-aceh-yang-dipakai-untuk-menjerat-ba%27asyir/"&gt;voa-islam.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka ?. QS. Muhammad:29&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5452477073688298606?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5452477073688298606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/inilah-kronologi-terorisasi-aceh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5452477073688298606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5452477073688298606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/inilah-kronologi-terorisasi-aceh.html' title='Inilah Kronologi Terorisasi Aceh'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbzHCQPdcI/AAAAAAAABFE/l6Sj8hxgED4/s72-c/terorisasi+atjeh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-2426749697568495840</id><published>2010-08-15T01:31:00.004+07:00</published><updated>2010-08-15T03:08:18.626+07:00</updated><title type='text'>FUI : Ungkap Satgas Liar Dibalik Rekayasa Terorisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbiu4zp1bI/AAAAAAAABEk/Oz-8bMDkfUE/s1600/d88+zion_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbiu4zp1bI/AAAAAAAABEk/Oz-8bMDkfUE/s400/d88+zion_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505336889657906610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Sedianya acara pertemuan antara FUI (Forum Umat Islam) dengan Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan hak asasi manusia dilangsungkan pada pagi hari ini yakni Kamis, 17 Juni 2010 pukul 10.00 WIB, namun karena adanya rapat paripurna maka pertemuan FUI dengan anggota DPR RI Komisi III dilangsungkan tengah hari sekitar pukul 12.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perwakilan dari FUI terdiri dari Sekjen FUI KH. Muhammad Al-Khatthath, Munarman, Ahmad Michdan, Ahmad Sumargono, KH. Misbahul Anam, Ust. Abu Jibril, KH. Fathul ‘Azhim, dan beberapa perwakilan tokoh ormas lainnya diterima Komisi III DPR RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi III yang hadir diantaranya adalah; Fahri Hamzah sebagai pimpinan rapat, Firman Jaya, Ahmad Yani, Nudirman Munir, Ruhut Sitompul, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rapat tersebut FUI (Forum Umat Islam) menyampaikan adanya rekayasa pemberantasan terorisme yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Hal ini terlihat dengan adanya keterlibatan salah seorang oknum polisi (konon seorang desertir) yang bernama Sofyan Sauri yang telah menjadi penghubung peristiwa Aceh, Pamulang, Pejaten dan Solo. Peristiwa ini persis seperti peristiwa KOMJI (Komando Jihad) yang direkayasa aparat keamanan pada dekade 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  surat terbuka yang dilayangkan kepada angggota Komisi III DPR RI FUI menyampaikan beberapa himbauan diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menolak dan menghentikan setiap upaya rekayasa terorisme yang mengorbankan anak bangsa sendiri, terlebih seorang ulama seperti KH. Abu Bakar Ba’asyir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengontrol KAPOLRI agar tetap pada tracknya sebagai aparat keamanan yang digaji oleh rakyat, bukan bekerja untuk segelintir elit penguasa yang tunduk pada program war on terrorism yang dikendalikan AS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkaitan dengan penahanan, penyiksaan para aktivis JAT (Jama’ah Ansharut Tauhid) dan penyegelan kantor sekretariat JAT yang merupakan salah satu anggota FUI (Forum Umat Islam) menyerukan kepada anggota komisi III untuk memanggil Kapolri dan memintanya untuk menghentikan aksi tersebut dan merehabilitasi  para aktivis Islam yang direkayasa sebagai teroris sehingga mereka bisa berkativitas seperti biasa. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Munarman yang juga anggota TPM (Tim Pengacara Muslim) memberikan pemaparan berbagai keganjilan dalam operasi pemberantasan terorisme kepada anggota Komisi III. Ia mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adanya posko-posko yang dibentuk oleh tim BUSER atau Satgas anti Bom –bukan Densus- dimana posko ini tidak berada di lingkungan markas kepolisian RI baik itu Mabes Polri, di Polda maupun di Polsek. Posko ini bukan hanya untuk penanganan kasus terorisme, namun posko ini juga digunakan untuk penanganan tindak pidana lainnya, contohnya; dalam tindak pidana Curas (Pencurian dengan Kekerasan) orang-orang yang ditangkap itu biasanya terlebih dahulu tidak langsung di bawa ke kantor polisi tetapi disimpan dahulu di suatu tempat, dan ini adalah hasil wawancara langsung dengan narapidana-narapidana. Jadi ditangkap, dipukuli, digebugi dulu baru kemudian dibawa ke penyidik di markas kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja seperti ini juga terjadi dalam pemberantasan terorisme, salah satu posko tempat dilakukan proses untuk mendapatkan pengakuan itu adalah sebuah hotel Pondok Wisata di daerah lebak bulus. Para  pelaku ditelanjangi di bawa ke hotel tersebut kemudian diancam akan disodomi termasuk diantara salah satunya adalah Muhammad Jibril. Inilah upaya sitematis karena ini telah menjadi pola kerja umum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut keterangan Susno Duaji ia juga menyatakan adanya Satgas-Satgas liar, dibentuknya tim-tim khusus di luar struktur jabatan kepolisian. Dalam penanganan kasus terorisme ini ada tim lain di luar Densus 88 yang bernama Satgas Anti Bom yang mengumpulkan para alumni-alumni baru, ia merekrut sebanyak 40 orang yang tugasnya untuk melakukan pengejaran (tim Buser) nah, tim inilah yang melakukan pembunuhan, penyiksaan terhadap para tersangka kasus terorisme.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Munarman juga meminta kepada Komisi III DPR RI untuk melakukan berbagai upaya diantaranya sebagaimana yang ia jelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, “pada periode yang lalu ketika Da’i Bahtiar masih menjadi Kapolri dengan terbuka ia menyatakan bahwa ia baru mengumpulkan dana sebesar US $ 50 juta dari pemerintah AS termasuk untuk pembentukan, pelatihan Densus 88. Oleh sebab itu Komisi III diminta menggunakan kewenangannya untuk mengaudit dana-dana yang digunakan oleh Densus 88. Yang perlu bapak-bapak ketahui bahwa Densus 88 membeli pesawat dan  beberapa pejabat Densus 88 bahkan keluarganya tidak hidup di Indonesia, anaknya, istrinya itu tinggal di Singapura, pertanyaannya dari mana biaya itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, “DPR menggunakan hak interpelasinya mengenai satgas-satgas di luar struktur dan posko-posko liar tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, “Dan yang paling penting DPR bisa menggunakan hak angket karena ini merupakan pelanggaran HAM berat terhadap ekstra judicial killing (pembunuhan di luar proses hukum), terutama contoh kongkritnya adalah terhadap dua orang yang hingga dikuburkan tidak diketahui identitasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR Komisi III Fahri Hamzah yang memimpin rapat siang itu mengatakan bahwa, “kami memerlukan kinerja yang lebih luas bukan hanya di dewan tapi juga di Komnas HAM dan institusi-institusi lain yang concern dalam masalah ini. Mudah-mudahan ini bukan pertemuan yang terakhir tetapi ada persiapan-persiapan dari kita untuk menyiapkan bukan hanya fakta hukum tetapi juga dokumen delik untuk kemudian kita ajukan sehingga bisa dinvestigasi masalah ini secara lebih luas. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Anggota komisi III lainnya Nudirman Munir menambahkan, “bahwa darah umat Islam yang menjujung kemerdekaan ini bagaikan sungai yang mengalir banyaknya dan luar biasa pengorbanannya karena itu kita sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban membela kepentingan mereka dan saya yakin dengan data-data yang bapak punya kita akan mempertanyakan ini semua kepada Kapolri, karena itu seperti apa yang disampaikan oleh rekan saya Fahri Hamzah sebagai pimpinan Komisi III tadi yakinlah bahwa ini akan kami permasalahkan ini sampai ke akar-akarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Anggota dewan yang lainnya, Ahmad Yani menginginkan agar permasalahan ini ditindaklanjuti ke Panja Pengawasan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa anggota dewan lainnya yang hadir dalam rapat tersebut pun turut mendukung untuk mengusut tuntas berbagai pelanggaran kemanusiaan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah para anggota komisi III selesai memberikan tanggapan KH. Mudzakir ulama asal solo ini menegaskan bahwa umat Islam di solo menolak berbagai rekayasa terorisme yang dilakukan sebagai pengalihan isu seperti kasus Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara salah seorang perwakilan FPI yang hadir mengusulkan agar institusi POLRI diletakkan di bawah Kementrian Dalam Negeri agar POLRI lebih sipil dan bermasyarakat juga tidak liar. “orang baru diduga teroris sudah main tembak, buat apa adanya pengadilan, buat apa adanya kejaksaan?” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan KH. Fathul ‘Azhim salah seorang ulama dan tokoh masyarakat Banten (keturunan Sultan Ageng Tirtayasa), mengutip pernyataan salah seorang pejabat Lemhanas dan Ketua MK dalam sebuah surat kabar yang menuntut agar POLRI benar-benar bisa membuktikan bahwa mereka yang ditangkap dan dibunuh itu adalah benar-benar teroris dan harus dibuktikan melalui pengadilan. Beliau juga mengeluh lantaran isu terorisme ini berbagai aktivitas seperti pengajian di kediaman beliau yang diasuh oleh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir setiap awal bulan mendapatkan fitnah dari penduduk setempat bahkan para oleh Kiyai dan Ulama (MUI Serang) sebagai tempat pengkaderan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir sebagai penutup rapat dengan Komisi III Ust. Abu Jibril juga ikut menyampaikan himbauannya kepada Komisi III dan juga mengisahkan apa yang dialami putranya Muhammad Jibril Abdurrahman yang saat ini masih dalam proses persidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami dari tahun yang lalu sudah datang ke Kompolnas, Komnasham, ke Mabes Polri bahkan sudah dua kali kami ke sana untuk membicarakan masalah teroris ini secara nasional, agar perkara ini tidak menjadi kambing hitam khusus untuk kaum muslimin. Apa yang dilakukan oleh non muslim seperti OPM tidak pernah dikatakan sebagai teroris tetapi disebut separatis. Kelihatannya bahwa teroris ini hanya diperuntukkan untuk kaum muslimin yang menurut versi Densus melakukan kejahatan padahal belum dibuktikan. Kami sudah menyarankan kepada pemerintah agar duduk bersama ulama, untuk menuntaskan apa itu terorisme, apa itu jihad, apa itu teroris, apa itu mujahid?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selanjutnya saya mendapat data dari anak saya Muhammad Jibril yang sekarang sedang disidang, bahwa begitu ia ditangkap oleh Densus yang beragama Islam lalu penyikasaan dilakukan oleh Densus yang tidak beragama Islam dan waktu disiksa itu ada Gories Mere yang menyaksikan penyikasaan anak saya dan itu dilakukan oleh mereka sebelum tujuh hari, empat hari berturut-turut. Saya sudah sampaikan kepada Daud Nasution, Susno Duadji dan Saleh Saaf pada waktu itu, agar jangan sampai anak saya disiksa, ternyata disiksa dan ditelanjangi dan ditubuhnya saya melihat ia mengalami penyikasaan. Jadi saya ingin proses ini dilihat bagaimana proses penyikasaan itu, bagaimana tangannya ketika dilingkarkan besi kemudian dialiri listrik dan ini tidak pernah menjadi pemberitaan. Oleh karena itu kepada Komisi III jangan sampai ini hanya menjadi sebuah cerita, kami sudah banyak melapor-melapor dan melapor tetapi tidak ada tindakan. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan yang terakhir, pemerintah melalui Presiden, Kapolri begitu bersemangat menjadikan isu terorisme ini. Bahwa umat Islam dimana pada waktu itu diumumkan Kapolri, mereka yang dituduh teroris ini akan mengadakan revolusi pada tanggal 17 Agustus yang diperkirakan seluruh jajaran pemerintahan ini meninggal semua (dibunuh), kemudian besoknya akan dideklarasikan syari’at Islam, seolah-olah begitu ditayangkan teroris inilah yang akan menegakkan syari’at Islam di Indonesia, berarti semua umat Islam yang ingin menegakkan syari’at Islam dituduh sebagai teroris, ini juga perkataan presiden, kita tidak mau Presiden dan Kapolri sebagai pembohong!.” (&lt;a href="http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/5966/fui-ungkap-satgas-liar-dibalik-rekayasa-terorisme"&gt;muslimdaily.net&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. QS. Al-Maa'idah:51-52&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-2426749697568495840?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/2426749697568495840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/fui-ungkap-satgas-liar-dibalik-rekayasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/2426749697568495840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/2426749697568495840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/fui-ungkap-satgas-liar-dibalik-rekayasa.html' title='FUI : Ungkap Satgas Liar Dibalik Rekayasa Terorisme'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbiu4zp1bI/AAAAAAAABEk/Oz-8bMDkfUE/s72-c/d88+zion_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-8409485154826286444</id><published>2010-08-15T01:30:00.000+07:00</published><updated>2010-08-15T02:14:13.608+07:00</updated><title type='text'>Sang Mujahid Besar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Karena Dibesarkan oleh Musuhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbqjzTyuXI/AAAAAAAABE0/wqHhUzIjDhk/s1600/ustadz+abb_33_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbqjzTyuXI/AAAAAAAABE0/wqHhUzIjDhk/s400/ustadz+abb_33_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505345495296555378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kini ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali ditangkap. Seorang ulama sepuh yang tegas pendirian dalam memegang Islam kini menjadi sorotan publik hanya karena dituduh terkait jaringan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tengok perjalanan dakwah ustadz Abu Bakar Ba’asyir semua jauh dari kesan untuk mencari kesenangan dunia terlebih popularitas di mata masyarakat. Tapi ketegasan beliau menyampaikan Islam dengan apa adanya telah menjadikan beliau mendadak terkenal di tengah-tengah ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih mengherankan lagi tidak ada upaya sedikitpun dari beliau untuk memperkenalkan dirinya, sebagaimana cara para artis maupun tokoh politik untuk mendongkak reputasinya agar dikenal masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh politik yang menghabiskan dana miliaran hanya supaya ingin dikenal orang,  kemudian memuluskan langkahnya untuk menjadi pejabat dengan kantong tebal. Sang mujahid manapun, misalkan Syaikh Ahmad Yasin, Sayyid Quthub, Usamah bin Ladin, Mullah Umar Muhammad, Ustadz Abdullah Sungkar dll, termasuk Ustadz Abu Bakar Ba’asyir justru dibesarkan oleh musuhnya sendiri, karena dianggap menjadi penghalang sistem kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini terjadi karena sang mujahid tegas dalam menyampaikan dan menyuarakan kebenaran Islam. Jika kita jumpai karena di tengah kita ada sang mujahid besar yang tegas dalam menyuarakan Islam, maka dukung dan bergabunglah pada barisannya, niscaya anda akan selamat, sebab indikator kebenaran dakwah adalah banyaknya ujian dan cobaan, dan bukan panggung politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BIOGRAFI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang Abu Bakar Ba'asyir, bermula dari sebuah Desa Pekunden, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur, sebuah desa di pingiran Kabupaten Jombang-Jawa Timur. Di desa kecil itulah ulama sepuh ini terlahir di dunia. Kelahirannya di Jombang di sambut sayup-sayup senandung takbir yang terdengar di sudut-sudut desa yang didengungkan anak-anak melalui surau-surau tua di sekitar rumahnya. Senandung takbir perayaan peringatan keteladanan pengorbanan Bapak Tauhid, Ibrahim ‘Alaihis Salam yang hendak menyembelih putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terlahir pada tanggal 12 Dzulhijjah 1359, dua hari setelah Hari Raya ‘Idul Adha. Gemuruh takbir yang menggetarkan hati beriringan dengan gemuruh bangsa Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya untuk keluar dari penjajahan tentara kafir Belanda dalam suasana serba kekurangan dan keprihatinan. Tanggal kelahirannya bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1938. Raut muka syukur dan linangan air mata syukur kedua orang tuanya mengiringi kelahiran sosok Abu Bakar Ba’syir yang diharapkan meneladani pengorbanan Ibrahim dan semangat patriotisme seorang pejuang dalam mempertahankan prinsip kebenaran dan keislaman. Ia terlahir bersama tiga saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua Abu Bakar Ba’asyir bukanlah seorang yang kaya raya selayaknya kebanyakan warga masyarakat keturunan Arab lainnya. Namun, kecintaan terhadap Islam dan ketundukan orang tuanya pada Allah-lah yang menjadikan Abu bakar kecil ini mampu bertahan. Darah keturunan Hadramaut Yaman mengalir deras dalam dirinya. Ayahnya bernama Abud bin Ahmad dari keluarga Bamu'alim Ba'asyir yang membuat Abu Bakar menyandang marga Ba’asyir di belakang nama aslinya. Kenangan indah bersama sang ayah tak banyak ia rasakan dan ia nikmati. Saat usia tujuh tahun, ayahnya harus meninggalkan tawa riang Abu Bakar kecil menuju keharibaan Ilahi. Ayahnya meninggal dunia. Ia menjadi yatim di tengah kehidupan bangsa Indonesia yang masih kacau meskipun telah memperoleh kemerdekaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah carut-marutnya kehidupan bangsa Indonesia, ibunya yang masih buta huruf latin aksara Indonesia mengasuh sendiri Abu Bakar kecil. Ibunya bernama Halimah yang lahir di Indonesia walaupun masih juga berketurunan Yaman dari keluarga Bazargan. Demi melanjutkan amanat agama dan suaminya, sang Bunda terus menanamkan nilai-nilai keislaman demi kebahagiaan sang putra kelak. Ibundanya yang pandai membaca Al-Quran dan seorang muslimah taat beragama selalu mendampingi pendidikan agama sang anak di rumah meskipun Abu Bakar kecil juga tak pernah absen menghadiri pendidikan agama di mushala kampung tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin membiarkan anaknya tertinggal dalam kebodohan, orang tuanya memasukkan Abu Bakar kecil untuk menempuh pendidikan pertamanya di sebuah Madrasah Ibtida’iyah (Sekolah Islam setingkat SD). Namun, dikarenakan situasi konflik revolusi bangsa Indonesia melawan Belanda pada saat itu, sekolahnya harus tertunda dan mengalami jeda. Baru kemudian setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, ia dipindahkan ke Sekolah Rakyat (Sekolah umum sederajat SD saat ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menjadi siswa di madrasah, Abu Bakar kecil sempat ikut kegiatan gerakan Kepanduan Islam Indonesia (pada masa orde lama yang kemudian difusikan dalam Gerakan Pramuka). Untuk menutup kekurangan sang anak dalam ilmu agama, setiap malamnya, Abu Bakar kecil belajar mengaji dan ilmu agama di musholla desa tempat tinggalnya. Selain kegiatannya di musholla, sang bunda masih terus mendampingi langsung pendidikan Abu Bakar kecil di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus dari Sekolah Rakyat (SR), pendidikannya berlanjut ke jenjang sekolah menengah. Ia bersekolah di sebuah SMP Negeri di kota Jombang yang berjarak 13 km dari rumah tempat tinggalnya. Setiap hari, perjalanan sejauh minimal 26 Km ia tempuh dengan sepeda. Semasa SMP ini, Abu Bakar aktif mengikuti kegiatan berorganisasi dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) ranting Mojoagung disamping masih menjadi anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak masa remaja setelah merampungkan sekolah di SMP, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA. Saat itu, ia masuk SMA Negeri Surabaya. Kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami keterpurukan merata di seluruh lapisan masyarakat membuat pendidikannya di SMA hanya mampu bertahan selama 1 tahun. Kegiatan berorganisasinya pun juga terpaksa harus terhenti. Selanjutnya, ia memutuskan hijrah ke Solo untuk membantu kakaknya yang sedang mengembangkan sebuah perusahaan sarung tenun di Kota Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada tahun 1959 M, atas dorongan dan bantuan kedua kakaknya, Salim Ba'asyir dan Ahmad Ba'asyir, ia mendaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, sebuah Pondok Pesantren yang terbilang terbaik dan termaju di Indonesia. Atas berkat rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia berhasil menjadi santri di pondok pesantren tersebut. Di sini, keaktifan berorganisasinya kembali tersalurkan dalam wadah Pelajar Islam Indonesia (PII) cabang Gontor. Impiannya melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti membuatnya serasa melihat pelita di tengah buta kegelapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun menjadi santri pondok pesantren Darussalam Gontor, dengan rahmat Allah, ia berhasil lulus dari kelas Mualimin pada tahun 1963 M. Semangatnya untuk menempuh pendidikan masih membara di benaknya sehingga (masih atas bantuan kakaknya), ia melanjutkan studinya di Universitas Al-Irsyad jurusan Dakwah di kota Solo selama kurang lebih tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menjadi mahasiswa , ia aktif dalam beberapa organisasi pemuda. Ia menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solo. Di HMI, dia pernah mendapatkan amanah sebagai Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) -sebuah lembaga semi otonom HMI- cabang Solo di masa Ir. Imaduddin sebagai Ketua Umumnya. Di organisasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Abu Bakar Ba’syir pernah mendapatkan amanat dakwah sebagai Ketua pada tahun 1961. Selain itu, di dalam organisasi Pemuda Al-Irsyad, ia menjadi sekreatis cabang Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak usia dewasa, panggilan hati untuk menikah mengarahkannya untuk menyunting seorang muslimah bernama Aisyah binti Abdurrahman Baraja'. Sejak saat itu, keberadaan sang istri selalu menyertai perjuangan dakwahnya. Kesetiaan sang istri tak hanya dibuktikan dengan kata mutiara dan hiasan pujian semata. Namun, keberadaan sang istri, Aisyah Baraja’, dalam perjuangan dakwah terwujud dalam tindakan nyata dan fakta. Dari rahim istrinya, keduanya memiliki tiga orang anak yang saat ini telah menikah dan masih hidup semuanya. Tiga anaknya terdiri atas 1 orang putri dan 2 orang putra. Mereka adalah Zulfah, Rosyid Ridho dan Abdul Rohim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dakwahnya kemudian berlanjut dengan mendirikan radio dakwah yang di namai radio ABC (Al-Irsyad Broadcasting Center) di gedung Al Irsyad Solo yang hingga kini masih berdiri. Ikut aktif bersama beliau adalah Ustadz Abdullah Sungkar rahimahullah, Ustadz Abdullah Thufail rahimahullah,dan Ustadz Hasan Basri rahimahullah. Karena terjadi perselisihan faham dengan beberapa pengurus Al-Irsyad terkait acara radio tersebut, maka beliau keluar bersama beberapa pengurus radio ABC dan mendirikan Radio Dakwah Islamiah Surakarta (Radis) yang padat dengan muatan dakwah yang tegas dan menghindari lagu-lagu maksiat. Radis didirikan di komplek masjid Al-Mukmin lama yang akhirnya ditutup oleh rezim orba karena dianggap menentang pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup hanya dakwah lewat frekuensi udara, beliau mendirikan madrasah diniyah (semacam lembaga non formal yang mengajarkan pendidikan agama Islam yang biasanya diselenggarakan pada sore hari) di komplek masjid Al Mukmin Gading Wetan (saat ini menjadi SMU Islam 1 Surakarta, bukan SMU Al-Islam 1 Surakarta). Pada mulanya, madrasah yang hanya masuk sore hari ini memberikan pendidikan Bahasa Arab dan materi syariat Islam. Selanjutnya, melalui madrasah diniyah inilah, cikal bakal Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki kemudian berdiri hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pekembangan madrasah yang pesat dan didorong oleh amanah yang diamanatkan oleh KH. Zarkasyi (Pendiri Pondok Pesantren Darussalam Gontor), Abu Bakar Ba’asyir berinisiatif mengembangkan madrasah diniyah menjadi pondok pesantren yang saat itu bertempat di Gading Kidul-Surakarta menempati area yang sempit. Barulah setelah 2 tahun kemudian, Pondok Pesantren Al Mukmin dipindahkan ke tanah yang lebih luas di desa Ngruki yang dibeli dari salah seorang tokoh agama di solo. Desa Ngruki sendiri saat itu masih ”dikuasai” oleh kalangan komunis yang masih cukup kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Ustadz Abdullah Sungkar rahimahullah, Ustadz Hasan Basri rahimahullah, Abdullah Baraja' rahimahullah, Ustadz Yoyok Raswadi rahimahullah, dan ustadz Abdul Qahar Haji Daeng Matase, ustadz Abu Bakar Ba'asyir terus membangun dan mengembangkan pendidikan di Pesantern Al-Mukmin Ngruki. Pendukung utama berdirinya pondok pesantren tersebut adalah anggota pengajian-pengajian yang di asuh oleh tokoh-tokoh pendiri, terutama anggota pengajian kuliah Dzuhur di Masjid Agung Surakarta. Alhamdulillah, hingga sampai saat ini kegiatan pengajian tersebut masih berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan teman-temannya mempunyai karakter yang tak enggan menyampaikan kebenaran dimanapun dan apapun keadaan yang harus di hadapinya walaupun harus berhadapan dengan penguasa. Hal inilah yang kemudian membuat pemerintah menjadi gerah. Karena materi yang disampaikan dianggap menentang rezim saat itu, akhirnya Ustadz Abdullah Sungkar, Ustadz Hasan Basri, dan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sendiri dipenjara selama 4 tahun tanpa alasan yang jelas hingga akhirnya Ustadz Abdullah Sungkar dan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir kembali di vonis hukuman 9 tahun penjara. Tidak terima dengan keputusan hakim, maka beliau berdua mengajukan banding, hingga diturunkan menjadi 4 tahun sesuai dengan masa tahanan yang sudah dijalani. Tak puas dengan hasilnya, Jaksa Agung mengajukan kasasi ke MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang ustadz ini seringkali disebut oleh sebagian kalangan sebagai dwi tunggal. Jika orang nasionalis punya Soekarno-Hatta, maka orang-orang pergerakan Islam memiliki Abdullah Sungkar-Abu Bakar Ba’asyir. Setelah bebas, sembari menunggu hasil kasasi, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir bersama Ustadz Abdullah Sungkar rahimahullah, tetap melanjutkan aktivitas pendidikan dan dakwah mereka seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menjadikan rezim orba menekan MA untuk menaikkan masa hukuman menjadi 9 tahun agar menjadi alasan bagi penangkapan mereka kembali. Ketika panggilan dari pengadilan Sukoharjo untuk mendengarkan keputusan pengadilan datang, sang dwitunggal memahami benar maksud dan tujuan licik pemerintah. Maka setelah berkonsultasi dengan beberapa ulama, mereka berdua memutuskan untuk tidak menghadiri undangan pengadilan tersebut karena hal tersebut adalah dosa. Hingga tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali berhijrah atau tetap di rumah hingga ditangkap oleh polisi. Bagi keduanya, hal demikian adalah lebih mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada datang menyerahkan diri kepada Thaghut (sesuatu yang di sembah selain Allah). Nampaknya pilihan hijrah-lah yang dipilih, karena jalan ini adalah yang paling baik dari kedua pilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat pertolongan Allah melalui Bapak. Muhammad Natsir, mantan Ketua Umum Masyumi dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, mereka berdua berhasil berhijrah ke Malaysia dan menetap di sana. Kemudian, keberadaan mereka disusul oleh keluarga yang kemudian juga turut menetap di sana selama 15 tahun. Selama masa hijrah, beliau tetap bekerja dan berdakwah seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak meruntuhkan kekuasaan orde baru yang zalim. Kemudian, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memutuskan kembali ke Indonesia bersama Ustadz Abdullah Sungkar pada tahun 1999. Namun tak berselang lama, tepatnya pada tahun 2000 M, Ustadz Abdullah Sungkar wafat. Kemudian, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir memutuskan kembali ke Ponpes Al Mukmin Ngruki meneruskan pendidikan dan dakwah untuk menegakkan cita-cita demi tegaknya syariat Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka mengembangkan dakwah, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir mengikuti kongres umat Islam yang digagas oleh beberpa aktivis dakwah di Yogyakarta, dimana pada kongres tersebut, umat Islam sepakat membuat sebuah wadah untuk kaum muslimin bersatu demi menegakkan kalimat Allah di bumi Indonesia, hingga terbentuklah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Hasil kongres memutuskan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir diangkat menjadi Amir Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) MMI atau juga di sebut sebagai Amir MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003, beliau ditangkap lagi oleh pemerintahan Megawati karena dituduh terlibat kegiatan terorisme yang membuatnya di vonis 1,5 tahun walaupun tanpa bukti. Anehnya vonis itu di jatuhkan bukan karena keterlibatan dengan terorisme seperti yang selama ini di tuduhkan kepadanya. Arah tuduhan di persidangan berbelok dari urusan terorisme kepada tuduhan makar dan pemalsuan KTP, walau saksi-saksi di persidangan dari kalangan pejabat pemerintah daerah Sukoharjo sendiri menyatakan bahwa tidak ada kejanggalan apapun pada proses pembuatan KTP Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004, setelah keluar dari pintu penjara Salemba, beliau langsung dicegat oleh polisi untuk dijebloskan kembali ke penjara. Lagi-lagi karena tuduhan yang sama. Dia dianggap terlibat kasus bom Hotel JW Marriot. Padahal, saat kejadian Bom Mariott berlangsung, beliau sendiri sedang mendekam di penjara Salemba sejak 1,5 tahun sebelumnya. Hingga pada saat pemerintahan SBY, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tetap harus tinggal di penjara hingga 30 bulan karena tekanan pihak asing hingga bulan Juni 2006. Baru Kemudian beliau merasakan kebebasan. Selanjutnya, aktivitas dakwahnya masih beliau lanjutkan dengan berkeliling ke seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan penegakan Syariat Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, melalui wadah dakwah Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), yang dibentuknya sebagai konsekuensi adanya perbedaan pandangan prinsip dengan pengurus Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), beliau masih memperjuangkan cita-citanya untuk berjuang menegakkan syariat Islam hingga nyawa berpisah dari jasad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kalangan ulama yang ia datangi, tak kurang dari pemukiman penduduk, perumahan, perkantoran, majelis-majelis taklim, masjid, musholla, pejabat, dan birokrat serta penjara ia datangi bersama aktivis Islam maupun yang elemen-elemen Islam. Presiden Indonesia (Megawati dan SBY) pun ia kirimi hadiah buku dan nasehat-nasehat yang tegas sesuai prinsip-prinsipnya dengan cara  yang santun (baca buku Nasehat Untuk Penguasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukannya berdakwah selepas dari penjara hampir tidak menyisakan waktu di rumah untuk bercengkerama dengan keluarganya, anak-anak, serta cucunya selayaknya orang-orang tua yang telah menikmati masa pensiun, karena beliau tahu benar bahwa dunia dakwah tak memiliki masa pensiun. Kini, ia pun kembali ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip perkataan Ibnu Taimiyah, ustadz Abu sering berpesan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang bisa diperbuat musuh padaku ?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taman dan kebun (surga)ku ada di dadaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemanapun ku pergi, ia selalu bersamaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan tiada pernah tinggalkan aku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terpenjaraku adalah khalwat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pembunuhanku adalah mati syahid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terusirku dari negeriku adalah rekreasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sabarlah sang mujahid besar, generasi setelah pun pasti akan segera mengikuti langkahmu. (&lt;a href="http://www.muslimdaily.net/opini/6221/sang-mujahid-besarkarena-dibesarkan-oleh-musuhnya"&gt;muslimdaily.net&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-8409485154826286444?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/8409485154826286444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/sang-mujahid-besar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8409485154826286444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8409485154826286444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/sang-mujahid-besar.html' title='Sang Mujahid Besar'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbqjzTyuXI/AAAAAAAABE0/wqHhUzIjDhk/s72-c/ustadz+abb_33_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-4859438264303187465</id><published>2010-08-15T01:29:00.000+07:00</published><updated>2010-08-15T01:46:09.373+07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Pilihan Selain Melawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbkPZ3Ea8I/AAAAAAAABEs/ItBdxPc64LQ/s1600/ustadz+abb_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 297px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbkPZ3Ea8I/AAAAAAAABEs/ItBdxPc64LQ/s400/ustadz+abb_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505338547798043586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pilihan selain kita harus melawan setiap ketidakadilan yang menimpa umat Islam. Kita adalah satu tubuh, saling menanggung rasa sakit saudaranya, ikut mengaduh dan menangisi setiap luka yang menimpa saudaranya seperti menangisi luka yang menimpa diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kasus penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir adalah pelecehan terhadap Islam dan Ulama, tanpa sopan-santun polisi yang tidak punya perasaan menyeret orang yang sudah sepuh, apakah Ustadz Abu Bakar Ba'asyir lebih hina dari para koruptor, maling duit rakyat, penipu berkedok penegak hukum hingga perlakuan kepada beliau sungguh tidak manusiawi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayolah, kenapa kita masih diam melihat semua ini, kalian takut bila membela ulama akan menemui kematian, kalian takut bila kita melawan kemungkaran akan disiksa, apakah kalian lebih takut dengan penguasa dunia daripada Penguasa dunia dan akhirat?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bangkit, tidak membiarkan setiap penghinaan kepada Ulama dan Islam terus berlanjut, agar mereka juga tahu bahwa kita punya harga diri, bahwa kita juga sakit hati bila melihat ulama seperti Ustadz Abu Bakar Ba'asyir diperlakukan secara semena-mena. Mari kita buktikan kecintaan kita pada ulama dan Islam pada hari ini, biarlah raga kita luruh kebumi namun kita mati membawa kemuliaan dan menanggalkan kehinaan yang terus diberikan oleh musuh Allah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah belum cukup penghinaan mereka terhadap Islam dan ulama, hingga kita masih diam seribu bahasa, mengunci rumah dan berdandan sebagai banci. Membiarkan semua ini terjadi tanpa ada perlawanan, celakalah kita yang diberi beban untuk menyuarakan kebenaran dan menumpas kebathilan, kita masih main-main dengan janji kita kepada Allah, janji untuk menjual diri kita sampai titik darah penghabisan untuk membela Dien-Nya hingga syahid menjemput, masihkah kita diam dengan semua ini?. (&lt;a href="http://www.muslimdaily.net/opini/6255/tidak-ada-pilihan-selain-melawan"&gt;muslimdaily.net&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-4859438264303187465?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/4859438264303187465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/tidak-ada-pilihan-selain-melawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4859438264303187465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4859438264303187465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/tidak-ada-pilihan-selain-melawan.html' title='Tidak Ada Pilihan Selain Melawan'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbkPZ3Ea8I/AAAAAAAABEs/ItBdxPc64LQ/s72-c/ustadz+abb_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-3419061740293967819</id><published>2010-08-15T01:09:00.003+07:00</published><updated>2010-08-15T01:27:11.852+07:00</updated><title type='text'>Pengunjung Capai 70.000</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Polri Monitoring Situs Freeabb.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbfnTUho6I/AAAAAAAABEc/L6DDIWiiFUs/s1600/ustadz+abb.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbfnTUho6I/AAAAAAAABEc/L6DDIWiiFUs/s400/ustadz+abb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505333460801266594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Pasca penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, gelombang dukungan pembebasan dari umat Islam banyak terkonsentrasi melalui situs freeabb.com. Mabes Polri pun mengaku telah mengetahui adanya gerakan “Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir (Free ABB)” di internet. Saat ini kemunculan gerakan itu terus dimonitoring Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu kita ambil langkah-langkah dan monitor dan koordinasi untuk menyikapi apa yang masuk dan tertuang dalam media itu," kata Wakadivhumas Polri Kombes Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (13/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yoga, Polri memang tidak bisa mengatur dan mengendalikan gerakan sosial seperti itu. Apalagi, gerakan itu muncul di dunia maya. "Memang kita tidak bisa mencegahnya," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan meminta pembebasan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir muncul di internet. Melalui freeabb.com pendukung Ba'asyir menggalang kekuatan. Selain melalui situs freabb.com, muncul juga gerakan di facebook bernama Freedom and Support Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (ABB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs freeabb.com ini berisi tulisan-tulisan dari sejumlah mantan dan murid ABB di Ponpes Ngruki. Hingga tulisan ini dibuat, pengunjung situs ini, freeabb.com, sudah mencapai perharinya sudah mencapai 73.366 pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah ramai juga Facebook Freedom and Support Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) sudah mencapai 14.890 penggemar dan insyaALLAH akan terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nasir Abbas: Bisa Memicu Kemarahan dan Pembalasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu menanggapi penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan adanya situs freeabb.com, mantan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas meyakini penahanan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir akan memunculkan aksi teror yang lain. Para pengikutnya dikhawatirkan akan memunculkan pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melihat ini bisa memicu kemarahan, yang menganggap aparat sembarangan. Bisa saja mereka melakukan sikap pembalasan," kata Nasir, Jumat (13/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menilai, penahanan Ba'asyir juga tidak akan menyurutkan pergerakan kelompok-kelompok yang menjadikan Ba'asyir pemimpin. "Ini tidak akan membuat berhenti," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, pengganti Ba'asyir pun akan segera dicari. Sosoknya tentu yang kritis dan berani melawan pemerintah. "Kita lihat saja siapa yang paling keras bersuara antipemerintah. Dahulu Ba'asyir dijadikan panutan karena dia berani melawan Soeharto saat orde baru," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana agar aksi kelompok ini bisa diredam, dirangkul agar tidak melakukan teror? "Tidak sulit kalau ada program yang rutin, ada perhatian meluruskan paham, dan diajak bicara. Mereka ini tidak anti hukum sekuler, mereka masih menggunakan hukum sekuler, misalnya masih menggunakan banding, menggunakan pengacara," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semua Tuduhan Polisi Untuk Melemahkan Umat Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tuduhan polisi bahwa Ustadz Abu Bakar Baasyir sebagai teroris hanya mengada-ada dan bagian dari skenario untuk melemahkan kelompok muslim yang memperjuangkan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penilain tokoh Islam kharismatik Ustadz Hasyim Yahya dalam perbincangan, Jumat (13/8). “Itu sudah jelas (ada skenario besar itu),” ujar Ustadz Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merujuk pada negara-negara Barat yang menggunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai kendaraan untuk menindas kelompok Islam. Hasyim menengarai Barat tidak ingin tampilnya kelompok Islam di tampuk kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Hasyim, dari dulu Ustadz Abu Bakar Baasyir dikenal sangat konsisten dalam menyampaikan dakwah menyerukan agar kaum muslim kembali ke syariat Islam. Dia mengungkapkan, Ustadz Abu Bakar Baasyir yang dikenalnya sejak awal 1970-an itu sangat sederhana. Saat diundang berdakwah, mantan pemimpin Jemaah Islamiyah yang belakangan memimpin Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu pun bersedia tidur di atas tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari dulu kita bicara apa? Merobohkan negara ini? Tidak! Kita berbicara bagaimana menyebarkan Islam. Apakah itu salah?” tanya Ustadz Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasyim, Ustadz Abu Bakar Baasyir dikenal ahli fiqih dan syariah (hukum Islam) sehingga dakwahnya tidak lepas dari materi tentang syariah Islam. “Memang beliau getol; memperjuangkan syariat Islam. Pertanyaannya, apakah salah jika orang Islam memperjuangkan Syariat Islam?” (&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/08/13/9170/awas%21%21pengunjung-capai-70.000anpolri-monitoring-situs-freeabb.com/"&gt;voa-islam.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-3419061740293967819?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/3419061740293967819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/pengunjung-capai-70000.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3419061740293967819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3419061740293967819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/08/pengunjung-capai-70000.html' title='Pengunjung Capai 70.000'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/TGbfnTUho6I/AAAAAAAABEc/L6DDIWiiFUs/s72-c/ustadz+abb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-7834456035278139562</id><published>2010-05-21T19:52:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T19:52:00.380+07:00</updated><title type='text'>Mujahid Media Itu Harus Eksis dan Terdepan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZZCXt5Z2I/AAAAAAAABEM/QM0u3_Xmvzg/s1600/poj.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZZCXt5Z2I/AAAAAAAABEM/QM0u3_Xmvzg/s400/poj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473660294376548194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Jibriel Abdul Rahman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ironisnya, Ikhwani fillah, perang media propaganda mereka ini didukung oleh media-media yang katanya “Islami”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala Puji Bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala karunia-Nya berupa kenikmatan iman, takwa, dan keistiqomahan buat para mujahid-mujahid yang berjuang di jalan-Nya. Sholawat dan salam buat junjungan besar kita, komandan mujahid, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan izin Allah, ana bisa menulis kembali untuk ikhwah dan akhwat sekalian. Walaupun hanya sebatas kata-kata Tahridh (penyemangat), namun Insya Allah bermanfaat buat kalian dalam menjadi sosok Mujahid media ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwani wa Akhwati fillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang perjuangan ini amatlah berat, penuh hal-hal yang membuat kaum muslimin sesak apabila melihat penindasan-penindasan kaum munafik, kafir, dan sebagainya terhadap umat ini. Penindasan yang mereka lakukan bukan saja pada fisik melalui invasi militer dan kekuatan-kekuatan yang lain. Namun juga didukung oleh media-media sekuler antek-antek Yahudi, dengan sarana propaganda jijik lagi keji melalui TV, media internet, surat kabar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, Ikhwani fillah, perang media propaganda mereka ini didukung oleh media-media yang katanya “Islami”, tapi keterpihakan terhadap kaum muslimin begitu minim, bahkan tidak adil sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, bagi umat Islam, terutama mujahid media Islam, netralitas kita adalah keberpihakan kita terhadap kaum muslimin dan pejuang-pejuang Islam yang membela kaum muslimin, dengan harta dan jiwa. Menabrak pakem yang telah dibuat oleh kaum sekuler dan kafir ini adalah sebuah kemuliaan buat Islam dan Izzatul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda renungkan dengan baik saudara-saudaraku. Semua aturan media internasional itu dibikin oleh kaum zionis, dari aturan jurnalistik kenetralan, hal-hal humanis, serta keberpihakan media kepada negara-negara penjajah. Semua itu bentuk penjajahan jiwa buat jurnalis-jurnalis Islam di dunia. Mereka yang membuat sumber-sumber berita, dan kita yang mengutip untuk kita publish, seperti AP, Reuters, AFP, CNN, BBC, dan lain-lain. Kebanyakan kita berkiblat kepada sumber berita itu, mulai dari pengambilan, penyodoran, bahkan gaya atau lifestyle yang mereka buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, selama lima tahun ana berkecimpung dalam dunia media ini, walaupun secara khusus ana bukan jurnalis yang hebat, bahkan masuk sekolah jurnalis saja tidak pernah, namun dengan izin Allah, dengan dibantu orang-orang yang ikhlas, ana bisa menabrak pakem yang dibuat kaum sekuler ini. Semua ini ikhwan, bisa terjadi bukan karena kita menguasai ilmu jurnalistik, tapi harus lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi jurnalis Islam yang hebat, itu sangat mudah. Semua itu harus bermula dari jiwa yang bersih, hati yang bersih, dan hanya meletakkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas segala-galanya. Kita bertauhid kepada-Nya, serta menjadikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan hidup, dengan Al-Quran dan-Hadis sebagai pegangan hidup. Demi Allah, kalian akan hebat bilamana itu semua kalian laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus memerlukan jiwa yang bersih?, karena dengan jiwa yang bersih, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kita sebuah mata hati yang bisa melihat antara yang haq dan bathil, kebenaran dan kesesatan. Yang bisa membedakan, mana yang Islam dan mana yang kafir serta munafik. Tanpa hati yang bersih, maka kebatilan selalu terdepan, sedangkan kebenaran tersingkir hanya demi memuaskan musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka konsep cek dan ricek, atau dengan kata lain tabayyun ini sangatlah penting. Wajib bagi jurnalis-jurnalis Islam bertabayyun dalam setiap hal, dan bisa memberikan yang terbaik buat Islam dan kaum muslimin, walaupun orang kafir membenci dan memboikot. Jangan hanya gara-gara orang tidak ingin beriklan di media kita, kita sanggup mengorbankan kebenaran ke arah sesuatu yang samar-samar atau bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, meletakkan Allah di atas segalanya. Dan poin ini sangatlah penting. Di sinilah banyak di antara kita, dari jurnalis muslim kadang ragu dalam hal kebenaran. Bahkan takut menyampaikan kebenaran itu, karena masih merasa manusia lebih besar dari Allah, takut kepada bos, pemerintah, dan penegak hukum thaghut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kebenaran itu disampaikan, maka mungkin akan diintimidasi bahkan ditangkap. Saudaraku, ingatlah jika manusia ini berkumpul untuk memberikan kemadhorotan (mencelakakan) kepada kamu, mereka tidak akan bisa kecuali dengan izin Allah. Allahu akbar!! Allah Maha Besar, tidak ada yang lebih besar dari-Nya. Jangan takut, maka bergantunglah kepada-Nya dan bijaksanalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menjadikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan. Ia benar, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh terbaik buat umat Islam dalam segala hal, perhatikan QS. Al-Fath ayat 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menggambarkan sikap dan keberpihakan kita, serta loyalitas kepada sesama muslim. Keras terhadap orang kafir dan lembut terhadap sesama orang Islam. Ini perlu kebijaksanaan para mujahid itu sendiri. Intinya, sebelum menulis sesuatu berita atau artikel, kita harus mempertimbangkan dampaknya untuk kaum muslimin. Jika itu sebuah kebenaran, maka harus disampaikan walau pahit, tapi harus bijaksana dan lembut. Namun jika menyampaikan kekalahan-kekalahan orang kafir, harus tegas, karena itu akan membuat kaum muslimin bangga karena sebuah kabar gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir, kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah. Apapun masalahnya atau argumentasinya, jika kita berselisih atau bingung dalam memposisikan sesuatu, maka kembalikanlah kepada kitabullah wa sunnatu rosulullah (Al Quran dan As Sunnah), karena di situlah petunjuk dari sang pencipta dan tauladan buat umat manusia. Insya Allah, jika kita istiqomah dalam segala hal ini, kita akan sukses dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka oleh itu, jangan kalian merasa kecil dan tidak bersemangat dalam membela agama Allah ini. Jika belum berkesempatan untuk berjuang di medan laga, maka kita bisa berjihad di medan maya dan sejenisnya, sehingga Dien ini hanya milik Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ana mengakhiri tahridh ini, ana ingin menukil beberapa kata dari seorang mujahid agung, Dr. Ayman Az Zawahiri dalam bukunya “At-Tabriah; Mengapa Mujahid Media Itu harus Eksis dan Media Islam Harus Menjadi Yang Terdepan.” Ada tiga poin yang dikutip:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Untuk menjawab syubhat-syubhat (fitnah) kaum kafir dan antek-anteknya dengan bukti yang benar.&lt;br /&gt;2.    Menjawab segala asumsi dan opini media kafir dan sekuler dengan fakta.&lt;br /&gt;3.    Membangkitkan rasa percaya diri umat ini, bahwasanya eksistensi umat itu masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, semoga tulisan ini bermanfaat saudaraku sekalian yang ana cintai karena Allah. Ikhlas, sabar, istiqomah dan optimislah untuk menjadi manusia yang terbaik untuk umat ini. Bersatulah dan pupuklah ukhuwah dengan sesama jurnalis dan kaum muslim yang lain. Selalu menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Doakan ana istiqomah dan terlepas dari fitnah yang dilemparkan musuh-musuh Islam. Allahu maulana wala maulaalahum! Allah pelindung kita dan mereka (orang kafir) tidak punya perlindungan. Wallahu ‘lam bishshawab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari saudara kalian, Muhammad Jibriel AR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://hidayatullah.com/kolom/berita-dari-anda/11527?task=view"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZZSzTWfrI/AAAAAAAABEU/ZYuB37c5Zng/s1600/bebaskan+jibriel.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZZSzTWfrI/AAAAAAAABEU/ZYuB37c5Zng/s400/bebaskan+jibriel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473660576659308210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-7834456035278139562?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/7834456035278139562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/mujahid-media-itu-harus-eksis-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7834456035278139562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7834456035278139562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/mujahid-media-itu-harus-eksis-dan.html' title='Mujahid Media Itu Harus Eksis dan Terdepan'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZZCXt5Z2I/AAAAAAAABEM/QM0u3_Xmvzg/s72-c/poj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-4466884965859679369</id><published>2010-05-21T17:40:00.002+07:00</published><updated>2010-05-21T17:40:00.552+07:00</updated><title type='text'>Rekayasa Kasus Terorisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZWB_mxu_I/AAAAAAAABEE/M18aiTucq2k/s1600/legian.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZWB_mxu_I/AAAAAAAABEE/M18aiTucq2k/s400/legian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473656989369351154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Legian, Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Abdurrahman Shiddiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kritis sudah selayaknya tidak mudah termakan berita yang di blow-up media massa sekuler, tentu saja kita harus berfikir dan melihat segala sesuatu secara jernih. Kejernihan dalam berfikir dan melihat berbagai persoalan yang selama ini sedang dan masih terjadi dapat menguak berbagai peristiwa yang sarat dengan keanehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh dalam kasus Al-Ustadz Abu Bakar Ba’asyir misalnya, dihadapan segenap orang yang menghadiri persidangan, beliau divonis bersalah dalam soal (bom Bali) yang tidak ada saksi dan buktinya. Tetapi di media massa diberitakan vonisnya saja tanpa komentar yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Fathurrahman Al-Ghozi yang diberitakan tewas dalam tembak-menembak dengan polisi Filipina, ternyata hasil otopsi di Solo (RS Dr. Muwardi) menunjukkan bahwa dia ditembak begitu saja setelah diberi makan. Walaupun begitu, tidak ada media massa yang memberitakan temuan tim dokter forensik yang mengotopsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Ustadz Ikhwanuddin, diberitakan bahwa beliau tewas karena “bunuh diri”: dalam keadaan dua tangan terborgol, dapat merebut sebuah senapan M-16 yang terurai dari polisi, lalu memasang magazine, mengokang, lari ke kamar mandi, kemudian mengakhiri hidupnya dengan menembakkan senapan itu ke dadanya sendiri (sic). Berita itu dilansir begitu saja tanpa ada bantahan atau kritikan dari manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak contoh-contoh lain yang seharusnya menjadi alasan bagi orang beriman untuk mengkritisi berita yang dilansir media masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sikap yang Diharapkan Terhadap “Teroris”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat berbagai media masa dilancarkan kampanye anti terorisme, baik secara langsung memberikan penerangan-penerangan soal terorisme, maupun dikaitkan dengan berbagai persoalan: pariwisata, pertumbuhan ekonomi, ibadah, kerukunan beragama, dan sebagainya. Sayangnya dalam berbagai kesempatan kampanye anti teror/anti terorisme tersebut belum ada pihak yang dapat memberikan definisi secara jelas, apa dan siapa sebenarnya teroris itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk menentukan bagaimana sikap terhadap para “teroris”, seharusnya kita definisikan lebih dahulu apa yang dimaksud dengan “teroris(me)”, di samping menyelesaikan (klarifikasi) perkara-perkara yang masih diliputi oleh berbagai kejanggalan, agar kita tidak terjebak dan terperosok ke dalam perbuatan yang nantinya akan menimbulkan penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Perkara yang Harus Dikritisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaku Bom Bali I Imam Samdura, Mukhlas, dan Amrozi mengaku sebagai pelaku Bom Bali I dan karenanya dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dikritisi adalah: Apakah benar bom Amrozi yang dibuat dari Chloras Kalicus (Kalium Chlorat, KCIO3), yang adalah merupakan bahan mercon, itu dapat menghancurkan beton, melelehkan besi baja, membuat kawah selebar 7 m di tanah berlapis aspal, mementalkan berapa puluh mobil ke udara, dan seterusnya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditambahkan bahwa menurut hasil pemeriksaan, bahan mercon yang dibeli Amrozi adalah seberat 2 (dua) ton, yang masih tersimpan di Lamongan (waktu itu) 1 (satu) ton, sedang 1 (satu) ton lainnya yang sempat dipergunakan baru 1 (satu) kwintal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar sebagai perbandingan, misalnya bisakah TNI dan ahli bom Indonesia membuat bom sedahsyat itu dari bahan yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asmar Latin “Pelaku” Bom Marriot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan bahwa Asmar adalah pelaku “bom bunuh diri” di hotel JW Marriott, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dikritisi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, dua hari sebelum kejadian, Asmar hilang diculik di hadapan keluarganya. Siapa yang menculik dan apa hubungan dengan pengeboman?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, dikabarkan Asmar mengemudikan mobil yang memuat bom, setelah bom meledak kepala Asmar terpental ke lantai 3 atau konon ke lantai 5, lalu di ralat di lantai 4 (atau mungkin ada ralat lagi?) dalam keadaan utuh, sedangkan atap mobil dalam keadaan utuh.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin ada kepala terlempar ke atas dari dalam mobil sedang atap mobil dalam keadaan utuh? Apakah sudah dibuktikan secara ilmiah (misalnya dengan otopsi) bahwa putusnya leher itu tepat setelah ledakan, bukan beberapa jam sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DR. Azahari, Berbagai Tuduhan dan Peristiwa Terbunuhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dikritisi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, benarkah “Dr. Azahari” otak dan orang yang berada di balik pemboman selama ini?. Belum sempat ada klarifikasi, yang bersangkutan keburu “terbunuh”. Mungkin sebagian orang merasa lega, tetapi tidak urung kejadian itu menyisakan banyak pertanyaan yang tidak mudah dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi selama ini adalah gencarnya kampanye bahwa dia adalah otak berbagai pemboman, tanpa ada berita pembanding, sehingga opini masyarakat terbentuk seperti itu pula; terjadilah apa yang dinamakan trial by the opinion. Padahal belum ada vonis pengadilan yang berlaku secara tetap (inkracht) yang menyatakan “Dr. Azahari” yang terbunuh itu bersalah melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan kepadanya selama ini. Apa ada “Dr. Azahari” lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, pada waktu kejadian terbunuhnya “Dr. Azahari”, mula-mula dikatakan bahwa tubuhnya hancur terkoyak bom dan tidak bisa dikenali, lalu ditemukan dan dapat diambil sidik jarinya, lalu esol paginya ditemukan mayatnya yang nyaris utuh dengan luka tembak di bagian dada, di sela-sela reruntuhan bangunan rumah yang didiaminya; di kaki mayat terlilit seutas tali. Apa yang sebenarnya terjadi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, tali di kaki mayat “Dr. Azahari” katanya sengaja dipasang polisi untuk menjaga agar kakinya jangan bergerak, karena khawatir akan memicu beberapa bom yang kemungkinan masih ada di sekitar lokasi. Tali itu dipasang sewaktu “Dr. Azahari” masih hidup atau sudah mati?. Kalau sudah mati, apa memang mayat masih bisa bergerak sehingga bom bisa terpicu? Benarkah seperti yang tampak dalam gambar, bahwa sebagian tali yang melilit kaki mayat itu juga tertindih reruntuhan bangunan?. Jadi, mana yang terlebih dahulu: kaki terlilit tali atau runtuhnya bangunan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, di lokasi terbunuhnya “Dr. Azahari” ditemukan 30-40 rangkaian bom. Benarkah rangkaian yang ditemukan itu juga dapat sedahsyat rangkaian bom yang digunakan di Bali (Bom Bali – I) dan di tempat lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, kalau benar “Dr. Azahari” yang melakukan atau menjadi otaknya, belum ada kejelasan dari yang bersangkutan (keburu terbunuh) mengapa dia melakukan perbuatan itu, mengapa tempatnya di Indonesia, mengapa obyeknya tempat wisata, dst. dst.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fakta-fakta di atas sempat beredar juga beberapa rumor berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, waktu ada berita pertama tentang terjadinya tembak-menembak di Batu, salah satu TV sempat menyiarkan bahwa tidak terdapat bekas tembak menembak di sekitar TKP. Setelah itu para wartawan diusir dari sekitar lokasi. Keesokan harinya, pada dinding dan beberapa benda di sekitar tempat kejadian sudah terdapat banyak kerusakan bekas tembakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Menurut beberapa orang di sekitar TKP, mayat yang didapatkan di sana bukanlah mayat orang yang mereka kenal sebagai penghuni rumah kontrakan itu beberapa hari yang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, Tim forensik dari Australia memberitakan bahwa mayat yang ditemukan di TKP ada 3 orang yang masing-masing berusia 24, 24, dan 25 tahun; sedang jumlah mayat yang diberitakan Polri hanya 2 orang dan “Dr. Azahari” berusia 48 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaku Bom Bali II Video Pengakuan Para Pelaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dikritisi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, benarkah mayat yang ditemukan tanpa kepala di tempat kejadian itu harus berarti pelaku bom tersebut?. Apa tidak mungkin dia berada di sana pada waktu bom itu meledak sehingga dia juga menjadi korban?. Atau bahkan kepala itu sudah ada di sana sebelum bom meledak atau ditaruhkan di sana setelah meledak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, benarkah niat mereka memang bunuh diri?, atau mereka di “bunuh diri”kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, benarkah bahwa semua yang terdapat dalam tayangan video itu para “teroris”? Dalam hal ini, termasuk mereka yang sedang latihan ala militer, loncat naik-turun sepeda motor dengan mengenakan seragam hitam-hitam ala ninja? Kalau benar, siapa saja mereka dan di mana mereka sekarang?. (&lt;a href="http://www.suara-islam.com/news/muhasabah/analisis-kontemporer/821-rekayasa-kasus-terorisme-"&gt;suara-islam.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-4466884965859679369?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/4466884965859679369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/rekayasa-kasus-terorisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4466884965859679369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4466884965859679369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/rekayasa-kasus-terorisme.html' title='Rekayasa Kasus Terorisme'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZWB_mxu_I/AAAAAAAABEE/M18aiTucq2k/s72-c/legian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5816866447621531023</id><published>2010-05-21T15:49:00.004+07:00</published><updated>2010-05-21T17:10:21.145+07:00</updated><title type='text'>Menggugat Akal-akalan Isu Terorisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZME-FliXI/AAAAAAAABD0/-qvOlJC65aw/s1600/rumah+mohjahri.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZME-FliXI/AAAAAAAABD0/-qvOlJC65aw/s400/rumah+mohjahri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473646045385034098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rumah Mohjahri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seorang pamen polisi dari Mabes Polri pernah bertanya kepada saya kenapa tiap ada momen-momen tertentu selalu ada teroris ditangkap atau ditembak?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja kasus penembakan Dul Matin di Pamulang saat ramai-ramainya kebijakan “bail out Bank Century” dibahas Pansus BC di DPR. Bagaimana menurut pendapat ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho itu kan kerjaan Densus 88?. Kok anda polisi di Mabes Polri malah bertanya kepada saya?. Perwira polisi itu lalu bercerita mengeluhkan bahwa di instansinya densus itu unit yang unthouchable!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah densus 88 selama ini memang selalu mengundang tanda tanya masyarakat. Sebab terjadi berbagai keanehan dalam penanganan terorisme oleh mereka. Sebut saja drama pengepungan rumah Mohzahri, kakek-kakek lugu anggota Muhammadiyah di Temanggung selama 17 jam oleh 600 polisi yang diumumkan sebelumnya adalah dalam rangka melumpuhkan Nurdin M Top dan disiarkan langsung oleh suatu TV swasta. Perlu diingat sebelumnya konon Nurdin mengumumkan di internet sebagai pimpinan Tanzhim Al Qaidah Asia Tenggara. Ternyata tidak ada perlawanan sama sekali dari rumah tua milik petani nun jauh di desa di Jawa Tengah itu. Dan hatta Kapolri Jenderal BHD turun ke lapangan dengan helicopter, yang didapat konon hanya tukang bunga, Ibrahim. Sungguh ini akal-akalan yang sangat menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal-akalan itu pula yang terjadi pada kasus Air Setiawan yang menurut keterangan keluarganya pada hari Jumat jam 13.30 wib masih di Solo, lalu dikabarkan oleh polisi bahwa dia membawa bom dalam mobil dari Solo ke Jakarta dan sekitar jam 10 malam hari itu kontak senjata dengan polisi di Jatiasih dan didor hingga tewas. Aneh. Juga Air Setiawan dikatakan sebagai residivis pelaku Bom Marriot 1. Padahal, yang sebenarnya tidak demikian. Menurut keluarganya, Air pada tahun 2004 ditangkap polisi dikaitkan dengan peledakan Marriot 1. Namun setelah keluarganya mencarinya bersama LBH. Air dilepaskan dan tidak pernah diadili apalagi divonis sebagai terpidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kesaksian Munawaroh, istri Agus Susilo, guru pesantren Al Kahfi Mojosongo Solo yang dihabisi oleh desnsus 88 di rumahnya, dekat lokasi pesantren. Menurut penuturan Munawaroh kepada TPM Solo, dia keluar bersama suaminya, begitu masuk rumah ternyata diberondong pasukan densus. Agus tewas. Anehnya, ada dua mayat lagi yang tidak dia ketahui kapan masuknya, yakni mayat Nordin M Top dan Urwah. Demikian juga kematian-kematian lain seperti Dr. Azhari dan Asmar Latin Sani menyimpan tanda-tanya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Densus 88 berasyik-masyuk menangkapi para aktivis Jamaah Ansharut Tauhid di kantor mereka di kawasan Pejaten Jakarta, menembaki mereka di jalan tol Cikampek dan di Cawang, juga menangkapi sejumlah orang di Sukoharjo Solo, maka pertanyaan dan gugatan masyarakat atas tindakan densus 88 semakin memuncak. Bahkan Ketua MK Mahfudz MD melihat fenomena kasus terorisme akhir-akhir ini seperti kasus Komando Jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejumlah ceramah pengajian di daerah-daerah di seputar Solo baru-baru ini saya mendapatkan pertanyaan yang gencar tentang sikap apa yang harus diambil oleh umat Islam dalam keadaan umat Islam dizalimi dan apa yang harus dilakukan terhadap para penguasa yang munkar?. Saya bisa merasakan marahnya umat atas tindakan sewenang-wenang di atas. Juga umat tidak percaya atas berbagai isu terorisme yang dikembangkan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya melihat ketidakpercayaan rakyat terhadap pernyataan resmi Kapolri sebagai hal yang wajar. Ada dua alasan yang menguatkan anggapan saya itu. Pertama, saya termasuk tokoh yang diundang Mabes Polri untuk mendapatkan penjelasan pemerintah tentang aktivitas terorisme di Indonesia tepat seminggu sebelum bom Bali 1 meledak. Kedua, dalam rangka menutupi rekayasa yang sebenarnya atas Bibit Chandra dalam kasus cicak vs buaya, menurut mantan Kabareskrim Susno Duaji, Kapolri Jenderal BHD telah bohong 5 kali dalam sehari. (lihat: &lt;a href="http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/sehari-kapolri-bohong-lima-kali.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sehari Kapolri Bohong Lima Kali&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan rakyat jelata itu. Saya katakan bahwa, para anggota densus 88 dan siapapun yang terlibat dalam tindakan penghilangan nyawa orang-orang tak berdosa harus segera bertaubat dan meminta halalnya kepada keluarga korban. Sebab, kalau tidak, mereka akan menjadi orang yang bangkrut di akhirat. Karena, sebagaimana disebut dalam suatu hadits bahwa di akhirat akan ada orang yang membawa pahala sebesar gunung lalu datang orang kedua yang meminta pahala tersebut untuk dipakai menutupi dosanya. Ternyata dosa orang kedua itu tidak habis, lalu diberikan kepada orang pertama sehingga orang pertama itu dimasukkan ke dalam neraka. Orang yang kedua adalah orang yang dizalimi, dan orang yang pertama itu adalah orang yang menzaliminya tanpa sempat mendapatkan maaf atas perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, umat harus menggugat tindakan Densus 88 yang main tangkap dan main tembak serta tindakan kesewenang-wenangan lainnya. Gugatan umat ini wajar dan akan berdampak positif bagi ketenteraman dan keadilan di negeri ini. Dan terlepasnya negeri ini dari azab akibat sebuah kemungkaran yang berlaku umum. Lebih dari itu, gugatan ini akan mewujudkan pertolongan kita kepada para aktivis yang selama ini dizalimi sebagai “teroris” dan para anggota Densus yang kalau tidak dicegah dari kezaliman bisa menjadi manusia bangkrut di akhirat kelak. Wallahua’lam! (&lt;a href="http://www.suara-islam.com/news/muhasabah/komentar-mak/822-menggugat-akal-akalan-dalam-isu-terorisme-"&gt;suara-islam.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5816866447621531023?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5816866447621531023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/menggugat-akal-akalan-dalam-isu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5816866447621531023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5816866447621531023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/menggugat-akal-akalan-dalam-isu.html' title='Menggugat Akal-akalan Isu Terorisme'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZME-FliXI/AAAAAAAABD0/-qvOlJC65aw/s72-c/rumah+mohjahri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-3714793616714293354</id><published>2010-05-20T09:37:00.003+07:00</published><updated>2010-05-20T11:15:39.354+07:00</updated><title type='text'>Teroris dan Embedded Journalist</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Sxj2pn8TI/AAAAAAAABDs/FE3mwihbQ30/s1600/d.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Sxj2pn8TI/AAAAAAAABDs/FE3mwihbQ30/s400/d.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473194676685631794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mochtar W. Oetomo (Staf Pengajar Fisib Universitas Trunojoyo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang melawan teroris kembali mengharu-biru jagat media kita pekan lalu. Melalui aksi pengge rebekan dan baku tembak di Cawang, Jakarta Timur, dan di Cikampek, Jawa Barat, pasukan Detasemen Khusus 88 Polri berhasil menewaskan Saptono dan Maulana serta menangkap beberapa terduga teroris lainnya. Dua hari berikutnya, secara beruntun Polri juga melakukan penggerebekan di Sukoharjo dan Solo, Jawa Tengah, dan beberapa terduga teroris dapat diamankan (12-15 Mei 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peristiwa perang melawan teroris tersebut secara dramatis dapat diikuti oleh publik melalui siaran langsung televisi dan laporan media-media lainnya. Melalui media pulalah pemahaman publik tentang teroris dengan segala aksi penumpasannya terbangun. Dalam konteks inilah saya merasa perbincangan tentang embedded journalist (wartawan yang menempel) menjadi relevan dan layak untuk diketengahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah embedded journalist muncul pertama kali saat terjadi perang Irak beberapa tahun lampau. Konsep ini digunakan untuk menjelaskan munculnya fenomena ratusan wartawan yang diikutsertakan pemerintah AS dalam kesatuan-kesatuan militernya yang menyerbu Irak. Dari barak-barak militer AS, para wartawan melaporkan jalannya perang. Dengan sumber berita sepihak, sudut pandang searah, dan tentu saja doktrin ideologis yang sarat kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pemerintah AS, Polri pun agaknya menyadari betul betapa embedded journalist sangat efektif sebagai mesin komunikasi politik. Untuk itulah, selain hadir secara intensif melalui berbagai jumpa pers, Polri membuka ruang seluas-luasnya bagi para wartawan yang ingin ikut serta dalam kesatuan-kesatuan operasional Densus 88 saat melakukan aksi penyisiran dan penyergapan ke lokasi yang diduga menjadi sarang teroris, seperti di Cawang, Cikampek, Sukoharjo, dan Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Primary Definers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala teknik dan ragam liputan langsung televisi saat pasukan Polri baku tembak dengan para teroris melahirkan drama perang antara superhero dan perusuh. Polri sebagai tokoh protagonis di satu pihak, dan para teroris sebagai tokoh antagonis di pihak lain. Polri sadar betul bahwa perang melawan terorisme lebih merupakan perang informasi dibanding perang fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran positif tentang Polri dan pemerintah adalah sebuah keniscayaan yang ha rus dibangun dan dimenangi. Apalagi akhir-akhir ini citra Polri dan pemerintah jatuh hingga ke titik nadir seiring merebaknya kasus mafia hukum, makelar kasus, dan kasus penangkapan serta penahanan Susno Duadji yang mendapat reaksi beragam dari publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Stuart Hall (1994), Polri atau pemerintah dengan demikian menjadi satu-satunya pendefinisi (primary definers) tentang apa, siapa, di mana, kapan, meng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa, dan bagaimana terorisme itu. Citra terorisme sesungguhnya adalah apa yang dicitrakan oleh Polri melalui media yang kemudian ditangkap dan dipersepsikan oleh publik. Berangkat dari fenomena inilah kemudian lahir banyak pertanyaan sinis kepada media atau embedded journalist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang paling mendasar tentu berkisar pada persoalan etika dan profesionalisme media. Sebab, dengan menjadi embedded journalist, wartawan kesulitan untuk menghasilkan berita yang seimbang (cover both sides). Aksi terorisme dalam skala apa pun barangkali memang sulit dibenarkan. Tapi, tindakan yang hanya mendefinisikan mereka dari satu sudut pandang dan tidak memberi ruang bagi mereka untuk berkomunikasi politik sama halnya memperbesar api dalam sekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada beberapa keuntungan mustahak dengan menjadi embedded journalist. Pertama, dengan ikut serta dalam satuan tempur yang dikoordinasikan, tentu saja banyak jatah biaya peliputan bisa dikurangi dibanding jika harus berangkat sendiri menuju medan penyergapan dan mencari sumber-sumber lain di tempat yang berbeda dan berjauhan. Dalam konteks ini, tekanan ekonomi-politik media masih cukup ampuh bagi wartawan Indonesia. Apalagi jika dalam koordinasi selalu dilemparkan doktrin tentang kepentingan keamanan dan martabat bangsa di kancah internasional. Kedua, terjaminnya keamanan. Meliput peristiwa di medan pertempuran seperti saat penyergapan tentu mengandung banyak risiko keselamatan. Maka, melaporkan dengan cara memunggungi peristiwa tempur di balik barisan pasukan Densus 88 dan ditambah pengawasan melekat dari pasukan menjadi sebuah jaminan keselamatan yang menjanjikan. Ketiga, dekat dengan obyek dan sumber berita. Barangkali alasan inilah yang paling relevan bagi seorang embedded journalist. Dengan kompetisi media yang makin keras, keharusan menyampaikan berita dengan lebih cepat dan menarik adalah sebuah keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi embedded journalist, wartawan langsung bisa melaporkan berita dari medan peristiwa dan mewawancarai sumber berita dengan cepat karena sudah siap sedia di lokasi. Meskipun obyek berita dan sumber berita itu hanya dari satu sisi (baca: Polri), paling tidak wartawan tak harus cemas karena selalu bisa menghasilkan berita setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu ketika laporannya dibutuhkan. Satu sisi Maka, jangan heran jika kini ada pembalikan opini publik yang luar biasa seiring dengan keberhasilan pasukan Densus 88 dalam berbagai aksi penyergapan, baku tembak, dan penangkapan terduga teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan Polri saat menyergap dan menembak mati Saptono dan Maulana seakan menjadi puncak kedahsyatan pasukan Densus 88, setelah mereka juga berhasil menewaskan gembong teroris lainnya seperti Dr Azahari, Noor Din M. Top, dan Dulmatin. Dalam sejarahnya, barangkali belum pernah Polri mendapatkan dukungan publik sebesar saat mereka melakukan perang terhadap terorisme seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Dan jangan heran pula jika, di media, kita hanya mendapatkan berita-berita atau laporan-laporan wartawan di seputar lokasi penyergapan dengan segala akibat dan jumlah korban cuma dari satu sisi, dengan sumber berita dan sumber data hanya dari jajaran Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embedded journalist memiliki waktu yang sangat sempit untuk melakukan sebuah liputan yang komprehensif. Karena itu, juga jangan heran jika sulit sekali kita menemukan suara-suara dari para pelaku yang selama ini kita anggap teroris, atau minimal dari kerabat dekat atau keluarga mereka. Bahkan juga sulit kita menemukan suara-suara masyarakat di sekitar lokasi penyergapan yang hidupnya menjadi seperti tersandera, karena adanya aktivitas tempur dengan segala standar keamanan ala militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah segala bentuk perdebatan yang mungkin muncul soal fenomena ini, yakni antara kepentingan nasional dan profesionalisme media, barangkali ada satu hal yang perlu diingat. Wartawan adalah sebuah profesi. Dan profesi apa pun pasti mengandung konsekuensi-konsekuensi dan risiko-risiko. Apakah itu risiko pembiayaan, keamanan, ataupun tingkat kesulitan obyek berita. Jika tidak, bagaimana mungkin berita yang layak, yakni yang memiliki nilai berita, obyektif, aktual, komprehensif, dan inspiratif, bisa didapat. Jangan sampai penihilan ruang komunikasi politik bagi para teroris di media justru semakin menumbuhsuburkan aksi terorisme. Bukankah sejarah telah membuktikan?. Meski terus dicaci-maki dan gembong-gembongnya diberangus habis, aksi terorisme tak pernah mati. (&lt;a href="http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2010/05/20/ArticleHtmls/20_05_2010_011_014.shtml?Mode=1"&gt;korantempo.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_SsOX-25dI/AAAAAAAABDk/fWsIILFE9hE/s1600/neo-opsus.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_SsOX-25dI/AAAAAAAABDk/fWsIILFE9hE/s400/neo-opsus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473188810117801426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-3714793616714293354?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/3714793616714293354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/teroris-dan-embedded-journalist.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3714793616714293354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3714793616714293354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/teroris-dan-embedded-journalist.html' title='Teroris dan Embedded Journalist'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Sxj2pn8TI/AAAAAAAABDs/FE3mwihbQ30/s72-c/d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-6329224287552829233</id><published>2010-05-19T08:50:00.002+07:00</published><updated>2010-05-20T05:33:18.355+07:00</updated><title type='text'>Ba'asyir, Bafana dan Intel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IPVihoNSI/AAAAAAAABC8/7o_KxosE1Ro/s1600/faiz+bafana_.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 234px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IPVihoNSI/AAAAAAAABC8/7o_KxosE1Ro/s400/faiz+bafana_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472453359928096034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faiz Abu Bakar Bafana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian Faiz Abu Bakar Bafana melalui teleconference pada persidangan Ba'asyir menegaskan, bahwa "Kami hadir bersama ustadz dalam sebuah rapat dimana ustadz memerintahkan Mukhlas untuk membunuh Megawati." Rapat itu dipimpin oleh Ba'asyir. Namun, Mukhlas tidak bersedia karena merasa tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Ba'asyir tidak menanggapi kesaksian Faiz Abu Bakar Bafana itu, padahal banyak kelemahan di sana-sini. Mungkin sudah begitu aturan yang digariskan tim pembela hukum Ba'asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faiz Abu Bakar Bafana bertemu Ba'asyir di Malaysia, ketika ustadz dalam pelarian dikejar-kejar setan Orde Baru. Benarkah Ba'asyir merupakan pimpinan JI (Jama'ah Islamiyah)? Memang benar. Lihat posting ber-subject "Mengenai Jama'ah Islamiyah" yang dimuat milis Sabili pada Friday, November 15, 2002 7:21 AM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JI versi Ba'asyir (dan Sungkar) adalah pengajian biasa, bukan kelompok teroris. JI pimpinan Ba'asyir sama sekali tidak punya format kekerasan, tidak radikal. Sebagai kelompok pengajian biasa, mereka sama sekali tidak ada upaya sterilisasi terhadap kemungkinan masuknya virus intel seperti Faiz Abu Bakar Bafana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira, samalah Faiz Abu Bakar Bafana itu dengan Abdul Haris, intel BIN yang disusupkan ke Majelis Mujahidin Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, Republika mengabarkan, setelah Idul Fitri 1423 H sosok Abdul Haris akan ditampilkan sebagai saksi (yang memberatkan) Ba'asyir. Namun entah mengapa, rencana itu tidak jadi. Mungkin karena kedok Abdul Haris sudah keburu dibuka oleh pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, Abdul Haris sudah menjadi agen dan menyusup ke berbagai gerakan Islam sejak badan intelijen masih bernama BAKIN yang salah satu periode kepemimpinannya dijabat oleh ZA Maulani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faiz Abu Bakar Bafana sejak awal menampilkan kesan sebagai orang pergerakan biasa (bukan intel), yang bergabung ke dalam lingkaran Abdullah Sungkar + Abu Bakar Ba'asyir karena ghirah dan ukhuwah (begitulah kesan yang ia bentuk sejak awal). Apalagi didukung oleh sikap politik Mahathir yang menerima pelarian politik dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Mahathir berubah setelah ia bermusuhan dengan Anwar Ibrahim dan merasa terancam kedudukannya. Mulailah Faiz Abu Bakar Bafana menjadi antek Mahathir, yang selanjutnya secara lebih intensif menjadi planted agent di lingkaran Abdullah Sungkar + Abu Bakar Ba'asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format JI AS+ABB tetap non radikal. Tidak ada kaitan dengan Hambali maupun Imam Samudera dll. Hambali memang pernah menjadi bagian dari JI AS+ABB sebelum akhirnya pecah tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena group ABB non radikal, Hambali melepaskan diri. JI yang radikal selain kelompok Hambali adalah kelompok Abu Rushdan. Hambali sudah mati. Abu Rushdan sudah ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Abu Rushdan tidak terlibat kasus Bali. Mereka radikal di Poso, Ambon dan Filipina, untuk membela kaum Muslimin yang teraniaya. Abu Rushdan ditangkap, meski tidak terlibat kasus Bali, karena ia pernah melindungi Sarjio (peracik amunisi kasus peledakan Bali, yang digunakan oleh kelompok Imam Samudera).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjio adalah salah seorang pelaku kasus Bali, yang pada saat dalam pelarian mendapat perlindungan dari Abu Rushdan. Abu Rushdan punya atasan bernama Abu Fatih yang hingga kini masih bebas (belum tertangkap). Namun demikian, Abu Rushdan menjadi motor penggerak dan policy maker bagi kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambali selain berstatus sebagai WNI juga warga negara Malaysia. Ia orang dekatnya As'ad Waka BIN (orang kedua setelah Hendropriyono). Waktu Gus Dur Presiden, As'ad dikenal sebagai orang dekatnya Gus Dur. Hambali juga merupakan planted Agent yang ditanamkan ke dalam gerakan Islam radikal (baik di Indonesia maupun Malaysia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjio salah seorang pelaku peledakan Bali sudah banyak memberi pengakuan kepada POLRI soal sumber-sumber bahan peledak untuk kasus Bali. Bahkan Sarjio siap jika POLRI meminta reka-ulang tentang bagaimana ia meracik bahan peledak untuk kasus Bali. RDX yang diracik Sarjio sumber-sumber (bahannya) berasal dari Mabes TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah Sarjio tidak pernah dijadikan saksi untuk persidangan kasus Bali, misalnya untuk persidangan Amrozy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Republika sering mengungkap keganjilan persidangan kasus Bali. Apakah ini ada kaitannya dengan dipecatnya 15 wartawan Republika oleh Erick Tohir baru-baru ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begitu mudah Ba'asyir disusupi intel? Karena niat mereka cuma satu, yaitu mensosialisasikan perlunya penerapan syari'at Islam. Bahkan kepada intel sekalipun. Ini alasan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, karena pada umumnya mereka tidak punya sense dan knowledge yang memadai soal dunia (tipudaya) intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, banyak sekali dari kalangan "islam pergerakan" atau "islam garis keras" yang bisa dibeli. Seperti Nurhidayat (kasus Lampung 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi berikut ini dapat menjadi salah satu penjelas bagi alasan ketiga di atas. Tentang, keterlibatan SBY + Mendagri dalam kasus pembunuhan Abu Jihad alias Teungku Fauzi Hasbi (putra Hasbi Geudong). Teungku Fauzi Hasbi adalah Intel Madya BIN. Teungku Fauzi Hasbi orang dekatnya As'ad (Waka BIN). Ia sudah menjadi "islam garis keras" sekaligus intel sejak lembaga itu bernama BAKIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Irfan S. Awwas, dalam sebuah tulisannya di Jawa Pos edisi Jumat 27 Desember 2002, berjudul "ICG dan Kesaktian Sidney Jones", dikatakan bahwa: ".Laporan itu hanya menggambarkan bahwa Teungku Fauzi Hasbi (paman Al Chaidar) masih menjalin komunikasi dengan Syafrie hingga kini. Juga digambarkan Hasbi punya kedekatan dengan A.M. Hendropriyono (kepala BIN). Padahal, hingga kini dia masih menjalin kontak tidak saja dengan Syafrie, bahkan dengan banyak petinggi militer aktif dan purnawirawan seperti Wiranto (mantan Pangab). Karena itulah, GAM pimpinan Teungku Fauzi Hasbi oleh kalangan Islam pergerakan disebut GAM made in militer untuk membedakannya dengan GAM lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana pembunuhan Abu Jihad adalah orang BIN, melibatkan beberapa nama tokoh "islam garis keras" seperti Nur Hidayat (provokator kasus Lampung 1989), Gaos Taufik (tokoh NII faksi Ajengan Masduki). Menurut Laporan ICG 8 Agustus 2002, Gaos Taufik adalah pejuang Darul Islam dari Jawa Barat yang kemudian menetap di Medan; kemudian terkait gerakan Komando Jihad, menurut laporan dialah yang melantik Abdullah Umar dan Timsar Zubil. Kini, Gaos Taufik berdomisili di Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teungku Fauzi Hasbi dibunuh di Ambon bersama 2 rekannya dari NII faksi Ajengan Masduki. Mereka adalah Ahmad Saridup dan Agus Saputra. Keduanya bisa mendampingi Teungku Fauzi Hasbi atas rekomendasi dari Nurhidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teungku Fauzi Hasbi dan dua rekannya sebelum dibunuh di Ambon, ditugaskan oleh BIN untuk melakukan bisnis di sana. Sersan Jawali (intel Kodim setempat) menjadi fasilitator selama Teungku Fauzi Hasbi (dan dua rekannya) menjajagi "bisnis" di Ambon. Padahal, Teungku Fauzi Hasbi ditugaskan ke Ambon untuk dibunuh. Dua orang yang menyertai Teungku Fauzi Hasbi dan ikut dibunuh merupakan "bonus" yang diberikan Nurhidayat karena keduanya merupakan seteru Nurhidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkesimpulan, masalah radikalisme (terorisme) yang berkaitan dengan gerakan Islam, tidak sepenuhnya murni. Lebih banyak merupakan rekayasa, dengan dua cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, memasukkan intel seperti Bafana, Hambali, Al-Farouq, atau Abdul Haris ke dalam gerakan Islam, dan menjadikannya radikal, kemudian ditumpas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, membina orang dalam menjadi partner. Seperti yang mereka lakukan terhadap Teungku Fauzi Hasbi, Nurhidayat dan Sudarsono (provokator kasus Lampung 1989), Ahmad Yani Wahid (petinggi Jama'ah Imran, Kasus Cicendo Bandung, dan Pembajakan Woyla).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya, adalah menciptakan hantu teroris yang berasal dari "islam garis keras" atau "islam fundamentalis" atau "islam radikal". (Syaifuddin Bidakara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-6329224287552829233?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/6329224287552829233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/baasyir-bafana-dan-intel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/6329224287552829233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/6329224287552829233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/baasyir-bafana-dan-intel.html' title='Ba&apos;asyir, Bafana dan Intel'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IPVihoNSI/AAAAAAAABC8/7o_KxosE1Ro/s72-c/faiz+bafana_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-9020225291319363811</id><published>2010-05-19T08:46:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T08:46:00.259+07:00</updated><title type='text'>Mengenai Jama’ah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IN85NwYCI/AAAAAAAABC0/5Gw89MB5HLo/s1600/tunas.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IN85NwYCI/AAAAAAAABC0/5Gw89MB5HLo/s400/tunas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472451837010403362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Umar Abduh (Mantan Napol kasus Imran/Cicendo/Woyla, penulis buku "Al Zaytun Sesat"  dan "Al Zaytun Gate")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama’ah Islamiyah memang bukan organisasi maya, keberadaannya memang riil setidaknya sejak 1979, berpusat di Mesir, dan merupakan pecahan dari Ikhwanul Muslimin (IM) pimpinan Hasan Al Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IM sendiri merupakan harakah Islamiyah yang sudah ada sejak tahun 1936. Tahun 1947-1948 IM berhasil mengusir pendudukan Inggris, Perancis dan Rusia di kawasan Terusan Suez. Militansi IM membuat pemerintah Mesir mendapat tekanan internasional. Akibatnya, pemerintah Mesir banyak melakukan tindakan represif terhadap aktivis IM, antara lain melakukan pembunuhan terhadap para pemimpin IM seperti Hasan Al Banna ditembak mati tahun 1950-an, Abdul Qadir Audah dihukum mati (1954) dan Sayyid Quthb dihukum gantung pada tahun 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah Islamiyah dibawah pimpinan Omar Abdur Rahman pernah dituduh pemerintah AS sebagai dalang peledakan gedung WTC di Kenya tahun 1998. Menurut Amerika, aksi itu dilakukan bekerja sama dengan Osamah bin Laden. Setelah sebelumnya, sekitar 1997 pernah pula dituding sebagai dalang peledakan pangkalan militer AS di Saudi Arabia dan kamp militer AS Libanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi dan sistem Jama'ah Islamiyah telah banyak diadopsi atau setidaknya memberi inspirasi bagi banyak harakah Islamiyah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan kawasan ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan DI/TII pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SMK) merupakan gerakan politik Islam militan, yang sistem dan metodologinya berbeda dengan IM maupun pecahannya (Jama'ah Islamiyah). Namun, salah satu faksi neo DI/TII (atau NII) pasca SMK di bawah pimpinan Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir mulai mengadopsi atau terinspirasi oleh metodologi dan sistem ini sekitar tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir pernah memberikan Tadzkirah -sebagaimana Djohan Effendi mengutip majalah Nidaul Islam (lihat KOMPAS edisi 7 November 2002)-- yang semangatnya sama dengan Ja'ma'ah Islamiyah, bukan berarti mereka secara formal-struktural adalah bagian dari Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman. Apalagi sampai menjuluki mereka sebagai Imam (spiritual) gerakan Jama'ah Islamiyah untuk kawasan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman dituduh oleh Amerika pernah bekerja sama melakukan aksi peledakan terhadap fasilitas militer AS, institusi itu sama sekali bukan bagian dari struktur Al Qaedah. Karena nama Al Qaedah sendiri baru dimunculkan AS tahun 2000 pasca tragedi Oklahoma yang ternyata dilakukan oleh Timothy Mc Veigh (warga negara AS) bukan Al Qaedah. Hingga kini tuduhan keterlibatan Al Qaedah terhadap tragedi Oklahoma tidak dapat dibuktikan, begitu pula tuduhan adanya hubungan antara Al Qaedah dengan Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh ini Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir memang tidak pernah menjadi bagian dari harakah Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman. Kesamaan dalam ideologi, meotodologi, sistem berharakah dan kesamaan dalam memposisikan syari'at Islam di dalam konteks kehidupan bernegara, adalah hal yang lumrah dan sama sekali tidak bisa dikatakan adanya kaitan dari sebuah jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi dan sistem berharakah serta bagaimana memposisikan syari'at Islam di dalam konteks kehidupan bernegara, tidak bisa dikaitkan dengan dengan "sikap keras" yang mewarnai perjalanan harakah Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman ataupun sikap berani Osamah bin Laden terhadap Barat (Amerika).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kita mengatakan bahwa TNI atau ABRI adalah institusi tukang jagal dengan merujuk kepada kasus pembantaian tahun 1984 (kasus Tanjung Priok 12 September 1984)? Tentu tidak tepat. Karena, meski doktrin, metodologi dan sistem yang digunakan sama, akan menghasilkan "warna" yang berbeda, mengingat "warna" tadi lebih banyak ditentukan oleh siapa pemimpinnya dan kepentingan politik yang menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kita menyebut adanya sebuah jaringan antara TNI (atau ABRI) kita dengan militer AS, karena sistem dan metodologi yang digunakan sama? Dapatkah kita membebani dosa militer AS yang memborbardir Afghanistan kepada milter kita, hanya karena banyak perwira kita yang bersekolah di AS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana santun dan teduhnya komunitas Partai Keadilan (PK) yang elemen terbesarnya adalah komunitas Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin versi Indonesia), yang juga mengadopsi atau terinspirasi oleh metodologi dan sistem berharakah Ikhwanul Muslimin Mesir pimpinan Syaikh Sa'id Hawwa'. Padahal metodologi dan sistem berharakah yang sama juga ditemukan pada Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain PK, yang sewarna dengan itu adalah SHT (Shabab Hizbut Tahrir), Ponpes Hidayatullah di Kalimantan Timur, Ponpes Ngruki, dan ponpes-ponpes lain yang dikelola oleh para alumninya. Dan masih banyak lagi termasuk KPPSI (Komite Persiapan Penegakan Syari'at Islam) di Sulawesi Selatan, atau MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) yang lahir Agustus 2000 di Yogyakarta. Kalau dikatakan bahwa JI ada di Indonesia, secara sistem dan metodologis bisa dimengerti. Namun secara riil dan formal-struktural sama sekali sangat menggelikan dan terlalu naif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sistem dan metodologinya sama, namun antara SHT, MMI, Hidayatullah, PK, KPPSI, dan Ngruki, tidak punya kaitan formal-struktural, selain jalinan iman semata. Begitu juga dengan KMM (Kumpulan Mujahidin Malaysia) pimpinan Abu Jibril juga tidak ada pertalian formal-struktural meski Abu Jibril merupakan salah seorang penggagas dan bahkan ikut menjabat pada Lajnah Tanfidziyah MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada kaitan dengan Fathurrohman Al-Ghozi dan Hambali adalah KMM pimpinan Abu Jibril. Secara struktural Abu Jibril sudah pisah dengan Abdullah Sungkar (dan Abu Bakar Ba'asyir) sejak tahun 1995 ketika Sungkar menyatakan lepas dari DI/TII (NII) dan mengadopsi manhaj IM atau Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abd. Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, semua institusi itu sama sekali tidak mempunyai kaitan formal-struktural, apalagi mempunyai grand design tertentu yang harus dioperasikan secara serentak dan terpadu. Kesemua institusi itu sama sekali independen dan tidak bisa disamakan (digeneralisir) sebagai JI di kawasan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kesesatan informasi ini bersumber dari analisa dan investigasi Sidney Jones Direktur ICG (Interenational Crisis Group) untuk Indonesia, yang tanpa menggunakan ukuran yang jelas berusaha mengkaitkan semua institusi itu sebagai JI bahkan mengkaitkan kegiatan masa lalu Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir sebagai program JI. Padahal istilah JI baru muncul di dalam ruang persidangan khususnya persidangan Abdullah Sungkar (1979) saja dan tidak pada persidangan lainnya. Nama JI sama sekali tidak pernah digunakan sebagai nama institusi (gerakan) oleh mereka yang disangkakan. (Berita Buana, Rabu, 13 November 2002, hal. 5)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-9020225291319363811?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/9020225291319363811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/mengenai-jamaah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/9020225291319363811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/9020225291319363811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/mengenai-jamaah-islamiyah.html' title='Mengenai Jama’ah Islamiyah'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IN85NwYCI/AAAAAAAABC0/5Gw89MB5HLo/s72-c/tunas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-9004985890843858390</id><published>2010-05-18T14:06:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T14:06:00.728+07:00</updated><title type='text'>Dasamuka yang Gemar Menyaru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IMUiNMIHI/AAAAAAAABCs/SLWaQYocd0A/s1600/cia.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IMUiNMIHI/AAAAAAAABCs/SLWaQYocd0A/s400/cia.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472450044127617138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sosok yang begitu penting, Umar al-Faruq sama membingungkannya seperti tokoh dunia pewayangan Dasamuka --sang raksasa yang memiliki banyak wajah. Oleh kalangan intelijen, khususnya Badan Intelijen Negara (BIN) dan Dinas Rahasia Amerika (CIA), dia. diyakini bagai operator Al-Qaidah di Indonesia. CIA secara khusus menyebut tokoh ini mengakui terlibat dalam berbagai peledakan bom di Indonesia dan ikut serta dalam plot membunuh Presiden Megawati Soekarnoputri. Berdasar pengakuan Al-Faruq itu pula polisi belakangan menangkap Abu Bakar Ba'asyir, tokoh yang disebutnya memberikan perintah melakukan semua kejahatan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun penelusuran TEMPO menunjukkan: sejumlah orang yang dipercaya mengenal Al-Faruq --sebagian di antaranya adalah sumber resmi—terbukti tidak sependapat tentang detail dari riwayat hidupnya. Kapan dan di manakah dia dilahirkan? Benarkah dia tidak bisa berbahasa Indonesia? Kenapa dia bisa memiliki tiga KTP di kota berbeda? Apa sebenarnya aktivitas dia sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan itu hanya akan terjawab jika saja aparat Indonesia tidak menyerahkan Al-Faruq kepemerintah AS. Dan kini, andai Al-Faruq bisa dihadirkan, semua kesaksian yang bertabrakan di bawah ini bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Rahasia Amerika (CIA)Al-Faruq ditangkap di Indonesia 5 Juni lalu dan diserahkan kepada CIA untuk diinterogasi. Setelah berdiam tiga bulan, menurut dokumen CIA yang dikutip majalah Time, Al-Faruq buka mulut seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Lahir di Kuwait, 24 Mei 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Dikenal dengan nama Al-Faruq al-Kuwaiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Tokoh kunci Al-Qaidah di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Berperan membekingi dana gerakan Jamaah Islamiyah yang tokohnya menjadi incaran di Malaysia dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Sejak 1990-an mengikuti latihan Al-Qaidah di kamp Khaldan, Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Kenal dekat dengan pemimpin kamp, Al-Mughira al-Gaza'iri., dan tangan kanan Usamah bin Ladin, Abu Zubaidah. Dia juga mengaku kenal dengan Ibn Al-Shakyl al-Libi, yang kata dia pernah memerintahkan serangan ke pusat-pusat kepentingan Amerika di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Pergi ke Filipina Selatan dan membantu MILF (Front Pembebasan Islam Moro) serta tinggal di kamp Abu Bakar pada 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Membantu Agus Dwikarna (sekarang di tahanan Filipina karena dituduh membawa peledak saat masuk Filipina) melahirkan Lasykar Jundullah, kelompok Islam militan Makassar yang terlibat dalam kekerasan melawan warga Kristen di Poso, Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Mendalangi sejumlah aksi peledakan gereja di Indonesia pada malam Natal 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Mendalangi kerusuhan antar-agama di Poso dan Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Merencanakan penyerangan bom bunuh diri terhadap kapal perang Amerika yang berlabuh di Surabaya, akhir Mei lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Dua kali merencanakan membunuh Presiden Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepolisian RI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 11 Oktober setelah memperoleh izin dari C1A, Kepolisian Republik Indonesia mengirim tim yang beranggotakan Superintenden Benny Mamoto dan Brigjen Aryanto Sutadi (Direktur Tindak Pidana Umum Markas Besar Polri) untuk menginterogasi Al-Faruq di Kabul, Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita baca dari berita acara pemeriksaan Abu Bakar Ba'asyir, interogasi terhadap Al-Faruq dilakukan dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Para interogator Indonesia banya mengumpankan 35 pertanyaan yang dijawab Al-Faruq dengan "yes" atau "no". Al-Faruq hanya sekali menjawab "no", yakni ketika dia ditanya apakah merasa dipaksa dalam interogasi, dan dia menjawab semua pertanyaan di bawah ini dengan "yes".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Apakah nama Anda Ahmad Muhammad alias Faruq al-Kuwaiti alias Mahmud bin Ahmed Muhammed Sagaf alias Umar Faruq?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Anda memakai nama Mahmud bin Ahmad Assegaf ketika berada di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Apakah Anda lahir di Irak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Apakah Anda warga negara Kuwait?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Anda masuk ke Indonesia sejak 1998 dari Filipina?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Anda memimpin Koperasi "Rashid" di Ambon, yang dibiayai oleh Al-Moudi, Direktur Yayasan Al-Haramayn di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Anda bertemu Abu Bakar Ba'asyir di Ambon ketika Anda memimpin koperasi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Anda menerima uang dan tiket dari Abu Zubaidah untuk pergi dari Peshawar (Pakistan) ke Filipina?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Anda berencana menyerang kepentingan Amerika di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Benarkah Abu Bakar Ba'asyir merestui serangan ke Kedutaan Besar Amerika di Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Benarkah Abu Bakar Ba'asyir merestui menggunakan anggota Jamaah Islamiyah untuk menyerang kepentingan Amerika di Asia Tenggara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Benarkah ikut merencanakan peledakan bom di sejumlah gereja pada malam Natal 2000?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mira Agustina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan bercadar ini menikah dengan Al-Faruq pada 26 Juli 1999. Mira, santri Pondok Al-Muttaqien, Jepara, Jawa Tengah, dijodohkan oleh ayahnya (almarhum), Haris Fadillah. Bersama dua anaknnya dari perkawinannya dengan Al-Faruq, Mira kini tinggal di Desa Cijambu, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Time yang mengutip dokumen CIA menunjuk Mira dari Cijeruk itulah istri dari Al-Faruq yang kini ditawan di Baghram, pangkalan Amerika di Afganistan. Namun, ketika ditunjukkan fotokopi gambar Al-Faruq, Mira sendiri mengatakan "tidak mengenalnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Al-Faruq versi Mira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Bernama asli Mahmud bin Ahmad Assegaf, namun sering dipanggil Abu Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Seorang keturunan Arab yang lahir di Ambon, 24 Mei 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Fasih berbahasa Indonesia dengan logat Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Semua keluarga sudah meninggal, dan Faruq punya ayah angkat di Kuwait yang juga sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Sehari-hari berdagang mutiara dan kayu gaharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Senang menonton televisi, terutama film laga dan program flora-fauna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Tidak mengenakan pakaian gamis ala Islam ketika keluar rumah sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dody M. Wibowo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Imigrasi Kelas I Makassar ini pejabat yang bertanggung jawab saat Al-Faruq mengajukan aplikasi paspor. Menurut Dody, Al-Faruq ditangkap dan dikarantina di Makassar karena bersikap mencurigakan: tidak bisa berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah AI-Faruq versi Dody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Al-Faruq mengajukan permohonan paspor dengan nama Faruq Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Memiliki akta kelahiran dengan nama Faruq Ahmad, lahir di Ujung Pandang (nama lama Makassar), 10 Desember 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Memegang KTP Makassar dengan nomor 21.5005.101266.0001, yang berlaku dari 8 Februari 1999 hingga 10 Desember 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Tinggal di Makassar dari 8 Februari 1998 hingga Februari 1999 di Jalan Veteran Selatan Lorong 2/2A. (Warga setempat yang diwawancarai TEMPO mengatakan tidak mengenal nama Faruq, dan menyatakan tidak pernah ada pria yang menyewa rumah tersebut.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Kepada petugas imigrasi, Faruq mengaku datang dari Pakistan dan masuk ke Malaysia, kemudian ke Indonesia. Saat di Malaysia, Faruq kehilangan paspor Pakistan. Dia masuk Indonesia secara ilegal pada Februari 1998, untuk berdakwah sebagai mubalig.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kantor Wali Kota Ambon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Faruq pernah tinggal di Ambon. Dokumen dari kantor ini mendukung kesaksian Mira, bahwa Al-Faruq:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Bernama Mahmud bin Ahmad Assegaf, lahir di Ambon, 24 Mei 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Memiliki KTP Ambon nomor 25.5002.240571.0001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Alamat di BTN Kebun Cengkeh Blok 04 no 2 RT 004/RW 005, Batu Merah, Sirimau, Ambon. (Dari penelusuran TEMPO, tidak banyak tetangga yang mau bercerita tentang Al-Faruq, tapi ada seorang tokoh muda muslim yang menyatakan Al-Faruq sering berdakwah di masjid-masjid, membangkitkan semangat solidaritas keislaman di Maluku.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayi Nugraha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sub-Direktorat Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Departemen Kehakiman. Ayi menunjukkan fotokopi paspor dan KTP Al-Faruq dengan alamat Jakarta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Kantor imigrasi Jakarta Timur mengeluarkan paspor Al-Faruq 27 Februari 2002 atas nama Ahmad Assegaf dengan foto Al-Faruq seperti yang diberitakan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Dia membawa KTP nomor 09.5401.240571.85277 dengan alamat RT 03/RW 07, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Al-Dafiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa usaha Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta ini memberikan dua keterangan berbeda tentang kewarganegaraan Al-Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Al-Faruq memiliki paspor Irak dan lahir 1969 dengan nama Mahmud Ahmad Muhammad Al-Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Dia masuk ke Kuwait pada 1985 dan bekerja di sana hingga meninggalkan Kuwait tahun 1995. (Namun ketika dihubungi TEMPO lagi pekan lalu, Al-Dafiri menyatakan Faruq lahir di Kuwait dan meninggalkan Kuwait pada 1995.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian keluarganya masih di Kuwait, namun tetap bukan warga negara Kuwait. (Majalah TEMPO Edisi 25 November – 1 Desember 2002, hal. 69 - 87)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-9004985890843858390?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/9004985890843858390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/dasamuka-yang-gemar-menyaru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/9004985890843858390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/9004985890843858390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/dasamuka-yang-gemar-menyaru.html' title='Dasamuka yang Gemar Menyaru'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IMUiNMIHI/AAAAAAAABCs/SLWaQYocd0A/s72-c/cia.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-1205853879210807059</id><published>2010-05-18T13:19:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T13:19:00.096+07:00</updated><title type='text'>Jejak Intelijen di Balik Al-Farouq</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FcUKcGXRI/AAAAAAAABBw/Axp41cZ2VN0/s1600/time.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 526px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FcUKcGXRI/AAAAAAAABBw/Axp41cZ2VN0/s1600/time.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak misteri dalam pengakuan itu. Siapa sebenarnya Al-Faruq? Kenapa Badan Intelijen Negara (BIN), yang menangkapnya atas tuduhan pelanggaran imigrasi, membiarkan dia jatuh ke tangan CIA? Kenapa Al-Faruq tidak diadili di sini jika benar ia telah membuat kejahatan besar di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pula Abdul Haris, seorang aktivis Majelis Mujahidin Indonesia yang ditangkap bersama Al-Faruq, dilepas begitu saja? Benarkah dia tokoh yang disusupkan BIN ke dalam Majelis Mujahidin Indonesia untuk menjaring Ba’asyir dan kawan-kawan? Berikut ini investigasi TEMPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI atas latar warna biru toska, gambar burung garuda dikitari bintang-bintang kecil terpampang pada kulit muka buku kecil itu. Mereka yang kerap berhubungan dengan dunia intelijen akan mudah mengenalinya sebagai simbol Badan Intelijen Negara (BIN). Dan pada bagian bawah sampul itu tercantum kata-kata "Sangat Rahasia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku. kecil setebal 12 halaman itu, yang disalin isinya pekan lalu oleh wartawan TEMPO, memang memuat informasi yang tidak banyak diketahui umum. Sebagian isinya membeberkan rencana jahat sekelompok teroris untuk membunuh Megawati Soekarnoputri sebanyak dua kali, yakni ketika Megawati masih wakil presiden dan setelah menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, pembunuhan itu tidak pernah terjadi. Namun, buku kecil itu bercerita lebih banyak dari sekadar plot dan skenario. Dia juga menghadirkan aktor-aktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aktor adalah Syawal alias Salim Yasin alias Abu Seta, pria asal Makassar yang disebut dalam buku itu pernah berjihad di Afganistan. Dialah salah satu teroris yang, menurut buku itu, berencana membunuh Megawati pada Mei 1999. Adalah Syawal pula orang pertama yang dikontak ketika Umar al-Faruq alias Mahmud bin Assegaf, pria asal Kuwait itu, datang ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kisah selebihnya sudah menjadi rahasia umum. Majalah Time pada edisi 23 September 2002 memuat laporan utama yang mengguncangkan, membuat kisah yang semula hanya menjadi kasak-kusuk lingkungan intelijen itu terkuak ke kalangan publik. Mengutip antara lain dokumen Dinas Rahasia Amerika (CIA), majalah itu menulis pengakuan lengkap Al-Faruq, yang pernah tercatat sebagai penduduk Desa Cijambu, Kecamatan Cijeruk, Jawa Barat. Lebih dari sekadar operator, menurut Time, Al-Faruq adalah petinggi Al-Qaidah untuk kawasan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping terlibat dalam dua kali rencana pembunuhan terhadap Megawati, menurut majalah itu Al-Faruq mengaku terlibat dalam peledakan bom di sejumlah kota di Indonesia pada malam Natal tahun 2000 serta merencanakan peledakan sejumlah sarana milik AS di Singapura dan Indonesia. Semua aksi ini ia lakukan dengan bantuan Abu Bakar Ba'asyir, pemimpin Pondok Pesantren Ngruki, Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian Al-Faruq yang direkam oleh CIA itu segera mendatangkan hasilnya di Jakarta. Pengakuan itu membuat polisi punya alasan menahan Abu Bakar Ba'asyir, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia yang juga disebut-sebut sebagai pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah. Belakangan, polisi Indonesia memang membantah penangkapan Ba'asyir melulu berdasar nyanyian Al-Faruq, tapi berdasar pula kesaksian warga Malaysia yang ditahan pemerintah Singapura, Faiz bin Abu Bakar Bafana (lihat TEMPO 18 November 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Faruq menjadi orang pertama yang "bernyanyi" tentang Ba'asyir dan membuat ustad ini ditahan polisi pada 18 Oktober lalu, beberapa hari setelah ledakan bom hebat mengguncang Legian, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siapa sebenarnya Al-Faruq, yang menurut buku kecil BIN itu kini ditawan di pangkalan militer milik Amerika Serikat di Baghram, Afganistan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelusuran TEMPO atas tokoh ini lebih banyak memunculkan pertanyaan baru ketimbang membuatnya jernih. Sejumlah dokumen resmi menyebut dia lahir di Indonesia dan warga negara negeri ini. Sumber lain menyebut dia lahir di Irak atau Kuwait dan memiliki paspor Kuwait. Yang hampir pasti, ia memiliki kartu tanda penduduk, akta kelahiran, dan kartu keluarga di empat lokasi: Ambon, Makassar, Jakarta, dan Bogor (lihat Dasamuka yang Suka Menyaru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun Al-Faruq, ia kini populer sebagai teroris besar dengan rencana yang sangat jahat, seperti ingin membunuh presiden serta belasan orang dalam kasus bom Natal. Tapi kenapa dia kini berada di dalam tahanan Amerika, bukan di balik jeruji Indonesia sehingga bisa menjawab sebagian dari misteri hidupnya? Bukankah ia ditangkap di Indonesia, oleh aparat Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Faruq diciduk pada 5 Juni 2002 di Masjid Raya Bogor. Alasan resmi penangkapannya adalah pelanggaran dokumen imigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kehakiman Yusril Izha Mahendra menjelaskan dalam pertemuan dengan anggota DPR Oktober silam, Faruq dideportasi karena, sebagai orang Timur Tengah yang mengaku warga negara Indonesia, ia tak bisa menunjukkan surat bukti kewarganegaraan Indonesia. Al-Faruq dihijrahkan ke Malaysia dengan pesawat Malaysia Airlines beberapa saat setelah ia dibekuk. Dan Muchyar Yara, Asisten Kepala BIN Bidang Hubungan Masyarakat, mengatakan Al-Faruq dideportasi ke Malaysia atas permintaannya sendiri (lihat Misteri Hari Terakhir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia, Amerika Serikat, Guantanamo, Kuba. Atau Baghram, Afganistan. Entah di mana Al-Faruq sesungguhnya berada sekarang. Sebab, kisahnya ke Malaysia pun boleh jadi cuma fiksi. Seorang pejabat BIN kepada TEMPO beberapa waktu lalu mengatakan: "Faruq sebetulnya tidak diekstradisi ke Malaysia, tapi langsung diangkut ke Amerika Serikat," ujamya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat BIN, menurut sumber itu, mencap sendiri paspor Faruq seperti seolah-olah dia pergi ke Malaysia. "Dengan begitu, orang akan yakin dia terbang dulu dari Indonesia, ke Malaysia, baru ke Amerika Serikat," katanya. Padahal, pada kenyataannya Al-Faruq diangkut langsung ke sebuah pesawat militer Amerika yang sudah menunggu di Bandara Halim Perdanakusumah. Prosedur istimewa? Tidak sepenuhnya begitu dan toh ini bukan pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah media asing, majalah Time edisi 18 Maret 2002, misalnya, menyebut adanya kerja sama yang baik antara intelijen Indonesia dan Amerika dalam "perang melawan teror". Al-Faruq bukanlah hasil tangkapan Indonesia pertama yang kemudian disetor ke Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian The Australian menulis tentang seorang Pakistan bernama Hafiz Muhammad Sasa Iqbal yang ditangkap dalam operasi intelijen Indonesia pada 9 Januari 2002 dan "dideportasi" ke Mesir atas permintaan CIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasan resminya kepada Koran Tempo (edisi 25 Februari 2002), Kapolri Da'i Bachtiar mengatakan: "Iqbal adalah titipan dari pihak imigrasi yang pernah diperiksa polisi. Dia juga disebut-sebut punya kaitan dengan jaringan Al-Qaidah sehingga dideportasi ke luar negeri." Tapi pengakuan Faruq membuat kisah pengirimannya ke luar negeri menjadi lebih kontroversial dibanding Iqbal. Banyak pihak, termasuk media massa, mempersoalkan mengapa Indonesia menyerahkan begitu saja orang yang dituding melakukan kejahatan besar di Indonesia ke tangan orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor emeritus Daniel S. Lev, bekas dosen Universitas Washington di Seattle dan seorang pengamat senior masalah Indonesia, termasuk yang memandang aneh pelepasan Al-Faruq itu. "Semestinya ia diadili di Indonesia," kata Lev, yang pernah mengkaji sistem hukum Indonesia serta mendalami masalah hak asasi manusia dan perbandingan politik. "Bukankah perbuatan pidana yang dituduhkan itu terjadi di Indonesia, bukan Amerika? Atas dasar apa dia diserahkan ke Amerika?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lev mengatakan, dia mengendus ada permainan tapi tidak tahu persis permainan apa. "Saya tanya ke orang-orang di Washington. Tapi mereka juga mengaku tidak tahu," ujamya. "Pemerintahan Bush memang aneh. Tetapi yang lebih aneh lagi adalah Jakarta, mengapa pemerintah rela begitu saja menyerahkan orang ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;imageJangankan Daniel Lev. Mira Agustina, istri Al-Faruq, pun mengaku penuh diliputi tanda tanya ketika suaminya tiba-tiba menghilang begitu saja sejak 4 Juni lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh pada 5 Juni, dua orang berbadan tegap serta berjaket hitam yang mengaku aparat imigrasi memberondong masuk rumahnya di Cijeruk, Bogor. Menurut Oman Komariah, ibu Mira, ada sekitar 20 pria dengan perawakan dan pakaian serupa yang menunggu di halaman rumah. "Mereka minta diantar ke kamar Faruq dan akan segera membawa Al-Faruq," kata Oman. Tapi Al-Faruq tidak ada. Para tamu akhirnya hanya membawa sejumlah barang dan berkas milik tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua rukun warga setempat, Ukus Sewaka, yang datang mendekat karena mendengar suara gaduh, mencoba menanyakan identitas para tamu asing itu, tapi dijawab singkat dan sangar: "Dari imigrasi pusat!" Tatkala Ukus mau mencatat nomor mobil mereka --empat Mitsubishi Kuda dan satu Panther asal Jakarta dan Bogor-- mereka mencegahnya. Itu membuat Ukus mengerut dan tak berani ikut masuk ke rumah Mira ketika terjadi penggeledahan. "Abdi sieun (saya takut)," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muchyar Yara dari BIN mengatakan penggerebekan dan penangkapan Al-Faruq dilakukan lembaganya bersama aparat imigrasi. Tapi, kata Yara, BIN-lah yang melakukan koordinasi. "Penangkapan itu memang kami yang mengarahkan," tuturnya. Alasan keimigrasian bisa jadi bukan dalih utama. "Kami memperoleh informasi awal dari intelijen Filipina, Singapura, dan Amerika bahwa ada orang asing di kampung (Cijambu, Kecamatan Cijeruk, Bogor) yang terlibat dalam jaringan terorisme," Yara melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Polkam, Susilo Bambang Yudhoyono, membenarkan kesaksian Muchyar Yara. Dalam pernyataannya di Bandung, 20 September lalu, Yudhoyono mengatakan: "Pemerintah tahu pasti rencana dan penangkapan Al-Faruq. Sebab, pekerjaan itu dilakukan intelijen Indonesia setelah melakukan investigasi untuk memerangi terorisme."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Faruq, menurut Muchyar Yara, ditangkap oleh suatu tim di bawah komando Mayor Andika, seorang perwira Kopassus yang diperbantukan ke BIN. Kebetulan atau tidak, sang Mayor adalah menantu Kepala BIN Letnan Jenderal (Purn.) Hendropriyono. Dengan kata lain, ini lebih mirip operasi polisi. BIN rupanya tidak hanya melakukan pengumpulan data intelijen, tapi juga menangkapi orang --sebuah praktek yang ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada kejanggalan lain. Pihak imigrasi sendiri membantah terlibat. Direktur Jenderal Imigrasi Iman Santoso, yang tengah berada di Jerman saat itu, mengatakan tidak tahu masalah dan alasan penangkapan. Al-Faruq. Sementara itu, Kepala Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Ade Endang Dahlan juga menegaskan pihak imigrasi tidak mengetahui ataupun terlibat dalam penangkapan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepolisian Republik Indonesia memang belakangan mengirirnkan dua petugasnya ke Afganistan untuk memeriksa Al-Faruq guna kepentingan penyidikan terhadap Abu Bakar Ba'asyir. "Tapi mereka manbantah keterlibatannya dalam penangkapan Al-Faruq sendiri. "Tidak pernah ada penangkapan itu," kata Kepala Humas Polri Brigjen Saleh Sa'af kepada Tempo News Room, awal Juli lalu. Belakangan, seorang perwira tinggi di Mabes Polri membisikkan hal ini kepada TEMPO: "BIN tak melibatkan polisi." Menurut pejabat itu, setelah ditangkap, BIN menyerahkan Faruq ke polisi. Namun polisi tak bisa menemukan bukti pelanggarann.ya kecuali soal pemalsuan dokumen imigrasi itu. Lalu, soal deportasi ke Amerika itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyerahan ke Amerika itu tidak lepas dari desakan negara adikuasa tersebut,” kata sumber di Polri tersebut. "Dan ini membuktikan bahwa nuansa politis dari kasus ini semakin jelas." Tekanan politis ini pula yang barangkali membuat BIN akhirnya merelakan jeri.h-payah memburu Al-Faruq yang mereka lakukan dilakukan melalui penyadapan jaringan telepon internasional (lihat Jejak Seluler Meringkus Faruq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunjingan terhadap BIN makin keras ketika sebuah fakta lain muncul dalam penangkapan Faruq. Seorang pria bernama Abdul Haris dibekuk bersamanya, tapi kemudian dibebaskan. Kepada TEMPO, yang sempat mewawancarainya, Haris mengaku persangkutannya dengan Faruq hanya karena urusan paspor. "Saya mengenal Faruq karena membantu menguruskan paspor isterinya, Mbak Mira," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penelusuran TEMPO menemukan indikasi kuat bahwa dia bukan sekadar "calo paspor": dia orang BIN yang ditanam dalam Majelis Mujahidin Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Majelis Mujahidin, Haris duduk sebagai pengurus di Departemen Hubungan Antar-Mujahid --sebuah posisi strategis yang mengatur hubungan antar-organisasi Islam di dalam dan di luar negeri. Namun, pada saat yang sama, bahkan Polri sendiri mengatakan Haris adalah anggota BIN. Dalam pernyataan resminya yang dilansir oleh situs Liputan6.com, Kapolri Da'i Bachtiar menyatakan Haris adalah orang BIN yang menemani dua polisi berangkat ke Afganistan untuk menemui Al-Faruq. Berita ini juga disiarkan beberapa kali oleh SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada TEMPO, Haris sendiri membantah dia orang BIN. Demikian pula Muchyar Yara, yang mendukung pernyataan Haris dalam soal itu. Tapi, Yara mengatakan Haris adalah kawan lama Hendropriyono –sebuah fakta yang membuat kalangan Majelis Mujahidin bisa saja memiliki alasan untuk curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklumlah, ada bebacapa "kebetulan" yang menyusahkan organisasi itu. Abdul Haris menghilang dari pertemuan dan kegiatan Majelis Mujahidin bersamaan dengan hilangnya Faruq. Ihwal menghilangnya Haris sebenarnya disadari oleh aktivis MMI. "Sudah sekitar enam bulan Haris tidak aktif. Kami memang mendapat kabar bahwa dia seorang agen yang disusupkan, tapi kami tidak gegabah mempercayainya sebelum diklarifikasi,"ujar Irfan S Awwas, Ketua Tanfidziyah MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Faruq, yang ternyata disetor kepada CIA, kini menyanyikan pengakuan yang menyudutkan Ba'asyir dan membuatnya ditahan polisi. "Haris itu orangnya baik dan humanis, tapi saya tak mengira dia itu munafik," kata Elang Lesmana Ibrahim, seorang aktivis Islam dari Bandung, yang beberapa kali bertemu Haris (lihat Donnie Brasco dari Ciputat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah intelijen Indonesia memang mencatat kelompok-kelompok radikal Islam, sebagai salah satu "kerikil dalam sepatu" yang terus-menerus ada. Dan bukan hal baru kalangan intelijen menanam agennya ke organisasi Islam dengan tujuan melumpuhkannya. "Sejak masa Orde Baru, kelompok Islam selalu dipermainkan," kata Daniel Lev. "Dari sudut pandang intelijen seperti BIN –dulu Bakin-- orang-orang radikal Islam berguna sekali karena gampang digerakkan dan dipakai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendropriyono sendiri bukan sekali ini bersilangan riwayat hidupnya dengan gerakan radikal Islam. Pada akhir dasawarsa 1980, ketika masih menjadi Komandan Korem di Lampung, dia memimpin operasi menumpas Gerakan Warsidi sebuah kelompok yang dituduh ingin mendirikan negara Islam. Darah tumpah di situ, dan Human Rights Watch menyebutnya sebagai "The Butcher of Lampung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Hendropriyono, yang belakangan ini dikenal akrab dengan sejumlah tokoh Islam, bukan lagi tentara lapangan. Dia memimpin BIN, lembaga intelijen yang belakangan ini memperoleh kekuasaan besar setelah keluarnya Perpu Anti- terorisme pada 18 Oktober lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendropriyono tak bersedia memenuhi permintaan wawancara TEMPO. Muchyar Yara, yang diminta mewakilinya, menolak tuduhan BIN atau Hendropriyono menanam Haris untuk menjaring Ba'asyir. “Tapi, jika benar Haris orang BIN, apakah itu sesuatu yang salah?" kata Muchyar. "Bukankah yang dimata-matai itu orang asing yang bikin kekacauan, di Poso, Ambon, dan sebagainya?" (lihat "Haris Teman Lama Hendro")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Faruq yang dimata-matai bisa saja orang asing. Dan Al-Faruq, melalui sebuah rekaman video yang diperoleh BIN, barangkali benar pemah melatih orang-orang Islam dalam sebuah kamp di Poso. Tapi, Ba'asyir adalah warga negara Indonesia yang sudah terkena getah dari pengakuan Al-Faruq di depan CIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bahkan bukan sekadar nasib seorang Ba'asyir yang tudingan terhadapnya masih harus dibuktikan di pengadilan kelak. Ini menyangkut hendak dikemanakan badan intelijen Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah ledakan dahsyat di Legian, Bali, pemerintahan Megawati mengeluarkan peraturan pemerintah tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Peraturan itu memberikan peran lebih besar lagi kepada Kepala BIN, yang pada pemerintahan Megawati memiliki posisi setara menteri kabinet. Dan kini, setelah Bali, Megawati memberi BIN wewenang untuk melakukan koordinasi atas semua badan intelijen yang ada di berbagai departemen dan kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi BIN juga bisa lebih kuat lagi mengingat data intelijen yang dijaring melalui kegiatan mata-mata, seperti penyadapan dan penyusupan, kini bisa diterima sebagai alat untuk menahan seorang tersangka teroris, meskipun keabsahan data itu harus diuji oleh pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah serangan teror di Bali, meski semula enggan, Indonesia akhirnya harus terlibat dalam barisan perang melawan terorisme yang dipimpin Amerika. Banyak negara lain juga melakukannya dengan, antara lain, mengadopsi undang-undang anti-terorisme. Namun, seperti dilaporkan Human Rights Watch awal tahun ini, "perang melawan terorisme" ternyata banyak pula disalahgunakan oleh rezim- rezim otoriter untuk menindas oposisi dan para pengkritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat badan intelijen yang punya akuntabilitas adalah salah satu cara menghindari ekses seperti itu. (Majalah TEMPO Edisi 25 November – 1 Desember 2002, hal. 69 - 87)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-1205853879210807059?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/1205853879210807059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/jejak-intelijen-di-balik-al-farouq.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1205853879210807059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1205853879210807059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/jejak-intelijen-di-balik-al-farouq.html' title='Jejak Intelijen di Balik Al-Farouq'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FcUKcGXRI/AAAAAAAABBw/Axp41cZ2VN0/s72-c/time.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-8945985664964250264</id><published>2010-05-18T13:02:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T13:02:00.110+07:00</updated><title type='text'>Umar Al-Faruq itu Direkrut oleh CIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FcUKcGXRI/AAAAAAAABBw/Axp41cZ2VN0/s1600/time.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 304px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FcUKcGXRI/AAAAAAAABBw/Axp41cZ2VN0/s400/time.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472256523701214482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DR. A.C. Manullang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH ledakan granat mengguncang Jakarta, Senin (23/9) dini hari. Lokasi peristiwanya sangat dekat dengan mess Kedutaan Besar Amerika Serikat di Menteng, Jakarta Pusat. Orang pun lalu mengaitkan peristiwa ini dengan isu terorisme yang dua pekan ini santer diberitakan media massa. Termasuk kemungkinan peranan Amerika Serikat sebagai salah satu sasaran teror. Tapi betulkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat intelijen dan bekas Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), DR. A.C. Manullang, menilai bom itu memang disengaja dan memang dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa terorisme memang ada di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yostinus Tomi Aryanto dari Tempo News Room yang mewawancarainya, Selasa siang, doktor di bidang sosiologi dan politik itu menganalis bahwa yang paling berkepentingan dengan tujuan itu adalah Amerika Serikat. Teror bom itu, kata Manullang, tak bisa dipisahkan dari skenario besar Amerika dalam kampamyenya memerangi terorisme internasional. Dalam proyek itu, Indonesia merupakan salah satu titik strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia punya teori, “Di sini mudah merekrut teroris,” kata intelijen yang 14 tahun belajar anti-teror di Jerman. Menullang juga mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Umar Al-Faruq, yang sedang ditahan CIA dan diberitakan pernah mengancam keselamatan Presiden Megawati, adalah agen didikan Amerika sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan melalui sambungan telepon, intelijen yang menolak menyebutkan kepanjangan dari singkatan “A.C.” di depan nama marganya itu, menjawab semua pertanyaan dengan nada tinggi. Sesekali ia terkekeh jika ada hal yang dianggapnya lucu atau aneh dan patut ditertawakan. Berikut petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa analisis Anda terhadap tuduhan badan intelijen Amerika, CIA, yang mengatakan Indonesia merupakan sarang terorisme dan penyebaran agen Al-Qaidah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terorisme dan Al-Qaidah itu bukan hanya yang sekarang ada. Malah saya sudah katakan lebih jauh lagi. Sejak empat tahun lalu Indonesia sudah menjadi sarang teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari mana itu diketahui?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin Amerika Serikat ini merekrut orang-orang Indonesia untuk dijadikan agen-agen pelaksana grand strategy-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maksud saya, apa yang Anda maksud dengan sudah ada terorisme di Indonesia sejak empat tahun lalu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, Umar Al-Faruq itu sudah banyak merekrut orang-orang di Indonesia. Orang-orang ini tidak menyadari telah direkrut dalam satu paket bersama Umar Al-Faruq. Dan saya katakan, bukan tidak mungkin Umar Al-Faruq sendiri adalah produk rekrutmen CIA. Sekarang, dalam permainan atau kasus ini, Indonesia mengatakan bahwa Umar Al-Faruq diketahui oleh Badan Intelijen Negara dari CIA, sehingga bisa ditangkap. Saya ingin katakan di sini, pasti dan sudah pas bahwa Umar Al-Faruq sendiri ada di tangan seorang agen intelijen kita. Itu jauh hari sebelum ini. Al-Faruq ini dikatakan sebagai orang Al-Qaidah di Asia Tenggara. Tetapi, intelijen kita sudah mengetahui jauh hari sebelum ini, bahwa dia berhubungan dengan pembantu utama Usamah Bin Ladin yang bernama Hussein. Jadi, Al-Faruq sudah melaksanakan banyak rekrutmen. Ini dibuktikan dengan adanya hubungan dia dengan Agus Dwikarna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah bisa berhubungan dengan Agus Dwikarna, apalagi dengan yang lain. Istrinya yang ada di Bogor, dengan segala macam, dan dengan yang di daerah lain. Tetapi, Anda harus tahu, bahwa pekerjaan intelijen itu: Anda boleh tahu siapa dan di mana Umar Al-Faruq itu. Tetapi, Anda tidak pernah tahu bagaimana dia bekerja. Jadi, Al-Faruq itu, menurut saya dan dari informasi yang ada di intelijen, sudah banyak merugikan Islam sendiri. Karena apa? Sebab dia itu binaan CIA sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda yakin Al-Faruq ini agen binaan CIA yang disusupkan di Al-Qaidah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Dia disusupkan di Al-Qaidah. Dan Umar Al-Faruq sendiri tidak pernah sadar bahwa dia telah direkrut oleh CIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maksudnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekrutmen (dalam) intelijen itu orangnya tidak sadar. Juga Anda sendiri. Mengapa saya bersedia bicara dengan saudara. Karena saya ingin BIN bersama-sama dengan anda bekerja untuk memberikan informasi yang benar kepada negara kita ini. Itulah rekrutmen. Nah, sekarang, berkaitan dengan bom yang ada di Menteng kemarin, itu hanya memberikan indikasi agar masyarakat resah. Kedua, menunjukkan bahwa Megawati sudah tidak punya kuasa apa-apa lagi. Dan ketiga, untuk menunjukkan bahwa di Indonesia ini terorisnya masih eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah itu ada hubungannya dengan upaya meminta Abu Bakar Ba’asyir agar dikirim ke Amerika?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIA sendiri mencantumkan Ba’asyir sebagai salah satu teroris dalam daftar mereka dan menjadi target operasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu betul. Tapi (jika dilakukan) salah besar. Tidak ada dan tidak boleh kita mengekstradisi Abu Bakar Ba’asyir ke Amerika. Sebab, menurut data intelijen Indonesia, tidak ada petunjuk Ba’asyir mempunyai indikasi sebagai teroris internasional atau nasional. Bahwa ada kesan dia keras, kan boleh saja orang keras (tertawa). Jadi tidak benar (dia teroris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lo lalu, siapa dong yang Anda maksud sebagai orang-orang yang direkrut Umar Al-Faruq di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang direkrut itu tentunya orang-orang yang tidak terkenal. Kalau terkenal seperti Abu Bakar itu, yang sudah kuat, sudah sulit direkrut (tertawa terkekeh). Kalau tukang becak yang ngebom kemarin, itu gampang. Tetapi, kalau pemerintah Indonesia mengatakan bahwa terorisme itu tidak ada, itu keliru. Data intelijen mengatakan itu sudah lama ada. Nah, sekarang, kenapa Amerika menggebu-gebu dengan terorisme ini di Indonesia? Karena orang Indonesia dianggap paling gampang direkrut jadi agen, tergantung kepentingan politiknya. Contohnya, sekarang banyak orang demonstrasi anti-Amerika. Alasannya, karena Amerika anti-teroris, yang seolah diidentikkan dengan Islam. Tetapi, ini harus Anda tulis, itulah sasaran atau target intelijen Amerika, yaitu supaya di Indonesia bangkit sentimen anti-Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa tujuannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya, kalau sentimen anti-Amerika yang menggebu itu bangkit, maka dia akan mendaftar orang dan berkata kepada pemerintah Indonesia, terutama kepada BIN, “Inilah orang-orang teroris di pesantren-pesantren itu. Maka izinkanlah kami datang menangkapnya, bersama-sama Anda,” begitu. Jadi, kalau terus-menerus kita demo di sini, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi Afganistan kedua. Oleh karena itu, Megawati ini sudah tidak punya apa-apa. Yah, lebih baik lengser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Posisi Indonesia itu se-strategis apa dalam konteks strategi besar Amerika, sepengetahuan Anda dari kacamata intelijen?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Amerika mengobarkan anti-terorisme, targetnya di Indonesia adalah: Indonesia sangat potensial untuk dijadikan sarang terorisme. Kenapa? Indonesia ini militan. Agama Islamnya radikal. Banyak LSM-LSM yang ekstrim kiri dan ekstrim kanan. Dan,kita paling lemah intelijennya. Kenapa lemah? Karena tak ada duit (tertawa terkekeh panjang). Saya bilang pada Pak Hendro (Kepala BIN, red.), “Mana bisa kerja lu. Nggak ada duit lu. Beda dengan zaman Soeharto dulu.” Jadi Amerika sangat senang dengan keributan-keributan di Indonesia sekarang ini. Inilah yang saya katakan, dalam bahasa intelijen, CIA berhasil membentuk Indonesia sebagai tension of local conflict, artinya konflik lokal yang bisa dikendalikan oleh dia. Yang meskipun ada konflik, tetapi tidak sampai menyala. Tidak seperti konflik di Kalimantan yang tak terkendali itu. Ini bisa dikendalikan. Dipegang dan diatur. Sehingga bukan tidak mungkin mereka juga membuat bom itu, mengingat perlunya disitir atau dinyatakan bahwa di Indonesia ini masih berkeliaran teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selain perekrutan, indikasi lain apa yang lebih jelas dari adanya operasi intelijen Amerika?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain hampir seluruh laporan dari Indonesia ini: mengenai buruh, petani, tenaga kerja, kelaparan, dan sebagainya itu lengkap di Amerika. Siapa yang membuat itu? Dari mana? Ya dari yang direkrut itu tadi. Itulah bedanya intelijen dengan bukan. Kami bisa bedakan antara yang direkrut dan yang bukan. Kalau dia berkata bisa, sedangkan saya bilang tidak. Itu omong kosong. Karena saya setingkat dengan mereka. Sama-sama sekolah di Eropa. Tahu apa mereka (tentang) bangsaku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Peran agen-agen itu terbuka atau semuanya tertutup?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi intelijen itu ada dua macam: terbuka seperti pers dan pejabat-pejabat seperti konsul-konsulnya. Kedutaan Amerika itu adalah orang-orang yang sudah direkrut CIA, kecuali duta besarnya. Itu yang terbuka. Maka mereka bisa bertemu siapa saja untuk memperoleh informasi. Sedangkan yang tertutup ada juga. Namanya operasi klandestin. Itu sangat berat. Karena Anda tidak mengetahui kalau mereka mencari sesuatu seperti dokumen dari Anda. Bisa melalui istri atau orang-orang dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artinya, bisa juga melalui bantuan lembaga-lembaga seperti LSM?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Melalui bantuan itu disampaikan maksud-maksud mereka. Caranya, LSM itu menuntut turunnya Megawati. Itu salah satu faktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda dua kali menyebut Megawati mesti turun. Apa faktor dari Megawati yang membuat Amerika menghendakinya harus turun?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati itu pada awalnya dianggap bisa menjadi perpanjangan tangan dari Amerika. Tetapi ternyata dia tidak bisa tegas terhadap Islam. Sampai sekarang kerjanya hanya rusuh saja. Tidak ada kekuatannya. Maka, berkali-kali ini saya kemukakan, bagaimanapun, cepat atau lambat, harus segera muncul orang kuat dari negeri ini. Yang bisa menarik bangsa ini keluar dari keterpurukan. Dan di dukung militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut anda, siapa orang kuat itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ada orangnya. Ada itu desain kami. Sudah dipersiapkan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari kalangan militer atau sipil?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tidak masalah. Tetapi yang di dukung militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oke, kembali ke soal terorisme. Apa target jangka pendek Amerika di sini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membentuk segera peluang agar mereka bisa masuk di sini. Itu target jangka pendek. Jadi kalau benar di sini ada teroris, mereka segera bisa bergerak masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Komitmen Amerika pada Megawati untuk memberikan bantuan militer dan kepolisian beberapa waktu lalu, menurut Anda apakah berhubungan dengan operasi intelijen ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ada. Cuma, apakah sudah dicairkan? Saya lihat belum. Karena apa? Terorisme masih jalan. Keamanan belum jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu peran BIN dalam operasi ini di mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas mereka, sebenarnya, harus mampu mendeteksi secara dini segala permasalahan, terutama berkaitan dengan kegiatan terorisme dan Al-Qaidah ini. Lalu melaporkannya kepada Presiden Megawati. Kemudian Megawati memerintahkan kepada polisi dan jajarannya yang lain untuk menanganinya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi kenapa dalam kasus Al-Faruq, BIN yang justru melakukan penangkapan di Bogor, lalu CIA yang memprosesnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan di Bogor itu sudah betul. Sebab mereka mengetahui Umar Al-Faruq, dan inilah salah BIN, hanya salah dalam menggunakan paspor. Inilah keteledoran BIN. Aturannya, dia tidak boleh di ekspor kepada CIA atau ke negara manapun yang dia kehendaki, tanpa diinterogasi dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi mestinya di interogasi di sini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Di interogasi dulu dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kok ini baru tiga hari ditangkap langsung dikirim?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang … (bergumam). Makanya pernyataan Al-Faruq, seperti diungkap CIA itu, belum tentu benar. Itu untuk tujuan Amerika semua. Dan untuk itu kita diobok-obok ini. (&lt;a href="http://www.tempo.co.id/harian/wawancara/waw-Manulang01.html"&gt;tempo.co.id&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FXvwfa-dI/AAAAAAAABBo/_M6CsIut6zA/s1600/al+farouq-bush.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FXvwfa-dI/AAAAAAAABBo/_M6CsIut6zA/s400/al+farouq-bush.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472251500214024658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-8945985664964250264?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/8945985664964250264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/umar-al-faruq-itu-direkrut-oleh-cia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8945985664964250264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8945985664964250264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/umar-al-faruq-itu-direkrut-oleh-cia.html' title='Umar Al-Faruq itu Direkrut oleh CIA'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FcUKcGXRI/AAAAAAAABBw/Axp41cZ2VN0/s72-c/time.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-7478058772245442901</id><published>2010-05-18T12:31:00.007+07:00</published><updated>2010-05-18T12:51:10.351+07:00</updated><title type='text'>TVOne, Metro TV, dan Monolog Polisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Ipv_MCCnI/AAAAAAAABDM/fDRg9FP6Mt0/s1600/metro-tv.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Ipv_MCCnI/AAAAAAAABDM/fDRg9FP6Mt0/s400/metro-tv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472482401601063538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IpKQ9kA0I/AAAAAAAABDE/UdQYeZGvQ0g/s1600/tvone-logo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IpKQ9kA0I/AAAAAAAABDE/UdQYeZGvQ0g/s400/tvone-logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472481753537184578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita semua masih ingat ketika reporter Metro TV Nurudin Lazuardi berada satu pesawat dengan Sjahril Djohan dalam penerbangan Singapura-Jakarta. Nurudin satu-satunya wartawan yang “berhasil” mewawancara Sjahril dan mengabadikan kepulangan mantan diplomat yang diduga markus itu. Mudah ditebak: Metro diberi informasi eksklusif oleh Polri. Pada saat yang sama TVOne sedang punya hubungan tidak enak dengan Polri akibat dugaan markus palsu dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi. Sebelumnya, untuk kasus-kasus terorisme, TVOne menjadi “yang terdepan dalam mengabarkan”. Wartawan TVOne, Ecep S Yasa, selalu menempel pada Densus 88 ketika aksi-aksi penyergapan dilakukan. Ketika Amrozi cs dieksekusi, TVOne yang pertama kali memastikan terpidana mati teroris itu sudah ditembak mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa harga yang harus dibayar TVOne dan Metro TV setelah mereka mendapat informasi dan fasilitas eksklusif dari Polri? Tidak ada makan siang gratis . Di tengah kontroversi penahanan Susno dan belitan markus di tubuh Polri, tiba-tiba “teroris” itu muncul kembali. Dan rupanya kini giliran TVOne dan Metro TV yang harus “memberi sesuatu” kepada Polri. Dalam penyergapan “teroris” yang penuh kejanggalan ini, kedua TV itu menjadi corong Polri. Mereka menelan mentah-mentah apa saja yang ke luar dari mulut Polri. Selain menampilkan gambar-gambar “kegesitan” Densus, TVOne dan Metro juga menyajikan berbagai dialog dengan “pengamat terorisme” yang menggambarkan hebatnya Polri dan Densus dan menggambarkan betapa Presiden dan pejabat tinggi sedang dalam ancaman. Kedua TV itu membiarkan Polri melakukan pertunjukan monolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan jika banyak pihak seperti Mahfud MD, Ketua Mahmakah Konstitusi, mengkhawatirkan penyergapan “teroris” ini sekedar upaya pengalihan isu. Dan bukan tanpa alasan pula jika Kompas edisi Jumat 14 Mei yang lalu tidak menempatkan peristiwa penyergapan ini dalam headline, tidak juga muncul di halaman pertama. Kompas menempatkannya di halaman 26, halaman Metropolitan, dengan judul: Polisi Tewaskan 5 Orang. Headline Kompas hari itu justru: Susno Duadji Terus Melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat: &lt;a href="http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/dagelan-penggerebegan-teroris.html"&gt;Dagelan Penggerebekan Teroris&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik lain, konferensi pers kali ini, selain langsung disampaikan Kapolri, juga dihadiri Menko Polhukam Djoko Suyanto. Padahal biasanya untuk peristiwa penyergapan yang tidak melibatkan tokoh teroris kelas berat, konferensi pers hanya dilakukan Kadiv Humas Mabes Polri. Ada apa? Polri mungkin berpikir bahwa Menko Polhukam harus dihadirkan dalam konferensi pers untuk memberi kesan bahwa ini penyergapan yang serius. Tetapi sebaliknya kita bisa berpikir: penyergapan ini penuh sandiwara sehingga Polri memerlukan Menko Polhukam untuk meyakinkan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bermasud mengecilkan bahaya teroris di Indonesia atau menafikan keberhasilan Polri mengakhiri petualangan Noordin dan Dulmatin. Tetapi jika “penyergapan teroris” digunakan sebagai upaya pengalihan isu atau digunakan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mempertahankan alokasi dana, maka hal-hal seperti ini harus kita kutuk keras. Dan tugas media untuk memberikan perspektif kepada publik, tidak menelan mentah-mentah penjelasan sepihak. Hal seperti ini hanya bisa dilakukan jika media menjaga jarak dengan sumber berita (Polri) dengan menjalin relasi yang proporsional. (&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/05/16/tvone-metro-tv-dan-monolog-polisi/"&gt;kompasiana.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IqGHPghrI/AAAAAAAABDU/lzJlMzmt95c/s1600/metrotv.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 384px; height: 307px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_IqGHPghrI/AAAAAAAABDU/lzJlMzmt95c/s400/metrotv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472482781720250034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Iqb125fxI/AAAAAAAABDc/yBKojZNIdS0/s1600/tvone.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 399px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Iqb125fxI/AAAAAAAABDc/yBKojZNIdS0/s400/tvone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472483155010748178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-7478058772245442901?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/7478058772245442901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/tvone-metro-tv-dan-monolog-polisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7478058772245442901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7478058772245442901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/tvone-metro-tv-dan-monolog-polisi.html' title='TVOne, Metro TV, dan Monolog Polisi'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_Ipv_MCCnI/AAAAAAAABDM/fDRg9FP6Mt0/s72-c/metro-tv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-621592180023668665</id><published>2010-05-18T09:19:00.004+07:00</published><updated>2010-05-18T12:04:50.023+07:00</updated><title type='text'>Wawancara dengan Abdul Haris</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Saya Orang Swasta Murni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_H9rEQX9MI/AAAAAAAABCc/722JuRiwXFg/s1600/abdulharis.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 247px; height: 322px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_H9rEQX9MI/AAAAAAAABCc/722JuRiwXFg/s400/abdulharis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472433938550486210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Abdul  Haris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari mana Anda kenal keluarga Al-Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya kenal paman Mira (Mira Agustina, istri Al-Faruq -Red.). Namanya Muhabbah. Dia pedagang bakso di Bogor. Kami pernah beberapa kali bertemu. Dengan Faruq, saya bertemu pas mengurus paspor Mbak Mira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa Anda sampai tertangkap bersama Al-Faruq di Masjid Raya Bogor?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji bertemu untuk menyerahkan paspor Mira kepada Faruq karena Mira waktu itu ada di Tanjung Pinang. Cuma, saya sayangkan, sebelum saya menyerahkan paspor itu, rupanya Faruq sudah merasa kalau sedang dicari. Cuma dia tidak berceritera, akhirnya saya ikut kena getahnya. Kalau tahu begitu, saya serahkan saja paspor itu ke pamannya Mira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana kronologinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sekitar tanggal 5 Juni. Faruq meminta paspor itu dibawa ke Rawamangun. Belum satu jam, dia menelepon saya dan minta saya mengantarkannya ke bandara. Baru saya mau meluncur ke sana, dia meralat lagi. Sudah, kalau begitu ditunggu saja di Masjid Raya Bogor. Jadi, dia yang menentukan tempat, saya hanya mengikuti. Saya heran, mau menyerahkan paspor istrinya kok minta tempat ketemunya berpindah-pindah dan tidak berani datang ke imigrasi langsung. Saya menduga dia sudah tahu dirinya diikuti terus sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akhirnya Anda berdua bertemu di Bogor?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya, di Masjid Raya Bogor selepas salat asar. Ketika kami sedang mengobrol, datang beberapa orang mau menangkap Faruq. Mereka mengaku dari imigrasi dan tidak bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapa jumlah mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu persis. Peristiwanya cepat sekali. Mereka bilang Faruq ditangkap karena memalsukan paspor. Kami langsung diborgol dan dibawa dengan mobil terpisah. Mata saya ditutup selama perjalanan hingga masuk ke sebuah ruangan selama kurang-lebih satu jam. Waktu itu pakai mobil Kijang. Celakanya, waktu itu Faruq membawa uang Rp 27 juta sehingga saya dikenai tuduhan menjual paspor sangat mahal. Padahal, perjanjian kami, saya mendapat upah sekitar satu juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapa lama Anda ditahan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya ditahan selama dua malam satu hari, dan diperiksa terpisah dengan Faruq. Pertemuan terakhir kami ya ketika mengobiol di masjid sebelum ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa saja yang mereka tanyaban kepada Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Soal perkenalan dengan Faruq. Saya bilang hanya membantu membuatkan paspor istrinya, Mira. Lalu dicek silang dengan Faruq. Untunglah Faruq melindungi saya karena dia tidak omong macam-macam, misalnya saya ini orang MMI, Majelis Mujahidin Indonesia. (Keputusan Kongres I MMI pada 5-7 Agustus 2000 menetapkan Abdul Haris sebagai anggota Departemen Hubungan Antar-Mujahid -Red.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau urusannya sama-sama cuma soal paspor, kok anda kemudian dilepas dan Faruq terus ditahan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka yakin bahwa saya hanya orang yang mencari duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda ikut tim Mabes Polri ketika menginterogasi Al-Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya heran dikait-kaitkan dengan itu. Nama Abdul Haris kan banyak sekali, tapi yang jelas bukan saya. Saya sendiri kan bukan siapa-siapa, ha-ha-ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda kan fasih berbahasa Arab dan kenal Al-Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Arab saya kurang begitu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faruq itu warga negara Indonesia atau asing?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya perhatikan sih bukan. Kosakata Indonesia-nya sedikit sekali dan patah-patah. Kami berkomunikasi dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami mendapat informasi, Anda memperoleh proyek pemasangan karpet dan gorden di kantor Badan Intelijen Nasional?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya memang pernah mendapat proyek pengerjaan karpet di BIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini informasi lain yang kami peroleh: Anda pernah menyodorkan daftar nama orang yang dicari dan bakal ditangkap BIN kepada Hendro?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah, saya ini orang swasta murni. Hidup saya kan dari satu kontrak ke kontrak lainnya. Kok informasinya aneh-aneh begitu? Tidak, tidak pernah saya melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda belajar di Riyadh selama dua tahun (1989-1991). Kami mendapat informasi Anda dibiayai Badan Intelijen Negara (ketika itu Bakin)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ha-ha-ha, isunya kok aneh-aneh begitu. Beasiswa saya dari pemerintah Arab Saudi. Teman-teman seangkatan saya banyak. Ada yang dari Yayasan Al-Masturiah, ada juga yang dari Muhammadiyah. Jadi, beasiswa itu memang untuk banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kabar itu muncul karena beberapa kalangan orang mencurigai Anda orang BIN yang ditanam di MMI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya orang swasta murni. Istri saya seorang guru. Saya hidup dari kontrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah Anda mendapat mobil Kia Carnival dari BIN karena sukses membantu penangkapan Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah, kejam sekali informasinya. Tanya saja ke Irfan Awwas (Ketua Umum MMI), kapan saya punya mobil dan jenisnya. (Majalah TEMPO Edisi 25 November – 1 Desember 2002, hal. 69 - 87)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-621592180023668665?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/621592180023668665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/wawancara-dengan-abdul-haris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/621592180023668665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/621592180023668665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/wawancara-dengan-abdul-haris.html' title='Wawancara dengan Abdul Haris'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_H9rEQX9MI/AAAAAAAABCc/722JuRiwXFg/s72-c/abdulharis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5439346714766059839</id><published>2010-05-17T22:51:00.005+07:00</published><updated>2010-05-18T09:24:48.688+07:00</updated><title type='text'>Wawancara dengan Muchyar Yara</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Haris Teman Lama Hendro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_H547v6QII/AAAAAAAABCU/MGq8CF05FxY/s1600/bin.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_H547v6QII/AAAAAAAABCU/MGq8CF05FxY/s400/bin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472429778738495618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma urusan menangkal teror yang membuat Badan Intelljen Negara (BIN) super sibuk belakangan ini. Para petinggi Pejaten, markas besar lembaga mata-mata itu, kini juga harus bekerja ekstra keras menangkis berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Meski belum satu pun yang didukung bukti konkret, oleh sebagian kalangan Kepala BIN Hendropriyono gencar dituding telah ikut "bermain" dalam gelombang penangkapan sejumlah tersangka teroris belakangan ini, atas pesanan intelljen asing, khususnya Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara sumbang itu mulai keras terdengar saat penangkapan Tamsil Linrung dan Agus Dwikarna di Filipina beberapa waktu lalu. Diyakini banyak kalangan, BIN-lah sejatinya yang berada di balik operasi menggaruk Tamsil dan Agus, dua tokoh Komite Penegak Syariat Islam dan Komite Penanggulangan Krisis (Kompak) yang keras dicurigai telah ikut mengobarkan perang sipil di Poso. Sebagaimana dikutip kantor berita Antara, adalah Hendro sendiri yang pada pertengahan Desember tahun lain menyatakan sebuah indikasi ke arah itu: "Ada orang Al-Qaidah yang ditangkap di Spanyol. Pemerintah Spanyol yang memberi tahu Indonesia soal Al-Qaidah berlatih di Poso."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syak wasangka ke arah tokoh yang kini berada di pucuk lembaga intelijen ini bukan tanpa latar sejarah. Berbagai literatur, antara lain studi International Crisis Group, telah menunjukkan betapa Ali Moertopo, Ketua Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) di awal rezim Soeharto, telah giat memata-matai dan "memainkan" kelompok Islam militan untuk kepentingan politik Orde Baru. "Mereka (kelompok Islam garis keras) semacam kartu yang bisa dipakai oleh orang yang berambisi berbuat sesuatu," kata Indonesianis Daniel Lev.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana halnya Ali, Hendro juga merupakan sosok yang punya pergaulan amat luas di kalangan ini. Persinggungan Hendro, pensiunan letnan jenderal berusia 57 tahun, dengan kelompok Islam radikal berawal saat ia menjabat Komandan Komando Resor Militer (Korem) 043/Garuda Hitam, Lampung. Ketika itu, 7 Februari. 1989, pasukannya menyerbu Desa Talangsari, yang dicurigai merupakan markas Kumpulan Warsidi, salah satu kelompok Islam militan, dan menewaskan sedikitnya 246 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah ia mengembangkan sayap. Dimulai pada awal 1990-an saat ia duduk di kursi Direktur A (bidang dalam negeri) Badan Intelijen Strategis --lembaga mata-mata militer-- Hendro aktif melakukan pendekatan dengan para tokoh eks Talangsari. Dan penggalangan itu telah menunjukkan hasil. Di kalangan Islam militan lalu dikenal sejumlah orang yang kerap disebut-sebut sebagai "binaan Hendro".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan ke arah itu kini mumlbul kembali seiring munculnya nama Abdul Haris dalam drama penangkapan Al-Faruq, warga Kuwait yang diyakini CIA sebagai salah satu pentolan Al-Qaidah, yang ditangkap di Bogor oleh satuan gabungan intelijen Indonesia sebelum kemudian dideportasi ke tahanan Amerika di Afganistan. Penelusuran mingguan ini menduga, Haris tak lain adalah seorang agen BIN yang telah "ditanamkan" untuk mengawasi gerak-gerik berbagai jaringan Islam berhaluan keras, termasuk Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang dipimpin Abu Bakar Ba'asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah penyusupan ini merupakan sebuah kisah sukses operasi intelijen dalam menangkal terorisme ataukah tak lebih dari sekadar sebuah permainan spionase demi kepentingan yang lain, TEMPO mewawancarai Muchyar Yara, Asisten Kepala BIN Bidang Hubungan Masyarakat. Berikut petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa peran BIN dalam penangkapan Umar al-Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi memang dari kami. Tapi yang melakukan penangkapan adalah pihak imigrasi, lalu dideportasi. BIN hanya menyertai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Al-Faruq, ditangkap juga Abdul Haris, seorang aktivis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris adalah teman lama Hendropriyono sejak masih menjadi Panglima Daerah Militer Jaya, bahkan mungkin sejak masih kolonel. Hubungan antara Haris dan Pak Hendro sebatas teman. Tapi, tidakbenar Haris ikut ditangkap bersama Al-Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi, Haris adalah teman yang kemudian di bina menjadi agen untuk disusupkan ke organisasi Islam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggaklah. Tapi, seandainya dia orang yang bekerja untuk BIN, lalu kenapa? Yang dimata-matai kan orang asing (Al-Faruq), tukang bikin kekacauan di Poso, Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris juga berada di lingkungan Ba'asyir, yang disebut-sebut sebagai tokoh Jamaah Islamiyah dan dikaitkan dengan terorisme internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terus kenapa? Apakah tidak boleh BIN mengamati Ba'asyir? Benarkah langkah itu diambil atas pesanan dari CIA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tidak benar. Soal Al-Faruq, kita memang mendapat informasi dari intelijen Filipina dan Singapura bahwa Faruq itu teroris. Tapi waktu itu tidak bisa kita buktikan. Dari CIA juga masuk informasi seperti itu, tapi bukan berarti ada order. Yang terbukti ketika ditangkap hanya pelanggaran imigrasi. Maka, sanksinya hanya dideportasi. Kalau saja waktu itu ada bukti kuat (terlibat terorisme), pasti langsung kami serahkan ke polisi. Yang ada di tangan saat itu cuma kontak telepon antara Agus Dwikarna dan Al-Faruq. Lalu, apa salahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bukankah ada bukti rekaman video Faruq seperti yang pernah dipertontonkan Hendro ke Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti itu baru didapat September lalu, setetah Faruq dideportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kembali ke Haris. Benarkah ia di rekrut langsung oleh Hendro karena pergaulannya yang luas di kalangan Islam militan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu, mereka berkawan sejak dulu. Tapi, untuk urusan pekerjaan kantor, setahu saya tidak pernah ada Abdul Haris. Begitu juga sewaktu Pak Hendro masih di Badan Intelijen Strategis. Kalau yang akan Anda katakan adalah bahwa informan tak harus seorang anggota resmi BIN, itu betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi, dia informan BIN dalam penangkapan Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Dia tak tahu-menahu soal penangkapan Faruq. Yang dilakukannya hanya menjual tiket pesawat ke Malaysia untuk Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Haris teman lama Hendro, tapi malah menjual tiket pesawat untuk Faruq. Cuma kebetulan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pekerjaan Pak Hendro. Dia tidak tahu apa-apa soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi, Haris sama sekali tidak terkait dengan penangkapan Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks penangkapan Faruq, baik informasi awal maupun penangkapannya, tidak ada peran Haris. Menurut Pak Hendro, dia mengetahui Haris pernah mengurus tiket Faruq baru setelah Faruq dideportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu, siapa yang ditangkap bersama Faruq?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya, yang ditangkap bareng Faruq itu pemuda masjid di sana yang kebetulan sedang berjalan bersama Faruq. Jadi, bukan Haris yang teman Pak Hendro itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Namanya juga Abdul Haris?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak tahu juga tuh. Mungkin saja namanya sama. Kalau Haris yang Anda maksud adalah pemuda masjid yang ditangkap bersama Faruq, berarti dia sudah dilepaskan. Tapi, jika Haris yang dimaksud adalah orang yang mengurus paspor dan menjual tiket ke Faruq, dia tidak ikut ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Benarkah Haris pernah mendapat proyek pemasangan karpet di kantor BIN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu persis. Saya kira kok tidak ada proyek pemasangan karpet di BIN akhir-akhir ini. Mungkin sudah lama kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Benarkah Haris aktif di MMI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu, dia memang aktivis berbagai organisasi dan gerakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kabarnya, dia juga pernah mendapat beasiswa ke Riyadh dari Bakin pada sekitar tahun 1990-an?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut sumber kami di kepolisian, Haris masuk dalam daftar yang dikirim BIN ke polisi supaya segera ditangkap. Benar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin. Kalaupun ya, pasti tidak termasuk Haris itu. Seratus persen tidak mungkin ada surat seperti itu dari BIN ke kepolisian. Ada sebabnya, tapi saya tak bisa menjelaskannya. (&lt;a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2002/11/25/INT/mbm.20021125.INT82745.id.html"&gt;tempointeraktif.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5439346714766059839?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5439346714766059839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/wawancara-dengan-muchyar-yara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5439346714766059839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5439346714766059839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/wawancara-dengan-muchyar-yara.html' title='Wawancara dengan Muchyar Yara'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_H547v6QII/AAAAAAAABCU/MGq8CF05FxY/s72-c/bin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-437456340249124450</id><published>2010-05-17T22:16:00.004+07:00</published><updated>2010-05-17T22:50:06.801+07:00</updated><title type='text'>Donnie Brasco dari Ciputat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FkVWPyAjI/AAAAAAAABCM/uUshs2-r41Y/s1600/abdulharis.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 247px; height: 322px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FkVWPyAjI/AAAAAAAABCM/uUshs2-r41Y/s400/abdulharis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472265340143665714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abdul Haris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Badan Intelijen Negara diduga kuat "menanam" seorang intelnya dalam Majelis Mujahidin Indonesia yang dipimpin Abu Bakar Ba'asyir. Berikut ini kisah penyusupan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan jatuh di kawasan Ciputat, Tangerang, dan lelaki itu baru saja hendak meninggalkan rumah. "Anda perlu dengan saya? Boleh, tapi sebentar saja, ya," katanya. Ia sungguh santun. Badannya sedikit besar. Kulitnya putih. Di keningnya membayang titik hitam tanda bekas su]ud. Sore itu ia mengenakan songkok berwarna gelap dan baju takwa berkelir cokelat. Tak jauh dari tempat ia berdiri, tampak dua orang perempuan berjilbab: yang seorang istrinya dan yang seorang lagi anak gadisnya. Di luar rumah, sebuah mobil Kia Visto siap berangkat. "Sebetulnya kami sudah ada acara di tempat lain," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di teras rumah yang lumayan besar, ia bercerita tentang dirinya. Seorang lelaki biasa yang sepintas tak istimewa. Muhammad Abdul Haris, 50 tahun: seorang pengurus Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang mencari nafkah sebagai guru dan pekerja swasta. Adapun MMI adalah organisasi Islam yang diketuai Abu Bakar Ba'asyir ustad pemimpin Pesantren Ngruki, yang menjadi sorotan karena dituding menjadi simpul terorisme di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari sekadar aktivis, setengah tahun terakhir Haris menjadi bahan gunjingan di kalangan penggiat organisasi massa Islam. Tamsil Linrung, pengurus Partai Amanat Nasional yang pernah ditahan di Filipina karena tuduhan membawa bom misalnya, mencurigai dia sebagai intel BIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma menyusup ke MMI, Haris menjadi kunci bagi tertangkapnya Umar al-Faruq, yang kini menjadi tahanan AS karena dituduh memimpin jaringan Al-Qaidah di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Haris pula yang mengantar tim investigasi polisi yang mewawancarai Faruq di Afganistan, setelah majalah Time menulis berita tentang Faruq pada September lalu. Meski mati-matian dibantah Haris dan BIN, peran Abdul Haris ini diakui oleh Kepala Kepolisian RI sendiri. “Tim investigasi itu terdiri atas Brigadir Jenderal Polisi Aryanto Sutadi, Komisaris Besar Polisi Benny Mamoto, dan anggota Badan Intelijen Negara Abdul Haris," kata Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar seperti dikutip situs Liputan6.com, 17 Oktober 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak persis benar, kisah penyamaran Haris mirip dengan cerita polisi yang menyusup ke sarang mafia Italia dalam film Donnie Brasco: sempurna, tak terlacak, dan baru disadari ketika semuanya berakhir. Dan Haris, sang Brasco dari Ciputat, memulainya pada 1995. Ketika itu, ia bertemu dengan Irfan S. Awwas orang yang belakangan menjadi salah satu Ketua MMI di rumah seorang dai di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Haris meyakinkan: bahasa Arabnya bagus dan ia memahami masalah agama dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Irfan, Haris memimpikan syariat Islam tegak di Indonesia. Setelah pertemuan itu, mereka sering bertemu. Ketika Majelis Mujahidin didirikan melalui kongres pertamanya, 5-7 Agustus 2000, Abdul Haris langsung dipercaya menjadi pengurus di Departemen Hubungan Antar-Mujahid (Qism 'Alaqatul Mujahidin). Ini posisi penting karena "di sini diatur hubungan antar-organisasi Islam di dalam dan luar negeri," kata seorang pengurus MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di MMI, Haris menjadi pusat infonnasi. Ia kerap menyerahkan catatan yang disebutnya sebagai info intelijen mengenai kasus Maluku dan Poso. Ia juga mengetahui aktivis Islam Indonesia yang pernah ikut berperang di Afganistan. Meski aktif, anehnya, Haris selalu menghindar jika di foto. Karena itu, dalam dokumentasi MMI, gambar Haris tak pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di MMI, ia berkeliling ke aktivis Islam lain. Di Bandung, Abdul Haris mendatangi Lesmana Ibrahim, pensiunan mayor angkatan laut yang mengelola sebuah taman kanak-kanak Islam. Lesmana adalah kawan baik almarhum Haris Fadilah alias Abu Dzar, mertua Al-Faruq. "Saya mengenal dia karena diperkenalkan seorang kawan," kata Lesmana. Di rumah pria itu, Haris menginap dan berbincang tentang gerakan Islam. "Salah satu hal yang dibahas adalah soal Amerika, Israel, dan. terjepitnya muslim Palestina," kata Lesmana Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan setelah pertemuan itu, Haris datang lagi. Kali ini ia meminta Lesmana menandatangani pernyataan sikap yang intinya mendukung diberlakukannya Piagam Jakarta. Tapi Lesmana menolak. Sampai di sini, baik Lesmana maupun orang-orang MMI tak ada yang curiga kepada Abdul Haris. Kecurigaan baru muncul ketika sejak Juni lalu Haris tiba-tiba menghilang dari komunitas gerakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni lalu? Itulah saat Faruq ditangkap intelijen BIN di Bogor, Jawa Barat. Dalam keterangan resminya, BIN mengaku penangkapan dilakukan karena Faruq punya masalah keimigrasian. Ketika ditangkap, pria itu sedang bersama Haris. Saat itu Haris sedang mengantar paspor milik istri Faruq, Mira Agustina. Kepada TEMPO, Haris mengaku hanya membantu membuatkan paspor untuk Mira. Dia mengaku mengenal Faruq, tapi membantah keras bahwa dia memata-matai tokoh itu (lihat Abdul Haris:"Saya Orang Swasta Murni").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada cerita lain dari Tamsil Linrung. Menurut Tamsil, nama Abdul Haris sebetulnya sudah muncul ketika ia ditahan pemerintah Filipina awal 2002 lalu. Ketika itu, seorang intel Filipina bernama Rueben P. Galban berkali-kali mengaku bahwa informasi tentang Tamsil dan Agus Dwikarna mereka peroleh dari intel Indonesia. "BIN dibantu oleh orang Indonesia yang bernama Abdul Haris," kata Galban seperti ditirukan Tamsil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galban adalah perwira polisi berpangkat super-intenden dan merupakan kepala bidang penghubung intelijen asing dalam badan kepolisian Filipina. Galban bahkan menjelaskan sepak terjang Haris, termasuk sejarah kedekatan Haris dengan Faruq. "Ia dikenalkan dengan Faruq oleh seseorang bernama Syawal," kata Tamsil mengutip Galban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan kaget, ketika dikonfirmasi, Galban membantah cerita Tamsil Linrung. "BIN tidak memberikan informasi kepada kami. Maaf, ya, sekarang saya amat sibuk," katanya. Lalu, klik, telepon ditutup. Belakangan, Galban bersedia menjawab lebih panjang. "Informasi yang saya bicarakan dengan Tamsil itu saya ketahui dari media massa, bukan informasi intelijen," ujarnya kepada TEMPO melalui telepon internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang Tamsil dari Filipina, Haris mengontaknya. Dalam sebuah pertemuan, Haris mengatakan bahwa penangkapan Tamsil terjadi karena ada "seseorang" yang melaporkan ke BIN. Haris juga mengaku mendapatkan banyak info tentang gerak-gerik aktivis Islam lainnya seperti Agus Dwikarna dan Fathur Rahman al-Ghozi dari badan intelijen itu. "Ia mengaku membaca kertas yang tercecer ketika sedang memasang karpet di kantor BIN, " kata Tamsil. Kepada TEMPO, Haris mengaku pernah mendapat proyek pengadaan karpet dari BIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan Tamsil terbit. Demikian pula tokoh lain yang pernah ditemui Haris. Tapi, seperti dalam Donnie Brasco, semua telah terlambat. "Ia pernah menelepon saya dan mengatakan merasa tidak enak karena sedang bersama Faruq saat Faruq ditangkap," kata Lesmana Ibrahim. "Saya tidak menyangka kalau dia munafik begitu. Saya akui dia baik dan humanis. Karena itu, sungguh saya tidak menyangka," kata Irfan S. Awwas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Haris sesungguhnya? Muhammad Abdul Haris adalah lelaki kelahiran Desa Rowobayem, Purworejo, 8 Mei 1952. Ia pernah kuliah di Jurusan Fikih Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan lulus pada 13 Juli 1977. Skripsinya membahas asas legalitas hukum pidana di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak dua anak ini pada 1989-1991 memperdalam bahasa Arab di Riyadh, Arab Saudi. Ia mengaku belajar di Jamiah Malik as-Suud, sebuah universitas di sana. Menurut Hamdi el-Faragh, yang pernah mengajarnya, Haris termasuk mahasiswa yang pintar. Ia menonjol dalam analisis maddah (materi), nahwu-sharaf (tata bahasa), dirasah Islamiyah (studi Islam), serta mata pelajaran ta'bir kitabi dan syafahy (pengungkapan bahasa Arab lisan dan tulisan). Hamdi mengaku mengenal Haris karena ia biasa mengabsen mahasiswa yang ada. Soal dana, Haris mengaku mendapat beasiswa dari pemerintah Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penelusuran TEMPO menunjukkan Haris bukan mahasiswa biasa. Seorang sumber BIN sendiri memastikan, di Arab Saudi, Haris dibiayai lembaga intelijen itu. Menurut sumber itu, Haris telah "dipelihara" sejak 15 tahun lalu. Tentang beasiswa pemerintah Arab Saudi kepada Haris, Hamdi el-Faragh membantah, "Dia tidak dibiayai pemerintah Arab Saudi. Ada seorang kafil (penyumbang dana) tetap baginya dari Indonesia, tapi saya tidak tahu siapa." Detail lain dikemukakan Hamdi: "Hanya mahasiswa yang belajar empat tahun (program gelar -Red.) yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah Arab Saudi. Sedangkan Abdul Haris hanya belajar dua tahun dalam program non-gelar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa motivasi Haris?, Tak jelas. Seorang aktivis MMI mencurigai Haris mendapat uang dari BIN karena aksinya tersebut. Tapi sulit memastikannya. Rumah Haris di bilangan Ciputat memang bagus --setidaknya bila dibandingkan dengan tetangga sekitarnya—tapi tak ada bukti yang lebih kuat. BIN membantah telah memelihara Haris (lihat wawancara MuchyarYara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris sendiri kini menghilang. Setelah pertemuan dengan TEMPO di sebuah sore yang basah itu, telepon genggam Haris masih bisa dihubungi beberapa kali. Tapi, setelah itu, ia menghilang. Seperti Donnie Brasco, tugasnya telah usai. (&lt;a href="http://www.tempo.co.id/hg/mbmtempo/arsip/2002/11/25/INT/mbm.20021125.int2.id.html"&gt;tempo.co.id&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-437456340249124450?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/437456340249124450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/donnie-brasco-dari-ciputat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/437456340249124450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/437456340249124450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/donnie-brasco-dari-ciputat.html' title='Donnie Brasco dari Ciputat'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FkVWPyAjI/AAAAAAAABCM/uUshs2-r41Y/s72-c/abdulharis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-3387588392281008144</id><published>2010-05-16T11:39:00.006+07:00</published><updated>2010-05-17T22:41:44.196+07:00</updated><title type='text'>Tobat Bersayap Agen Intel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-97dLXHezI/AAAAAAAABBA/VImJ0VVilfM/s1600/28.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-97dLXHezI/AAAAAAAABBA/VImJ0VVilfM/s400/28.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471727813474614066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Asep Rahmatan Kusuma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Testimoni pria yang mengaku intel Amerika bikin resah. Membongkar peran CIA dan melegitimasi rencana pembunuhan presiden. Begitu tersudut, pengakuan dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyalemen rencana jaringan teroris membunuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilansir akhir Desember 2005. Adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Syamsir Siregar, yang mengklaim telah mengendus hasil rapat mereka. Sebulan sebelumnya, akhir November, juru bicara Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Fauzan Al-Anshari, kedatangan pria yang mengaku agen Central Intelligence Agency (CIA), telik sandi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agen lokal yang menyebut diri Asep Rahmatan Kusuma, 32 tahun, itu juga mengabarkan rencana pembunuhan presiden. Pelakunya jaringan Daud alias Umar Patek, buronan bom Bali. Informasi Rahmatan dan Syamsir saling menopang. Apakah agen CIA ini sengaja memberi “pengantar” laporan BIN? Tak jelas. Rahmatan hanya bilang ingin tobat, keluar dari CIA. Maka, ia bongkar petualangannya, cara kerjanya, termasuk hasil endusannya tentang agenda Umar Patek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmatan, dalam pengakuannya, menyusup ke jaringan MMI dan Jamaah Islamiyah (JI). Maka, MMI-lah yang pertama ia kontak saat hendak tobat. “OrganisasiAnda (MMI –Red.) ditarget,” Fauzan mengutip Rahmatan, saat pertama menelepon, Juli 2005. Memang, sejak Juli silam, Rahmatan mengutarakan niat tobatnya. Tapi baru empat bulan kemudian, November, ia bisa menemui Fauzan di rumahnya di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Fauzan, Rahmatan menjelaskan kronologi keterlibatannya dalam operasi intelijen CIA. Semuanya direkam dan di-transkrip. Ayah satu anak ini juga menulis pernyataan bermeterai, dilengkapi sumpah “Demi Allah” bahwa pernyataannya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain paparan lisan pada Fauzan, Rahmatan juga menuliskan petualangannya pada Munarman, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI). Itu karena Rahmatan minta perlindungan hukum, dan Fauzan menghubungkannya pada YLBHI. Testimoni berikutnya disampaikan pada tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pimpinan dr. Jose Rizal. Kali ini direkam dengan kamera video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Rahmatan? Dalam tiga pengakuannya itu, ia menyatakan sebagai aktivis Jamaah Tarbiyah, komunitas cikal bakal PKS dan sering berdemo di Kedutaan Besar Amerika. Pernah tergabung dalam Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta) pimpinan Abu Deedat Syihab. Ayahnya asli Kwitang, Jakarta, dan ibunya asal Banjar, Ciamis, Jawa Barat. Keduanya sudah meninggal. Pria kelahiran Jakarta ini menyelesaikan SMA di Jakarta Timur, lalu kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Depok, Jawa Barat, tapi tak selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatannya dengan CIA bermula dari komunikasi internet. Sekitar April 2004, Rahmatan mengirim e-mail ke situs CIA, “Sir, I have information about Islamic movement in Indonesia. This is my number 08176535873.” Surat itu ia kirim karena ingin membuktikan rumor bahwa CIA terlibat dalam operasi intelijen yang menjadikan Islam sebagai sasaran tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, terjalinlah kontak dengan orang CIA bernama Eric, berkantor di Kedutaan Besar Amerika Jakarta. Eric-Rahmatan beberapa kali bertemu. Baik di kedutaan, sejumlah hotel, maupun kafe. Ia mendapat pelatihan manajemen stres, panduan operasi, serta uji coba penyusupan. Setelah dianggap lulus, pada akhir Juli 2004, Rahmatan meneken kontrak sebagai agen dengan gaji Rp 10 juta per bulan, asuransi kematian Rp 500 juta, dan jaminan perlindungan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pertama menyusup ke jaringan JI pimpinan Abu Daud. Ia berhasil dibaiat Daud jadi anggota JI di Bandung. “Daud juga menyatakan, saya siap jadi laskar istimata (bom bunuh diri –Red.),” tulis Rahmatan. Belakangan, setelah melihat foto Umar Patek di sejumlah media, Rahmatan baru tahu bahwa Daud adalah Umar Patek. Dalam jaringan ini, Rahmatan juga dipertemukan dengan Zulkarnain –kerap disebut sebagai panglima sayap militer (asykari) – JI di Pandeglang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masuk lingkaran Daud itulah, Rahmatan tahu ada rencana membunuh SBY. “Rencana ini dikemukakan Daud di Bandung pada saya,” tulisnya. “Jika SBY memenangkan pemilu dan menjadi presiden.” Jadi, rencana itu sudah terpikir sebelum SBY jadi presiden. “Dengan alasan, SBY yang merancang serta membuat Undang-Undang Antiteroris,” Rahmatan menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program lain Daud adalah menyerang Kedutaan Besar Amerika atau Istana Presiden. Untuk aksi itu, Daud pernah minta Rahmatan membelikan pesawat terbang mini dengan radio control. Daud juga minta dibuatkan peta Monas, Jakarta, karena posisi istana dan kedutaan di kiri-kanan Monas. Rancangannya, bom kecil ditanam di pesawat itu, dikendalikan lewat remote control. “Mereka ingin bikin semacam little nine one-one (9/11 mini –Red.) di Indonesia,” ujar Rahmatan kepada Fauzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmatan mengaku baru sadar bahwa MMI jadi target –seperti ia sampaikan pada Fauzan ketika terjadi penangkapan sembilan paket bom dalam bus dari Garut di Bandung, 17 Desember 2004. Pada malam sebelum penangkapan, ia diperintah Eric (orang CIA dengan panggilan sandi “Paman”), agar mengirim anggota MMI naik bus dari Garut ke Bandung pukul 05.00. Diperkirakan, di bus itulah ditaruh bahan peledak. Sehingga, saat bus dihadang, ada orang MMI yang diringkus. “Saya yakin, ada rekayasa untuk menjebak anggota MMI tersebut,” tulis Rahmatan pada Munarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia punya catatan lain setelah beraksi menyusup ke MMI. Bahwa di tubuh MMI sudah banyak agen yang ditanam. Kepada Fauzan, Rahmatan menyebutkan ada tiga orang MMI berinisial “H” yang terindikasi direkrut jadi agen intelijen. Lalu, dalam pengakuan tertulisnya pada Munarman, ia mengutip penjelasan Heru, kolega Daud di Malaysia, bahwa Fauzan dan Irfan Awwas adalah kader JI sewaktu di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berinisial “H” yang pertama berada di Yogyakarta. Ia memperlancar kunjungan Rahmatan ke kantor MMI Yogyakarta, saat menjalankan tugas Daud. Mr. H ini kemudian rutin mengirim informasi penting pada Rahmatan meski tak diminta. Misalnya jumlah rinci demonstran pro-Ba’asyir dari Yogyakarta. Tentang H Yogya ini, menurut Rahmatan, Eric bilang, “He is our friend.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. H Yogya itu mengarah pada Harun, staf humas MMI Yogyakarta. Di bagian awal testimoninya, Rahmatan menyebut nama Harun, sosok yang amat membantunya ketika berkunjung ke Yogya. Bahkan Harun sudah tahu nama Rahmatan sebelum diperkenalkan. Lalu Harunlah yang menyuruh Rahmatan “minta restu” pada Abu Bakar Ba’asyir di Cipinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H berikutnya ia sebutkan berada di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Tampaknya merujuk pada nama Hasyim, staf pribadi Ba’asyir. Karena ciri H Cipinang yang ia paparkan sama dengan ciri Hasyim yang ia terangkan di bagian awal pengakuan. Bahwa sosok inilah yang membantu memuluskan masuknya Rahmatan ke sel Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan menyebut: “Saya membawa amanah dari Ustad Harun Yogyakarta”, H Cipinang langsung percaya. Ba’asyir juga bersedia membubuhkan tanda tangan di mushaf Al-Quran mini milik Rahmatan. H yang ketiga juga di Jakarta, dijelaskan sebagai Komandan Laskar Mujahidin Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun dan Hasyim menyangkal tudingan sebagai agen intel. “Itu hanya fitnah dan cara memecah belah kami,” ujar Harun kepada Mukhlison S. Widodo dari GATRA. Harun membenarkan pernah menerima kunjungan Rahmatan. Tapi ada fakta yang dibalik. Bukan Harun yang proaktif menyuruh Rahmatan minta restu Ba’asyir. Rahmatanlah yang minta-minta dipertemukan dengan Ba’asyir karena mau mendirikan MMI Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Harun aktif mengirim informasi pada Rahmatan juga disangkal. Rahmatanlah yang menghubungi. Hasyim juga mengakui pernah mengantarkan Rahmatan ketemu Ba’asyir. Ia tak curiga apa-apa, karena Rahmatan membawa rekomendasi Harun. Seingat Hasyim, tidak ada pembicaraan aneh dan mencurigakan saat Rahmatan bertemu Ba’asyir. Yang pasti, pada pertemuan itu Rahmatan minta tanda tangan Ba’asyir di mushafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim MER-C yang menyaksikan perekaman pengakuan Rahmatan menyimpulkannya sebagai tukang tipu. Jose Rizal sengaja mengumpulkan sejumlah dokter MER-C yang pernah ke Ambon dan terlatih mengendus aksi intel. “Semua menyatakan, hati-hati, Bang, ini tukang tipu. Pura-pura tobat,” kata Jose. “Feeling kita ini cukup ampuh waktu di Ambon. Beberapa intel ketahuan dari feeling kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jose menilai, tekanan utama pengakuan Rahmatan bukan soal keterlibatan CIA. Melainkan pada penyebaran kecurigaan terhadap beberapa orang di MMI. Berikutnya, ia hendak mengaitkan MMI dengan kelompok pembuat bom. “Kita tidak bisa jamin apakah Umar Patek memang berencana bunuh presiden,” katanya. Dalam persidangan Abdullah Sunata di Jakarta, Kamis lalu, terungkap, Umar Patek pada Oktober 2004 berada di Filipina. Sementara Rahmatan mengaku bertemu. Mana yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi CIA, kata Jose, agen sekelas Rahmatan terbongkar satu tidak rugi. Kecuali agen inti selevel menteri. Tetapi efek paparan dan analisis dia besar. “Ancaman pembunuhan atas presiden, ancaman atas Kedutaan Besar Amerika, jadi legitimate,” ujar Jose. Bahwa CIA bermain di Indonesia, sejak zaman PRRI semua orang tahu. “Jadi, pinter nih master mind-nya,” Jose menambahkan. Ibarat main bilyar, kata Jose, pengakuan itu banyak tendangan sampingnya. “Dia mau membidik bola di sana tetapi lewat jalan lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Jose juga dianut Munarman dan Fauzan. “Kemunculan intel CIA yang tobat ini hanya untuk membenarkan sinyalemen Syamsir Siregar bahwa ada rencana pembunuhan presiden. Itu pesan pentingnya,” kata Munarman. “Untuk membenarkan bahwa JI ada, masih bekerja, dan mengubah metode perjuangannya.” Dampak lebih jauh, “Proyek terorisme tetap bisa digulirkan dan uang akan mengalir seperti air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua MMI, Irfan Awwas, tidak mau bereaksi berlebihan meski organisasinya jadi bidikan. “Ada keinginan untuk memancing-mancing supaya kami bereaksi, tapi kami tidak khawatir,” katanya. “Meng-inteli Majelis Mujahidin, kalau yang dicari aib dalam kaitan dengan apa yang mereka sebut teroris, pasti gagal karena itu tidak pernah jadi program Majelis Mujahidin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GATRA mencoba konfirmasi pada Kedutaan Amerika di Jakarta soal keberadaan Eric dan kerja samanya dengan Rahmatan. Asisten Atase Pers Kedutaan, Shannon Quin, hanya menjawab singkat. “Tak ada komentar dan tak ada tanggapan atas masalah ini,” ujarnya kepada Rahman Mulya dari GATRA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain materi pengakuan, gelagat Rahmatan juga mengundang curiga. Ia sudah tiga kali kabur. Saat ia dibawah proteksi YLBHI, diinapkan di hotel Mega, Jakarta, tiba-tiba kabur tanpa pamit ketika disiapkan forum testimoni. Setelah itu, atas saran Fauzan, ia dilindungi MER-C. Ia kabur lagi ketika dibonceng motor untuk mengecek validitas print out rekeningnya. Pada cetakan itu, Rahmatan menunjukkan sejumlah transfer dari nama-nama orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu malam pekan lalu, Rahmatan menyanggupi bertemu MMI dan MER-C di kantor GATRA. Lagi-lagi, ia membatalkan secara sepihak. Dengan alasan sedang dalam perlindungan Abu Hamdan, mantan Ketua Departemen Asykari MMI. Ia tak bisa ditelepon. Namun masih melayani kontak SMS Herry Mohammad dari GATRA. Ia meyakinkan GATRA bahwa tengah serius membersihkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Deedat, Koordinator Fakta, mengenal dekat Rahmatan. “Ghirah Asep sangat tinggi untuk tahu sesuatu. Namun kontrolnya kurang. Ini cenderung mudah dimanfaatkan orang,” katanya kepada Deni Muliya Barus dari GATRA. Menurut Deedat, itu juga dipengaruhi ekonomi keluarganya yang kurangstabil. “Padahal, pemahaman agamanya bagus, namun akhlaknya kurang, masih suka ada bohongnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dikonfirmasi ihwal berbagai penilaian bahwa pertobatannya adalah bagian operasi intelijen untuk mengaitkan MMI dan Ba’asyir dengan jaringan pengebom, Rahmatan menyatakan keberatan bila pengakuannya dimuat GATRA. Pada Jumat petang, saat deadline penulisan, Rahmatan mengirim pernyataan tertulis lewat seorang utusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari ini, Jumat tanggal 6 Januari... mencabut seluruh keterangan yang pernah saya berikan kepada Saudara Fauzan Al-Anshari... baik berupa tulisan maupun rekaman suara, yang berisikan pengakuan atas pengalaman saya sebagai orang yang bekerja untuk kepentingan CIA,” tulis Rahmatan. “Seluruh pengakuan saya kepada Saudara Fauzan... saya nyatakan tidak sah dan tidak berlaku lagi, dan seluruh hal yang terkait dengan Fauzan saya nyatakan batal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi pencabutan itu, Fauzan makin yakin, misi Rahmatan memang mengadu domba aktivis MMI. “Itu mempertegas agendanya untuk memfitnah MMI dan Ustad Abu,” katanya. Pernyataan itu hanya mencabut keterangan pada Fauzan. Pengakuan dalam rekaman video di kantor MER-C tidak disinggung. (&lt;a href="http://www.gatra.com/2006-01-12/artikel.php?id=91405"&gt;gatra.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-98SAdmv2I/AAAAAAAABBI/yCsLa7U1fow/s1600/rahmatan_CIA-b1.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 317px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-98SAdmv2I/AAAAAAAABBI/yCsLa7U1fow/s400/rahmatan_CIA-b1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471728721082105698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FjeqQHgFI/AAAAAAAABB4/DQ9e_XUY2mQ/s1600/rahmatan+surat.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 317px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_FjeqQHgFI/AAAAAAAABB4/DQ9e_XUY2mQ/s400/rahmatan+surat.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472264400620978258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-3387588392281008144?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/3387588392281008144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/tobat-bersayap-agen-intel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3387588392281008144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3387588392281008144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/tobat-bersayap-agen-intel.html' title='Tobat Bersayap Agen Intel'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-97dLXHezI/AAAAAAAABBA/VImJ0VVilfM/s72-c/28.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-6850381728225487261</id><published>2010-05-16T10:04:00.003+07:00</published><updated>2010-05-16T13:15:48.762+07:00</updated><title type='text'>Penyusup dari Telik Sandi Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S--Nbj6HnnI/AAAAAAAABBY/Sg5qLmZNurg/s1600/fauzi_hasbi_bin.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S--MiSW-tfI/AAAAAAAABBQ/h7lk3jFPVfc/s1600/fauzi_hasbi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 154px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S--MiSW-tfI/AAAAAAAABBQ/h7lk3jFPVfc/s400/fauzi_hasbi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471746592950105586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fauzi Hasbi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku berjudul Konspirasi Gerakan Islam &amp;amp; Militer di Indonesia yang melaporkan keterlibatan intelijen dalam jaringan Islam radikal. Masih butuh verifikasi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan Ambon, Maluku, telah merenggut ribuan nyawa manusia. Salah seorang di antaranya bernama Abu Jihad alias Tengku Fauzi Hasbi. Lelaki asal Aceh ini tewas secara misterius pada 22 Februari 2003, bersama dua kawannya Edy Saputra dan Ahmad Syaridup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jihad, diculik dari hotel Nisma di Waihaong, Ambon, oleh orang tak dikenal. Ketiganya telah dibunuh pada cara sadis. Mayatnya disembunyikan di bawah tanah tidak jauh dari Akademi Islam STAIN, Kebun Cengkeh, Ambon. Pada 21 Mei 2003 delapan orang ditangkap oleh polisi sebagai tersangka dalam kasus ini, di antaranya seorang intel polisi bernama Mohamad Syarif Tarabubun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku utama gerombolan itu, bernama Herumanto alias Yanto, mengantar polisi ke tempat ketiga jenazah dikuburkan. Kemudian diadakan penggalian, dan ketiga jenazah itu diserahkan kepada keluarga di Medan dan Jakarta. Walaupun kepada polisi Yanto nyatakan bahwa motivasi pembunuhan itu adalah untuk mendapatkan uang (dan memang, melalui ATM di BCA Yanto tarik 48 juta rupiah dari rekening Abu Jihad –sekaligus mengekspose pelakunya), namun diduga bahwa alasan utama pembunuhan ini ialah pertentangan intern dalam organisasi Jamaah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sydney Jones dari International Crisis Group dalam laporannya 11 Desember 2002, “Indonesia Backgrounder: How The Jemaah Islamiyah Terrorist Network Operates,” menyebut Abu Jihad sebagai ketua Jemaah Islamiyah (JI) Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi putera Abu Jihad Lamkaruna mengaku bahwa tidak ada hubungan antara ayahnya dengan organisasi JI. Ayahnya adalah pejuang untuk Aceh Merdeka, dan datang ke Ambon dalam rangka perdagangan cengkeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Abu Jihad sebenarnya? Pada sekitar Mei tahun 1999 atas prakarsa Badan Intelijen Negara (BIN) Abu Jihad dan beberapa elite faksi NII (Negara Islam Indonesia) yang berlainan, antara lain faksi Ajengan Masduki, faksi Tahmid, faksi Abu Toto menggelar Syuro terbatas untuk rekonsiliasi NII, yang diselenggarakan di Cisarua, Bogor, Agustus 1999. Itulah laporan dari buku berjudul Konspirasi Gerakan Islam &amp;amp; Militer di Indonesia, yang disunting oleh sosiolog George Junus Aditjondro. Dalam buku tersebut dituliskan bahwa Abu Jihad adalah anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang dipekerjakan di BIN, untuk menyusup ke GAM dan beberapa gerakan Islam radikal. Dari surat-surat yang didapat FORUM, Abu Jihad memang ditugaskan untuk tugas-tugas rahasia tersebut. Surat tersebut datang dari BIN dan Kodam Bukit Barisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, soal kematiannya pun, ada yang menduga dihabisi oleh sesama intel karena tugasnya sebagai intel sudah selesai pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Abu Jihad, hanyalah salah satu sosok tentang penyusupan intel dalam tubuh organisasi Islam radikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok lain adalah Abdul Haris yang pernah ditangkap pada 2002 di Bogor bersama Umar Al-Faruq. Umar dianggap dalang dalam serangkaian aksi kekerasan di tanah air. Dia kemudian di bawa ke Baghram, Afghanistan, setelah sebelumnya dipenjara di Guantanamo, Kuba. Tapi yang mengagetkan, justeru Abdul Haris malah dilepas. Bahkan, ketika tim penyelidik Mabes Polri ditugaskan untuk menginterogasi Umar, Haris bersama Benny Mamoto dan Gories Mere dari Mabes Polri ikut ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perannya sebagai intel bocor, maka lelaki yang kini tinggal di Ciputat tersebut, telah berganti nama dengan Ahmad Harris dan tidak pernah dimunculkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model penyusupan seperti ini sudah lama diarsiteki oleh almarhum Ali Moertopo di era Orde Baru dan kemudian dilanjutkan oleh Benny Moerdani. Rekayasa kooptasi intelijen seperti ini, sebenarnya berjalan sangat telanjang, namun kondisi kelemahan di seluruh segi yang dimiliki ummat Islam justru sangat dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan yang tidak diterbitkan ini, keberhasilan menjadikan pecundang para laskar NII sejak tahun 1975 hingga sekarang menjadi bukti akurat adanya kontrol kuat tangan militer-intelijen terhadap gerakan NII tersebut. Dari seluruh rekayasa politik dan operasi intelijen tersebut boleh dikata tak ada yang gagal satu pun. Dalam waktu yang bersamaan pihak intelijen-militer juga berhasil membina dan menyusupkan Hasan Baw dan Prof Parmanto ke dalam gerakan Warman yang saat itu bersama-sama dengan Abdullah Umar dan Farid Ghazali tahun 1978-1979, yang juga melakukan gerakan radikal. Parmanto berhasil dieksekusi Abdullah Umar dan Bambang Sispoyo, melalui modus perampokan, sedang Hasan Baw berhasil dieksekusi Farid Ghazali, Farid sendiri akhirnya tewas oleh aparat tahun 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1981 BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara) menyusupkan satu anggota kehormatan intelnya, (berasal dari kesatuan Batalyon Artileri Medan-Yon Armed) bernama Najamuddin ke dalam gerakan Jama’ah Imran, melalui aksi provokasi dengan menyerahkan setumpuk dokumen rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini dilanjutkan oleh intel Najamuddin dengan merekayasa aksi radikal ekstrem dalam wujud kekerasan bersenjata oleh kelompok ini. Modal awal senjata kelompok ini pun hasil pemberian Najamuddin, dan terjadilah penyerangan terhadap Polsek Cicendo, Bandung. Kemudian berlanjut dengan aksi pembajakan pesawat DC-9 Garuda Woyla di Thailand, setelah sebelumnya kelompok ini menghabisi nyawa Najamuddin, yang tercatat resmi sebagai anggota intelijen BAKIN tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpasan aksi pembajakan ini ditangani langsung oleh Benny Moerdani yang kemudian mencuatkan namanya ke pentas perpolitikan di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1986 intelijen berhasil kembali menyusupkan agen sipilnya Syahroni dan Syafki mantan preman Blok M, Jakarta Selatan, dalam gerakan Usrah NII pimpinan Ibnu Thayib yang menghasilkan lebih 15 orang NII masuk penjara. Pada tahun 1988, terhitung kurang lebih satu tahun menjelang meledaknya kasus Cihideung, Talangsari Way Jepara, Lampung, salah satu kader intelijen militer yang bertugas di Kodam Jaya Letkol. Hendropriyono mempersiapkan proyek rekayasa intelijen tersebut seraya mengingatkan kepada beberapa komunitas kelompok gerakan agar jangan ada yang ikut terlibat ke Lampung, karena ia telah diperintahkan untuk melibas tandas gerakan tersebut, setelah kelak menjadi Komandan Korem Garuda Hitam, Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1986 pihak intelijen juga merekrut kembali Prawoto alias Abu Toto, kader muda NII bentukan Ali Murtopo yang sedang buron dan berada di negeri bagian Sabah Malaysia. Tujuannya, untuk disusupkan kembali ke dalam gerakan NII LK (Lembaga Kerasulan) pada tahun 1987, pada saat itu di bawah kepemimpinan Abdul Karim Hasan. Masuknya kembali Abu Toto ternyata berhasil mempengaruhi dan meyakinkan Abdul Karim Hasan untuk kembali kepada manhaj NII sekaligus menggerogoti dan membusukkan kultur, doktrin struktur organisasi dan sistem kewilayahan NII. Momentum kembalinya Abu Toto sejak tahun 1987 inilah akhirnya menyegarkan gerakan NII kooptasi intelijen untuk bangkit sekaligus mempercepat terjadinya perpecahan dalam struktur NII secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, gerakan JI di Indonesia (menurut Kepala Desk Antiteror Menkopolhukham Ansyaad Mbai, berasal dari NII) diduga banyak dikaitkan dengan aksi bom di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa nama mencuat seperti Zulkarnaen alias Arif Sunarso dan Hambali yang merupakan elite tertinggi dalam struktur JI faksi tersebut. Struktur di atas Hambali dan Zulkarnaen sebagai koordinator juga masih ada lagi, yaitu nama Abdul Haris dan Abu Jihad. Keduanya berasal dari komunitas Badan Intelijen Negara, Abdul Haris tercatat masih resmi sebagai anggota organik BIN yang disusupkan ke dalam inner circle struktur NII atau JI pimpinan Abdullah Sungkar dan Abubakar Ba’asyir di Malaysia sejak 1991, sementara Abu Jihad tercatat resmi sebagai agen binaan Militer dan Intelijen sejak 1978 yang juga mampu menempel ketat jama’ah Abdullah Sungkar - Abubakar Ba’asyir di Malaysia sejak 1986, namun tragis, Abu Jihad berhasil dihabisi secara canggih di Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azahari dan Noordin Mohamad Top yang berada dalam struktur JI faksi Hambali-Zulkarnaen hanya berperan sebagai tim ahli –ahli di bidang peracikan bom, sementara posisi Imam Samudra, Dulmatin, Mukhlas, dan kawan-kawan adalah sebagai tim pelaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga mempertanyakan jika sikap, tekad dan kemampuan Polri yang hanya diarahkan untuk menangkap dan menindak jaringan para pelaku terror bom di sektor bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;IMAN FIRDAUS&lt;br /&gt;Sumber : FORUM KEADILAN: No. 31, 4 Desember 2005, hal. 21-22.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S--Nbj6HnnI/AAAAAAAABBY/Sg5qLmZNurg/s1600/fauzi_hasbi_bin.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S--Nbj6HnnI/AAAAAAAABBY/Sg5qLmZNurg/s400/fauzi_hasbi_bin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471747576913436274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-6850381728225487261?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/6850381728225487261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/penyusup-dari-telik-sandi-negara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/6850381728225487261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/6850381728225487261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/penyusup-dari-telik-sandi-negara.html' title='Penyusup dari Telik Sandi Negara'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S--MiSW-tfI/AAAAAAAABBQ/h7lk3jFPVfc/s72-c/fauzi_hasbi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-7170749924689804427</id><published>2010-05-16T09:03:00.001+07:00</published><updated>2010-05-16T15:56:54.082+07:00</updated><title type='text'>DESEPSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-8pjwpFEOI/AAAAAAAABA4/gwX8Lsx8dSM/s1600/habib+palsu_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-8pjwpFEOI/AAAAAAAABA4/gwX8Lsx8dSM/s400/habib+palsu_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471637766607802594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;habib palsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fauzan Al-Anshari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertemu Jenderal Ryamizard Ryacudu. Saya memanggilnya Abang. Saya tanya soal pernyataannya tentang 60.000-an agen asing yang beroperasi di Indonesia itu apa bisa dipertanggungjawabkan. Abang menjawab bahwa apa yang dikatakannya itu benar-benar valid. Saya yakin, karena dia mantan KSAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, almarhum Letnan Jenderal Z.A. Maulani memberitahu saya supaya hati-hati terhadap operasi intelijen yang menggunakan strategi desepsi. Saya ini awam soal intelijen. Saya tanya, apa maksud desepsi itu. Pak Zen, panggilan akrab Z.A. Maulani, menjelaskan secara praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang agen ditanamkan ke tubuh organisasi target, misalnya M21, panggilan MMI di kalangan intelijen. Si agen harus mampu menjadi orang kepercayaan dari orang yang ditarget, misalnya Ustad Abu. Tujuan "kepercayaan" itu sangat penting, misalnya untuk membunuh target atau mengadu domba dengan pihak lain, dan sebagainya. Nah, penyusupan seperti itu sehingga agen dianggap "mujahid" inilah yang disebut desepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasus Abdul Haris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus Abdul Haris tahun 2002 terungkap setelah penangkapan Umar Faruq, 5 Juni 2002, di Bogor. Padahal, sejak 1995, Haris mengaku sudah "dipercaya" oleh Irfan S. Awwas, yang kini menjadi Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI. Apakah Irfan tidak tahu bahwa Haris adalah agen BIN? Saya yakin Irfan tidak tahu. Ini hebatnya Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mengenal Haris sebagai tukang pijat refleksi, karena saya pernah dipijatnya dan saya beri upah Rp 10.000. Walhasil, tidak ada info tentang dia yang menunjukkan bahwa Haris adalah planted agent di tubuh MMI. Semuanya baru terkuak setelah kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasus Rahmatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekitar Juli 2005, saya ditelepon Asep Rahmatan Kusuma, yang mengaku sebagai mantan agen CIA di bawah mentor Mr. Erick dari Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta. Katanya, itu amanah dari Pak Irfan, supaya saya menampung pertobatan Asep. Lalu saya minta Asep ke rumah untuk merekam testimoninya. Dia menangis, bertobat, dan bersumpah tidak akan mengulangi lagi dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun isi testimoninya sangat mencurigakan. Momentumnya bertepatan ketika Kepala BIN Syamsir Siregar menyatakan bahwa pihaknya akan menyusup dan mengadu domba para aktivis kelompok Islam radikal. Kemudian, menurut dia, modus operasi para teroris telah berubah dari pengeboman menjadi penculikan pejabat publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep mengaku telah minta "restu" kepada Ustad Abu terkait pengaktifan MMI di Tangerang. Namun "restu" itu tampaknya akan dialihkan untuk "merestui" rencana serangan little nine one-one (versi mini 911) yang akan dioperasikan oleh JI Umar Patek dengan pesawat remote control. Namun misi ini gagal total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasus Kaparang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekitar September 2001, seorang yang mengaku mualaf (orang yang baru masuk Islam dan perlu disantuni) datang ke markas MMI. Ia mengaku bernama Lalu Muhammad Hasan alias Ihsan. Nama aslinya Andronikus Kaparang. Ia mengklaim sebagai Komandan Laskar Kristus wilayah Indonesia Timur. Ia mengaku disuruh CIA untuk mencari data hubungan MMI dengan Osama bin Laden, mengetahui aliran dana yang masuk-keluar MMI, dan melihat sejauh mana keterlibatan MMI dalam konflik Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 21 September 2001, kantor Wihdah, tempat menyimpan banyak data MMI, dibobol maling. Empat komputer lenyap. Irfan pun melaporkan kejadian itu ke polisi. Namun sampai detik ini tidak berhasil mengungkap siapa malingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 Juli 2006, ada acara Arimatea yang menggelar "testimoni mantan Komandan Laskar Kristus" di Solo. Ustad Abu diundang sebagai keynote speaker. Beberapa laskar MMI datang untuk menonton testimoni itu. Ee... ternyata Kaparang! Hampir saja terjadi insiden kalau tidak dicegah Ustad Abu. Ustad Abu minta supaya diselesaikan di markas MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya Kaparang diantar ke markas MMI oleh pengurus Arimatea untuk klarifikasi. Kaparang mengaku agen CIA. Dia minta maaf karena sudah memfitnah MMI. Misalnya, waktu aktif di kelaskaran, dia sengaja menzinai beberapa wanita untuk mencoreng nama MMI. Tapi semuanya gagal. Permintaan maaf itu bisa dipahami. Namun hukum harus ditegakkan karena soal pencurian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa MMI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak kasus Faruq, saya menyadari bahwa M21 sudah jadi TO (target operasi) oleh CIA dan kompradornya. Bom Pamulang yang menarget Abu Jibril makin menguatkan keyakinan saya. Namun, kenapa M21 kebobolan terus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak merasa kecolongan. Semua program MMI transparan. M21 adalah organisasi tansiq amali (aliansi strategis) untuk tathbiqus-syari'ah (penegakan syariat Islam). Sehingga mau tidak mau harus banyak berinteraksi dengan para aktivis pejuang syariat. Nah, longgarnya proses interaksi itulah yang sering dimanfaatkan oleh intel untuk menjalankan misinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk desepsi, operasi intelijen yang tersulit sekaligus berisiko tinggi. Kasus syahidnya Syekh Ahmad Yasin dan Rantisi di Palestina dan Komandan Mujahidin Chechnya Ibnu Khattab adalah korban desepsi agen-agen CIA dan Mossad. Apakah di Indonesia ada target orang atau organisasi melalui operasi desepsi? Fakta telah menjawab: ya! (&lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&amp;amp;id=97132"&gt;gatra.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-7170749924689804427?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/7170749924689804427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/desepsi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7170749924689804427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7170749924689804427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/desepsi.html' title='DESEPSI'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-8pjwpFEOI/AAAAAAAABA4/gwX8Lsx8dSM/s72-c/habib+palsu_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-3117293988146754095</id><published>2010-05-16T08:24:00.000+07:00</published><updated>2010-05-16T08:24:00.668+07:00</updated><title type='text'>Intel Nabi dan Intel Zaman Komji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-8XqppvzII/AAAAAAAABAw/NC6OR-XFc_g/s1600/uc.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 380px; height: 380px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-8XqppvzII/AAAAAAAABAw/NC6OR-XFc_g/s400/uc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471618093781339266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Intel di era Nabi jauh berbeda dengan intel di saat kasus Komji. Meski masa itu sudah berusia lebih dari 1400 tahu, intel Nabi jauh lebih berakhlak dan lebih manusiawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Juni tahun 2002, sebuah peristiwa penting terjadi di Masjid Raya Bogor. Seorang pria keturunan Timur Tengah, ditangkap karena pelanggaran dokumen imigrasi. Pria bernama Umar al Faruq,  yang pernah tercatat sebagai penduduk Desa Cijambu, Kecamatan Cijeruk, Jawa Barat, disebut-sebut TIME , punya hubungan dengan petinggi Al-Qaidah untuk kawasan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bahkan ikut dikait-kaitkan dengan  rencana pembunuhan Megawati, dianggap terlibat dalam peledakan bom di sejumlah kota di Indonesia pada malam Natal tahun 2000, serta merencanakan peledakan sejumlah sarana milik AS di Singapura dan Indonesia.  Siapa sesungguhnya Umar al Faruq? Tidak jelas hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Umar al Faruq, dalam kasus penangkapan tujuh tahun silam itu, tersangkut pula nama Abdul Haris, yang kemudian ikut dibebaskan oleh pihak intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Majalah TEMPO, Haris mengaku bahkan sempat ikut mengurus paspor.  "Saya mengenal Faruq karena membantu menguruskan paspor isterinya, Mbak Mira," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penelusuran TEMPO menemukan indikasi kuat bahwa dia bukan sekadar "calo paspor": dia orang BIN yang ditanam dalam Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Abdul Haris? Haris tak lain adalah pengurus di Departemen Hubungan Antar-Mujahid, sebuah posisi strategis yang mengatur hubungan antar-organisasi Islam di dalam dan di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikutip TEMPO dalam Edisi 25 November-1 Desember 2002, menyebutkan, Muchyar Yara, Asisten Kepala BIN Bidang Hubungan Masyarakat, mengaku Haris tak lain adalah seorang agen BIN yang telah "ditanamkan" untuk mengawasi gerak-gerik berbagai jaringan Islam, termasuk MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haris adalah teman lama Hendropriyono sejak masih menjadi Panglima Daerah Militer Jaya, bahkan mungkin sejak masih kolonel. Hubungan antara Haris dan Pak Hendro (Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono, red) sebatas teman. Tapi, tidak benar Haris ikut ditangkap bersama Al-Faruq,” ujar Muchyar Yara kepada TEMPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria bernama lengkap Muhammad Abdul Haris adalah lulusan IAIN, pernah menempuh pendidikan di Madinah untuk meraih gelar Lc. Ia adalah perwira sebuah angkatan di lingkungan TNI dan melanjutkan studi ke Madinah, sebagai salah salah satu tugas yang harus ia jalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di MMI, Haris mengurusi pusat informasi. Ia kerap menyerahkan catatan yang disebutnya sebagai ‘info intelijen’ mengenai kasus Maluku dan Poso. Ia juga mengetahui aktivis Islam Indonesia yang pernah ikut berperang di Afghanistan. Meski aktif, anehnya, Haris selalu menghindar jika difoto. Karena itu, dalam dokumentasi MMI, gambar Haris tak pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Abdul Haris ini diakui pernah diakui Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Irfan S Awwas, suatu kali. Menurut Irfan, keberadaan Haris tiba-tiba hilang seiring ditangkapnya Umar al-Faruq dan dijebloskannya Ustad Abubakar Ba’asyir ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah sekitar enam bulan Haris tidak aktif. Kami memang mendapat kabar bahwa dia seorang agen yang disusupkan, tapi kami tidak gegabah mempercayainya sebelum diklarifikasi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rekayasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah hubungan intelijen Indonesia dengan kelompok-kelompok rekaan dalam Islam bukan sesuatu yang baru. Dan bukan hal baru kalangan intelijen menanam agennya ke organisasi Islam dengan tujuan melumpuhkannya. Pernyataan ini pernah disampaikan Profesor Emiritus dari Universitas Washington, AS,  Prof. Dr. Daniel S Lev.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak masa Orde Baru, kelompok Islam selalu dipermainkan," kata Daniel Lev. "Dari sudut pandang intelijen seperti BIN –dulu Bakin-- orang-orang radikal Islam berguna sekali karena gampang digerakkan dan dipakai," ujarnya dikutip TEMPO suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku “Pangkopkamtib Jenderal Soemitro Dan Peristiwa 15 Januari 1974”, oleh Heru Cahyono, (Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1998),  secara rinci menjelaskan bagaimana peran-peran intelijen memainkan peran terhadap kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan intelijen terhadap kalangan Islam cukup terkemuka, ketika Opsus (Operasi Khusus) melalui Ali Moertopo melakukan rekayasa terhadap Parmusi (Partai Muslimin Indonesia), wadah aspirasi politik golongan Islam modernis yang berbasis masa  bekas partai Masjumi. Sementara terhadap Islam tradisional dilakukan penggalangan melalui organisasi massa GUPPI (Gabungan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam), yang mana selanjutnya secara efektif menggarap massa Islam tradisional untuk ditarik masuk Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap Islam, pemerintah Orde Baru dan Angkatan Darat khususnya, sejak awal menyadari mengenai kemungkinan naiknya pamor politik kekuatan Islam. Jatuhnya kekuatan ekstrim kiri PKI –yang kemudian secara formal diperkuat dengan keputusan pembubaran PKI—secara politis mengakibatkan naiknya pamor politik Islam sehingga terjadilah ketidakseimbangan (imbalance). Sayap Islam yang sedang mendapat angin, kemudian cenderung hendak memperkuat posisinya. Padahal disadari oleh Angtakan Darat ketika itu bahwa di dalam sayap Islam dinilai ada bibit-bibit “ekstrimisme” yang potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen ketika itu berusaha ‘menghancurkan’ PKI, menekan sayap Soekarno, dan ‘mencegah’ naiknya pamor Islam. Tugas Opsus kala itu adalah menyelesaikan segala sesuatu dengan cara mendobrak dan “merekayasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku “Konspirasi Intelijen dan Gerakan Islam Radikal”,  (penyunting Umar Abduh 2003), kebijakan intelijen yang berpijak pada prinsip "kooptasi, konspirasi dan kolaborasi (galang, rektrut, bina, tugaskan, dan binasakan)" telah mampu 'menjebak' anggota NII. Intelijen juga berhasil melakukan ‘pembusukan’  Islam tahun 1977 dengan merekrut Danu Moh. Hasan dan Ateng Djaelani sebagai agen, yang akhirnya memunculkan kasus Komando Jihad (Komji). Danu yang semula divonis 10 tahun, dinyatakan bebas tahun 1979. Namun dikabarkan tewas diracun arsenikum. Intel juga dianggap menyusupkan Hasan Baw ke gerakan Warman tahun 1978-1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Komando Jihad adalah hasil penggalangan Ali Moertopo melalui jaringan Hispran di Jatim. Tapi begitu keluar, langsung ditumpas oleh tentara, sehingga menjelang akhir 1970-an ditangkaplah sejumlah mantan DI/TII binaan Ali Moertopo seperti Hispran, Adah Djaelani Tirtapradja, Danu Mohammad Hasan, serta dua putra Kartosoewiryo, Dodo Muhammad Darda dan Tahmid Rahmat Basuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak ketika pengadilan para mantan tokoh DI/TII itu digelar pada tahun 1980, terungkap beberapa keanehan. Pengadilan itu sendiri dicurigai sebagai upaya untuk memojokkan umat Islam. Dalam kasus persidangan Danu Mohammad Hassan [tds] umpamanya, dalam persidangan ia mengaku sebagai orang Bakin. “Saya bukan pedagang atau petani, saya pembantu Bakin.” [Pangkopkamtib Jenderal Soemitro Dan Peristiwa 15 Januari 1974, Tahun 1998].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1981 Bakin (Sekarang BIN) sukses menyusupkan salah satu anggota kehormatan intelnya (berbasis Yon Armed) bernama Najammudien ke dalam gerakan Jama'ah Imran yang dikenal kasus pembacajakan pesawat Woyla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pancingan" intel juga dianggap melahirkan kasus pembunuhan massal umat Islam yang dikenal “Peristiwa Tanjung Priok”, 12 September 1984. Tahun 1986, intel kembali dinilai melakukan rekayasa dengan memasukkan agennya bernama Syhahroni dan Syafki, mantan preman Blok M, dalam gerakan Usrah NII pimpinan Ibnu Thayyib. Alhasil, gerakan-gerakan "rekayasa" yang dimunculkan itulah yang akhirnya melahirkan stigma kekerasan dan gerakan ekstrim di kalangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyusupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intel di zaman Nabi juga mirip intel-intel zaman sekarang. Al kisah, setelah Kabilah Hauzan mendengar bahwa Mekah sudah dikuasai oleh kaum Muslimin, Malik bin Auf An Nashri, salah satu pemuka kabilah mengumpulkan para pemuka lainnya. Mereka sepakat melakukan penyerangan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum Muslimin. Seperti biasanya, sebelum berangkat mereka mengirim beberapa mata-mata. Akan tetapi, mata-mata itu gagal dan tercerai berai, karena berhadapan dengan seorang penunggang kuda yang tidak mereka kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengirim Abdullah bin Abi Hadrad Al Aslami, untuk menyusup, dan bermukim di Hauzan. Selama tinggal di sana, beliau berhasil mendapatkan informasi yang berasal dari pembesar Hauzan, Malik bin Aufah An Nashri. Informasi itu menyangkut semua hal yang terjadi di sana, termasuk kesepakatan mereka untuk melakukan serangan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memutuskan membawa 12 ribu pasukan menuju Hauzan. Sesampai di lembah Hunain, ternyata pasukan Musyrikin sudah menunggu terlebih dahulu, hingga berkecamuklah Perang Hunain pada tahun ke-8 setelah hijrah, pasca Fathu Mekah. Yang membedakan, intelijen di zaman Nabi tak pernah merekayasa untuk menjatuhkan reputasi seseorang –apalagi terhadap kelompok kaum Muslim— dibanding intelijen masa kini. Mungkin, itu adalah cerminan intel berakhlak dan tidak berakhlak. (&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/berita/cover-story/134-cover-story/9911-intel-nabi-dan-intel-zaman-komji?tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page="&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-3117293988146754095?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/3117293988146754095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/intel-nabi-dan-intel-zaman-komji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3117293988146754095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/3117293988146754095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/intel-nabi-dan-intel-zaman-komji.html' title='Intel Nabi dan Intel Zaman Komji'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-8XqppvzII/AAAAAAAABAw/NC6OR-XFc_g/s72-c/uc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-234612763294774582</id><published>2010-05-15T21:48:00.002+07:00</published><updated>2010-05-15T21:48:00.506+07:00</updated><title type='text'>Terorisme di Indonesia Bukan Fenomena Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-1qam_XnSI/AAAAAAAABAo/-7Ll4q0T7e4/s1600/woyla.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-1qam_XnSI/AAAAAAAABAo/-7Ll4q0T7e4/s400/woyla.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471146127700499746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Busro Muqodas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme di Indonesia, mulai Bom Bali 2002 hingga serangan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009, sesungguhnya bukan fenomena yang baru muncul. Akar pengeboman tidak bisa dikuak tanpa melacak latar belakang sejarah terorisme di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelusuran yang ada, sulit dibantah terorisme di Indonesia adalah pola yang terus berulang, meskipun mungkin formatnya sedikit berbeda. Terorisme jelas sebuah refleksi dari konstruksi pemahaman keagamaan dan ideologi. Pemahaman itu dikembangkan melalui pelatihan kader cenderung bersifat eksklusif, normatif, dan doktriner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model-model pelatihan kader yang bersifat eksklusif ini biasanya mudah diinfiltrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infiltrasi terhadap kelompok Islam yang bersifat eksklusif muncul pada kasus Komando Jihad (1967-1985). "Kasus Komando Jihad konstruksinya hampir sama dengan kasus-kasus terorisme yang muncul belakangan ini. Ada infiltrasi-infiltrasi operasi intelijen," ungkap Ketua Komisi Yudisial, Busro Muqodas, dalam diskusi Memotong Akar Terorisme dan Gerakan Islam Transnasional di Indonesia di PP Muhammadiyah, Rabu (2/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kesaksian ketika itu menyebutkan, Komando Jihad adalah operasi intelijen yang disebut Operasi Khusus (Opsus) Ali Moertopo. Komando Jihad diklaim Pemerintahan Orde Baru bertujuan membentuk Negara Islam Indonesia. Dikatakan, kelompok ini menentang Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komando Jihad menjadi bagian dari rekayasa penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Karena pada waktu itu dikhawatirkan terjadinya kebangkitan kekuatan politik Islam. Keberadaan Komando Jihad telah membuat umat Islam pada waktu itu berada dalam tekanan. Khotbah-khotbah salat Jumat saat itu hampir selalu dalam intaian intelijen. Jika ada khotbah yang mengkritisi pemerintah langsung dipanggil militer dengan tuduhan membahayakan keamanan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastian bahwa Komando Jihad menjadi bagian operasi intelijen baru diperoleh Busro ketika ia berkesempatan mewawancarai Kabakin Soetopo Yuwono. "Betul, dik," jawab Soetopo, ketika ditanya Busro apakah benar Komando Jihad ini suatu gerakan sangat eksklusif. Soetopo bahkan mengaku sempat menasihati Ali Moertopo agar tidak meneruskan operasi itu. "Saya bilang, Li (Ali Moertopo) jangan menspekulasikan umat Islam. Itu biaya sosial dan politiknya terlampau mahal," kata Soetopo, sebagaimana ditirukan Busro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dana Fa'i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, operasi itu ternyata tetap saja dilancarkan. Menariknya, mereka yang terjebak di dalam Komando Jihad adalah orang-orang yang punya keterbatasan pemikiran keagamaan yang terbuka atau inklusif. "Metode-metode ijtihad sama sekali tidak biasa digunakan. Mereka cenderung berpikir secara hitam putih, dan tidak ada dialog. Kelompok-kelompok dogmatis ini sangat apriori dengan fenomena di luar cara pandang (mindset) mereka," kata Busro, yang pernah jadi pengacara salah satu anggota Kelompok Jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan operasi dan aktivitasnya, ada kesamaan model terorisme pada masa lalu dengan masa kini terlihat dari adanya penggunaan dana fa'i, yakni harta "orang-orang kafir" yang dirampas untuk membiayai aktivitas terorisme. Dalam sebuah kasus terorisme terkini, sempat terbetik berita perampokan di Pekalongan yang uangnya dipakai untuk membiayai para teroris mendirikan negara Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini persis dengan fenomena pada masa Komando Jihad pada era Orde Baru. Misalnya, duit hasil penembakan dan perampokan Rektor UNS Dr Parmanto serta Zainuddin, bendahara IAIN Sunan Kalijaga, disebut-sebut dipakai sebagai modal mendirikan negara Islam."Dana fa'i dipolitisasi. Dan, sekarang fenomena itu muncul kembali," tegas Busro. Wajar jika lalu disimpulkan, ada konstruksi yang sama antara aktivitas Islam radikal yang dulu dan terorisme yang merebak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, peneliti politik LIPI Riefqi Muna mengatakan, terorisme muncul ketika teologi dipahami secara sempit. Ayat-ayat kitab suci yang menyerukan jihad, dieksploitasi sedemikian rupa oleh para teroris, sehingga tidak sesuai lagi dengan orisinalitas dan otentisitas wahyu itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang ada model pemahaman keagamaan yang dogmatis dan pelatihan kader bersifat eksklusif, kelompok radikal apapun bisa muncul dan ini bukan monopoli Islam saja. Pengeboman Oklahoma di AS oleh fundamentalis Timothy McVeigh, terorisme di Irlandia Utara serta serangan teror gas syaraf oleh Aum Shinri-kyo dipimpin Shoko Asahara di Jepang misalnya, merupakan sederet bukti. (&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&amp;amp;id=10269"&gt;suarapembaruan.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-234612763294774582?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/234612763294774582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/terorisme-di-indonesia-bukan-fenomena.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/234612763294774582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/234612763294774582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/terorisme-di-indonesia-bukan-fenomena.html' title='Terorisme di Indonesia Bukan Fenomena Baru'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-1qam_XnSI/AAAAAAAABAo/-7Ll4q0T7e4/s72-c/woyla.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-1725653378498854823</id><published>2010-05-15T20:01:00.001+07:00</published><updated>2010-05-18T12:53:08.961+07:00</updated><title type='text'>Dagelan Penggerebekan Teroris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-_Q9pXD69I/AAAAAAAABBg/xLx2uvdWLC4/s1600/dagelan88.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 307px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-_Q9pXD69I/AAAAAAAABBg/xLx2uvdWLC4/s400/dagelan88.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471821829771619282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Hanibal Wijayanta (jurnalis senior)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kejanggalan dalam operasi penggerebegan teroris di Solo hari ini. Ada apa sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari terakhir masyarakat kembali dikejutkan oleh operasi penangkapan dan penembakan teroris. Pekan lalu, belasan orang ditangkap di kawasan Pejaten, yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari markas Badan Intelijen Negara (BIN). Rabu siang lalu (12/5) sekelompok orang ditangkap di Cikampek, Jawa Barat, dan menewaskan dua orang di antara mereka. Beberapa jam kemudian, tiga tersangka teroris juga diterjang timah panas polisi dan tewas saat turun dari taksi di keramaian jalan Sutoyo Siswomihardjo, kawasan Cililitan, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat corong media massa, polisi mengatakan bahwa mereka adalah tersangka teroris. Awalnya polisi baru mengatakan bahwa mereka terlibat dalam kasus teroris Aceh yang ditangkap dan didor dua bulan lalu. Belakangan, polisi mengatakan bahwa mereka juga terlibat kasus bom Marriott dan bom Kedubes Australia. Bahkan kabarnya salah seorang tersangka yang ditembak polisi adalah Umar Patek, salah satu pelaku Bom Bali I, yang sempat diberitakan tewas di Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Kamis (13/5) polisi ternyata sudah langsung bergerak ke Solo, termasuk komandan lapangan Densus 88 Kombes Muhammad Syafei yang sampai kemarin sore masih berada di Cikampek. Sang Kombes juga sempat memberikan clue kepada tim liputan kami bahwa, “Akan ada gunung meletus di Solo.” Di Solo polisi ternyata menangkap tiga orang tersangka, entah di mana ditangkapnya, kemudian menyerbu sebuah rumah bengkel. Di tempat inilah polisi menemukan sepucuk M-16, pistol, peluru, dan buku-buku jihad (!)… Hmmm… Sigap nian polisi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang menarik dalam penggerebegan teroris di Solo kali ini. Sebab, sebelum penggerebegan itu, polisi sempat menggelar brieffing terlebih dahulu dan persiapan-persiapan seperlunya di sebuah rumah makan. Di tempat itu pula –di pinggir jalan— mereka baru memakai rompi anti peluru setelah melempar-lemparkannya sebentar di antara mereka, memasang sabuk, penutup kepala, senjata api dan persiapan-persiapan lain. Beberapa warga yang melintas sempat menonton mereka show of force, dan terkagum-kagum heran melihat semua persiapan itu. “Wah, iki Densus 88 yo, Mas, edan tenan…,” kata seorang warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara persiapan pra penyerbuan yang sangat terbuka seperti ini tentu saja jarang terlihat pada penggerebegan sebelumnya. Pada penyerbuan-penyerbuan sebelumnya, biasanya polisi sudah memakai pakaian tempur lengkap dan masuk ke lokasi di malam hari atau pagi buta. Sementara pada acara persiapan tadi pagi, matahari sudah mulai hangat di tengkuk. Saat itu sebenarnya beberapa wartawan cetak dan elektronik sudah mulai berdatangan ke rumah makan itu. Sayang mereka tidak berani mengambil momentum bersejarah ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah semua anggota lapangan memakai peralatan rapi, mereka lalu masuk ke mobil dan langsung bergerak. Hanya bergerak sebentar tiba-tiba mobil-mobil Densus 88 itu berhenti. Para anggota lapangan pun bergerak mengepung sekitar lokasi dan kemudian memasuki rumah yang dipakai menjadi bengkel itu. Para wartawan yang mengikuti mereka sampai tergopoh-gopoh karena terkejut. Mereka tidak mengira rumah sasaran sedekat itu. Tahukah anda, berapa jaraknya dari rumah makan tadi? Hanya 200 meter, dan terlihat jelas dari restoran tadi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka drama penggerebegan yang tidak lucu itu pun terjadi. Para wartawan bisa mendekat ke TKP bahkan sampai ke pintu rumah bengkel tadi. Para anggota Densus 88 itu pun bisa diambil gambarnya dalam jarak dekat. Mereka sama-sekali tidak berusaha menghalangi atau melarang, mereka juga tidak mengusir para wartawan. Para petugas membiarkan para cameraman televisi mengambil gambar hingga di pintu rumah itu, dan bisa mengambil gambar ketika anggota densus 88 berada di salah satu ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rekaman para cameraman televisi, Lazuardi reporter/cameraman Metro TV dan Ecep S Yasa, dari TV-One tampak diberi privilege untuk mengambil gambar terlebih dahulu dari wartawan lain. Meskipun demikian mereka juga sempat disuruh keluar terlebih dahulu, “Nanti dulu-nanti dulu, belum siap,” kata seorang anggota Densus 88. Para wartawan sempat bertanya-tanya, apanya yang belum siap. Namun ketika boleh masuk, para wartawan melihat bahwa barang bukti sudah tersusun rapi di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat menarik, bagi wartawan yang sudah biasa meliput penangkapan teroris, tampak jelas dari bahasa tubuh mereka, bahwa para anggota Densus 88 itu tidak menunjukkan tanda-tanda stres yang menyebabkan adrenalin melonjak. Mereka tampak lebih santai dari pada ketika mereka menggerebeg tersangka teroris sebelumnya. Bahkan mereka menunjukkan kegembiraan yang janggal ketika saling mengacungkan jempol, tos dan sebagainya, setelah operasi dinyatakan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku yang aneh juga tampak ketika para perwira Densus 88 termasuk komandan lapangan mereka, Kombes Muhammad Syafei datang ke rumah bengkel itu dan mau diambil gambarnya oleh para wartawan, bahkan dalam posisi close-up. Padahal selama ini dia dikenal paling alergi dengan kamera wartawan. Tak segan-segan ia menyuruh wartawan mematikan camera atau menghapus gambar yang ada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejanggalan pun semakin lengkap ketika beberapa warga mengakui bahwa sebenarnya sehari sebelumnya rumah bengkel itu sudah didatangi sejumlah orang bertampang tegap, yang menurut warga adalah polisi…. “Ya mirip mereka-mereka itu, mas…,” kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa artinya semua ini?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-1725653378498854823?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/1725653378498854823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/dagelan-penggerebegan-teroris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1725653378498854823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1725653378498854823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/dagelan-penggerebegan-teroris.html' title='Dagelan Penggerebekan Teroris'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-_Q9pXD69I/AAAAAAAABBg/xLx2uvdWLC4/s72-c/dagelan88.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-1819929311366803388</id><published>2010-05-15T13:26:00.002+07:00</published><updated>2010-05-21T16:19:49.735+07:00</updated><title type='text'>Sehari Kapolri Bohong Lima Kali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZQCTksWZI/AAAAAAAABD8/1dWOoPRu2YE/s1600/kapolri+bhd.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zxRJP3PiI/AAAAAAAABAg/Gwl5biZBkQ8/s1600/susno1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 297px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zxRJP3PiI/AAAAAAAABAg/Gwl5biZBkQ8/s400/susno1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471012924190834210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dirumahnya yang tidak mewah di kawasan Cinere, pagi itu Kamis, pukul 07.50 wib. Tim Redaksi Tabloid Suara Islam tiba sepuluh menit lebih awal dari waktu yang disepakati. Tetapi ternyata tuan rumah telah siap menerima kehadiran kami di ruang tengah rumah yang cukup asri itu. Berikut ini wawancara eksklusif Abdul Halim, Muhammad Luthfie Hakim dan Muhammad Al Khaththath dari Tabloid Suara Islam, dengan Komjen (Pol) Susno Duadji di rumahnya Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/3) lalu. Wawancara sejak dari kasus Bank Century hingga markus pajak Rp 24,6 miliar yang diduga kuat melibatkan sejumlah Jenderal di Mabes Polri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Bagaimana tanggapan Anda atas penyesalan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution yang merekomendasikan pencopotan Anda dari Kabareskrim Mabes Polri akhir tahun lalu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Buyung tidak perlu menyesal, tetapi yang penting follow-up dari penyesaaan itu. Faktanya pada waktu itu saya Kabareskirm, orang akan beranggapan bahwa penyidikan itu berada ditangan Kabareskrim. Ada dugaan rekayasa penyidikan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Kalau ada dugaan rekayasa, maka alamat yang paling tepat tentunya Kabareskrim. Sebab tidak pernah di ekspos bahwa yang menanggani kasus pimpinan KPK ini adalah suatu tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan penyidiknya adalah Direktur III Brigjen Julianus Mahar. Itulah yang dinamakan dengan nama sandi Truno 3. Kalau saya di dalam jajaran Kepolisian adalah Tribrata 5 dan di lingkungan Bareskrim Guru l. Koordinatornya adalah Wakabareskrim yang bertanggung-jawab kepada Kapolri. Jadi susunannya Kapolri kemudian Wakabareskrim yang membawahi beberapa tim. Sebelumnya Irjen Hadiatmoko, tetapi karena dinilai tidak berhasil dan hanya di anggap berhasil menggolkan Antasari Azhar saja tetapi justru Bibit dan Chandra gagal, sehingga Hadiatmoko di copot. Kemudian diganti Brigjen Dikdik dan dianggap berhasil menggolkan Bibit dan Chandra, menjadi tersangka dan dia naik pangkat menjadi Irjen. Kemudian Julianus Mahar dianggap berhasil dan naik pangkat menjadi Brigjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota tim berasal dari Bareskrim, Polda Metro, Polda Jatim, Babintak dan Ditbinkum. Saya tidak mengendalikan dan tidak boleh mengendalikan dan tidak boleh tahu hasilnya. Memang struktur militer dan polisi kuat sekali, kalau ada tim khusus maka yang boleh tahu kerjanya hanya tim itu saja, sehingga kalau saya tanya salah. Jadi yang benar adalah saya jangan bertanya. Mereka jangan melapor ke saya, sebab jadi tidak patuh pada asas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar kalau orang luar menuduh saya, tetapi saya diam dan tidak membantah. Seharusnya pimpinan yang menjelaskannya, tetapi pimpinan tidak pernah menjelaskannya bahkan Susno Duadji tidak dilibatkan disitu. Kalau bicara sendiri dan saya bukan kalau tidak terlibat, akhirnya saat ini orang akan menanyai siapa yang terlibat. Kalau bukan Susno, terus siapa?, nanti akan ke Kapolri dan diatasnya ke Presiden. Untuk itulah saya sebagai seorang perwira dan ksatria, disitu saya betul-betul menunjukkan kesetiaan dan keperwiraan saya. Manakala kepentingan lebih besar menghendaki, maka kepentingan pribadi dan kelompok harus dikalahkan, sehingga saya diam saja. Tetapi ingin tunjukkan saya tidak seperti itu. Saya menunjukkannya dengan bahasa isyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sewaktu Bang Buyung menyuruh saya mundur, saya tidak mau mundur. Tetapi akhirnya Bang Buyung mau mundur jika saya tidak mundur. Tetapi kemudian diberi permen manis oleh Kapolri dengan sebuah kebohongan. Di Istana Kapolri mengatakan Susno Duadji sedang membuat surat pengunduran diri, sehingga Bang Buyung tidak jadi mundur. Kemudian malamnya Kapolri rapat dengan Komisi III DPR, dengan terang-terangan mengatakan bahwa surat pengunduran Susno Duadji sudah diterima. Itu jelas suatu kebohongan besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Tim 8 mengundang tim dari Polri hadir di Wantimpres untuk dimintai keterangan, yang berangkat Kapolri, Wakabareskrim, Direktur III dan beberapa pemeriksa. Saya tidak hadir, tetapi Bang Buyung tidak menanyakan ini. Seharusnya ditanya, mana Susno kok tidak datang dan anggota Tim 8 lainnya juga tidak tanya, punya ilmu apa itu !, akhirnya mereka pulang. Setelah itu mereka baru ingat dan besoknya saya datang sendiri ke Tim 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan, walaupun saya tidak bertanggung-jawab dalam penyelidikan ini, saya datang atas sepengetahuan institusi dan saya siap memberikan keterangan sepanjang yang saya ketahui. Tetapi tidak pernah ada pertanyaan, kenapa kamu membantah walau tidak bertanggung-jawab. Tidak ada pertanyaan seperti itu. Akhirnya kesimpulan Tim 8 adalah Susno merekayasa kasus untuk menghindari dari tanggung-jawabnya, kan celaka benar !. Ya sudah, saya cepat didesak mundur oleh Presiden SBY. Bahkan Kapolri terdiam seusai pengunduran saya dimana prosesnya masih 15 hari setelah keluarnya rekomendasi Tim 8. Akhirnya Kapolri datang ke beberapa pimpinan redaksi media massa untuk menenangkan media massa agar tidak mendesak mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi waktu itu jawaban Kapolri berkelit, ketika ditanya apa benar Susno itu, apa Kapolri takut, kok demikian kuat Susno itu, tetapi jawaban Kapolri berkelit. Semestinya sebagai seorang Kapolri, sebagai seorang jenderal polisi dia katakan, jangan menuntut Susno mundur, dia tidak bertanggung-jawab dalam menyidik kasus ini, kan selesai. Tetapi siapa yang bertanggung-jawab?, Kapolri harus menjawab saya, kan sebagai perwira harus ksatria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi melihat dia tidak begitu, saya kecewa !. Saya berfikir buat apa bertahan?. Maka saya harus mundur. Saya berunding dengan anak istri, saya katakan kita dihujat terus menerus dan tidak bisa diundurkan, kalau mau bertahan 100 tahun bisa. Tetapi hujatan ini terus menerus, sehingga saya katakan siap mundur. Saya bilang sama anak istri, meski nama kita sudah hancur tetapi kita tidak salah. Insya Allah, dengan keimanan kita maka kebenaran tidak akan bisa ditutupi. Kalau Allah ingin memulihkan nama kita, tidak akan sulit. Kun fayakun, selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya mundur, begitu mudur tidak ada masalah apa-apa. Saya diam saja di rumah tidak ada niat apa-apa hampir selama 2,5 bulan. Kemudian saya berfikir bagaimana memperbaiki nama kita, harus mulai dari mana. Tahu-tahu saya diundang bersaksi di Pengadilan kasus Antasari Azhar dan saya datang tanpa niat apapun juga. Karena kesaksian dibawah sumpah dan dibawah “UU dunia”, kalau saya bohong berarti saksi palsu. Kalaupun saya berbohong dan tidak ditangkap di dunia pasti akan ditangkap di akhirat. Saya akan mendapat laknat dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya sewaktu menyampaikan kesaksian, saya enak saja apa yang saya ketahui, tidak saya tambah dan tidak saya kurangi. Seperti pertanyaan pengacara, apa betul saya mengetahui ada tim yang dibentuk Kapolri yang dinamakan Tim Motivasi untuk menghendel kasus ini?. Saya jawab tidak tahu dan tahu. Memang awalnya saya tidak tahu, tetapi akhirnya saya tahu. Tidak tahu memang tidak diberi tahu, kemudian tahu karena saya mengetahui tim itu gagal. Karena gagal maka dicopotlah ketua tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Menurut Anda, siapa sebenarnya dalang yang merekayasa semua kasus ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa saya beritahu yang merekayasa, saya kira masyarakat sudah mengetahuinya. Siapa yang bertanggung-jawab dalam penyelidikan ini. Tim penyidiknya Direktur III dan Koordinatornya Wakabareskrim serta penanggungjawabnya Kapolri yang langsung lapor pada Presiden. Lalu siapa penanggungjawabnya?. Saya kira dari struktur ini, silahkan di analisis sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda pernah mengatakan Boediono terlibat dalam skandal Century. Namun setelah menjadi Wapres penyidikan dihentikan. Bagaimana kok bisa terjadi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan bukan terlibat. Waktu menyidik Century, kasusnya saya bagi tiga. Kasus murni perbankan, duit nasabah diambil Robert Tantular dengan kasus Antaboga, dan kasus yang terkait dana LPS. Itulah yang berbeda. Kenapa saya tidak meneruskan, karena sudah masuk bulan September. Bulan Oktober sudah ada hasil penetapan Presiden dan Wakil Presiden dan sudah ada jadwal pelantikannya. Sebab kalau saya teruskan penyidikan, pasti ada yang bilang Susno telah dimanfaatkan kepentingan politik lain untuk menghancurkan nama Wapres, menggagalkan Pilpres dan Cawapres, sehingga besar sekali resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menyidik harus memakai strategi, mana kuat Susno sendirian disitu, Kapolri belum tentu setuju. Tetapi kalau sekarang kuat sekali backupnya jikalau polisi ingin menyidiknya dengan backup masyarakat. Waktu itu saya menyidik dengan kekuatan hukum. Tetapi hukum tanpa ditopang oleh kekuasaan maka tidak akan bisa jalan. Pasti kalau saya teruskan akan ketemu dengan Menkeu dan Wapres. Apa kuat Susno sendirian?. Tentunya dengan strategi, toh masyarakat dan KPK sudah minta diusut dan BPK sudah mulai mengangkat kasusnya sedikit demi sedikit, itu strateginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa anda berani membongkar kebobrokan Mabes Polri?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira bukan karena keberanian, tetapi karena kepenakutan saya maka saya ungkap. Jadi kalau saya berani, justru saya hormat sekali kepada mereka yang berani merekayasa kasus itu. Kalau saya takut, karena takut akan hukuman Allah lebih berat yang akan saya terima.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Menurut Anda, seberapa parah kebobrokan di dalam Mabes Polri?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergantung kehebohannya !. Masyarakat kan sudah tahu, yang saya angkat ini baru satu, tetapi hebohnya luar biasa, ini berarti parah. Makanya saya tidak mau angkat banyak-banyak, satu dulu saja. Ini hanya merupakan test case saja. Saya masih punya banyak peluru. Jadi masyarakat bisa membaca. Baru satu yang saya angkat, Mabes Polri sudah goyang. Itu menunjukkan bobrok, coba dia baik. Mestinya yang kena dua orang, biarkan dua orang itu menghadapi sendiri secara hukum, kenapa dua orang itu dibela mati-matian?. Padahal tidak ada kewajiban membela dua orang itu. Seharusnya kewajiban polisi itu membela saya, sebab Undang-undang mengatakan pelapor tindak pidana korupsi wajib dilindungi. Kenapa dia sampai nekat melanggar UU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banyaknya kebobrokan di tubuh Polri, apa perlu direformasi kembali?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan perlu tetapi wajib atau fardhu ain untuk direformasi. Kalau perlu itu sunnah, sedangkan ini wajib. Kalau tidak direformasi, berarti kita memelihara penjahat bersenjata resmi dan terorganisir. Padahal kewenangan polisi besar sekali dengan kekuatannya mencapai 360 ribu orang bersenjata. Polisi boleh membunuh, jika penjahat lari boleh ditembak mati. Dengan kekuatan sedemikian besar, jika tidak direformasi dengan baik maka akan sangat berbahaya. Kalau tentara tidak boleh menembak rakyat, tetapi polisi boleh nembak rakyat yang melakukan kejahatan. Tentara tidak boleh nembak rakyat yang jahat sekalipun. Kalau tentara begitu senjatanya nembak itu untuk musuh dari luar, tetapi kalau polisi senjatanya diarahkan kedalam, itu bedanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Apa ini sebagai dampak penempatan Polri dibawah Presiden?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan ! Polisi mau dibawah siapapun. Presiden, Menteri Peranan Wanita atau siapapun tidak masalah. Kita sekarang sedang mengalami dekadensi moral. Seharusnya polisi wajib menjadi pelindung, tetapi malah menakut-nakuti rakyat supaya dapat duit. Polisi wajib memberantas kejahatan, tetapi malah menciptakan kejahatan. Lha ini jahiliyah, ini sudah masuk zaman jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan penetapan anda sebagai terperiksa atau tersangka, apa anda merasa didzolimi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya saya terima saja, mau silahkan orang menilainya, saya diperiksa saja belum. Yang katanya namanya harum, apa ya?. Yang melaporkan saya itu kan namanya yang harum itu, yang saya tuduh merekayasa kasus dan katanya tidak terbukti. Lho bisa mengatakan tidak terbukti, kapan memeriksannya?. Kok cepat amat, mereka ngotot. Sebelum diperiksa, kesimpulannya saya jadi tersangka, ya sudah. Kalau kita ikut gila, namanya gila juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa Kapolri sekarang kelihatanya berbalik, mengakui ada ketidakberesan dalam kasus markus pajak yang melibatkan Gayus Tambunan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diam, tahu saya sudah malas mendengarnya. Karena, semua institusi resmi seperti polisi yang berkaitan dengan HAM, mestinya jika memberi keterangan itu sekali saja, sehingga antara satu keterangan dengan lainnya sama. Jadi sekarang yang mau saya pegang keterangan siapa?. Kabareskirm lain, Kadiv Humas lain, Kapolri lain, Propam lain lagi meski dalam persoalan yang sama. Itu baru dari segi orangnya. Sekarang dari segi waktu, pagi, siang dan malam lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau dicari-cari kesalahannya seperti membolos kerja selama 78 hari, bagaimana komentar anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolos dari mana?, kalau tidak pernah masuk kantor, kantornya mana?. Kantor adalah tempat suatu jabatan yang melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan standar operasional prosedural (SOP). Tempat mungkin ada, jabatannya apa?, tugasnya apa?, SOP nya apa?. Kalau ada tempat, bukan kantor namanya. Saya masuk sana, bukan masuk kantor. Tapi sekarang mereka bilang saya bolos, terserah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan orang sama seperti pak Da’i Bachtiar, apakah pernah dia ngantor setelah jadi Pati?. Dia jadi Pati selama 10 bulan sebelum pensiun. Kemudian pak Chairuddin Ismail, apakah beliau ngantor?, satu tahun lebih. Apakah dia diperiksa dan dipecat. Tidak ! Kenapa untuk hal yang sama, perlakuan terhadap saya berbeda. Jadi kalau begitu ini khusus untuk Susno Duadji saja. Tapi apapun juga saya tidak menolak, saya terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Soal markus pajak, apa uang Rp 24,6 miliar itu memang dibagi-bagikan oleh Gayus Tambunan kepada para pejabat di Mabes Polri?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu ! Tetapi yang jelas uang itu sudah tidak ada. Itulah tugas penyidik, sama untuk markus ini. Polisi itu mengerti hukum, tetapi mereka mengatakan kalau berani buktikan. Lha dimana saya bisa membuktikan?. Saya ingin polisi yang mempunyai kewenangan menyidik itulah yang membuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengenai kasus Century beberapa waktu lalu, bagaimana proses kehadiran anda di Komisi III DPR. Apakah anda tidak diajak pimpinan Polri seperti waktu di Tim 8 tetapi anda mendapat undangan khusus dari DPR?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu acara dengar pendapat dengan Komisi III terkait dengan heboh cicak-buaya dengan KPK, memang saya tidak diajak Kapolri, tetapi saya sudah antisipasi. Saya mempunyai teman-teman DPR agar diundang. Di meja memang tidak ada papan nama saya, tetapi saya mengatakan resmi diundang dengan tandatangan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Justru yang tak diundang itu mereka semua itu, karena yang diundang resmi hanya Kapolri dan saya, sedangkan mereka itu hanya diajak Kapolri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa reaksi Kapolri waktu itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolri hanya kelihatan pucat saja, yang jelas dia tidak bisa bicara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waktu itu Kapolri mengatakan Susno siap mengundurkan diri?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan siap, tetapi Susno Duadji sudah mengajukan surat pengunduran diri, katanya suratnya sudah diterima. Waktu itu saya mau berdiri, tetapi dicegah Wakapolri pak Makbul. Ketika itu dalam sehari Kapolri 5 kali berbohong secara resmi, tetapi yang tidak resmi saya tidak tahu. Waktu siangnya di Istana Kapolri mengatakan Susno sudah mengajukan surat pengunduran diri. Malamnya mengatakan surat pengunduran diri sudah diterima. Malam itu di tempat yang sama juga mengatakan tentang Nurcholish Madjid. Juga di tempat yang sama dia mengatakan tentang MS Ka’ban. Pada tempat yang sama dia juga mengatakan akan mundur jika tidak bisa dibuktikan di Pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa di Komisi III DPR, anda sampai menangis. Apa yang menyebabkan anda terharu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur hidup, saya tidak pernah menangis. Waktu Ibu saya meninggal dunia sekalipun, saya tidak menangis. Memang saya lebih dekat kepada Ibu meski Bapak dan Ibu sama. Karena dialah yang mengajarkan akhlak budi pekerti dan agama kepada saya. Karena sesuai dengan ajaran agama, jangan dibasahi dengan air mata ketika ditinggal wafat, maka saya hanya berdoa dan membaca Surat Yasin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi malam itu di DPR saya menangis. Karena sudah hampir 4 bulan terus menerus ditekan. Sedangkan di rumah saya harus senyum, untuk menghibur istri dan anak, tetapi batin saya sedih sekali. Anak saya perempuan sampai berhenti dari bekerja karena malu bapaknya dihujat terus menerus. Akhirnya usaha sendiri dengan jual pakaian bekas di Citos dengan diobral padahal dia sarjana, tetapi yang penting halal. Alhamdulillah, ternyata penghasilannya tidak jauh berdeda dengan gajinya ketika masih kerja di kantor. Dia tidak malu, kadang-kadang temannya ikut beli. Itulah yang membuat saya ketika teringat sampai menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Jadi semuanya ini merupakan rekayasa dari Mabes Polri, padahal anda sama sekali tidak terlibat dalam tim penyidik. Sampai-sampai anda diminta mundur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kan tidak mundur, tetapi minta mundur sementara. Saya diminta mundur supaya tekanan berkurang. Saya diminta mundur pak Makbul atas suruhan Kapolri. Pak Makbul waktu itu bersama pak Yusuf Manggabarani. Saya tanya mengapa Kapolri tidak langsung kepada saya, alasannya Kapolri tidak sampai hati karena saya tidak bersalah. Kemudian saya bilang oke, saya mundur, tetapi mundurnya kan bukan selamanya. Nanti setelah situasi tenang, nama saya seharusnya dipulihkan kembali. Tetapi ternyata tidak ada pemulihan sama sekali selama 2 bulan, tetapi saya diam dan tidak berontak. Selama itu saya juga masuk kantor, meski kantornya tidak ada yang dapat dimasuki. Saya datang ke teman-teman karena sudah tidak memiliki ruangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 2,5 bulan saya tidak ada apa-apa dan saya terima. Bahkan sudah akan membanting setir mencari usaha yang lain. Tetapi begitu bersaksi untuk Antasari Azhar, mereka mengancam akan memecat dan sebagainya. Sejak itulah saya merasa telah dikerjain mereka dan saya mulai bangkit. Saya katakan sama keluarga, dukung saya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Apa reaksi anda ketika diumumkan diberhentian dari Kabareskrim?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya marah sekali. Kalau mutasi seringkali tidak pernah diumumkan ke publik. Karena saat itu timingnya massa minta saya untuk mundur, sehingga seolah-olah inilah betul biang-keroknya, saya tidak mau yang begitu. Saya tetap mau mundur tetapi jangan saya dikatakan bersalah. Waktu itu mungkin saya sudah kalah 80 persen.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Tetapi masyarakat kan perlu informasi yang berkaitan dengan anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang tidak pernah disampaikan oleh mereka. Karena Kapolri mengatakan tidak perlu berbicara dengan pers karena nanti semua dia yang mengatasi. Jadi saluran saya ke pers ditutup, tidak seperti sekarang ini. Saya sholat Jum’at saja tidak boleh di Masjid, tetapi di ruang tahanan bersama para tahanan. Supaya tidak bertemu dengan wartawan di depan. Kantor saya dengan ruangan Kapolri tidak lebih dari 20 meter, saya harus naik mobil dari belakang. Saya kira ini sudah pendzoliman yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Jadi anda berusaha melepaskan diri dari belenggu tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, lama-lama saya minta berhenti. Akhirnya saya bersaksi di sidang Antasari Azhar. Banyak hal yang mengejutkan dan saya dikejar terus sama wartawan. Saya sudah tidak mau tunduk lagi pada aturan-aturan polisi untuk membungkam saya. Meski tetap ada larangan berbicara sama wartawan, saya tidak takut, saya hantam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seperti apa marahnya anda waktu diumumkan pemberhentian dari Kabareskrim?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung malam itu saya datangi rumah Kapolri, tetapi dia tidak mau menerima meski ada di dalam rumah. Dia ada di dalam kamar dan tahu saya datang karena diberitahu ajudan. Rumah Kapolri kan agak terbuka pintunya dan yang jaga banyak sekali. Jangankan maling, lalatpun tak akan bisa masuk walaupun pintunya terbuka. Saya bisa masuk karena dia tahu saya Kabareskrim. Kata ajudan bapak lagi tidur dan besoknya baru bisa bertemu Kapolri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya jam 4 sore keesokan hari saya baru bisa bertemu Kapolri. Kemudian ajudan memberitahu saya kalau Kapolri sudah datang. Saya ingin bicara 4 mata, ajudan tak menjawab. Ternyata setelah saya masuk ruangannya, sudah ada 5 jenderal yang mendampingi Kapolri. Jadi saya tidak sendirian bertemu Kapolri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan, saya mau berhenti karena memang sudah sepakat. Tetapi kenapa diumumkan ke publik?. Itu berarti sudah mempermalukan saya. Seolah-olah itu isyarat kepada publik bahwa betul Susno Duadji yang bersalah dalam kasus dengan KPK, buktinya sudah dimundurkan. Dengan diumumkan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui berbagai media massa pada malam itu, akhirnya besoknya media menulis, akibat dari perbuatan merekayasa sebagai pertanggungjawaban maka saya mundur. Jadi seolah-olah melegitimasi betul bahwa saya merekayasa kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa reaksi Kapolri pada waktu itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya ketawa-ketawa saja dan merangkul saya. Hukuman itu kelihatannya kecil tapi maknanya besar bagi saya. Karena timingnya bertepatan dengan desakan masyarakat, maka saya mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah Kapolri meminta maaf kepada anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;TNI dan Polri berlaku sistem komando, tetapi masyarakat sekarang melihat bintang satu berani dengan bintang tiga. Sepertinya tidak ada lagi sistem komando di Polri?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena disuruh dan dibiarkan Kapolri. Apapun juga saya ini masih aktif sebagai polisi. Boleh benci sama Susno, tetapi dalam hierarkhi tidak boleh benci. Kalau tidak disuruh tidak bakal mereka berani. Tetapi perasaan dia ingin menjatuhkan martabat saya kan?. Tetapi dia lupa martabat mereka sendiri justru yang jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu ada pemeriksaan dari dua sayap, Intelijen dan Propam. Intelijen sudah clear dan Propam belum selesai, dimana Kapolri membatasi seminggu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu tak clear, dua minggu tak clear yang dilakukan Propam. Apa salah yang akan dituduhkan kepada saya?. Kemudian intelijen lebih jernih berfikir seperti pak Saleh Saaf. Sebenarnya bukan Propamnya yang salah, tetapi kepemimpinan yang salah. Kalau pemimpin berwibawa, maka hierarkhi polisi akan bagus sekali. Jadi pemimpin kan harus tegas, jangan mengadu domba, itu namanya kan mengadu domba. Saya yakin pak Saleh Saaf tersinggung berat itu. Propamnya masih ngotot sementara Kapolri tidak punya pendirian. Itu kan sama dengan menyuruh anak buah berantem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adanya kebobrokan dalam institusi Polri seperti markus, rekayasa perkara, intervensi politik akan membebani institusi Polri. Apa sebaiknya yang menjadi langkah Polri?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polri harus dirombak kepemimpinannya, terutama orang nomor satunya oleh orang yang memiliki integritas tinggi, punya keberanian dan tidak munafik. Kalau bisa begitu ya sudah selesai. Perlu waktu berapa bulan, tidak perlu lama cukup tiga bulan sudah baik karena sistem komando. Berbeda dengan Departemen dan Partai. Kalau polisi kan ada yang diatas dan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau itu sepertinya suatu yang utopis, mengingat kita tahu pimpinan Polri memiliki penghasilan sampingan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ! Polri itu gajinya kecil. Kalau memang perusahaan miliknya sendiri tidak apa-apa. Seperti gajinya kecil tetapi memiliki perusahaan silahkan saja, kan tidak dilarang mendapat penghasilan yang halal. Kalau nggak kan mati karena gajinya tak cukup. Itulah yang saya katakan kalau seorang polisi tidak di topang dengan usaha lainnya, apapun pangkatnya jenderal bintang 8 sekalipun di Jakarta ini, tidak mungkin bisa beli mobil kijang sekalipun second hand. Gaji saya kan hanya Rp 11,7 juta, untuk membayar listrik saja satu juta lebih, belum lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah anda siap mengambil-alih kepemimpinan Polri bila DPR menghendakinya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal siap atau tidak siap, rakyat yang tahu. Jadi Kabareskrim saja tidak dipakai dan dicopot, masak jadi Kapolri. Itu impian terlalu tinggi. (Susno tertawa lepas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana perlunya fungsi moral di Kepolisian sekarang?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya di polisi, tetapi di republik ini. Saya kira solusinya kita perbaiki moral melalui agama seluruh pimpinan negara ini. Sekarang ini kan orang tidak takut lagi sama Tuhan. Mereka tetap Shalat lima waktu tetapi korupsinya jalan terus. Kalau mereka ketemu daging babi muntah-muntah, tetapi aspal dan pasir masuk perut. (&lt;a href="http://www.suara-islam.com/news/berita/wawancara/650-sehari-kapolri-bohong-lima-kali"&gt;suara-islam.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZQCTksWZI/AAAAAAAABD8/1dWOoPRu2YE/s1600/kapolri+bhd.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S_ZQCTksWZI/AAAAAAAABD8/1dWOoPRu2YE/s400/kapolri+bhd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473650397659552146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-1819929311366803388?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/1819929311366803388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/sehari-kapolri-bohong-lima-kali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1819929311366803388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1819929311366803388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/sehari-kapolri-bohong-lima-kali.html' title='Sehari Kapolri Bohong Lima Kali'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zxRJP3PiI/AAAAAAAABAg/Gwl5biZBkQ8/s72-c/susno1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-7334294245160094506</id><published>2010-05-14T13:08:00.003+07:00</published><updated>2010-05-14T13:21:52.780+07:00</updated><title type='text'>Sumber Kisruh Centurygate dan Kasus Antasari</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Susno Siap Bongkar Kasus IT dan DPT Fiktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zrdxEhytI/AAAAAAAABAY/e0x-v_6BcII/s1600/susno_1_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 323px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zrdxEhytI/AAAAAAAABAY/e0x-v_6BcII/s400/susno_1_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471006543969372882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, RMOL. Saat ini publik Indonesia dipertontokan berbagai kasus dan skandal. Mulai dari pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen yang melibatkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar, kriminalisasi dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, hingga kasus Century yang sampai saat ini belum juga belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji mengaku mengetahui apa yang menjadi faktor dari keluarnya berbagai kasus-kasus yang disebutkan di atas. Semuanya, kata Susno, berawal dari kisruh sistem informasi dan teknologi (IT) dan daftar pemilih tetap (DPT) pada saat pemilu 2009 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 14/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngabalin mengaku sebelumnya menjenguk Susno pada saat ditangkap di Bareskrim Mabes Polri dan juga menjenguk Susno setelah dipindahkan ke Mako Brimob Kelapa Dua, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada ribuan masalah, segala hirup pikuk di negeri ini, dan segala tipu macam muslihat yang ada, dimulai dari kasus IT dan DPT. Kenapa ini dan itu, semua ada di tangan saya (Susno)," kata mantan anggota Komisi I DPR ini menirukan ucapan Susno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susno menegaskan, masih kata Ali Mochtar, rakyat dan umat harus mendapatkan informasi yang baik dan benar tentang berbagai kasus yang ada saat ini. Hal itu keluar dari lubuk hati Susno, bukan dari mulut semata, kata Ali Mochtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan akan dibeberkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata beliau (Susno), tunggu saja saatnya," jawab kata Ali Mochtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, Susno sudah tahu risikonya kalau tetap membongkar kasus IT dan DPT tersebut. Namun Susno tetap akan membongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan ragukan saya. Saya tidak akan khianati rakyat dan umat. Saya tidak akan gadaikan akidah saya, hanya untuk kepentingan dunia. Atas nama kebenaran dan kejujuran, kita harus memperbaiki bangsa ini," ujar Ngabalin, kembali mengutip Susno. (&lt;a href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/05/14/93481/Sumber-Kisruh-Centurygate-dan-Kasus-Antasari,-Susno-Siap-Bongkar-Kasus-IT-dan-DPT-Fiktif"&gt;rakyatmerdeka.co.id&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-7334294245160094506?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/7334294245160094506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/sumber-kisruh-centurygate-dan-kasus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7334294245160094506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/7334294245160094506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/sumber-kisruh-centurygate-dan-kasus.html' title='Sumber Kisruh Centurygate dan Kasus Antasari'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zrdxEhytI/AAAAAAAABAY/e0x-v_6BcII/s72-c/susno_1_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-1231632911398104982</id><published>2010-05-14T11:04:00.001+07:00</published><updated>2010-05-14T11:07:39.803+07:00</updated><title type='text'>Susno, Bicaralah!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zMW5yQQ7I/AAAAAAAABAQ/VjXcJE-d-28/s1600/susno3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zMW5yQQ7I/AAAAAAAABAQ/VjXcJE-d-28/s400/susno3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470972341189100466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Saldi Isra (Guru Besar Hukum Tata Negara dan Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji dijadikan sebagai tersangka dan langsung ditahan terkait dengan praktik mafia hukum dalam penanganan kasus PT Salmah Arwana Lestari di Rumbai, Riau. Susno diduga menerima suap Rp 500 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang terkejut dengan status baru yang disandang Susno. Dari jauh hari telah diduga, perubahan status hukum dan penahanan Susno hanya masalah waktu. Bagaimanapun, banyak kalangan percaya, membiarkan Susno melanjutkan sepak terjangnya berpotensi menimbulkan guncangan dahsyat di internal kepolisian. Mulutnya harus dibungkam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, selang beberapa waktu setelah penahanan Susno, dalam sebuah percakapan santai dengan Zainal A Mochtar, Direktur Pusat Kajian Anti-korupsi Fakultas Hukum UGM ini mengemukakan rumusan yang amat sederhana: jika yang dijadikan tersangka dan ditahan adalah bintang tiga, maka yang dilindungi sesungguhnya adalah elite dengan bintang tiga ke atas. Meskipun rumusan ”sederhana” itu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, melihat dampak yang mungkin ditimbulkan oleh ”informasi” yang dimiliki Susno, pendapat Zainal Mochtar bisa mendekati kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, penahanan dan pemberian status tersangka kepada Susno didasarkan keterangan saksi, antara lain Sjahril Djohan, pengacara Haposan Hutagalung, dan Ajun Komisaris Besar Syamsu Rizal (Kompas, 11/5). Padahal, di antara pemberi keterangan itu ada tersangka dalam skandal mafia pajak yang melibatkan Gayus HP Tambunan, bekas pegawai golongan III A Direktorat Jenderal Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membungkam Susno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit dibantah, dalam kurun hampir satu tahun terakhir, Susno menjadi sosok sentral yang kontroversial dalam rimba penegakan hukum di negeri ini. Setidaknya, skandal cicak versus buaya membuka mata banyak orang bahwa Susno tidak peduli dengan tekanan publik bahwa kriminalisasi atas pimpinan KPK, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, akan menjadi langkah mundur dalam memberantas korupsi. Namun, setelah diberhentikan sebagai Kepala Bareskrim Polri, keterangan di depan Pansus Century sedikit menyadarkan publik bahwa Susno bukan merupakan lapis pertama pengambil keputusan kriminalisasi atas Bibit-Chandra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ingin menebus ”dosa” dalam skandal kriminalisasi atas Bibit-Chandra, Susno mulai memberikan keterangan yang mengagetkan banyak orang, di antaranya pengakuan Susno tentang praktik mafia hukum di lingkungan Mabes Polri. Pengakuan Susno itu menimbulkan guncangan hebat di Mabes Polri yang merambat begitu cepat terutama setelah Susno menyebut skandal pajak yang melibatkan Gayus HP Tambunan. Tidak berhenti sampai di situ, Susno mengemukakan sejumlah nama yang disebutnya sudah malang melintang menjadi makelar kasus di Mabes Polri. Misalnya, nama Sjahril Djohan tidak akan dikenal secara luas sekiranya Susno tidak menyebutkan inisial nama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, sejumlah keterangan yang diucapkan Susno berembus kencang sehingga menimbulkan hawa panas di lingkungan Mabes Polri. Bahkan, bukan tidak mungkin udara panasnya mulai menerobos pintu kekuasaan lain. Karena itu, mulut Susno harus dibungkam. Cara yang paling tradisional yang pernah dilakukan adalah memberikan tekanan psikologis kepada Susno. Sebagai bagian dari upaya itu, Susno dijemput paksa di Bandara Soekarno-Hatta ketika hendak berangkat ke luar negeri. Namun, langkah penjemputan paksa tersebut tidak dihitung secara cermat oleh Mabes Polri. Karena itu, tidak hanya gagal memberikan tekanan terhadap Susno, tindakan Mabes Polri itu justru dikecam berbagai kalangan. Sejak kejadian itu, dukungan publik kepada Susno cenderung semakin meluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gagal dengan cara tersebut, Mabes Polri berupa membuka rekam jejak Susno. Ketika pilihan sampai pada pelacakan rekam jejak, hampir dapat dipastikan sulit menemukan seorang petinggi polisi yang tanpa kesalahan sama sekali. Jika ditemukan kesalahan, sesuai dengan Pasal 21 Ayat (1) KUHAP, penahanan terhadap seorang tersangka dapat dilakukan karena diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang pernah menduduki jabatan tertinggi di Bareskrim Polri, langkah menahan Susno dapat dikatakan sebagai pilihan yang tidak bijak. Apalagi, dugaan menerima suap Rp 500 juta dalam penanganan kasus PT Salmah Arwana Lestari merupakan kasus yang dicari (-cari) setelah Susno menyuarakan praktik mafia di lingkungan Mabes Polri. Kalaupun ada bukti yang cukup, status tersangka rasanya sudah cukup diberikan kepada Susno. Mengapa harus ditahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dikhawatirkan status hukum tersangka tanpa diikuti penahanan tidak akan mampu membungkam mulut Susno. Sesuai dengan jabatan yang pernah dipegang, membiarkan Susno terus-menerus berbicara kepada publik tidak hanya akan mengancam Mabes Polri dan Ditjen Pajak, tetapi juga berpotensi mengancam pusat kekuasaan yang lain. Sebagai mantan Kepala Bareskrim, Susno pasti punya banyak informasi dan catatan tentang peristiwa yang terjadi selama sekitar dua tahun terakhir, termasuk skandal Bank Century dan kekisruhan di sekitar penyelenggaraan Pemilu 2009, terutama menyangkut daftar pemilih tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dukungan publik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika skandal mafia pajak terkuak ke publik, Presiden Yudhoyono memerintahkan untuk membongkar semua praktik mafia hukum yang terjadi. Namun, amat disayangkan, perintah itu hanya menjadi respons sesaat Presiden. Padahal, publik ingin mengetahui bagaimana langkah yang dilakukan Presiden, terutama di tempat-tempat yang ada hubungannya dengan pengakuan Susno. Bentuk langkah konkret Presiden yang ditunggu adalah bagaimana mengoptimalkan pengakuan Susno untuk membongkar mafia di lingkungan perpajakan dan kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sumber informasi berasal dari Susno, diharapkan Presiden akan memberikan proteksi kepada Susno sepanjang mantan Kepala Bareskrim Polri itu punya keinginan baik untuk mengungkapkan semua informasi yang ia ketahui. Namun, jangankan proteksi, justru Susno yang semakin berada dalam ancaman. Padahal, sekiranya ada keingian amat kuat, pengakuan Susno dapat dijadikan titik awal membongkar kotak pandora praktik mafia hukum di Mabes Polri dan kemungkinan jejaring mafia hukum yang terkait dengan Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan posisi strategis yang pernah dimiliki Susno, harapan Presiden untuk memberikan proteksi kepada Susno terasa terlalu muluk. Sebaliknya, proteksi politik yang dijanjikan DPR (Kompas, 12/5) diharapkan dapat tetap memberi kekuatan kepada Susno untuk mengungkap mafia hukum. Apalagi Susno pernah menyatakan bahwa mati pun ia tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya Susno mau mengungkapkan semuanya, potensi dukungan publik bisa lebih besar dari apa yang pernah diberikan kepada Bibit-Chandra. Percayalah, sekiranya dukungan publik berhasil diraih, Istana pun tidak akan mampu menghalanginya. Karena itu, ini saatnya Susno bicara untuk membongkar semuanya. (&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/14/04132729/susno.bicaralah"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-1231632911398104982?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/1231632911398104982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/susno-bicaralah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1231632911398104982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/1231632911398104982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/susno-bicaralah.html' title='Susno, Bicaralah!'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-zMW5yQQ7I/AAAAAAAABAQ/VjXcJE-d-28/s72-c/susno3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-4629810902809761060</id><published>2010-05-13T15:30:00.002+07:00</published><updated>2010-05-13T15:42:54.945+07:00</updated><title type='text'>Markas (Markus) Mabes Polri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-u7PrndnDI/AAAAAAAABAI/8teaMVnkLjs/s1600/truno_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-u7PrndnDI/AAAAAAAABAI/8teaMVnkLjs/s400/truno_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470672050452274226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tudingan Markas polisi menjadi sarang markus (makelar kasus) semakin terang benderang. Bukan lagi rahasia umum. Tidak lagi dibicarakan secara bisik-bisik. Kita tak perlu lagi takut membicarakan adanya makelar kasus di kantor yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk memberantas markus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah lakon Susno Duadji yang membuat keberadaan markus di markas polisi tersebut semakin jelas. "Nyanyiannya" tentang mafia pajak menujukkan bahwa arah penyidikan di kantor tersebut bisa diatur. Mafia ternyata lebih berkuasa daripada penyidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti terakhir yang memperlihatkan bahwa markus berseliweran di Terunojoyo (sebutan Mabes Polri) adalah surat dakwaan kasus Anggodo. Ternyata, geng Anggodo dan Ari Muladi mengadakan pertemuan di Terunojoyo saat merancang pemufakatan jahat untuk menghalangi penyidikan kasus korupsi Anggoro. Mereka bertemu di situ seperti di kantor sendiri. Itu sebuah kenyataan yang sangat menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Susno yang membuka kartu tentang mafia kasus tersebut ditahan di Mabes Polri. Wajar kita curiga, jangan-jangan jenderal bintang tiga itu ditahan kawan-kawannya agar kartu-kartu lain tidak terbuka. Terkuaknya dua skandal mafia hukum, yakni kasus Anggodo dan Gayus, tersebut meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa masih banyak pertemuan markus lain yang pernah terjadi di Terunojoyo. Bisa jadi, masih banyak Anggodo atau Syahril Johan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik pun yakin bahwa pertemuan para pengacau hukum itu melibatkan para jenderal. Mana mungkin para mafioso tersebut bisa bebas berkeliaran dan menggelar rapat di Terunojoyo bila tak ada tuan rumah yang membukakan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga ingat, pada awal kasus Anggodo meledak, sejumlah unjuk rasa membawa poster bergambar Anggodo dengan bintang empat di pundak. Pakaiannya persis dengan seragam resmi Kapolri. Selain itu, dibawa gambar pengusaha asal Surabaya tersebut yang jelas ditulisi jabatannya sebagai Kapolri. Tidak ada yang salah dari sindiran tersebut karena Anggodo benar-benar menjadi "penguasa" Mabes Polri. Bukti berkuasanya Anggodo itu sangat jelas dalam rekaman percakapannya. Rekaman tersebut menunjukkan bahwa dia dengan mudah mengatur para jenderal polisi dan petinggi Kejaksaan Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau ada survei tentang kepercayan publik terhadap penyidikan di Mabes Polri, kita tidak perlu kaget bila hasilnya sangat rendah. Bahkan, mungkin kredibilitas Mabes Polri sekarang paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya melakukan evaluasi total di Mabes Polri. Bila Kapolri tak mampu membersihkan rumah sendiri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu ragu untuk membersihkan Mabes Polri dari para mafia. Baik itu anggota sindikat dari luar maupun yang berseragam. Jenderal-jenderal yang sangat diindikasi terlibat dalam mata rantai markus harus secepatnya diganti dan diusut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan jenderal yang terlibat dalam markus memang tak mudah. Tapi, paling tidak, langkah pertamanya adalah transparansi sejumlah kasus di Mabes Polri yang saat ini masih gelap gulita. Salah satunya, kabar tentang rekening sejumlah jenderal yang bernilai miliaran rupiah. Juga, kasus proyek jarkom/alkom (jaringan komunikasi/alat komunikasi) Polri. Pernah tercium aroma tidak beres dari proyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersih-bersih korupsi harus kita mulai dari aparat. Negeri ini akan tetap dikuasai koruptor bila yang menguasai markas Polri adalah para markus. (&lt;a href="http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;amp;nid=133522"&gt;jawapos.co.id&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-4629810902809761060?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/4629810902809761060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/markas-markus-mabes-polri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4629810902809761060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4629810902809761060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/05/markas-markus-mabes-polri.html' title='Markas (Markus) Mabes Polri'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S-u7PrndnDI/AAAAAAAABAI/8teaMVnkLjs/s72-c/truno_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5895220463022660838</id><published>2010-02-28T21:00:00.007+07:00</published><updated>2010-02-28T23:16:29.668+07:00</updated><title type='text'>Barzanji</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4qWK_UZvxI/AAAAAAAABAA/LShx3pP1G-I/s1600-h/barzanji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 262px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4qWK_UZvxI/AAAAAAAABAA/LShx3pP1G-I/s400/barzanji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443328215170531090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Abu Ahmad Zainal Abidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEPUTAR KITAB BARZANJI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum peringatan maulid Nabi Shallallahu alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan shalawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’, ada kalanya ditambah dengan senandung qasîdah Burdah. Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya, tetapi biasanya kitab Daiba’, Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang diawali dengan membaca Daiba’, lalu Barzanji, kemudian ditutup dengan Qasîdah Burdah. Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulîd Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. Maka tidak aneh jika banyak di antara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya, meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. Berikut uraiannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum kandungan kitab Barzanji terbagi menjadi tiga :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Cerita tentang perjalanan hidup Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan satra bahasa tinggi yang terkadang tercemar dengan riwayat-riwayat lemah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah, namun telah tercemar dengan muatan dan sikap ghuluw (berlebihan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi telah bercampur aduk dengan shalawat bid’ah dan shalawat-shalawat yang tidak berasal dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENULIS KITAB BARZANJI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab Barzanji ditulis oleh “Ja’far al-Barjanzi al-Madani, dia adalah khathîb di Masjidilharâm dan seorang mufti dari kalangan Syâf’iyyah. Wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M dan di antara karyanya adalah Kisah Maulîd Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermadzhab Syiah tentu Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga, keturunan dan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini dibuktikan dalam doanya “Dan berilah taufik kepada apa yang Engkau ridhai pada setiap kondisi bagi para pemimpin dari keturunan az-Zahrâ di bumi Nu’mân”.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESALAHAN UMUM KITAB BARZANJI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan kitab Barzanji tidaklah separah kesalahan yang ada pada kitab Daiba` dan Qasîdah Burdah. Namun, penyimpangannya menjadi parah ketika kitab Barzanji dijadikan sebagai bacaan seperti al-Qur’an. Bahkan, dianggap lebih mulia dari pada Al Qur’an. Padahal, tidak ada nash syar’î yang memberi jaminan pahala bagi orang yang membaca Barzanji, Daiba` atau Qasîdah Burdah. Sementara, membaca al-Qur’an yang jelas pahalanya, kurang diperhatikan. Bahkan, sebagian mereka lebih sering membaca Barzanji daripada membaca al-Qur’an apalagi pada saat perayaan maulîd Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Padahal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka dia akan mendapatkan satu kebaikan yang kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi 10 pahala. Aku tidak mengatakan Alif Lâm Mîm satu huruf. Akan tetapi, Alif satu huruf, lâm satu huruf mîm satu huruf".[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESALAHAN KHUSUS KITAB BARZANJI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adapun kesalahan yang paling fatal dalam kitab Barzanji antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab Barzanji meyakini melalui ungkapan syairnya bahwa kedua orang tua Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam termasuk ahlul Iman dan termasuk orang-orang yang selamat dari neraka bahkan ia mengungkapkan dengan sumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh kedua (orang tuanya) demi Allah Azza wa Jalla termasuk ahli iman dan telah datang dalîl dari hadîts sebagai bukti-buktinya.&lt;br /&gt;Banyak ahli ilmu yang condong terhadap pendapat in,i maka ucapkanlah salam karena sesungguhnya Allah Maha Agung.&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Imam al-Asy’ari menetapkan bahwa keduanya selamat menurut nash tibyan (al-Qur’an).[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, yang demikian itu bertentangan dengan hadîts dari Anas Radhiyallahu 'anhu bahwa sesungguhnya seorang laki-laki bertanya: “Wahai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, di manakah ayahku (setelah mati)?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Dia berada di Neraka.” Ketika orang itu pergi, beliau Shallallahu alaihi wa sallam memanggilnya dan bersabda: “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di Neraka”.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi rahimahullah berkata: ”Makna hadits ini adalah bahwa barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir, ia kelak berada di Neraka dan tidak berguna baginya kedekatan kerabat. Begitu juga orang yang mati pada masa fatrah (jahiliyah) dari kalangan orang Arab penyembah berhala, maka ia berada di Neraka. Ini tidak menafikan penyampaian dakwah kepada mereka, karena sudah sampai kepada mereka dakwah nabi Ibrahim Alaihissalam dan yang lainnya.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hadits yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan keduanya beriman serta selamat dari neraka semuanya palsu, diada-adakan secara dusta dan lemah sekali serta tidak ada satupun yang shâhih. Para ahli hadits sepakat akan kedhaifannya seperti Dâruquthni al-Jauzaqani, Ibnu Syahin, al-Khathîb, Ibnu Ashâkir, Ibnu Nashr, Ibnul Jauzi, as-Suhaili, al-Qurthubi, at-Thabari dan Fathuddin Ibnu Sayyidin Nas.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun anggapan bahwa Imam al-Asyari yang berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu alaihi wa sallam beriman, harus dibuktikan kebenarannya. Memang benar, Imam as-Suyuthi rahimahullah berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beriman dan selamat dari neraka, namun hal ini menyelisihi para hâfidz dan para ulama peneliti hadîts.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka menyakini bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hadir pada saat membaca shalawat, terutama ketika Mahallul Qiyâm (posisi berdiri), hal itu sangat nampak sekali di awal qiyâm (berdiri) membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang wahai kakek Husain selamat datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ucapan selamat datang hanya bisa diberikan kepada orang yang hadir secara fisik?. Meskipun di tengah mereka terjadi perbedaan, apakah yang hadir jasad nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersama ruhnya ataukah ruhnya saja. Muhammad Alawi al-Maliki (seorang pembela perayaan maulid-red) mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya. Menurutnya, yang hadir hanyalah ruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah Azza wa Jalla di surga, sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bait berikutnya semakin jelas nampak bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam diyakini hadir, meskipun sebagian mereka meyakini yang hadir adalah ruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Nabi salam sejahtera atasmu, wahai Rasul salam sejahtera atasmu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai kekasih salam sejahtera atasmu, semoga rahmat Allah tercurah atasmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembela Barzanji seperti penulis “Fikih Tradisionalis” berkilah, bahwa tujuan membaca shalawat itu adalah untuk mengagungkan nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Menurutnya, salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri, karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati. Misalnya, setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin, setiap tanggal 17 Agustus, maupun pada waktu yang lain, ketika bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan, seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri, tentu berdiri untuk menghormati Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih layak dilakukan, sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Bukankah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain?[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah qiyâs yang sangat rancu dan rusak. Bagaimana mungkin menghormati Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam disamakan dengan hormat bendera ketika upacara, sedangkan kedudukan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat mulia dan derajatnya sangat agung, baik saat hidup atau setelah wafat. Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu, sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi. Disamping itu, kehadiran Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam ke dunia merupakan keyakinan batil karena termasuk perkara ghaib yang tidak bisa ditetapkan kecuali berdasarkan wahyu Allah Azza wa Jalla, dan bukan dengan logika atau qiyas. Bahkan, pengagungan dengan cara tersebut merupakan perkara bid’ah. Pengagungan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terwujud dengan cara menaatinya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, dan mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan amalan bid'ah, khurafat, dan pelanggaran, bukan merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikian juga dengan acara perayaan maulîd Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan perbuatan tersebut termasuk bid'ah yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang paling besar pengagungannya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah para sahabat Radhiyallahu 'anhum -semoga Allah meridhai mereka- sebagaimana perkataan Urwah bin Mas'ûd kepada kaum Quraisy: “Wahai kaumku….demi Allah, aku pernah menjadi utusan kepada raja-raja besar, aku menjadi utusan kepada kaisar, aku pernah menjadi utusan kepada Kisra dan Najasyi, demi Allah aku belum pernah melihat seorang raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana pengikut Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam mengagungkan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidaklah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam meludah kemudian mengenai telapak tangan seseorang di antara mereka, melainkan mereka langsung mengusapkannya ke wajah dan kulit mereka. Apabila ia memerintahkan suatu perkara, mereka bersegera melaksanakannya. Apabila beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu, mereka saling berebut bekas air wudhunya. Apabila mereka berkata, mereka merendahkan suaranya dan mereka tidak berani memandang langsung kepadanya sebagai wujud pengagungan mereka”.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pengagungan para sahabat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas sangat besar. Namun, mereka tidak pernah mengadakan acara maulid dan kemudian berdiri dengan keyakinan ruh Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang hadir di tengah mereka. Seandainya perbuatan tersebut disyariatkan, niscaya mereka tidak akan meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para pembela maulîd tersebut berdalih dengan hadîts Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,’Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian [11], maka alasan ini tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar Imam Nawawi rahimahullah berpendapat bahwa pada hadits di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan[12]. Namun, tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan pendapat yang benar, hadits tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada orang-orang Anshar Radhiyallahu 'anhum agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu 'anhu turun dari keledainya, karena dia sedang luka parah, bukan untuk menyambut atau menghormatinya, apalagi mengagungkannya secara berlebihan[13].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab Barzanji mengajak untuk mengkultuskan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam secara berlebihan dan menjadikan Nabi sebagai tempat untuk meminta tolong dan bantuan sebagaimana pernyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padamu sungguh aku telah berbaik sangka. Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku. Wahai pelindung dari neraka Sa’ir&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai penolongku dan pelindungku. Dalam perkara-perkara yang sangat penting (suasana susah dan genting)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap berlebihan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, mengangkatnya melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allah Azza wa Jalla dalam perkara ghaib dengan memohon kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam dan bersumpah dengan nama beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan sikap yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan termasuk perbuatan syirik. Do’a dan tindakan tersebut menyakiti serta menyelisihi petunjuk dan manhaj dakwah beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan menyelisihi pokok ajaran Islam yaitu tauhîd. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengkhawatirkan akan terjadinya hal tersebut, sehingga ketika beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sakit yang membawa beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kematian, beliau bersabda: “Janganlah kamu berlebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah aku adalah hamba dan utusan-Nya”.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dimaklumi, bahwa kaum Nasrani menjadikan Nabi Isa Alaihissalam sebagai sekutu bagi Allah Azza wa Jalla dalam peribadatan mereka. Mereka berdoa kepada Nabi-nya dan meninggalkan berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, padahal ibadah tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Azza wa Jalla. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan peringatan kepada umatnya agar tidak menjadikan kuburan beliau sebagai tempat berkumpul dan berkunjung, sebagaimana dalam sabdanya Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Janganlah kamu jadikan kuburanku tempat berkumpul, bacalah salawat atasku, sesunggguhnya salawatmu sampai kepadaku dimanapun kamu berada”.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang sikap berlebihan dalam menyanjung dan mengagungkan beliau Shallallahu 'alaihi wa salllam. Bahkan, ketika ada orang yang berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka berkata: “Engkau Sayyid kami dan anak sayyid kami, engkau orang terbaik di antara kami, dan anak dari orang terbaik di antara kami”, maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada mereka: “Katakanlah dengan perkataanmu atau sebagiannya, dan jangan biarkan syaitan menggelincirkanmu”.[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk perbuatan yang berlebihan dan melampui batas terhadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah bersumpah dengan nama beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena sumpah adalah bentuk pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Azza wa Jalla. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah Azza wa Jalla, jikalau tidak bisa hendaklah ia diam”.[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah dengan hadits tentang larangan bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi dalil yang tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. Bagi setiap orang yang ingin mencari kebenaran, niscaya ia akan menemukannya dalam ayat dan hadits tersebut, dan hanya Allah-lah yang memberi petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab Barzanji menurunkan beberapa shalawat bid’ah yang mengandung pujian yang sangat berlebihan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengagum kitab Barzanji menganggab bahwa membaca shalawat kepada nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan ibadah yang sangat terpuji. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". [al-Ahzâb/ 33:56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini yang mereka jadikan sebagai dalil untuk membaca kitab tersebut pada setiap peringatan maulîd Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Padahal, ayat di atas merupakan bentuk perintah kepada umat Islam agar mereka membaca shalawat di manapun dan kapanpun tanpa dibatasi saat tertentu seperti pada perayaan maulîd Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri bahwa bersalawat atas Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terutama ketika mendengar nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam disebut sangat dianjurkan. Apabila seorang muslim meninggalkan salawat atas Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia akan terhalang dari melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat, baik di dunia dan akhirat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terkena doa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku di sisinya, namun ia tidak bersalawat atasku”.[18]&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapatkan gelar bakhil dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Orang bakhîl adalah orang yang ketika namaku disebut di sisinya, ia tidak bersalawat atasku”[19].&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Azza wa Jalla, karena meninggalkan membaca salawat dan salam atas Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan keluarganya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca salawat atasku sekali, maka Allah Azza wa Jalla bersalawat atasnya sepuluh kali”.[20]&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mendapatkan keutamaan salawat dari Allah Azza wa Jalla dan para Malaikat. Allah Azza wa Jalla berfirman:"Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu, supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman" [Al-Ahzâb/ 33:43] &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Bahkan, membaca shalawat menjadi sebab lembutnya hati, karena membaca shalawat termasuk bagian dari dzikir. Dengan dzikir, hati menjadi tenteram dan damai sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah Azza wa Jalla. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Ar-Ra'du/ 13:28). Tetapi dengan syarat membaca shalawat secara benar dan ikhlas karena Allah Azza wa Jalla semata, bukan shalawat yang dikotori oleh bid’ah dan khufarat serta terlalu berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga bukan mendapat ketenteraman di dunia dan pahala di akherat, melainkan sebaliknya, mendapat murka dan siksaan dari Allah Azza wa Jalla. Siksaan tersebut bukan karena membaca shalawat, namun karena menyelisihi sunnah ketika membacanya. Apalagi, dikhususkan pada malam peringatan maulîd Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam saja, yang jelas-jelas merupakan perayaan bid’ah dan penyimpangan terhadap Syariat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab Barzanji juga menyakini tentang Nur Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana yang terungkap dalam syairnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Mustafa (Muhammad) terus berpindah-pindah dari sulbi yang bersih kepada yang sulbi suci nan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkanlah dengan perkataan kaum zindiq dan sufi, seperti al-Hallaj yang berkata: “Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki cahaya yang kekal abadi dan terdahulu keberadaannya sebelum diciptakan dunia. Semua cabang ilmu dan pengetahuan di ambil dari cahaya tersebut dan para Nabi sebelum Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menimba ilmu dari cahaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga perkataan Ibnul Arabi Atthâ'i bahwa semua Nabi sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi terakhir mengambil ilmu dari cahaya kenabian Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu penutup para Nabi”.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita diketahui bahwa ghuluw itu banyak sekali macamnya. Kesyirikan ibarat laut yang tidak memiliki tepi. Kesyirikan tidak hanya terbatas pada perkataan kaum Nasrani saja, karena umat sebelum mereka juga berbuat kesyirikan dengan menyembah patung, sebagaimana perbuatan kaum jahiliyah. Di antara mereka tidak ada yang mengatakan kepada Tuhan mereka seperti perkataan kaum Nasrani kepada Nabi Isa Alaihissalam , seperti ; dia adalah Allah, anak Allah, atau menyakini prinsip trinitas mereka. Bahkan mereka mengakui bahwa tuhan mereka adalah kepunyaan Allah Azza wa Jalla dan di bawah kekuasaan-Nya. Namun mereka menyembah tuhan-tuhan mereka dengan keyakinan bahwa tuhan-tuhan mereka itu mampu memberi syafaat dan menolong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian uraian sekilas tentang sebagian kesalahan kitab Barzanji, semoga bermanfaat.[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Footnotes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Al-Munjid fî al A’lâm, 125&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Majmûatul Mawâlid, hal. 132.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HR.Tirmidzi dan dishahîhkan al Albâni di dalam shâhihul jam'i hadits yang ke 6468&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat Majmûatul Mawâlid Barzanji, hal. 101.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahih diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya (348) dan Abu Daud dalam Sunannya (4718).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat Minhâj Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi, 3/ 74.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aunul Ma’bûd, Abu Thayyib (12/ 324)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aunul Ma’bûd, Abu Thayyib (12/ 324)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat Fikih Tradisionalisme, Muhyiddîn Abdusshâmad (277-278)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diriwayatkan oleh al-Bukhâri : 3/187, no : 2731, 2732, al-Fath 5/388.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahih diriwayatkan Imam Bukhâri dalam Shahîhnya (3043) dan Imam Muslim dalam Shahîhnya (1768)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat Minhâj Syarah Shahîh Muslim, Imam Nawawi, juz XII, hal. 313.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat Ikmâlil Mu’lim Bi Syarah Shahîh Muslim, Qadhi Iyadh, 6/ 105.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahîh diriwayatkan Imam Bukhâri dalam Shahîhnya (3445)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahîh diriwayatkan oleh Abu Dâwud dengan sanad yang shahîh (2042) dan dishahîhkan oleh Syaikh Albâni dalam Ghâyatul Marâm : 125&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahîh, dishahîhkan oleh Albâni dalam Ghâyatul Marâm 127, lihatlah takhrîj beliau di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahîh, diriwayatkan oleh Imam Bukhâri dalam Shahîhnya (2679) dan Imam Muslim dalam Shahîhnya (1646)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahîh, diriwayatkan Imam at-Tirmidzi dalam Sunannya (3545), Imam Ahmad dalam Musnadnya 2/254, dan dishahîhkan oleh Albâni dalam irwâ' : 6&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahîh diriwayatkan Imam Tirmidzi dalam Sunannya (3546), Imam Ahmad dalam Musnadnya 1/201 dan dishahîhkan Albâni dalam irwâ' : 5&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shahîh diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahîhnya (284).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Majmûatul Mawâlîd(101).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat perinciannya dalam kitab Mahabbatur Rasûlullâh oleh Abdur Rauf Utsman (169-192).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Insya Allah, untuk lebih jelasnya akan penulis sampaikan dalam buku ”Ritual Tradisional”. Semoga Allah k memudahkan penulisan buku ini yang memuat 40 bid’ah populer di kalangan kaum tradisional di Indonesia yang meliputi, Shalawâtan, Barzanjian, Daibaan, Yasinan, Tahlilan, Ratiban, Manaqiban, Rajaban, Sya’banan, Selamatan dan bid’ah-bid’ah lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5895220463022660838?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5895220463022660838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/barzanji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5895220463022660838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5895220463022660838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/barzanji.html' title='Barzanji'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4qWK_UZvxI/AAAAAAAABAA/LShx3pP1G-I/s72-c/barzanji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-5754452271125435376</id><published>2010-02-28T08:03:00.002+07:00</published><updated>2010-02-28T08:03:00.302+07:00</updated><title type='text'>Mengingat Mati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4h0DFeQbSI/AAAAAAAAA_4/saEKZiCevE0/s1600-h/pakharto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 220px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4h0DFeQbSI/AAAAAAAAA_4/saEKZiCevE0/s400/pakharto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442727746034756898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya. Karena Ar-Rahman telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun yang lalai dan malas-malasan. Semuanya akan menemui kematian bila telah sampai ajalnya, karena memang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).” (Ar-Rahman: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hasungan untuk banyak mengingatnya. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat shahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Hasan shahih.”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas ada beberapa faedah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Disunnahkannya setiap muslim yang sehat ataupun yang sedang sakit untuk mengingat mati dengan hati dan lisannya, serta memperbanyak mengingatnya hingga seakan-akan kematian di depan matanya. Karena dengannya akan menghalangi dan menghentikan seseorang dari berbuat maksiat serta dapat mendorong untuk beramal ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati seorang hamba. Sebaliknya, ketika dalam kesenangan hidup, ia tidak akan lupa diri dan mabuk kepayang. Dengan begitu ia selalu dalam keadaan bersiap untuk “pergi.” (Bahjatun Nazhirin, 1/634)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas adalah ucapan yang singkat dan ringkas, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (kematian).” Namun padanya terkumpul peringatan dan sangat mengena sebagai nasihat, karena orang yang benar-benar mengingat mati akan merasa tiada berartinya kelezatan dunia yang sedang dihadapinya, sehingga menghalanginya untuk berangan-angan meraih dunia di masa mendatang. Sebaliknya, ia akan bersikap zuhud terhadap dunia. Namun bagi jiwa-jiwa yang keruh dan hati-hati yang lalai, perlu mendapatkan nasihat panjang lebar dan kata-kata yang panjang, walaupun sebenarnya sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disertai firman Allah: “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati,” sudah mencukupi bagi orang yang mendengar dan melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bagusnya ucapan orang yang berkata: “Ingatlah mati niscaya kau kan peroleh kelegaan, dengan mengingat mati akan pendeklah angan-angan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Yazid Ar-Raqasyi rahimahullahu berkata kepada dirinya sendiri, “Celaka engkau wahai Yazid! Siapa gerangan yang akan menunaikan shalat untukmu setelah kematianmu? Siapakah yang mempuasakanmu setelah mati? Siapakah yang akan memintakan keridhaan Rabbmu untukmu setelah engkau mati?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia berkata, “Wahai sekalian manusia, tidakkah kalian menangis dan meratapi diri-diri kalian dalam hidup kalian yang masih tersisa? Duhai orang yang kematian mencarinya, yang kuburan akan menjadi rumahnya, yang tanah akan menjadi permadaninya dan yang ulat-ulat akan menjadi temannya… dalam keadaan ia menanti dibangkitkan pada hari kengerian yang besar. Bagaimanakah keadaan orang ini?” Kemudian Yazid menangis hingga jatuh pingsan. (At-Tadzkirah, hal. 8-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, hanya orang-orang cerdas cendikialah yang banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal untuk mati. Shahabat yang mulia, putra dari shahabat yang mulia, Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mengabarkan, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, ‘Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mukmin manakah yang paling cerdas?’, tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab: “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Ad-Daqqaq berkata, ‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan giat/semangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?” (At-Tadzkirah, hal. 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah saat-saat sakaratul maut mendatangimu. Ayah yang penuh cinta berdiri di sisimu. Ibu yang penuh kasih juga hadir. Demikian pula anak-anakmu yang besar maupun yang kecil. Semua ada di sekitarmu. Mereka memandangimu dengan pandangan kasih sayang dan penuh kasihan. Air mata mereka tak henti mengalir membasahi wajah-wajah mereka. Hati mereka pun berselimut duka. Mereka semua berharap dan berangan-angan, andai engkau bisa tetap tinggal bersama mereka. Namun alangkah jauh dan mustahil ada seorang makhluk yang dapat menambah umurmu atau mengembalikan ruhmu. Sesungguhnya Dzat yang memberi kehidupan kepadamu, Dia jugalah yang mencabut kehidupan tersebut. Milik-Nya lah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan. Dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata, “Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat mati melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu bila mengingat mati ia gemetar seperti gemetarnya seekor burung. Ia mengumpulkan para ulama, maka mereka saling mengingatkan akan kematian, hari kiamat dan akhirat. Kemudian mereka menangis hingga seakan-akan di hadapan mereka ada jenazah. (At-Tadzkirah, hal. 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tangis mereka diikuti oleh amal shalih setelahnya, berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersegera kepada kebaikan. Beda halnya dengan keadaan kebanyakan manusia pada hari ini. Mereka yakin adanya surga tapi tidak mau beramal untuk meraihnya. Mereka juga yakin adanya neraka tapi mereka tidak takut. Mereka tahu bahwa mereka akan mati, tapi mereka tidak mempersiapkan bekal. Ibarat ungkapan penyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Aku tahu aku kan mati namun aku tak takut&lt;br /&gt;Hatiku keras bak sebongkah batu&lt;br /&gt;Aku mencari dunia seakan-akan hidupku kekal&lt;br /&gt;Seakan lupa kematian mengintai di belakang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ketika kematian telah datang, tak ada seorangpun yang dapat mengelak dan menundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang ajal/waktunya.” (Al-Munafiqun: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai betapa meruginya seseorang yang berjalan menuju alam keabadian tanpa membawa bekal. Janganlah engkau, wahai jiwa, termasuk yang tak beruntung tersebut. Perhatikanlah peringatan Rabbmu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan ayat di atas dengan menyatakan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan lihatlah amal shalih apa yang telah kalian tabung untuk diri kalian sebagai bekal di hari kebangkitan dan hari diperhadapkannya kalian kepada Rabb kalian.” (Al-Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir, hal. 1388)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau menjadi orang yang menyesal kala kematian telah datang karena tiada berbekal, lalu engkau berharap penangguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata, ‘Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat hingga aku mendapat kesempatan untuk bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?’.” (Al-Munafiqun: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, berbekallah! Persiapkan amal shalih dan jauhi kedurhakaan kepada-Nya! Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab. (asysyariah.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-5754452271125435376?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/5754452271125435376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/mengingat-mati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5754452271125435376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/5754452271125435376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/mengingat-mati.html' title='Mengingat Mati'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4h0DFeQbSI/AAAAAAAAA_4/saEKZiCevE0/s72-c/pakharto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-8017524843006852020</id><published>2010-02-27T07:32:00.003+07:00</published><updated>2010-02-27T07:54:36.283+07:00</updated><title type='text'>Prinsip-prinsip Mengkaji Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4hsLxCz6RI/AAAAAAAAA_w/w3oW9syo7ZA/s1600-h/kitab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 311px; height: 362px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4hsLxCz6RI/AAAAAAAAA_w/w3oW9syo7ZA/s400/kitab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442719099076733202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Qomar Suaidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini banyak sekali “jalan” yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar. Melalui berbagai cara mereka berusaha meraih pengikut sebanyak-banyaknya. Lihatlah sekeliling kita. Ada yang menawarkan jalan dengan memenej qalbunya, ada yang mengajak untuk ikut hura-huranya politik, ada yang menyeru umat untuk segera mendirikan Khilafah Islamiyah, ada pula yang berkelana dari daerah satu ke daerah lain mengajak manusia ramai-ramai ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lihat pula sekeliling kita. Kondisi umat Islam masih begini-begini saja. Kebodohan dan ketidakberdayaan masih menyelimuti. Bahkan sepertinya makin bertambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang salah dari tindakan mereka?. Ya, bila melihat kondisi umat yang semakin jatuh dalam kegelapan, sudah pasti ada yang salah. Mengapa mereka tidak mengajak umat untuk kembali mempelajari agamanya saja?. Mengapa mereka justru menyibukkan umat dengan sesuatu yang berujung kesia-siaan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai pewaris Nabi selalu berusaha mengamalkan apa yang diwasiatkan Rasulullah untuk mengajak umat kembali mempelajari agamanya. Dalam berbagai hal, Ahlussunnah tidak akan pernah keluar dari jalan yang telah digariskan oleh Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam. Lebih-lebih dalam mengambil dan memahami agama di mana hal itu merupakan sesuatu yang sangat asasi pada kehidupan. Inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kami akan menguraikan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah dalam mengkaji agama, namun kami hanya akan menyebutkan hal-hal yang sangat pokok dan mendesak untuk diungkapkan. Tidak mungkin kita menyebut semuanya karena banyaknya sementara ruang yang ada terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makna Manhaj&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj dalam bahasa Arab adalah sebuah jalan terang yang ditempuh. Sebagaimana dalam firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kami jadikan untuk masing-masing kalian syariat dan minhaj.” (Al-Maidah: 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata minhaj, sama dengan kata manhaj . Kata minhaj dalam ayat tersebut diterangkan oleh Imam ahli tafsir Ibnu Abbas, maknanya adalah sunnah. Sedang sunnah artinya jalan yang ditempuh dan sangat terang. Demikian pula Ibnu Katsir menjelaskan (lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/67-68 dan Mu’jamul Wasith).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diinginkan dengan pembahasan ini adalah untuk menjelaskan jalan yang ditempuh Ahlussunnah dalam mendapatkan ilmu agama. Dengan jalan itulah, insya Allah kita akan selamat dari berbagai kesalahan atau kerancuan dalam mendapatkan ilmu agama. Inilah rambu-rambu yang harus dipegang dalam mencari ilmu agama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Mengambil ilmu agama dari sumber aslinya yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan jangan kalian mengikuti para pimpinan selain-Nya. Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya.” (Al-A’raf: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda: “Ketahuilah bahwasanya aku diberi Al Qur’an dan yang serupa dengannya bersamanya.” (Shahih, HR. Ahmad dan Abu Dawud dari Miqdam bin Ma’di Karib. Lihat Shahihul Jami’ N0. 2643)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Memahami Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih,  yakni para sahabat dan yang mengikuti mereka dari kalangan tabi’in dan tabi’ut tabi’in.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian yang setelah mereka kemudian yang setelah mereka.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang berada pada mereka adalah kebaikan yang mencakup segala hal yang berkaitan dengan agama, baik ilmu, pemahaman, pengamalan dan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata: “Nabi mengabarkan bahwa sebaik-baik generasi adalah generasinya secara mutlak. Itu berarti bahwa merekalah yang paling utama dalam segala pintu-pintu kebaikan. Kalau tidak demikian, yakni mereka baik dalam sebagian sisi saja maka mereka bukan sebaik-baik generasi secara mutlak.” (lihat Bashair Dzawis Syaraf: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pemahaman mereka terhadap agama ini sudah dijamin oleh Nabi. Sehingga, kita tidak meragukannya lagi bahwa kebenaran itu pasti bersama mereka dan itu sangat wajar karena mereka adalah orang yang paling tahu setelah Nabi. Mereka menyaksikan di mana dan kapan turunnya wahyu dan mereka tahu di saat apa Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam mengucapkan hadits. Keadaan yang semacam ini tentu sangat mendukung terhadap pemahaman agama. Oleh karenanya, para ulama mengatakan bahwa ketika para shahabat bersepakat terhadap sesuatu, kita tidak boleh menyelisihi mereka. Dan tatkala mereka berselisih, maka tidak boleh kita keluar dari perselisihan mereka. Artinya kita harus memilih salah satu dari pendapat mereka dan tidak boleh membuat pendapat baru di luar pendapat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i mengatakan: “Mereka (para shahabat) di atas kita dalam segala ilmu, ijtihad, wara’ (sikap hati-hati), akal dan pada perkara yang mendatangkan ilmu atau diambil darinya ilmu. Pendapat mereka lebih terpuji dan lebih utama buat kita dari pendapat kita sendiri -wallahu a’lam- … Demikian kami katakan. Jika mereka bersepakat, kami mengambil kesepakatan mereka. Jika seorang dari mereka memiliki sebuah pendapat yang tidak diselisihi yang lain maka kita mengambil pendapatnya dan jika mereka berbeda pendapat maka kami mengambil sebagian pendapat mereka. Kami tidak akan keluar dari pendapat mereka secara keseluruhan.” (Al-Madkhal Ilas Sunan Al-Kubra: 110 dari Intishar li Ahlil Hadits: 78].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula Muhammad bin Al Hasan mengatakan: “Ilmu itu empat macam, pertama apa yang terdapat dalam kitab Allah atau yang serupa dengannya, kedua apa yang terdapat dalam Sunnah Rasulullah atau yang semacamnya, ketiga apa yang disepakati oleh para shahabat Nabi atau yang serupa dengannya dan jika mereka berselisih padanya, kita tidak boleh keluar dari perselisihan mereka …, keempat apa yang diangap baik oleh para ahli fikih atau yang serupa dengannya. Ilmu itu tidak keluar dari empat macam ini.” (Intishar li Ahlil Hadits: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya Ibnu Taimiyyah berkata: “Setiap pendapat yang dikatakan hanya oleh seseorang yang hidup di masa ini dan tidak pernah dikatakan oleh seorangpun yang terdahulu, maka itu salah.” Imam Ahmad mengatakan: “Jangan sampai engkau mengeluarkan sebuah pendapat dalam sebuah masalah yang engkau tidak punya pendahulu padanya.” (Majmu’ Fatawa: 21/291)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu -wallahu a’lam- karena Nabi bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah melindungi umatku untuk berkumpul di atas kesesatan.” (Hasan, HR Abu Dawud no:4253, Ibnu Majah:395, dan Ibnu Abi Ashim dari Ka’b bin Ashim no:82, 83 dihasankan oleh As Syaikh al Albani dalam Silsilah As- Shahihah:1331]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak mungkin dalam sebuah perkara agama yang diperselisihkan oleh mereka, semua pendapat adalah salah. Karena jika demikian berarti mereka telah berkumpul di atas kesalahan. Karenanya pasti kebenaran itu ada pada salah satu pendapat mereka, sehingga kita tidak boleh keluar dari pendapat mereka. Kalau kita keluar dari pendapat mereka, maka dipastikan salah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tidak melakukan taqlid atau ta’ashshub (fanatik) madzhab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya).” (Al-A’raf: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (Al-Hasyr: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jelas ayat di atas menganjurkan untuk mengikuti apa yang diturunkan Allah baik berupa Al Qur’an atau hadits. Maka ucapan siapapun yang tidak sesuai dengan keduanya berarti harus ditinggalkan. Imam Syafi’i mengatakan: “Kaum muslimin bersepakat bahwa siapapun yang telah jelas baginya Sunnah Nabi maka dia tidak boleh berpaling darinya kepada ucapan seseorang, siapapun dia.” (Sifat Shalat Nabi: 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kebenaran itu tidak terbatas pada pendapat salah satu dari Imam madzhab yang empat. Selain mereka, masih banyak ulama yang lain, baik yang sezaman atau yang lebih dulu dari mereka. Ibnu Taimiyah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tidak seorangpun dari ahlussunnah mengatakan bahwa kesepakatan empat Imam itu adalah hujjah yang tidak mungkin salah. Dan tidak seorangpun dari mereka mengatakan bahwa kebenaran itu terbatas padanya dan bahwa yang keluar darinya berarti batil. Bahkan jika seorang yang bukan dari pengikut Imam-imam itu seperti Sufyan Ats Tsauri, Al Auza’i, Al Laits bin Sa’ad dan yang sebelum mereka atau Ahlul Ijtihadyang setelah mereka mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi pendapat Imam-imam itu, maka perselisihan mereka dikembalikan kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan pendapat yang paling kuat adalah yang berada di atas dalil.” (Minhajus Sunnah: 3/412 dari Al Iqna’: 95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ta’ashshub (fanatik) pada madzhab akan menghalangi seseorang untuk sampai kepada kebenaran. Tak heran kalau sampai ada dari kalangan ulama madzhab mengatakan: “Setiap hadits yang menyelisihi madzhab kami maka itu mansukh (terhapus hukumnya) atau harus ditakwilkan (yakni diarahkan kepada makna yang lain).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya madzhablah yang menjadi ukuran kebenaran bukan ayat atau hadits. Bahkan ta’ashub semacam itu membuat kesan jelek terhadap agama Islam sehingga menghalangi masuk Islamnya seseorang sebagaimana terjadi di Tokyo ketika beberapa orang ingin masuk Islam dan ditunjukkan kepada orang-orang India maka mereka menyarankan untuk memilih madzhab Hanafi. Ketika datang kepada orang-orang Jawa atau Indonesia mereka menyarankan untuk memilih madzhab Syafi’i. Mendengar jawaban-jawaban itu mereka sangat keheranan dan bingung sehingga sempat menghambat dari jalan Islam [Lihat Muqaddimah Sifat Shalat Nabi hal: 68 edisi bahasa Arab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Waspada dari para da’i jahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahat yang dimaksud bukan dari sisi kriminal tapi lebih khusus adalah dari tinjauan keagamaan. Artinya mereka yang membawa ajaran-ajaran yang menyimpang dari aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, sedikit atau banyak. Di antara ciri-ciri mereka adalah yang suka berdalil dengan ayat-ayat yang belum begitu jelas maknanya untuk bisa mereka tafsirkan semau mereka. Dengan itu mereka maksudkan menebar fitnah yakni menyesatkan para pengikutnya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun yang dalam hatinya terdapat penyelewengan (dari kebenaran) maka mereka mengikuti apa yang belum jelas dari ayat-ayat itu, (mereka) inginkan dengannya fitnah dan ingin mentakwilkannya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah.” (Ali-Imran: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir mengatakan: “Menginginkan fitnah artinya ingin menyesatkan para pengikutnya dengan mengesankan bahwa mereka berhujjah dengan Al Qur’an untuk (membela) bid’ah mereka padahal Al Qur’an itu sendiri menyelisihinya. Ingin mentakwilkannya artinya menyelewengkan maknanya sesuai dengan apa yang mereka inginkan.” (Tafsir Ibnu Katsir: 1/353]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Memilih guru yang dikenal berpegang-teguh kepada Sunnah Nabi dalam berakidah, beribadah, berakhlak dan mu’amalah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu karena urusan ilmu adalah urusan agama sehingga tidak bisa seseorang sembarangan atau asal comot dalam mengambilnya tanpa peduli dari siapa dia dapatkan karena ini akan berakibat fatal sampai di akhirat kelak. Maka ia harus tahu siapa yang akan ia ambil ilmu agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai dia ambil agamanya dari orang yang memusuhi Sunnah atau memusuhi Ahlussunnah atau tidak pernah diketahui belajar akidah yang benar karena selama ini yang dipelajari adalah akidah-akidah yang salah atau mendapat ilmu hanya sekedar hasil bacaan tanpa bimbingan para ulama Ahlussunnah. Sangat dikhawatirkan, ia memiliki pemahaman-pemahaman yang salah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tabi’in bernama Muhammad bin Sirin mengatakan: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berkata:“Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits, maka tatkala terjadi fitnah mereka mengatakan: sebutkan kepada kami sanad kalian, sehingga mereka melihat kepada Ahlussunnah lalu mereka menerima haditsnya dan melihat kepada ahlul bid’ah lalu menolak haditsnya.” (Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keberkahan itu berada pada orang-orang besar kalian.” (Shahih, HR. Ibnu Hibban, Al Hakim, Ibnu Abdil Bar dari Ibnu Abbas, dalam kitab Jami’ Bayanul Ilm hal:614 dengan tahqiq Abul Asybal, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’:2887 dan As Shahihah:1778)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ucapan Abdullah bin Mas’ud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia tetap akan baik selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar mereka, jika mereka mengambilnya dari orang-orang kecil dan jahat di antara mereka, maka mereka akan binasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula yang semakna dengannya dari shahabat Umar bin Khattab. (Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam Jami’ Bayanul Ilm hal: 615 dan 616, tahqiq Abul Asybal dan dishahihkan olehnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil Bar menukilkan dari sebagian ahlul ilmi (ulama) maksud dari hadits di atas:“Bahwa yang dimaksud dengan orang-orang kecil dalam hadits Umar dan hadits-hadits yang semakna dengannya adalah orang yang dimintai fatwa padahal tidak punya ilmu. Dan orang yang besar artinya yang berilmu tentang segala hal. Atau yang mengambil ilmu dari para shahabat.” (Lihat Jami’ Bayanil Ilm: 617).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Tidak mengambil ilmu dari sisi akal atau rasio, karena agama ini adalah wahyu dan bukan hasil penemuan akal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman kepada Nabi-Nya:  “Katakanlah (Ya, Muhammad): ‘sesungguhnya aku memberi peringataan kepada kalian dengan wahyu.’.” (Al-Anbiya: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah yang diucapkan itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh berbeda antara wahyu yang bersumber dari Allah Dzat yang Maha Sempurna yang sudah pasti wahyu tersebut memiliki kesempurnaan, dibanding akal yang berasal dari manusia yang bersifat lemah dan yang dihasilkannya pun lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak boleh bagi siapapun meninggalkan dalil yang jelas dari Al Qur’an ataupun hadits yang shahih karena tidak sesuai dengan akalnya. Seseorang harus menundukkan akalnya di hadapan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib berkata: “Seandainya agama ini dengan akal maka tentunya bagian bawah khuf (semacam kaos kaki yang terbuat dari kulit) lebih utama untuk diusap (pada saat berwudhu-red) daripada bagian atasnya. Dan sungguh aku melihat Rasulullah mengusap bagian atas khuf-nya.” (shahih, HR Abu Dawud dishahihkan As-Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no:162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ucapan beliau ada keterangan bahwa dibolehkan seseorang mengusap bagian atas khuf-nya atau kaos kaki atau sepatunya ketika berwudhu dan tidak perlu mencopotnya jika terpenuhi syaratnya sebagaimana tersebut dalam buku-buku fikih. Yang jadi bahasan kita disini adalah ternyata yang diusap justru bagian atasnya, bukan bagian bawahnya. Padahal secara akal yang lebih berhak diusap adalah bagian bawahnya karena itulah yang kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa agama ini murni dari wahyu dan kita yakin tidak akan bertentangan dengan akal yang sehat dan fitrah yang selamat. Masalahnya, terkadang akal tidak memahami hikmahnya, seperti dalam masalah ini. Bisa jadi syariat melihat dari pertimbangan lain yang belum kita mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai ketidakmengertian kita menjadikan kita menolak hadits yang shahih atau ayat Al Qur’an yang datang dari Allah yang pasti membawa kebaikan pada makhluk-Nya. Hendaknya kita mencontoh sikap Ali bin Abi Thalib di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Mudhaffar As Sam’ani menerangkan Akidah Ahlussunnah, katanya: “Adapun para pengikut kebenaran mereka menjadikan Kitab dan Sunnah sebagai panutan mereka, mencari agama dari keduanya. Adapun apa yang terbetik dalam akal dan benak, mereka hadapkan kepada Kitab dan Sunnah. Kalau mereka dapati sesuai dengan keduanya mereka terima dan bersyukur kepada Allah yang telah memperlihatkan hal itu dan memberi mereka taufik. Tapi kalau mereka dapati tidak sesuai dengan keduanya mereka meninggalkannya dan mengambil Kitab dan Sunnah lalu menuduh salah terhadap akal mereka. Karena sesungguhnya keduanya tidak akan menunjukkan kecuali kepada yang haq (kebenaran), sedangkan pendapat manusia kadang benar kadang salah.” (Al-Intishar li Ahlil Hadits: 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim menyimpulkan bahwa pendapat akal yang tercela itu ada beberapa macam:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pendapat akal yang menyelisihi nash Al Qur’an atau As Sunnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbicara masalah agama dengan prasangka dan perkiraan yang dibarengi dengan sikap menyepelekan mempelajari nash-nash, serta memahami dan mengambil hukum darinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendapat akal yang berakibat menolak asma’ (nama) Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya dengan teori atau qiyas yang batil yang dibuat oleh para pengikut filsafat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendapat yang mengakibatkan tumbuhnya bid’ah dan matinya Sunnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbicara dalam hukum-hukum syariat sekedar dengan anggapan baik dan prasangka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adapun pendapat akal yang terpuji, secara ringkas adalah yang sesuai dengan syariat dengan tetap mengutamakan dalil syariat. (lihat, I’lam Muwaqqi’in: 1/104-106, Al- Intishar: 21,24, dan Al Aql wa Manzilatuhu)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Menghindari perdebatan dalam agama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah sebuah kaum sesat setelah mereka berada di atas petunjuk kecuali mereka akan diberi sifat jadal (berdebat). Lalu beliau membaca ayat, artinya: ‘Bahkan mereka adalah kaum yang suka berbantah-bantahan’.” (Hasan, HR Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahili, dihasankan oleh As Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no: 5633)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab mengatakan: “Di antara sesuatu yang diingkari para Imam salafus shalih adalah perdebatan, berbantah-bantahan dalam masalah halal dan haram. Itu bukan jalannya para Imam agama ini.” (Fadl Ilm Salaf 57 dari Al-Intishar: 94).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abil Izz menerangkan makna mira’ (berbantah-bantahan) dalam agama Allah adalah membantah ahlul haq (pemegang kebenaran) dengan menyebutkan syubhat-syubhat ahlul bathil, dengan tujuan membuat keraguan padanya dan menyimpangkannya. Karena perbuatan yang demikian ini mengandung ajakan kepada kebatilan dan menyamarkan yang hak serta merusak agama Islam. (Syarh Aqidah Thahawiyah: 313)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya Allah memerintahkan berdebat dengan yang paling baik. Firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ajaklah kepada jalan Rabb-Mu dengan hikmah, mau’idhah (nasihat) yang baik dan berdebatlah dengan yang paling baik.” (An-Nahl: 125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menerangkan bahwa perdebatan yang paling baik bisa terwujud jika niat masing-masing dari dua belah pihak baik. Masalah yang diperdebatkan juga baik dan mungkin dicapai kebenarannya dengan diskusi. Masing-masing beradab dengan adab yang baik, dan memang punya kemampuan ilmu serta siap menerima yang haq jika kebenaran itu muncul dari hasil perdebatan mereka. Juga bersikap adil serta menerima kembalinya orang yang kembali kepada kebenaran. (lihat rinciannya dalam Mauqif Ahlussunnah 2/587-611 dan Ar-Rad ‘Alal Mukhalif hal:56-62).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan para shahabat dalam sebuah masalah adalah perdebatan musyawarah dan nasehat. Bisa jadi mereka berselisih dalam sebuah masalah ilmiah atau amaliah dengan tetap bersatu dan berukhuwwah. (Majmu’ Fatawa 24/172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa rambu-rambu dalam mengambil ilmu agama sebagaimana terdapat dalam Al Qur’an maupun hadits yang shahih serta keterangan para ulama. Kiranya itu bisa menjadi titik perhatian kita dalam kehidupan beragama ini, sehingga kita berharap bisa beragama sesuai yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya. (islam-download.net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-8017524843006852020?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/8017524843006852020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/prinsip-prinsip-mengkaji-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8017524843006852020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8017524843006852020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/prinsip-prinsip-mengkaji-agama.html' title='Prinsip-prinsip Mengkaji Agama'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4hsLxCz6RI/AAAAAAAAA_w/w3oW9syo7ZA/s72-c/kitab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-8813189187943769823</id><published>2010-02-25T17:59:00.002+07:00</published><updated>2010-02-25T18:05:09.175+07:00</updated><title type='text'>Kebenaran Kaum Pluralis dan Kesia-siaan Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4ZZTqYH85I/AAAAAAAAA_o/uhJ2zCyhQVI/s1600-h/plu.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 354px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4ZZTqYH85I/AAAAAAAAA_o/uhJ2zCyhQVI/s400/plu.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442135394051683218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Zarnuzi Ghufron (mahasiswa Fakultas Syariah, Universitas Al-Ahqoff, Hadramaut, Yaman, dan koordinator Forum Kajian Ilmiah di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman wilayah Hadramaut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kita semua sepakat dengan tujuan utama kaum pluralis-liberal. Mereka ingin mewujudkan sikap saling menghormati dan toleransi di antara umat beragama. Bahkan bukan hanya antar-agama saja, tapi juga yang lain, seperti: antar negara, bangsa, suku, ras, dan yang lainnya. Karena ini yang diajarkan Islam. Tapi sayang, kaum pluralis menempuh jalan yang salah untuk mewujudkan tujuan mereka. Mereka menyempitkan diri dengan berfikir bahwa menghormati agama harus dengan cara menbenarkan semua agama, dengan alasan bahwa semua agama pada dasarnya sama. Yakni mengajarkan kebaikan, mengabdi kepada Tuhan, walaupun setiap agama berbeda penafsiran tentang-Nya. Sehingga mereka memiliki semboyan, "satu Tuhan seribu tafsir" dan –menurut mereka-- sikap merasa bahwa agama sendiri paling benar akan memunculkan sikap tidak menghormati agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian kebenaran sebuah agama telah mereka persempit dengan alasan-alasan tersebut. Sehingga seolah wilayah agama hanya terbatas dalam wilayah tersebut. Adanya persamaan di semua agama dalam mengajarkan kebaikan, seperti menghormati orang tua, saling membantu, melarang berbohong, mencuri, dan lain-lain, tidak bisa dengan sendirinya bisa menjadi justifikasi bahwa ajaran semua agama adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam hal sama-sama ingin menyembah Tuhan. Bagi Islam, untuk membenarkan sebuah agama membutuhkan kajian yang sangat panjang, tidak sesempit yang difikirkan kaum pluralis. Di sini kita tidak perlu memperdebatkan ajaran untuk berbuat baik dengan sesama manusia yang diajarkan oleh semua agama. Kita hargai hal itu, bahkan bukan atas dasar agama pun harus kita hargai (selama tak bertentangan dengan syariat). Walaupun kita tidak membenarkan agama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masalah persamaan tujuan ingin mengabdi kepada Tuhan, ada yang menjadi pertanyaan bagi kita. Apakah hanya dengan sebuah tujuan saja mampu menjadi dalil kebenaran sebuah agama dengan sendirinya. Tanpa melihat: apakah yang dituju memang sudah benar, cara yang ditempuh, dalil atau dasar yang digunakan, dan apakah dalil tersebut juga benar-benar dapat dipertanggung-jawabkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semisal, ada dua orang asal Jawa Timur ingin pergi ke Jakarta, masing-masing ingin berangkat sendiri-sendiri. Yang satu naik travel jurusan Jakarta dan dia akhirnya sampai di Jakarta, karena dia mendapat petunjuk tentang rute tersebut dari sumber yang dapat dipertanggung-jawabkan. Berbeda yang satunya lagi. Yang ini naik kapal laut dan travel jurusan Irian Jaya, tapi dengan maksud menuju Jakarta, karena dia tidak tahu atau mendapat sumber yang salah tentang rute Jatim-Jakarta. Apakah dengan demikian kita akan mengatakan bahwa keduanya sama-sama benar? Dan telah sampai serta sesuai tujuan, karena melihat tujuannya sama, menuju Jakarta. Begitu pun dalam menyembah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum pluralis dengan pemahaman yang dia miliki, ingin mencoba menghilangkan kontradiksi antaragama dengan membenarkan semua agama dan keyakinan. Pemikiran ini sebenarnya ingin menghilangkan kontradiksi, akan tetapi malah memunculkan ragam kontradiksi. Membenarkan semua hal yang saling kontradiksi adalah hal yang tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil contoh tiga agama terbesar di dunia dalam memahami Tuhan --karena masalah Tuhan adalah hal yang paling fundamental dalam kehidupan beragama. Islam meyakini Tuhan itu hanya satu, tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. Yahudi meyakini Uzair selain sebagai anak Allah, juga meyakininya sebagai Tuhan, sehingga Tuhannya pun ada dua: Allah dan Uzair. Dan Nasrani dengan Trinitasnya meyakini bahwa Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum, yaitu: Tuhan Bapa (God the Father), Tuhan anak (Jesus the Christ), dan Tuhan Roh Kudus (The Holy Spirit). Ketiga-tiganya di dalam keyakinan mereka merupakan sehakikat dan satu dalam kesatuannya. Dari tiga agama yang berbeda ini, semua mempunyai penafsiran yang berbeda dan saling kontradiktif tentang siapa Tuhan, sehingga tidak bisa dipertemukan menjadi satu buah kesimpulan. Karena sifat kontradiksi adalah, antara yang satu dengan lainnya saling membatalkan. Orang yang meyakini semuanya benar, sama dengan berkeyakinan: "bahwa Tuhan itu hanya satu, juga dua, juga tiga. Tidak beranak, juga beranak, dan tidak diperanakkan, juga diperanakkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Keyakinan dan Kabar Shodiq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang telah memiliki keyakinan tentang Tuhan dengan konsep tertentu, akan tetapi dia kemudian meyakini konsep yang lain --yang kontradiksi dengan konsep yang telah dia yakini--, maka dia sama dengan telah membatalkan keyakinan awal yang dia yakini. Karena keduanya tidak mungkin menyatu, akan tetapi yang mungkin adalah saling membatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat objek yang dikaji satu, yaitu siapa itu Tuhan, sekarang kita bertanya, dari mana ketiga agama tersebut mendapat informasi tentang Tuhan, dan apakah sumber informasi tersebut dapat dijadikan pegangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui sesuatu yang bersifat material dan dapat dirasa, maka kita mencukupkan dengan panca indera. Dan untuk yang bersifat metafisik (ghaib) atau yang tak kita ketahui secara langsung, baik yang telah terjadi atau akan terjadi, maka cukup dengan informasi yang dapat dipercaya (al-khobar al-masduq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti adanya perang Salib, kita tak melihatnya secara langsung, tapi kita bisa yakin bahwa perang Salib memang pernah terjadi, karena ada berita yang dapat dipercaya sehingga kita bisa yakin bahwa informasi itu benar. Begitu juga tentang perkara yang ghaib, seperti adanya Tuhan, malaikat, syaitan, surga, neraka, dan perkara yang akan terjadi, seperti Hari Kiamat, Yaumul Hisab, kita sekarang tidak mengetahuinya kecuali dari sebuah kabar yang benar-benar dapat dipercaya atau meyakinkan, yaitu dari Al-Quran dan hadis mutawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan adalah Dzat yang ghaib, semua agama meyakini adanya. Akan tetapi semua saling berbeda keyakinan mengenai sifat-sifat dan siapa itu Tuhan, dan pengetahuan mereka tentang Tuhan semuanya diperoleh dari informasi yang mereka dapat, karena semua tidak melihat Tuhan secara langsung. Kaum Nasrani mengetahui Tuhan dengan trinitasnya lewat Injil. Kaum Yahudi mengetahui Uzair sebagai Tuhan dan anak Allah lewat Taurat, orang Islam mengetahui Tuhan hanya Allah lewat Al-Quran. Dari ketiga agama tersebut semua mendapat informasi tentang Tuhan lewat kitab suci masing-masing. Dan masing-masing mengatakan bahwa kitab suci mereka berasal dari utusan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, sejarah telah membuktikan, Taurat sudah tidak asli lagi, begitupun Injil. Dan ini diakui oleh kalangan teolog Kristen sendiri, setelah melakukan penelitian bahwa Injil sudah tidak asli lagi dan menjadi beragam versinya, dan isinya saling bertentangan. Dan hanya Al-Quran yang tetap terjaga keasliannya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini, Injil dan Taurat (versi sekarang) telah gagal menjadi sumber informasi tentang Tuhan. Bagaimana kita akan meyakini kebenaran isinya, sedangkan kitabnya saja sebagai sumber informasi bermasalah dan tak meyakinkan bahwa keduanya memang benar dari Nabi utusan Tuhan, seperti yang kaum Nasrani dan Yahudi dakwakan. Adalah keyakinan rapuh yang dibangun di atas sumber informasi yang rapuh dan tidak dapat diyakini kebenarannya. Lalu kenapa harus dibenarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga model pemahaman tentang Tuhan yang saling kontradiktif tersebut, sekarang kita bisa mengambil kesimpulan, mana sumber informasi tentang Tuhan yang harus dijadikan pegangan, dengan melihat keorisinilan kitab suci tersebut, dan kita tidak perlu lagi melihat kontradiksi yang ada. Siapa yang salah menilai siapa itu Tuhan, maka telah salah dalam menemukan Tuhan. Salah membawa alamat, berkonsekuensi tidak akan menemukan yang dicari dan tidak perlu dinilai benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, kaum pluralis di dalam kehidupan sehari-hari mereka selektif ketika menerima berita, sebagai tabiat kaum terdidik, dengan memilih sumber infomasi yang kuat dan dapat dipercaya, agar mendapat berita yang benar. Tapi sayang, mereka tak mampu menerapkannya di dalam memahami kebenaran informasi yang digunakan semua agama. Sehingga agama yang dibangun atas dasar sumber informasi yang kuat ataupun yang rapuh, tiada bedanya bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam dan Syariat Para Nabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkaitan dakwah Nabi Muhammad dengan nabi-nabi sebelumnya adalah untuk saling menguatkan dan menyempurnakan. Dan yang mereka dakwahkan semua terdiri atas dua pokok: pertama, akidah dan kedua syariat dan akhlak. Syariat adalah untuk membentuk hukum guna mengatur kehidupan masyarakat dan individu. Setiap umat para nabi mempunyai syariat sendiri-sendiri, seperti: syariat Nabi Musa as., syariat Nabi Isa as., dan syariat Nabi Muhammad saw. Setiap syariat yang baru menghapus syariat sebelumnya, sehingga syariat Nabi Muhammad adalah syariat terakhir untuk manusia hingga datang hari Kiamat. Adanya perbedaan di dalam syariat, karena syariat adalah jenis pengadaan (nau'ul insa') sehingga dibedakan antar-umat dengan umat yang lainnya, dengan melihat perbedaan zaman dan kondisi umat para nabi waktu itu. Karena tujuan pokok syariat adalah kemaslahatan umat manusia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masalah akidah, di antara semua nabi tidak ada perubahan dan perbedaan, mulai dari Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw. Semua mengajak untuk mengesakan Allah dan mensucikan-Nya dari sifat-sifat yang tak patut bagi-Nya, iman kepada para nabi, Hari Akhir, hisab, surga, dan neraka. Dan setiap mereka membenarkan dakwah nabi sebelumnya dan memberi kabar akan datangnya nabi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesamaan akidah para nabi ini karena akidah adalah jenis berita/informasi (nau'ul ikhbar), seperti kabar bahwa Tuhan hanya satu, yaitu Allah dengan segala sifat yang Dia miliki, kabar adanya Hari Kiamat, hisab, surga, neraka, dll. Dan sebuah berita yang dapat dipercaya dan dibenarkan adalah berita yang isinya tidak saling berbeda dan bertentangan di antara pembawa berita yang berbeda-beda, dan mereka semua telah dimaklumi sebagai orang yang jujur. Seandainya ada sebuah berita yang dibawa oleh banyak orang dan isinya saling kontradiktif, maka berita tersebut tidak dapat dipercayai. Maka tidak masuk akal, seandainya salah satu Nabi mengabarkan bahwa Tuhan itu tiga, yang lain mengatakan dua, dan lainnya lagi mengatakan satu, dan semuanya saling membenarkan pernyataan yang satu dan yang lainnya. Dan bagaimana juga kita akan mengimani bahwa sumbernya satu, wahyu dari Tuhan, seandainya isinya saling bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah mengutus para nabi, semua kaum telah memiliki sesuatu yang mereka anggap Tuhan. Akan tetapi tidak ada yang dilakukan oleh semua nabi kecuali mengajak untuk meninggalkan apa yang mereka anggap Tuhan dan mengajak manusia untuk hanya bertuhan kepada Allah, mengesakan-Nya dan mensucikan-Nya dari sifat-sifat yang tak patut bagi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya teori pluralisme agama (teori bahwa semua agama benar) dan dibenarkan oleh Allah, maka Allah telah melakukan kesia-siaan (Maha Suci Allah dari kesia-siaan atas apa yang Dia lakukan), karena Dia mengutus rasul pada umat yang telah memiliki sesuatu yang dianggap Tuhan, dan semuanya saling berbeda penafsiran. Wallahu a'lam bisshowab (hidayatullah.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-8813189187943769823?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/8813189187943769823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/kebenaran-kaum-pluralis-dan-kesia-siaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8813189187943769823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/8813189187943769823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/kebenaran-kaum-pluralis-dan-kesia-siaan.html' title='Kebenaran Kaum Pluralis dan Kesia-siaan Tuhan'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4ZZTqYH85I/AAAAAAAAA_o/uhJ2zCyhQVI/s72-c/plu.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-2865006408286227871</id><published>2010-02-21T08:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-21T08:00:00.350+07:00</updated><title type='text'>Kerancuan Wacana Titik Temu Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4AgYd1H93I/AAAAAAAAA_g/O5PHvDxNoVM/s1600-h/religions.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 326px; height: 331px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4AgYd1H93I/AAAAAAAAA_g/O5PHvDxNoVM/s400/religions.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440383954559956850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kholili Hasib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskursus Pluralisme hingga detik ini masih menjadi arena pergulatan pemikiran yang tetap memancing pro-kontra. Di tahun 2009 ini, perdebatan tentang titik temu agama (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;transendent unity of religion&lt;/span&gt;) kembali marak menyusul diterbitkannya buku "Argumen Pluralisme Agama" hasil disertasi di UIN Jakarta oleh Moqsith Ghazali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun menggunakan argumen-argumen yang kontrofersial, buku tersebut menuai pujian dari beberapa tokoh. Adalah Syafi'i Ma'arif pada 17 Maret 2009 di Harian Republika yang begitu memuji habis-habisan buku tersebut. Padahal, menurut salah satu penguji disertasinya, Prof. Salman Harun, Moqsith tidak jujur mengutip pendapat Syeikh Nawawi al-Jawi dan Ibnu Kastir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith salah memahami penggalan tafsir Maroh Labid karya Syeikh Nawawi Al-Jawi tentang bisa-tidaknya non-muslim masuk surga. Moqsith dinilai tak utuh mengutip Ibnu Katsir. Menurut Prof. Salman, dua ulama itu berkesimpulan hanya Muslim yang masuk surga. Tapi Moqsith menyimpulkan, non muslim juga bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu mengurai jawaban-jawaban Islam Liberal terhadap paham Pluralisme. Arah argumentasi Moqsith tampak jelas untuk menjustifikasi titik temu agama-agama dari perspektif Islam. Pertanyaannya, mungkinkah agama-agama itu bisa dipertemukan dalam satu titik persamaan? Ketidak jujuran Moqsith mengutip pendapat Syeikh Nawawi al-Jawi dalam tafsirnya merupakan bukti bahwa ia memaksakan pertemuan teologi agama-agama. Jika ditelaah, gagasan mempertemukan teologi agama-agama adalah rancu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wacana mencari titik temu agama-agama, ada dua istilah yang sering dikaburkan dan disalah artikan. Kedua istilah itu – pluralitas dan pluralisme agama – kadang kala dilebur maknanya atau dikaburkan sehingga kemudian berubah menjadi satu bangunan makna. Perdebatan lain adalah belum adanya penjelasan yang memuaskan bagaimana konsep mengakumulasikan beraneka ragam titik agama itu menjadi satu titik yang menurut Frithjon Schuon adalah titik "Yang Mutlak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, yang perlu dipahamkan adalah makna pluralitas dan pluralisme agama. Pluralitas adalah suatu kondisi kehidupan sosial dengan aneka ragam wujud agama dalam masyarakat atau negara. Kondisi ini adalah alami atau sunnatullah. Sepanjang sejarah manusia pasti ditemukan beberapa agama, aliran atau isme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pluralisme sebagaimana didefinisikan oleh MUI adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama, dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan singkat tersebut, tampak jelas perbedaan antara pluralitas dan pluralisme agama. Pluralitas agama adalah bagian dari fenomena sosial yang tidak dapat ditolak, sedangkan pluralisme agama adalah aliran teologi yang akarnya dari Barat pada abad ke-15 – yaitu gerakan kaum Liberal Protestan dengan misi mereformasi pemikiran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disalah pahami oleh Islam Liberal, pluralisme adalah realita sunatullah. Ahmad Sofyan dalam buku Gagasan Cak Nur Tentang Negara dan Islam menukil pendapat Cak Nur ”Pluralisme, dengan demikian, merupakan sunatullah yang tidak akan berubah, sehingga tidak mungkin dilawan atau diingkari". Kesalahan Cak Nur ialah menyamakan definisi pluralitas dengan pluralisme agama. Sehingga ia eberpendapat, pluralisme tidak dapat dilawan dan diingkari. Pendapat yang sama dilontarkan Sukidi di Koran Jawa Pos tanggal 11 Januari 2006 dengan mengatakan,  “Pluralisme Agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. Dan, karena itu, mustahil pula kita melawan dan menghindari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep Islam, pluralitas sangat diakui. Islam mengakui perbedaan dan identitas agama-agama, namun tidak berarti membenarkan semuanya. Surat Al-Kafirun memberi pemahaman bahwa bermacam agama itu tidak bisa disatukan. Dari sinilah konsep toleransi lahir. Islam membiarkan agama lain menjalankan ritual agama – selama tidak mengganggu agama Islam – namun tidak mentolelir persamaan agama (lakum dinukum wa liyadin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi dalam konsepsi Islam tidak sampai mengorbankan aspek teologi. Kekeliruan Islam Liberal adalah bahwa kerukunan dapat berkembang jika umat berteologi pluralis. Budhy Munawar Rahman, tokoh Liberal, dalam situs www.Islib.com tahun 2000 menulis ”bahwa kerukunan umat beragama dapat dicapai jika para pemeluk agama menganut -- dan mengembangkan -- teologi pluralis atau teologi inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksklusifitas Islam – sebagaimana dijabarkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an –  adalah dalam rangka mengoreksi dan mengkritik agama-agama terdahulu yang telah menyimpang dari al-din al-fitrah/al-din al-hafnif (ajaran Tauhid). Hal itu dapat dilihat dalam QS. Al-Ma'idah ayat 17, 72 dan 73. Secara teologis Islam bersifat eksklusif dalam arti tidak membenarkan agama-agama lain selain Islam seperti dalam QS Ali Imran ayat 19 dan 85.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, eksklusifitas Islam tidak serta merta menghalangi berinteraksi dengan penganut agama lain (anti inklusifitas). Dalam tataran sosial kemasyarakatan Islam terbuka (inklusif) berkehidupan dengan penganut agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat al-Mumtahanah menjelaskan "Tidaklah Allah melarang kamu untuk berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memberangi kamu pada agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, sebab Allah suka kepada orang-orang yang berbuat adil. Hak-hak kafir dzimmi dijamin oleh Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menyakiti seorang dzimmi, maka sungguh ia menyakitiku, dan barangsiapa menyakitiku, berarti ia menyakiti Allah (HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa riwayat, disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdagang dengan orang kafir. Sebagaimana tercantum dalam surat Al-Kafirun dalam tataran teologi, Islam bersifat eksklusif. Tapi sangat membuka pintu toleransi beragama, berinteraksi dan bermuamalah (inklusif). Artinya, Islam adalah eksklusif sekaligus inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, ranah teologi Islam tidak mungkin dipaksakan menjadi inklusif. Teologi Inklusif - yang pernah diwacanakan oleh Nurcholis Madjid – tidak pernah dikenal dalam tradisi Islam. Hampir mirip dengan teologi inklusifnya Cak Nur, terdapat teori Transendent Unity of Religion – yaitu aliran pluralisme dengan cita-cita mempertemukan agama-agama pada titik esoterik. Penggagasnya adalah Rene Guenon, Fritjhof Schuon dan Syed Hussein Nasr. Wacana ini juga menyemarakkan kajian penganut pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Frithjof Schuon – penggagas teori Transendent Unity of Religion – tiap agama-agama di dunia memiliki unsur eksoterik dan esoterik. Eksoterik adalah aspek eksternal, formal, hukum, dogmatis, ritual, etika dan moral. Level ini melingkupi aspek peribadatan dan tata cara menyembah Tuhan. Unsur kedua, esoterik, adalah aspek metafisis dan dimensi internal agama. Pada level inilah kata Shuon dan Rene Guenon agama-agama bisa bertemu menuju satu titik Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Tuhan banyak nama. Demikianlah kira-kira konsep Schuon.  Tuhan agama-agama di dunia hakikatnya sama, yang berbeda adalah pemberian nama tiap agama. Tuhan Islam bernama Allah, Yahudi menyebut Yahweh, meski berbeda, Dzat Mutlak itu satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual, gagasan Frithjof Schuon bermasalah. Kenyataannya perbedaan itu tidak hanya pada level eksoterik, pada tingkat esoterik pun terdapat perbedaan di antara masing-masing agama. Konsep ke-Tuhan-an umat Islam (Allah) tentu amat jauh berbeda dengan Tuhan Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu atau agama-agama lainnya. Kritik Al-Qur'an terhadap agama Yahudi dan Nasrani bahkan tidak hanya pada ranah eksoterik, malah, Al-Qur'an banyak mengkritik agama tersebut pada level esoteriknya. Andaikan sama, Islam tentu tidak akan menggugat ketuhanan agama-agama syirik tersebut. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak perlu mengirim surat mengajak Islam kepada Raja Heraklius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing agama memiliki kosepsi Ketuhanan yang bersifat eksklusif, yang mustahil dicarikan kesamaan atau dipertemukan. Karena berbeda itulah, maka Islam kemudian mengajak kepada para pemeluk agama lain agar bersama-sama berdiri dalam kalimat al-sawa' – yaitu dengan melepas baju-baju syirik untuk kembali kepada agama Tauhid, menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan. (hidayatullah.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-2865006408286227871?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/2865006408286227871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/kerancuan-wacana-titik-temu-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/2865006408286227871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/2865006408286227871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/kerancuan-wacana-titik-temu-agama.html' title='Kerancuan Wacana Titik Temu Agama'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S4AgYd1H93I/AAAAAAAAA_g/O5PHvDxNoVM/s72-c/religions.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-4527770099093265447</id><published>2010-02-20T11:17:00.002+07:00</published><updated>2010-02-20T11:20:30.915+07:00</updated><title type='text'>Kelompok Muslim AS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Penyerangan Pesawat di Texas Terorisme!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S39iuQYtT7I/AAAAAAAAA_Y/wETOTX9EkNs/s1600-h/plane-crash-austin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S39iuQYtT7I/AAAAAAAAA_Y/wETOTX9EkNs/s400/plane-crash-austin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440175421698953138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Washington - Kelompok muslim terbesar di AS mecela standar ganda pejabat AS yang menolak melabeli penyerangan pesawat di Texas sebagai terorisme. Para pejabat AS dinilai tidak akan ragu menyebut penyerangan pesawat itu sebagai terorisme, jika pilotnya adalah seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pandangan dari banyak orang dan institusi kelihatannya: tidak ada aksi kekerasan yang bisa dicap sebagai terorisme kecuali itu dilakukan oleh seorang muslim," kata Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional Badan Hubungan Amerika-Islam seperti dilansir AFP, Sabtu (20/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pilot, Joseph Andrew Stack, menabrakkan pesawatnya ke gedung tempat berkantor pemerintah Federal, termasuk kantor pelayanan pajak (Internal Revenue Service/IRS) di Austin, Texas, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan ini terjadi sekitar pukul 09.50 waktu setempat, Kamis (18/2/2010). Gedung yang menjadi sasaran serangan mengalami kerusakan parah. Motif Stack melakukan hal karena memiliki masalah pajak. Dia bahkan diketahui terlebih dahulu membakar rumahnya sebelum melakukan aksi nekatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyerangan terhadap kantor IRS di Texas secara sempurna cocok dengan definisi terorisme. Tapi itu tidak dilabeli sebagai terorisme. Rupanya standar ganda hanya dijalankan untuk memberikan ketidakbermaknaan istilah," kata Awad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat AS menyebut penabrakan pesawat sebagai penyerangan terhadap institusi pemerintah, tidak ada hubungan jelas dengan terorisme internasional. Meski demikian Juru Bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan di luar pandangan itu masih dikaji adanya kemungkinan aksi terorisme lokal. (detiknews.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-4527770099093265447?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/4527770099093265447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/kelompok-muslim-as.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4527770099093265447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4527770099093265447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/kelompok-muslim-as.html' title='Kelompok Muslim AS'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S39iuQYtT7I/AAAAAAAAA_Y/wETOTX9EkNs/s72-c/plane-crash-austin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-9061519294243931315</id><published>2010-02-19T07:24:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T08:26:33.482+07:00</updated><title type='text'>Blasphemy</title><content type='html'>Oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu simposium di Tokyo saya bertemu dengan Angel Rabasa. Orangnya energik dan simpatik. Ia salah seorang peneliti pada Rand Corporation, NGO yang memberi saran dan masukan ke Security Council Amerika Serikat bagaimana menumpas fundamentalisme dalam Islam pasca 11 September. Banyak buku diterbitkan oleh NGO ini. Di saat coffee break ia sengaja menghampiri saya dan langsung “menembak”, What is wrong with Ahmadiyah in Indonesia? Saya katakana, “Itu adalah kasus penistaan agama (religious blasphemy)”. Oh no, that was the problem of freedom of speech ……bla…bla…bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ia banyak tahu tentang Indonesia dan bahkan saya merasa pertanyaannya seperti ingin ikut campur urusan umat Islam. Saya lalu teringat makalah David E Kaplan, Hearts, Minds and Dollars, “Washington berinvestasi puluhan juta dolar dalam kampanye untuk mempengaruhi bukan saja masyarakat Islam, tapi juga Islam sendiri dan apa yang terjadi dalam Islam”. Kelihatannya, Rabasa ditugaskan untuk proyek yang disebut dalam makalah David itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, kalau begitu bagaimana dengan keberatan umat Kristiani terhadap aliran Jehovah yang dianggap sesat? Itu kan juga kasus penistaan agama?!!” tanya saya. Dia, yang berkulit putih itu menjadi sedikit memerah seperti menahan sesuatu. “Ya tapi orang Kristen tidak melaporkan kasus ini ke pemerintah”, jawabnya. Disini saya faham bahwa dia keberatan dengan campur tangan pemerintah dalam urusan agama. Tentu ini mindset yang tipikal orang Barat sekuler. Agama tidak boleh masuk ruang publik dan tidak boleh menyatu dengan kekuasaan, apapun bentuknya. Padahal, yang saya tahu, aliran Children of God dan Jehovah Witnesses dilarang kejaksaan Agung atas permintaan Ditjen Bimas Kristen karena dianggap sempalan Kristen. Ini bisa dipastikan merupakan hasil dari laporan para orang-orang Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian saya katakan, kalau kita serahkan penyelesaian urusan blasphemy ke masyarakat, akan mengakibatkan chaos, atau kegaduhan. Anda tahu sendiri bagaimana masyarakat main hakim sendiri terhadap penganut Ahmadiyah di daerah-daerah. Dan jumlah mereka cukup banyak. Mengapa mereka begitu karena pemerintah tidak campur tangan. Saya juga sampaikan bahwa penganut Ahmadiyah sendiri menganggap siapapun yang tidak mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi adalah kafir. Jadi, bukan hanya umat Islam yang menganggap Ahmadiyah salah, tapi Ahmadiyah justru menganggap umat Islam selain mereka itu salah. Ini tentu sudah merusak arti benar dan salah dalam ranah akidah dan syariah Islam. Rabasa ternyata tidak banyak tahu tentang kepercayaan Ahmadiyah. Akhirnya dia mengalihkan pembicaraan, “let’s talk something else”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blasphemy atau blasfemie (bahasa Perancis) adalah istilah yang digunakan untuk penistaan agama di Barat. Kata blasphemy dalam Online Etymology Dictionary, © 2001 Douglas Harper berasal dari bahasa Latin blasphemia atau bahkan dari Yunani blasphēmein. Artinya irreligious, pernyataan, perkataan jahat atau menyakitkan, terkadang juga diartikan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara definitif blasphemy adalah kejahatan menghina atau menista atau menunjukkan pelecehan atau kurang menghargai Tuhan, agama, ajarannya serta tulisan-tulisan-tulisan mengenainya. Juga berarti sikap menghina terhadap sesuatu yang dianggap sakral. (Merriam-Webster's Dictionary of Law, © 1996). Menurut The American Heritage blasphemy adalah aktifitas, pernyataan, tulisan yang merupakan penghinaan, irreligius, mengenai Tuhan atau sesuatu lainnya yang sakral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam the Random House Dictionary dan juga The American Heritage, menganggap seseorang sebagai Tuhan atau mengaku memiliki kualitas seperti Tuhan termasuk blasphemy. Pengertian Easton Bible Dictionary (1897) bahkan lebih detail lagi. Blasphemy termasuk mengingkari adanya Roh Kudus, Bible, kemessiahan Jesus atau menganggap mukjizat Jesus itu sebagai kekuatan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya ketika para pemeluk agama merasa agamanya dinistakan, para pemikir liberal sekuler menganggap para pemeluk agama-agama telah membatasi kebebasan berpendapat mereka. Agama, menurut mereka menggunakan dalih blasphemy, penistaaan, bid’ah, musyrik, tabu dsb. untuk membungkam kebebasan berpikir mereka. Sedangkan dalih yang digunakan agamawan hanya bersumber dari persepsi para agamawan yang terbatas. Sementara para pemeluk agama melihat orang-orang itu tidak mempunyai pengetahuan otoritatif untuk berbicara soal agama. Perbedaan pendapat ini nampaknya tidak punya jalan rekonsiliasi. Inilah Clash of worldview atau dalam bahasa Peter Berger collision of consciousness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, inti masalahnya ada pada perbedaan worldview. Di Barat pandangan agama dan alam pikiran masyarakat Barat khususnya masyarakat ilmiah (scientific community) tidak pernah bertemu alias bentrok atau clash. Standar kebenaran alam pikiran masyarakat Barat sendiri selalu berubah-ubah. John Milton, sastrawan dan penulis politik Inggris pernah bentrok dengan parlemen. Itu gara-gara brosur buatannya yang dianggap liar, tidak bertanggung jawab, tidak masuk akal dan illegal. Tapi menurut Milton itu pendapat individu. Pendapat individu yang berbeda-beda adalah modal bagi kesatuan bangsa. Oleh sebab itu menggali kebenaran dan ide-ide cemerlang tidak dapat dicapai kecuali dengan merujuk pendapat banyak orang, bukan segelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang akan menentukan sesuatu itu benar dan salah, menurut Milton bukan individu tapi gabungan pendapat individu-individu. Namun meski mayoritas telah bersuara, setiap individu dibebaskan untuk menemukan kebenaran mereka sendiri-sendiri. Tapi anehnya kata Milton jika fakta-fakta dibiarkan telanjang, kebenaran akan mengalahkan kebatilan dalam kompetisi terbuka. Masalah utama dalam teori Milton adalah standar kebenaran. Kebenaran, di satu sisi ditentukan oleh mayoritas, disisi lain oleh pasar bebas, tapi disisi lain juga tergantung pada individu masing-masing untuk menerima atau menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Milton kabur, tapi itu justru kondusif untuk membela kebebasan berpendapat. Meskipun dalam realitasnya tidak selalu begitu. Noam Chomsky mencoba merumuskan begini: ”Jika anda percaya pada kebebasan berbicara, anda percaya pada kebebasan berbicara untuk mendukung pendapat yang tidak anda sukai”. (If you're in favor of freedom of speech, that means you're in favor of freedom of speech precisely for views you despise). Tapi kenyataannya Stalin dan Hitler yang mengaku mendukung kebebasan berbicara hanya mendukung pendapat yang mereka sukai. Sama, orang-orang yang tidak suka agama tentu akan membela pendapat yang mereka sukai, meski tidak disukai agamawan. Itulah poin konfliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal blasphemy. Sekurangnya ada dua sumber blasphermy di Barat baik individual maupun kelompok. Pertama dari luar agama dan kedua dari dalam agama. Masalahnya kemudian ketika suatu agama dinistakan oleh orang di luar agama atau diluar otoritas siapa yang berhak memvonis? Dan jika dari dalam agama itu sendiri, siapa pula yang berhak menghukuminya? Pertanyaan yang sama mungkin bisa diajukan. Ketika suatu negara dihina atau diserang oleh orang dari luar negara atau dari dalam negara itu, siapa yang berhak mengadili?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik mengikuti teori Milton maupun Chomsky blasmphemy tetap saja tidak dapat dibenarkan. Dalam teori Milton menista agama dapat menjadi illegal alias haram karena hanya pendapat segelintir orang dan tidak dapat dipegang kebebarannya. Dan jika mengikuti teori Chomsky orang-orang di luar komunitas agama atau yang tidak otoritatif tidak dapat berpendapat semau mereka karena harus menghormati apapun kepercayaan agama-agama meski tidak mereka sukai. Anta ta’iq wa ana ma’i famata nattifiq. Itulah clash of worldview. (insistnet.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-9061519294243931315?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/9061519294243931315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/blasphemy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/9061519294243931315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/9061519294243931315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/blasphemy.html' title='Blasphemy'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-4694547651176663809</id><published>2010-02-18T13:31:00.004+07:00</published><updated>2010-02-18T15:16:36.569+07:00</updated><title type='text'>Karakteristik Manhaj Yang Batil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S3zhdRrV5EI/AAAAAAAAA_Q/QsSIWBFYTTk/s1600-h/sufi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S3zhdRrV5EI/AAAAAAAAA_Q/QsSIWBFYTTk/s400/sufi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439470343034364994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manhaj yang batil memiliki karakter sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengingkari Allah beristiwa di atas Arsy-Nya, di atas langit ketujuh menurut keagungan-Nya yang layak bagi-Nya, dan Dzat-Nya berbeda dan terpisah dari makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengingkari, mentahrif (merubah) dan bertakalluf (membebani diri di luar kemampuan) di dalam menafsirkan nama, sifat dan perbuatan Allah secara majazi.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengingkari ataupun mentahrif makna hakiki dari ru’yah, yaitu kaum mukminin akan melihat Allah pada hari kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengkiyaskan Allah dengan makhluk-Nya sehingga menyebabkan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk) ataupun ta’thil (mengingkari atau meniadakan makna hakiki) Nama, Sifat dan Perbuatan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Meniadakan secara keseluruhan atau sebagian takdir (keputusan) Allah, ataupun menetapkan takdir tidak dengan yang ditetapkan oleh syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menolak secera keseluruhan atau sebagian, ataupun menafsirkan secara majazi tentang khobar ghaib seperti ash-Shirath[2], al-Miizan[3], Haudh Nabi[4], siksa dan nikmat kubur, malaikat, tanda-tanda kiamat dan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengingkari bahwa Allah bersifat Kalam (berbicara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mengatakan bahwa al-Qur’an bukanlah kalamullah, namun adalah makhuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menetapkan bahwa iman hanyalah semata-mata ucapan dengan lisan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mengingkari bahwa amal perbuatan termasuk bagian dari keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Mengingkari bahwa iman meningkat dengan ketaatan dan menurun dengan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengingkari bahwa Perbuatan Allah berhubungan dengan Kebijaksanaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mengingkari bahwa ilmu pengetahuan dan kitabah (penulisan) seluruh miqdar (ukuran) dan takdir termaktub di dalam al-Lauhul Mahfudh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Mengatakan bahwa manusia menciptakan semua atau sebagian amal perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mengatakan bahwa manusia mujbar (tidak punya pilihan atau tidak berikhtiyar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Menyelisihi prinsip Tauhid dengan memberikan peribadatan kepada selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mengatakan tentang sesuati tentang Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tanpa ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Memperdebatkan al-Qur’an dan al-Hadits dan mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat (tidak jelas) daripada mengikuti yang muhkam (yang jelas) atau mengembalikannya kepada para ulama yang bermanhaj salaf, sehingga dapat menghilangkan kerancuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Menolak sebagian atau keseluruhan sunnah-sunnah yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mengambil penafsiran bathini terhadap ayat-ayat al-Qur’an dan mengatakan bahwa ayat-ayat al-Qur’an memiliki aspek dhahir dan aspek bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Ghuluw (berlebih-lebihan) di dalam agama, seperti mudah mengkafirkan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Ghuluw terhadap kedudukan orang tertentu, dengan menganggap mereka suci, ma’shum atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Mengkeramatkan tempat-tempat tertentu, seperti kumuran, pakaian dan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Melakukan bid’ah di dalam agama, dengan menambah atau mengurangi perkara yang telah ditentukan di dalam Islam. Seperti melaksanakan bid’ah peringatan-peringatan dan menganggap mereka sebagai wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Meletakkan dasar dan hukum tentang pemahaman Islam tanpa berpijak kepada Al-Qur’an, Sunnah yang shahih dan manhaj salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Mencela para Sahabat atau mengkafirkan sebagian besar mereka sebagaimana yang telah dilakukan oleh firqoh Rafidhah dan Syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Mencela salaf dari kalangan ahlul hadits dan para pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Mengolok seorang muslim yang melaksanakan sunnah-sunnah nabi yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Memberikan wala’ (loyalitas) kepada jama’ah atau kelompok tanpa mempertimbangkan aqidah dan manhajnya dengan slogan “Mempersatukan Ummat”. Persatuan semacam ini, yang tidak berasaskan aqidah yang benar di dalam Tauhid dan manhaj salaf sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Ma ana ‘alaihi wa ashhabii”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Membesar-besarkan peradaban kaum kuffar dengan dalih modernisasi dan pembangunan! Ketidakadilan yang menimpa sebagian kaum muslimin di negerinya, tidak seharusnya dijadikan dakwaan di dalam menghukumi komunitas lainnya. Hal ini dapat mengaburkan sikap Islam terhadap kaum kuffar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Membangkang dari hukkam (penguasa), walaupun mereka dhalim ataupun menindas. Islam menyeru untuk tetap sabar di dalam keadaan yang demikian. Seorang mukmin boleh menasehati mereka dengan cara yang paling baik dan mengingkari kesalahan dengan cara yang tidak menimbulkan kemudharatan lebih besar. Konfrontasi dengan penguasa yang seperti ini akan menyebabkan dan melanggengkan pertumpahan darah, perpecahan dan reputasi yang buruk yang dapat menghalangi dakwah kepada Allah. Hal ini tidaklah berarti kita menerima kebatilan, bahkan ini merupakan tuduhan yang tidak berdasar dalam rangka menyokong kemunkaran. Hal ini merupakan perkara aqidah, bukanlah perkara emosional maupun pandangan politik. Jadi, peganglah dengan teguh perkara agamamu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Mengikuti ilmu kalam dan filsafat, dan menjadikannya sebagai dasar di dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Mengambil sikap yang aneh terhadap bid’ah dan mubtadi’ah (pelaku bid’ah), dengan mengabaikan kebid’ahan mereka dalam rangka meraih keuntungan duniawi atapun politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat di atas, tingkatannya berbeda-beda diantara mereka yang mengikuti manhaj bathil ini. Wallahu a’lam bish showab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan dari Manhaj salaf adalah suatu masalah yang serius. Kaum muslimin benar-benar telah mengetahui bahwa perpecahan ummat ini menjadi bergolong-golongan adalah suatu kenyataan dan jalan keluar dari ini adalah, dengan izin Allah, yaitu kita melaksanakan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Ma ana ‘alaihi wa ashhabi” (Segala sesuatu yang Aku dan para sahabatku berada di atasnya). Inilah Sabilul Mu’minin yang Allah ridha dengannya dan merekapun ridha terhadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanyalah milik Allah yang Maha Agung. Segala kebenaran dari tulisan ini adalah dari Allah dan segala kesalahan adalah dariku dan dari syaithan, dan aku memohon kepada Allah agar mengampuni dan menunjukiku dan para pembaca kepada manhaj as-Salafus Sholih dan menjadikan kita meninggal di atasnya. Aku bersyukur kepada Allah karena mengizinkanku menyelesaikan tulisan ini dan aku memohon kepada-Nya untuk menerima amalku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah yang Maha Pengampun mengampuniku, orang tuaku, seluruh keluargaku dan seluruh ummat muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Sholih ash-Sholih&lt;br /&gt;1 Rajab 1425 H, bertepatan dengan 17 Agustus 2004&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;[1] Kita memohon Maghfirah (ampunan) Allah bagi beberapa ulama besar Ahlus Sunnah (seperti al-Hafizh Ibnu Hajar, Imam an-Nawawi dan selainnya) yang telah terjatuh kepada kesalahan menafsirkan beberapa sifat Allah dengan majazi. Di sini lain, tidaklah benar bersikap ghuluw di dalam menolak seluruh hasil upaya mereka. Mereka memiliki kontribusi yang sangat besar yang memperkaya khazanah ilmu hadits, fiqh, ushul, tafsir dan lain-lain. Walaupun mereka terpengaruh oleh sebagian aspek pemahaman Asy’ariyah, mereka tidaklah dikatakan sebagai pengikut manhaj Asy’ariyah. Wallahu a’lam. Lihat muqoddimah ar-Rudud wat Ta’qiibat ‘ala ma waqo’ah lil Imam an-Nawawi fi Syarhi Shahih Muslim minat Ta’wil fish Shifat karya Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman, Darul Hijrah, Riyadh, 1413/1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Ash-Shirath : Titian yang melintasi pertengahan Neraka yang sangat licin, yang memiliki kait, cakar dan duri. Diatas inilah manusia akan melintasinya. Kaum mukminin, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, “akan melintasinya sekejap kedipan mata, seperti kilat, seperti angin, seperti burung, seperti kuda dan unta cepat. Sebagian akan selamat dan sebagian lagi terkoyak-koyak (ketika melintasinya) namun kemudian selamat, dan sebagian lagi akan terlempar ke dalam Neraka… (Shahih Muslim, juz I, no. 352)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Al-Miizan : Timbangan yang dipersiapkan untuk menimbang amal perbuatan manusia pada hari Pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Haudh : telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ukuran telagaku seperti jarak antara Yerusalem dan Shan’a di Yaman dan telagaku ini memiliki cangkir sebanyak bintang di langit. (Shahih Bukhari, juz VIII, no. 582) dan telaga ini juga disebutkan di dalam al-Qur’an surat 108 sebagai al-Kautsar di dalam Surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://www.al-meezaan.com/methodology/incorrect_paths.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S3zf5gFgewI/AAAAAAAAA_A/O0rwwqhaX1o/s1600-h/budha+GD_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 298px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S3zf5gFgewI/AAAAAAAAA_A/O0rwwqhaX1o/s400/budha+GD_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439468628915288834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5764186573750342702-4694547651176663809?l=risalahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahjihad.blogspot.com/feeds/4694547651176663809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/karakteristik-manhaj-yang-batil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4694547651176663809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5764186573750342702/posts/default/4694547651176663809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahjihad.blogspot.com/2010/02/karakteristik-manhaj-yang-batil.html' title='Karakteristik Manhaj Yang Batil'/><author><name>al-Faruq 'Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S3zhdRrV5EI/AAAAAAAAA_Q/QsSIWBFYTTk/s72-c/sufi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5764186573750342702.post-8708846169992426709</id><published>2010-02-17T08:00:00.001+07:00</published><updated>2010-02-17T08:00:02.296+07:00</updated><title type='text'>Makna Syahadatain</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Rukun, Syarat, Konsekuensi&lt;br /&gt;Dan Yang Membatalkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S3TKsAYkSwI/AAAAAAAAA-g/BPFn0TNkvZI/s1600-h/tauhid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 287px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BSwTSLPXefc/S3TKsAYkSwI/AAAAAAAAA-g/BPFn0TNkvZI/s400/tauhid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437193507509127938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA: MAKNA SYAHADATAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[A]. Makna Syahadat "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laa ilaaha illallah&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Yaitu beri'tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala, menta'ati hal terse-but dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, "Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah". Khabar "Laa " harus ditaqdirkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bi haqqi&lt;/span&gt;" (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan "maujud " (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu kebatilan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laa ilaaha illallah&lt;/span&gt;" telah ditafsiri dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. "Laa ilaaha illallah" artinya:&lt;br /&gt;"Tidak ada sesembahan kecuali Allah", Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. "Laa ilaaha illallah" artinya:&lt;br /&gt;"Tidak ada pencipta selain Allah" . Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti ini hanya mengakui tauhid rububi
